
Rasa Penasaran.
karena dihinggapi rasa penasaran dan heran mengapa foto gambar sang anak berada di Butik tempatnya rumah teman sang Tante. Lia pun nampak terlihat mengucek kedua bola matanya, dia berpikir mungkin dia salah lihat dengan gambar foto yang tengah dilihat olehnya.
"Tante Restu ini kan anakku, Cantika, kenapa gambar fotonya ada di sini ya!? Terus baju yang dia pakai seperti baju yang dikasih oleh Desy waktu minggu kemarin," ucap Lia menatap kepada Tante Restu.
karena dihinggapi rasa penasaran Tante Restu pun menatap lekat gambar foto yang sedang dipandangi oleh kedua bola mata Lia.
Sang Tante pun dihinggapi rasa heran mengapa foto gambar Cantika ada di rumah temannya itu.
"Ya, ini anakmu Cantika! Bell,,,ini anaknya Lia, kenapa ada di rumah kamu gambar fotonya?" tanya Tante Restu dihinggapi rasa penasaran.
Degh..
Nampak Tante Bella terkejut dengan apa yang diucapkan oleh temannya tersebut karena dia tidak menyangka bahwa Lia adalah Mama dari Cantika yang minggu kemarin tengah memakai bajunya, dan Tante Bella saat itu mencoba membidik (memotret) sang anak karena terlihat bagus ketika memakai baju tersebut.
"Oh,,,ini hanya keperluan pribadi saja kok, enggak dipublikasikan. Aku suka dengan anak ini cantik dan anggun ketika memakai baju ini, jadi aku simpan fotonya. Enggak ada maksud untuk menyebarluaskan foto ini," ucapnya terlihat gugup.
"Masalahnya bukan karena kamu sudah berani menyimpan foto anaknya Lia, tapi kenapa Cantika bisa nyampe di rumah kamu? Apa Desy yang membawa Cantika ke sini!?" ucap sang Tante dan pandangannya mengarah ke arah Lia karena dia tidak enak kalau mengucap nama sang pelakor, perasaan Lia nanti takut tersinggung.
"Iya anaknya Lia waktu minggu kemarin dibawa oleh Desy ke sini karena Desy adalah teman baikku," ucapnya dengan pandangan menunduk tidak berani menatap wajah Lia karena dia pun seakan tidak enak oleh Lia dan Tante Restu.
"Seberapa jauh kedekatan kamu dengan Desy! Dia kemarin ke sini sama Rian Bapaknya Cantika?" tanya Tante Restu seakan ingin tahu banyak tentang Desy.
"Desy suka beli baju ke sini, dia langganan ku," jawab Tante Bella.
"Tapi kamu tahu kalau Desy sudah merebut Rian dari istrinya, atau jangan-jangan Desy bilang ke kamu Rian sudah cerai dari istrinya!?" tanya kembali Tante Restu.
"Dia bilang, iya,,,Rian masih berstatus istri orang, dan menurutku seakan tidak ada beban dalam diri Desy," kembali Tante Bella berbicara dengan jujur.
_____
__ADS_1
Nampak Tante Bella seperti dihinggapi rasa heran terhadap sosok Desy, dan Rian. Karena mereka seakan tidak malu ketika menjalin sebuah hubungan. Desy yang notabene adalah sahabat Lia, dan Rian kurang bersyukur dengan mempunyai seorang istri yang terlihat cantik, baik dan pintar.
"Lia,,Tante turut prihatin ya, atas kelakuan suami kamu dan sahabatmu itu, Tante tidak menyangka Rian mempunyai istri yang cantik dan baik seperti kamu. Tante berpikir istri Rian itu sosoknya bukan seperti kamu, tapi dia di bawah Desy segalanya, makannya Rian berani berselingkuh. Tapi ini kenyataannya beda, dan kamu lebih sempurna segalanya dari Desy," ucap Tante Bella yang mencoba membandingkan sosok Desy dan Lia.
