Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 172 Adrian dan Helmi gembira


__ADS_3

Akhirnya Anita pun beserta sang suami tiba di rumah Adrian. Anita terlihat gemas ketika melihat sosok bayi dari Lia.


"Gemes ya, pengen cepat punya bayi," goda Lia kepada Anita.


Anita pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum renyah kepada sang bayi.


"Semoga saya bisa nyusul ya, punya bayi,' ucap Anita dengan mencubit lembut pipi sang bayi dengan mendekapnya erat.


"Aamiin, semoga kamu cepat mengandung buah cinta dengan Helmi," ucap Lia dengan mengelus perut Anita.


"Makannya jangan terlalu capek Nit, kamu ini kayaknya terlalu capek kesana-kemari sama suami kamu, pergi terus keluar kota urusan bisnis. Kali-kali kalau suami keluar kota jangan ikut diam saja di rumah," celetuk sang Kakak yang baru saja datang beserta sang suami dengan menatap tajam ke arah sang adik yang sedang mencium bayinya Lia.


"Kan kalau di rumah enggak ada teman Kak, sepi sendiri hanya ditemani sang ART," ucap Anita memberikan alasan.


"Kamu bisa nginap kok di rumah Kakak dan bawa sekalian ART ke rumah Kakak," jawab sang Kakak.


"Iya, iya, nanti kalau Mas Helmi pergi keluar kota lagi aku akan nginap di rumah Kakak," Anita tersipu malu.


_________


Sementara Adrian dan Helmi juga Om Satria suami dari Kakaknya Anita sedang duduk di teras rumah tengah menikmati kopi sambil ngobrol santai.


"Oh, iya, katanya kamu butuh Kafe ya, untuk investasi." ucap Helmi mengawali obrolan dan menatap lekat ke arah Adrian.


"Iya, memangnya kamu punya relasi yang akan menjual Kafe itu?" tanya Adrian.


"Ada, Kafenya akan di lelang kamu cari info saja, bagi kamu itu hal yang mudah karena kamu relasinya banyak. Nanti aku kasih tahu alamat Kafenya pokoknya kamu tertarik dan yang paling penting tempatnya strategis, atau gimana kalau besok pagi kita lihat saja Kafenya," ucap Helmi kembali.


"Boleh, dengan senang hati," jawab Adrian tersenyum lebar.


"Wah, hebat Adrian investasinya semakin banyak Om senang dengarnya," sambung Om Satria dengan menepuk lembut pundak Adrian.


________


Keesokan harinya.


Nampak Adrian sudah mandi dan masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Pagi ini dia mau bersiap diri untuk pergi bersama Helmi dan dia pun nampak tidak memberitahukan kepergiannya untuk melihat Kafe kepada sang istri karena ini adalah suatu kejutan jIka nantinya mau dibeli Adrian dan dia berikan kepada sang istri tercinta.


"Mau kemana Pah? bukannya hari ini libur tidak akan kemana-mana. Katanya tidak ada jadwal keluar," tanya Lia kepada Adrian.


"Mau bertemu dengan relasi bisnis Sayang," Adrian dengan menyemprotkan parfum ke tubuhnya dan mengecup kening sang istri dengan lembut.


"Wanginya parfum Papa menyeruak dan Papa menggunakannya berlebih. Apa mungkin relasi bisnis Papa seorang,,,," ucap Lia menggantung dia seakan cemburu buta.


"Seorang wanita, maksud Mama begitu!? Enggak lah Mah, Papa tahu Mama sedang cemburu sama Papa, iya kan," Adrian terlihat menahan tawa karena sudah sekian lama dia tidak dicemburui oleh sang istri.


"Enggak lah, ngapain cemburu," mata Lia mendelik dan bibirnya mengerucut.


CUP....


Adrian mengecup lembut bibir mungil Lia, dan Lia pun nampak tersipu malu. Nampak muka Lia merah merona.


Meskipun pernikahan mereka sudah cukup lama tapi nampak di antara Lia dan Adrian masih menyimpan rasa malu jika mereka saling ejek dan menggoda.


"Lihat istri bibir yang mengerucut terlihat seksi, Papa jadi pengen," ucap Adrian menggoda Lia yang terlihat memakai daster yang terlihat ketat dan seksi.


