Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 56 Papanya Rian kecewa


__ADS_3

Di rumah Tante Dini.


Sementara di rumah Tante Dini nampak Papanya Rian sedang termenung duduk sendiri di halaman rumah. Nampak dia sedang memikirkan sang anak Rian yang baru saja diceraikan oleh istrinya Lia.


Rasa sayang dia terhadap Lia apalagi sang cucu sangat dalam melebihi sayangnya kepada sang anak Rian.


Sang anak Rian tidak begitu dekat dengan sang Papa karena setelah Papanya memutuskan untuk menikah lagi rasa perhatian Rian seakan kurang terhadap sang Papa, dan kini rasa sayang yang Papanya dapatkan hanya dari istri muda atau Tante Dini yang dengan setia mengurus semuanya.


Mungkin beda dengan Ibu Viona yang nampak cuek memperlakukan sang suami dan terlihat cerewet, dan itu membuat hati sang suami merasa tidak nyaman ketika harus bersama dengan sang istri.


Beda dengan Tante Dini yang memperlakukan Papanya Rian dengan perhatian yang lebih dan kasih sayang yang mungkin menurut Papanya Rian terpana dibuatnya.


"Pah ini aku bawakan teh hangat, biar pikiranmu rileks," ucapnya dengan menyodorkan secangkir teh hangat ke hadapan sang suaminya itu.


"Mah, kamu kan sedang mengandung, jangan banyak bergerak nanti badanmu drop, istirahat saja biar sang ART saja yang layani kamu Mah," ucap sang suami terlihat begitu perhatian memperhatikan sang istri.


____


Tante Dini pun merasa mendapatkan perhatian lebih ketika sang suami berkata seperti itu, dia pun berpikir licik. Kesempatan dia untuk mengambil hati sang suami agar cepat berpisah dengan istri tua cukup besar.


"Pah,,kalau kamu tidak nyaman dengan istrimu lebih baik kamu pisah saja. Ayo,,,pah, kan kamu akan punya anak dari aku!" bujuk Tante Dini mencoba merajuk sang suami agar pisah dari sang istri atau Ibunya Rian.


"Nanti lah, jangan buru-buru mengambil keputusan, aku sudah dekat dengan keluarga istriku dan jika aku gugat cerai aku tidak tahu alasan apa yang akan aku bicarakan kepada Rian anakku," jawabnya.


Sang suami pun seakan tidak mau terpengaruh dengan omongan dari sang istri muda tersebut untuk cepat menceraikan istrinya atau Ibunya Rama.


•••


Nampak Tante Dini cemberut dengan apa yang di ucapakan oleh sang suami, seakan dia tidak mau menerima karena dia berharap sangat, sang suami dengan segera berpisah dengan istri tuanya itu.


"Pah,,, Lia pun dulu cerita sama aku, dia tidak nyaman dengan istrimu yang cerewet apalagi kamu sebagai suaminya. Lia sangat dekat dengan aku kalau dipikir-pikir harusnya Lia benci aku, karena aku istri muda dari Papanya Rian atau suaminya dulu. Tapi Lia merasa nyaman denganku, karena aku tulus dan perhatian. Kamu pun merasakan hal itu kan, Pah!" ucapnya lagi seakan membanggakan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kepalaku sedikit pusing Mah, nanti saja kita bahas nya, kali ini pikiranku lagi ruwet mikirin Rian yang sudah di gugat oleh Lia," ucapnya.


Sang suami pun memalingkan mukanya dari sang istri mudanya itu, seakan malas untuk membahas kembali tentang rengekan dia, minta untuk menceraikan istri tuanya.


_____


Ting...


Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel milik Papanya Rian, nampak sang anak memberikan sebuah pesan.


{"Pah,,, tiba-tiba Mama demam badannya, apa Papa bisa datang ke rumah?"} isi pesan tersebut membuat hati sang suami tidak karuan karena dia seakan malas untuk menanti sang istri yang sedang sakit. Dia tahu istrinya, atau Ibunya Rian suka rewel jika sedang sakit.


•••


Nampak Papanya Rian tidak membalas isi pesan tersebut, dia hanya meletakkan ponselnya di meja dan kembali pikirannya melayang jauh memikirkan mantan menantu dan sang Cucu.


Tiba-tiba rasa rindu menyelimuti hati dan pikirannya, kemudian Papanya Rian pun mengambil kembali ponsel yang dia simpan di atas meja, kemudian dia mencoba memberikan pesan kembali kepada sang anak, Rian.