"Aku pun tidak menyangka dan tidak mengerti dengan kelakuan mereka berdua," ucap Lia tersenyum tipis.
"Tapi bajunya bagus kan, rancangan Tante yang dipakai Cantika!?" tanya Tante Bella.
Nampak Lia melirik ke arah Tante Restu, karena jika dia berbicara masalah baju yang diberikan Desy kepada Tante Bella sudah di robek oleh Cantika takutnya Tante Bella tersinggung perasaannya.
Tante Restu pun seakan memahami isi hati dari sang keponakannya itu.
"Bagus Bell, bajunya bagus kok," ucap sang Tante tersenyum.
Tante Restu seakan tidak mau kecewa terhadap Tante Bella. Jika Tante Restu bilang kepada Tante Bella bahwa bajunya sudah dirobek oleh Cantika walaupun baju tersebut pemberian dari Desy, tapi Tante Restu hanya menghargai Tante Bella saja.
___
"Bagaimana Lia, apakah kamu setuju dengan bisnis yang ditawarkan oleh Tante Bella!?" tanya Tante Restu dengan senyuman lebar kepada sang keponakan.
"Iy-iya Tante, mungkin akan Lia pelajari dulu ya," jawabnya terdengar gugup.
Dengan rasa gugup yang terlihat dari sang keponakan, Tante Restu pun seakan menyadari bahwa Lia seakan sedang berpikir dan dia seperti mengurungkan niatnya untuk menjalin bisnis dengan Tante Bella karena keterikatan Tante Bella dengan Desy, dan sang Tante pun seakan tidak akan memaksa dengan keputusan yang Lia ambil.
Tante Bella pun seakan memahami hal itu.
"Ya, sudah enggak apa-apa Sayang, pintu Tante selalu terbuka untukmu ya,," ucap Tante Bella tersenyum renyah kepada Lia.
____
2 jam sudah Tante Restu dan Lia berada di rumah Tante Bella, akhirnya mereka pun pamit pulang kepada Tante Bella.
__ADS_1
"Bell, aku pamit pulang ya, semoga Lia berubah pikiran," bisik Tante Restu lekat ke kuping Tante Bella.
"Iya santai saja, aku selalu membuka pintu rumah ini untuk keponakanmu," ucap Tante Bella dengan memeluk erat kepada Tante Restu yang akan pamit pulang.
_____
Di dalam mobil.
Pikiran Lia berkecamuk saat berada di dalam mobil, dia mengingat foto gambar yang tadi lihat di rumahnya Tante Bella.
"Desy begitu mencoba mengambil hati anakku agar Cantika lebih dekat dengan dia, sungguh luar biasa Desy sandiwara yang kamu mainkan. Kamu yang terlihat alim dan baik hati ternyata mempunyai hati yang sangat busuk," gumam hati Lia.
•••
"Lia bagaimana kalau kita makan dulu di Restoran, mau kan!? Kebetulan Cantika sedang dibawa oleh ibuπmu, jadi kita tidak cepat-cepat untuk pulang kan?" tanya sang Tante, dia mengajak Lia untuk pergi makan ke sebuah Restoran.
Lia hanya menganggukkan kepalanya. Dia seakan nurut saja apa yang diucapkan oleh sang Tante.
_____
Tiba di sebuah Restoran.
Nampak Lia memasuki sebuah Restoran, kemudian datang pelayan dengan membawa menu makanan yang berada di Restoran itu.
Nampak mata sang Tante terlihat fokus sedang melihat menu makanan, sedangkan mata nya Lia berselancar mengarah ke setiap sudut ruangan Restoran tersebut.
Degh..
Terasa jantung Lia mau copot karena di sana nampak terlihat ada Ibu Viona yang sedang sedang menikmati makan bersama Rian.
Nampak terlihat jelas wajah Ibu Viona begitu sumringah, mungkin setelah perceraian anaknya dengan Lia, Ibu Viona dihinggapi rasa gembira karena perceraian tersebut sangat diharapkan oleh Ibu Viona.
__ADS_1
Bersambung...