"Pengen apa Pah, ihh,,,Papa genit!" Lia memalingkan muka dan nampak sang bayi sedang tertidur lelap di dalam box.

__ADS_1


"Pengen,,,," ucap sang suami menggantung dan bibir sang suami pun dengan cepat menari di antara bibir istri dan sentuhan nakal pun dari tangan Adrian meraba setiap lekuk tubuh Lia.


"Arghhhh..."


Suara ******* pun dengan spontan keluar dari bibir Lia dan Adrian. Akhirnya meraka pun larut dalam suasana napsu yang menggelora dengan penuh kasih dan ungkapan rasa.


_______


Setengah jam kemudian.


"Gara-gara Mama, jadi Papa mandi lagi," ucap Rian dengan membenarkan kerah kemejanya.


"Ihh, Papa yang minta duluan," Lia tersipu malu dan menahan tawa.


"Ya, sudah Mah, kita sama-sama mau," Adrian tertawa terkekeh.


CUP...


Adrian mengecup kening Lia dan Lia mencium punggung tangan sang suami. Adrian pun akhirnya berpamitan kepada sang istri.


________


Satu jam kemudian Adrian pun sampai di rumah Helmi dan mereka pun pergi ke Kafe milik Rian dulu yang kena sita. Nampak mereka menggunakan mobil Adrian.


•••


Tiba di Kafe.


Terlihat disana Pak satpam masih ada karena membereskan barang yang di rasa tidak dibawa oleh Rian dan Pak satpam akan membawanya ke rumahnya.


"Sehat Pak!" ucap Helmi kepada Pak satpam karena mengenalinya.


"Yang punya Kafe ini bukannya Rian ya?" bisik Adrian kepada Helmi.


"Ada yang bilang dulu karena Kafe ini dulunya ramai dan sayang kalau harus kena sita," ucap Adrian matanya berselancar mengelilingi tempat sekitar.


"Kamu hubungi saja pihak kantor yang menyita Kafe ini dan nanti ada proses selanjutnya seperti apa," bisik Helmi.


_______


Helmi percaya kalau Adrian pasti akan bisa jadi pemilik Kafe yang tengah mereka lihat milik Rian dulu karena Adrian relasinya banyak untuk mendapatkan Kafe yang kena sita itu dan uang Adrian berlimpah.


"Kenapa dibelinya enggak sama kamu saja Mi!" ucap Adrian kepada Helmi.


"Sebenarnya aku sudah investasi Kafe di daerah Lembang tapi masih rahasia dan itu akan jadi kejutan buat istri tercinta," ucap Helmi tersipu malu.


•••


Nampak Helmi begitu sayang kepada Anita sang istri yang baru dinikahinya itu dan dia selalu memberikan kejutan kepada sang istri sama halnya yang di lakukan oleh Adrian kepada Lia.


"Sebenarnya aku juga berpikir gitu, tadi aku enggak bilang sama istriku mau lihat Kafe ini dan nanti jika jadi dibeli sama aku akan jadi kejutan buatnya. Apalagi pas dia tahu bahwa kafe yang aku beli sebenarnya dulu punya sang mantan suaminya yang mengkhianati dirinya mungkin dia akan senang dan sang suami dan mertuanya tidak memandang sebelah mata," Adrian mencoba menjelaskan kepada sang sahabat.


DEGH...


Nampak Helmi terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Adrian karena dia tidak menyangka bahwa Kafe yang disita itu adalah milik Rian mantan dari suami Lia terdahulu.


•••


"Berarti apa yang diceritakan oleh Anita mengenai Bos-nya yang dulu suka sama dia itu adalah mantan dari suami Lia. Dan betul apa yang diucapkan oleh istriku benar adanya bahwa Rian adalah petualang cinta terbukti ketika dia mau menikah dengan Desy pun masih mengganggu Anita." gumam hati Helmi sahabat dari Adrian.

__ADS_1


"Wah, istrimu kayanya akan senang sekali dengan surprise yang nanti akan kamu berikan dengan kamu membeli Kafe ini untuknya. Aku gak bisa bayangkan gimana nanti perasaan dari mantan suami dan Ibu mertuanya ketika mendengar yang membeli Kafenya adalah mantan istrinya yang dulu selalu di khianati perasaannya," ucap Helmi.


