
Ibu Viona terisak tangis tatkala ada yang menelepon dirinya dan menyebutkan perselingkuhan sang suami dengan wanita lain. Meskipun Bu Viona mendesak kepada si penelepon dia itu siapa? Tapi sang penelepon tidak menyebutkan namanya siapa.
Sontak hati dan pikirannya kembali kacau dan geram, dia pun mencoba menelepon anaknya yang sudah lama tidak ada kabar.
{"Rian kamu kapan pulang? Ibu kangen ingin bertemu kamu, banyak masalah yang terjadi ketika kamu pergi!"} ucap sang ibu di sambungan teleponnya.
Rasanya kepala Ibu Viona terasa pecah, ingin dia menggugat cerai sang suami ke pengadilan tapi inginnya di antar oleh sang anak kesayangannya itu.
______
{"Memangnya Ibu sudah mantap untuk bercerai dengan Papa!?"} tanya Rian di seberang sana. Rian pun dihinggapi rasa tidak karuan mendengar kabar tersebut.
{"Rasanya ibu sudah tidak sabar ingin cepat menggugatnya! Rian kamu tahu enggak, Ibu di teror terus di telepon oleh orang yang tidak di kenal. Dia menceritakan Papamu dan Dini istri kedua Papamu, dan Ibu rasa dia seakan tahu seluk beluk kisah Papamu, suaranya tidak jelas seperti di tutup tisu, Ibu yakin pasti itu ulah si Lia, mantan istri kamu!"} ucap sang Ibu kembali selalu mencurigai mantan menantunya itu.
{"Kalau Lia enggak mungkin Bu, Rian tahu Lia seperti apa, kalau niat dia beri tahu perselingkuhannya Papa dengan Dini mungkin dari dulu semenjak Lia bersama Rian jadi pasangan suami istri!"} jawab Rian.
_____
Sontak jawaban Rian membuat Bu Viona seakan di hantam batu besar begitu sakit dan terluka karena Bu Viona berpikir, jadi Rian pun sudah tahu kalau Papanya sebenarnya telah menikah atau mempunyai istri muda tapi Rian dan Lia menyembunyikan itu semua. Nampak raut muka Bu Viona menjadi kesal dan terlihat memendam amarah.
{"Anak kurang ajar kamu Rian jadi kamu tahu kalau sebenarnya Papa kamu sudah menikah lagi dari dulu cuma kamu tidak jujur seakan menyembunyikannya dari Ibu!?"} tanya sang Ibu terdengar dihinggapi rasa kesal bercampur menahan rasa marah.
_____
Rian pun terhenyak karena dia tadi tidak sengaja bicara seperti itu bahwa Lia mengetahui perselingkuhan Papanya dari dulu semenjak masih menikah dengannya.
{"Maafkan Rian Bu, tapi Rian baru tahu juga kok, pas mau cerai dengan Lia. Nah, dia mungkin karena kesal jadi membuka rahasia perselingkuhan Papa dengan Dini,"} terdengar Rian ketika berucap gelagapan.
Rian seakan menyangkal semuanya tentang perselingkuhan Papa ya dengan Tante Dini dari dulu, dan dia berdalih baru tahu dalam kurun waktu dekat ini sebelum perceraian dengan Lia. Rian tidak mau sang Ibu kesal dan menyimpan dendam kepadanya makannya dia bicara seperti itu seakan membalikkan kata dan masalah.
_____
Bu Viona pun terdiam dia pun nampak menghela napas panjang, dia memejamkan kedua matanya mengingat sosok Lia terlihat dari raut mukanya dihinggapi rasa geram.
__ADS_1
Bu Viona berpikir dalam hatinya ( Pantas saja Rian berselingkuh karena Lia melindungi suaminya berselingkuh) Rian sudah tidak percaya sosok Lia.
Mungkin terlalu jauh pikiran Ibu Viona terhadap Lia, dia selalu dihinggapi rasa kesal dan jengkel kepada Lia walau Lia sekarang sudah tidak jadi menantunya.
"Aku semakin kesal sama si Lia dan juga Ibunya!" gumam hati Bu Viona.
______
{"Rian setelah kamu pulang dari Kalimantan, kamu harus cepat melangsungkan pernikahan dengan Desy! Ibu ingin melihat Lia beserta Ibunya sedih karena mantan suaminya begitu tega menikah dengan sahabatnya sendiri, Ibu ingin melihat Ibunya si Lia sakit hati dengan mendengar kabar tersebut,"} ucap Ibu Viona terdengar menggebu.
{"Sabar dong Bu, semua perlu proses,"} jawab Rian terlihat tenang ketika menanggapi ucapan sang ibu yang ingin cepat agar anaknya melangsungkan pernikahan dengan Desy.