{"Nak,,Papa ingin bertemu dengan Cucu Papa, apakah Lia mengijinkan jika Papa sekarang menjemputnya untuk pergi jalan-jalan,"} pesan yang di ketik oleh sang Papa pun dikirimnya kepada sang anak. Dia begitu berharap ada jawaban yang membuat hatinya senang.


_____


Sang Papa pun mencoba menghubungi Lia melalui sambungan WhatsApp.


Tidak butuh lama untuk menunggu jawaban dari Lia ketika menerima sambungan teleponnya. Nampak sang Papa terdengar basa-basi tatkala berbicara dengan Lia.


Sang Papa pun dihinggapi rasa penasaran terhadap Lia mengapa sampai menggugat anaknya itu karena Papa mengira rumah tangga sang anak baik-baik saja, dan Papa pun membanggakan bahwa Rian lelaki yang setia dan bertanggung jawab.


"Lia,,, Papa ingin kamu jawab jujur, sebenarnya apa yang terjadi hingga kamu menggugat Rian, suamimu!?" tanya Papanya Rian dihinggapi rasa penasaran yang teramat dalam, karena pernikahan anaknya tersebut seakan tidak ada keributan selama ini.


"Mungkin cukup Lia yang tahu Pah," jawab Lia terdengar lirih dari suaranya.

__ADS_1


"Kamu itu kalau ada masalah rumah tangga coba diskusi, cari solusi. Entah itu sama Tante Dini, kan kamu dekat dengan Tante Dini kalau kamu tidak dekat dengan Ibu Viona. Atau bahkan Tante Restu, yang buat kamu nyaman. Mungkin juga kamu bisa bicara dengan sahabatmu Desy mungkin masalah tidak akan serumit ini hingga kamu berpisah dengan suami kamu," ucap sang mantan Papa mertua. Papanya Rian menyangka jika Lia dengan Desy masih bersahabat, dan Lia kembali akur dengan Desy, padahal yang menyebabkan perceraian dia dengan anaknya karena hadirnya orang ke-3 yaitu Desy.


"Papa tanya saja ke Tante Dini yang sebenarnya terjadi seperti apa, dan Lia tidak mau panjang lebar cerita disini," ucapnya kembali.


"Lia,,,Papa ingin bertemu dengan Cantika, boleh tidak? Hari ini. Bapak mau ajak jalan-jalan," ucapnya seakan berharap agar Lia mau mempertemukan dia dengan sang cucu.


"Cantika tidak ada, dibawa oleh Neneknya (Mamanya Lia)" jawab Lia.


Sang Papa terdengar kecewa, akhirnya sang Papa pun mematikan sambungan teleponnya.


___


Nampak Papanya Rian menghela napas panjang, setelah menutup sambungan teleponnya. Dan dia pun dihinggapi rasa penasaran tatkala Lia tadi berkata. Masalah perceraian dengan anaknya tersebut timbul karena apa.


"Mah, barusan Lia cerita katanya kamu tahu tentang masalah perceraian dia dengan Rian anakku, memangnya ada apa!?" tanya Papanya Rian lekat ke bola mata sang istri.


Degh...


mungkin ini adalah pertanyaan yang membuat hati Tante Dini seakan dihinggapi rasa malu karena perceraian Rian, anak dari suaminya tersebut dengan Lia, dipicu karena orang ketiga, dan Tante Dini posisinya di sini sebagai orang ke-3 juga.


Jadi dia merasa tidak sanggup untuk memberitahu keadaan yang sebenarnya kepada sang suami.


"Perceraian Rian dan Lia itu karena Desy!" jawabnya pelan dengan pandangan menunduk seakan tidak berani menatap sang suami.


"Maksudnya apa, perceraiannya karena Desy?" tanya kembali sang suami seperti dihinggapi rasa penasaran.


Tante Dini seakan tidak mampu untuk mengucapkan bahwa Desy adalah orang ke-3. Dia pun terlihat menghela napas panjang.


"Desy orang ketiga dalam rumah tangga Rian dan Lia, jadi Lia menggugat Rian karena Rian berselingkuh dengan Desy," ucap sang istri.


Papanya Rian sontak terkejut tatkala mendengar kabar berita dari sang istri karena dia tidak menyangka bahwa Rian sifatnya seperti dia mempunyai wanita lain selain istrinya itu.

__ADS_1


Mungkin juga sang Papa merasa kecewa karena Rian yang begitu lembut, dan terlihat setia begitu tega berselingkuh dengan sahabatnya Lia.


Bersambung...


__ADS_2