"Mungkin ada rasa kesal, kecewa, dan malu campur aduk menjadi satu," ucap Adrian tersenyum tipis dan Ardian pun seakan membayangkan ketika waktu itu Rian dan Desy setelah mengetahui yang meminjamkan modal Kafenya itu adalah Adrian nampak mereka kecewa dan dihinggapi rasa malu dan masih tetap dengan sikap sombongnya.


"Memang aneh sifat mereka, Rian dan Desy!' gumam hati Adrian tersenyum getir.


_________


Satu jam kemudian.


Adrian dan Helmi merencanakan untuk bertemu dengan Anton d Restoran milik Adrian. Rasanya tidak butuh waktu lama bagi Adrian untuk mendapatkan informasi yang melelang Kafe tersebut adalah pihak kantornya Anton.


"Semoga di lancarkan ya, semuanya!" ucap Helmi menepuk pundak Adrian. Dan akhirnya mereka pun pamit kepada Pak satpam.


Nampak Pak satpam tersenyum lebar karena dia berpikir jika Kafe di beli oleh Helmi atau Adrian dia akan kembali bekerja Kafe tersebut.


"Bapak ikut senang, semoga di lancarkan semuanya ya," ucap Pak satpam tersenyum lebar dan terlihat nampak tidak sedih lagi.


________


Di dalam mobil.


Ketika di dalam mobil Helmi nampak bercerita tentang Anita sosok istrinya yang begitu sabar dan lembut. Nampak dia sangat berterima kasih kepada Adrian karena sudah mengenalkan dirinya kepada sosok wanita yang tepat.


"Rasanya sebagai ungkapan rasa terima kasih aku kepada kamu, aku mau kasih hadiah intuk kamu," ucap Helmi.


Helmi pun mengeluarkan sebuah kotak di dalam tas selempang nya dan nampak kotak tersebut diberikan Helmi kepada Adrian.


"Apa ini Mi!" Adrian nampak terkejut dan mukanya berseri ketika Helmi memberikan sebuah kotak kado kepada dirinya.


"Buka saja, itu sebagai bentuk rasa terima kasih aku kepadamu karena sudah mengenalkan aku kepada seorang bidadari yang begitu baik dan lembut," ucap Helmi nampak tersipu malu.


______


Ardian pun membuka isi kado tersebut dan setelah dibuka nampak Adrian terkejut karena di dalam kotak tersebut ada sebuah jam tangan mewah dan Ardian yakin jam tangan itu harganya sangat mahal dan berkelas.


"Wah, ini jam tangan mahal. Aku malu menerimanya Mi, padahal kamu enggak usah repot-repot dengan memberikan aku hadiah mahal seperti ini," ucap Adrian.


"Sudah kamu jangan menolaknya, tidak seberapa kok harganya dengan apa yang kamu berikan wanita yang terbaik yang menemani hari-hari aku," ucap Helmi.


"Terima kasih ya, Mi. Semoga bermanfaat dan rezeki kamu bertambah lancar," ucap Adrian tersenyum bahagia.


_______


Satu jam kemudian.


Adrian dan Helmi pun nampak telah sampai di kantornya Anton. Dan mereka pun nampak berbicara serius dengan di temani oleh Bos-nya Anton.


Terlihat Helmi membujuk kepada pihak kantornya Anton agar Kafe tersebut bisa pindah ke tangan Adrian sahabatnya itu.


Helmi pun seakan berjasa kepada sosok Adrian karena dia telah mengenalkan Anita yang kini telah menjadi istrinya. Helmi betapa beruntungnya ketika mendapatkan Anita sebagai istrinya selain cantik, baik dan lembut Anita adalah wanita pintar jadi Helmi senang jika Anita dibawa keliling kota untuk menemaninya dalam urusan bisnis.


•••


"Oke, akan aku usahakan agar Kafe yang kena sita itu akan jadi milik Pak Adrian!" ucap Bos-nya Anton.


Nampak Helmi tersenyum puas begitupun dengan Adrian karena mereka telah berhasil mendapatkan Kafe tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih untuk Reader-ku yang selalu setia membaca karya Novelku dan Like nya.


Saya doakan semoga rezekinya lancar terus dan diberikan kesehatan. Aamiin 🤲🥰🌹


__ADS_2