{"Kamu pulang ke rumah berapa hari lagi"} tanya sang Ibu kembali berharap sang anak pulang dengan cepat.
{"Oh, iya Bu, Rian belum cerita sama Ibu sebenarnya Rian tinggal di sini 2 bulan, jadi Rian tidak jadi pulang beberapa hari lagi."} jawab Rian. Dia lupa memberitahu sang Ibu bahwa dia tinggal di Kalimantan tidak jadi 1 bulan tapi menjadi 2 bulan.
{"Apa, Kamu bilang! Jadi kamu tinggal di Kalimantan tidak sebulan, tapi 2 bulan,"} tanya Ibu Viona dihinggapi rasa kesal
{"Tidak Rian menurut Ibu terlalu lama, pokoknya kamu segera pulang!"} sang Ibu seakan memaksa kepada sang anak agar cepat pulang dan dengan segera menikahi Desy.
{"Maaf, Bu, untuk kali ini Rian tidak bisa menuruti keinginan Ibu, karena Rian sudah tekan kontrak dan tidak bisa di batalkan!"} tegas Rian.
{"Sejak kapan kamu membantah perkataan Ibu!?"} tanya sang Ibu.
{"Karena Ibu menyuruh Rian cepat menikah hanya napsu sesaat!"} ucap Rian
{"Maksud kamu apa!?"} sang Ibu terdengar kesal karena merasa di pojokan.
{"Ibu kesal kepada Lia jadi Ibu limpahkan itu semua dengan cara Rian harus cepat menikahi Desy, agar Lia cemburu dan kesal karena Desy notabene adalah sahabatnya Lia. Kalau misalkan Desy itu bukan sahabatnya Lia mungkin Ibu tidak cepat menyuruh Rian menikahi Desy!"} ucap Rian terdengar membela diri.
________
Ibu Viona pun merasa digurui oleh sang anak dan dia seakan tidak mau menerima hal tersebut dan tidak terima jika di salahkan.
__ADS_1
{"Kamu dasar selalu ngeyel kepada Ibumu, dan Ibu tidak suka itu!"} Bu Viona terdengar kesal kepada sang anak.
Rian tahu sang Ibu begitu tersulut emosi dan keadaan hatinya sedang tidak karuan mengingat sang Ibu juga sedang ada pertengkaran dengan Papanya. Rian pun mencoba menutup sambungan teleponnya dengan alasan akan ada rapat.
_______
"Anak sama Papanya sama saja tidak ada yang benar," gumam Ibu Viona. Setelah terdengar bunyi terputus dari teleponnya Rian.
Ibu Viona pun mencoba menelepon Desy karena dia ingin di temani pergi jalan-jalan untuk acara makan di sebuah Restoran karena pikirannya terasa suntuk.
{"Des, antar Ibu ke Restoran, Ibu tidak selera makan mungkin dengan makan diluar selera makan Ibu akan bertambah,"} ucap Ibu Viona di sambungan teleponnya.
Mendengar ajakan dari sang calon Ibu mertua sontak Desy dihinggapi rasa gembira karena hal inilah yang di inginkan oleh dia, agar dia lebih bisa lagi mengambil hati Bu Viona untuk segera menikahkan dirinya dengan Rian.
{"Kapan Bu, sekarang!?"} Desy terdengar antusias ketika menjawab permintaan Ibu Viona untuk pergi keluar acara makan.
{"Iya, Des, sekarang! Bisa kan?"} tanya Bu Viona terdengar berharap.
{"Apa sih yang enggak buat calon Ibu mertua. Baik Bu, Desy akan segera kesana untuk menjemput Ibu! Nanti Desy ajak Ibu ke Restoran yang paling mahal dan terfavorit,"} ucap Desy terlihat sedang mengambil hati Bu Viona.
{"Terima kasih Sayang, sebelumnya,"} jawab Bu Viona.
{"Ya, sudah Bu, Desy akan segera kesana sekarang,"} Desy terdengar begitu gembira.
_____
Desy pun menutup sambungan teleponnya dan tersenyum gembira, dia pun berpikir dalam hatinya. Mungkin ini saatnya dia bicara kepada sang calon Ibu mertua bahwa dia sudah melakukan hubungan yang lebih dengan anaknya Rian dan dia takut terjadi kehamilan.
{"Dengan bicara kepada Ibunya Rian bahwa aku dan Rian sudah melakukan hubungan lebih layaknya suami istri, pasti Ibunya Rian akan menyegerakan pernikahan aku!"} ucap Desy tertawa puas.
Sifat licik dari Desy rasanya terus menghinggapi hati dan pikirannya sebelum Rian menjadi milik dia seutuhnya.
Bersambung....
__ADS_1