
"Lia,,, kamu jangan melamun terus karena itu tidak baik, dan jangan memikirkan masa lalu kamu masih banyak kok, lelaki yang lebih dari Rian menyayangi dan tanggung jawab terhadap kamu dan anakmu, jadi kamu jangan terpuruk seakan-akan Rian itu lebih baik dari lelaki lain" ucap sang Ibu ketika melihat sang anak duduk termenung.
"Apa sih Bu, Lia bukan memikirkan Rian tapi memikirkan Cantika yang semalam badannya menggigil dan terus-menerus menyebut nama Rian, mungkin dia ingin ketemu sama Rian. Tapi kan udah beberapa minggu ini Lia tahan agar dia jangan bertemu dengan Papanya," ucap Lia.
____
Lia nampak bingung karena sang anak ingin bertemu dengan Papanya, sedangkan Lia melarang anaknya dekat dengan Papanya, karena takut dipertemukan dengan Desy. Sedangkan Lia sangat benci dengan Desy, takut anaknya terpengaruh omongan jelek oleh sahabatnya itu.
"Kalau menurut Ibu,,,Rian saja suruh ke sini dan kamu jangan keluar dari dalam kamar, biar Ibu yang hadapin. Bilangin sama Rian anaknya ingin ketemu gitu saja!" jawab sang Ibu sedikit agak tegas ketika berbicara kepada anaknya itu.
Lia pun berpikir sejenak, lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan keputusan sang Ibu. Saat ini Lia sudah pindah ke rumah yang baru, rumah yang diberikan oleh sang Ibu, jadi sekarang dia tinggal bertiga bersama sang ART yaitu Teh Sumi dan anaknya.
Sang Ibu pun memberikan pesan kepada Rian mantan menantunya itu, bahwa Cantika sakit dan Rian suruh datang ke rumah Lia yang baru, sang Ibu pun memberikan alamat kepada Rian, itu pun seakan terpaksa.
____
"Sudah Ibu hubungi barusan lewat pesan di WhatsApp, dan mantan suami kamu akan segera datang kesini," ucap sang Ibu.
Lia nampak dengan cepat pergi masuk ke dalam kamar, dia takut secara tiba-tiba sang mantan suami datang ke rumahnya.
___
Setengah jam kemudian terdengar suara mobil di halaman rumah, kemudian Lia membuka jendela kamarnya yang posisinya menghadap ke garasi rumah, dan nampak mobilnya Rian memasuki garasi.
"Cantika, Papa datang, katanya mau ketemu Papa," Lia kemudian berjalan ke arah kasur dan mengelus lembut sang anak.
"Mau sama Mama keluar kamarnya," rengek sang anak.
___
Tiba-tiba sang Nenek datang menghampiri.
"Iya, Sayang,,,Papanya udah datang, Cantika di antar Nenek ya," ucap sang Nenek membujuk sang anak agar keluar kamar bersama Neneknya saja.
Cantika menggelengkan kepalanya seakan tidak mau jika diantar kan oleh sang Nenek, inginnya sama Mamanya saja.
"Yasudah, Lia sama kamu saja temui Rian, anakmu rewel! Tidak biasanya," ucap sang Ibu. Nampak Ibunya Lia terlihat kesal kepada sang cucu karena rewel ketika sedang sakit.
Cantika sang anak merengek terus minta di temani oleh sang Mama, meskipun Lia mencoba membujuknya agar sang menemui sang Papa dengan sang Nenek. Tetap sang sang anak rewel tidak mau.
Akhirnya Lia pun mengalah dengan mengantarkan anak, untuk menemui Rian dengan di temani sang Ibu.
_______@@@______
"Iya, Tan, Rian sedang di rumah Lia, rumah yang baru, tadi kan udah Rian kasih tahu alamatnya. Maaf ya Tan, kalau mau ketemu dengan Cantika, bilang saja sama Lia, karena Rian sudah tidak ada urusan lagi dengan Tante Dini!" ucap Rian terdengar kesal ketika menerima telepon dari Tante Dini.
Dan ketika Rian bicara dengan Tante Dini di sambungan telponnya nampak terdengar oleh Lia dan Ibunya ketika mereka tengah berjalan di belakang kursi yang di duduki Rian.
Lia pun berpikir bahwa sang mantan suami hubungannya sudah tidak baik dengan Tante Dini.
____
Ketika Rian mengetahui Lia dan matan Ibu mertuanya datang, dan nampak terlihat oleh ekor matanya. Rian pun langsung menutup sambungan teleponnya.
Rian nampak gugup ketika menatap wajah Lia, sang mantan istrinya itu.
"Lia,,sehat!?" ucap Rian dengan menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
__ADS_1
Lia hanya tersenyum tipis dan mendudukkan Cantika di pinggir Papanya tersebut.
"Nak, Mamanya belum mandi jadi Mama suruh mandi dulu ya," ucap sang Ibu mencoba merayu Cantika agar mau ditinggalkan oleh Lia, karena sang Ibu seakan mengerti perasaan anaknya itu.
Akhirnya Cantika pun menganggukkan kepalanya. Dan sang Ibu pun berlalu ke dapur dan setelah sampai di dapur lalu Ibu menyuruh Teh Sumi untuk memberikan minuman kepada Rian dan menemani Cantika di depan.
____
Tiba-tiba suara mobil terdengar dan nampak memasuki halaman rumah.
Lia pun seperti dihinggapi rasa penasaran dengan suara mobil yang masuk ke dalam garasi rumahnya, kemudian dia membuka gorden jendela kamar, berapa terkejut hati Lia karena yang datang adalah Tante Dini.
Entah kenapa hati Lia berdebar tidak karuan
"Kenapa hatiku berdebar tidak karuan, ada apa ini!" gumam hatinya. Nampak Lia pun menghela napas panjang.
"Mau ngapain mereka datang kesini! Sialan!!" Lia nampak geram.
Tante Dini yang amat disayanginya oleh Lia, entah mengapa kini seakan di benci olehnya, Tante Dini yang dulu sebagai sandaran jika dia sedang dihinggapi rasa gundah gulana terhadap sang Ibu mertua, kini yang di rasakan Lia sudah tidak peduli lagi. Rasa itu hilang seiring dia menggugat cerai sang suami Rian.
____
"Assalamu'alaikum,," terdengar ucapan salam dari luar teras. Nampak Tante Dini sedang mematung di depan teras, dia sendiri tidak di temani oleh suaminya.
Sontak Rian yang sedang berbicara kepada sang anak, langsung pandangannya mengarah ke suara tersebut, dan Rian pun nampak terkejut ketika yang datang adalah Tante Dini.
"Wa'alaikum salam,,," ucap sang Ibu tiba-tiba datang menghampiri dari arah dapur.
"Maaf Bu, saya mau lihat keadaan Cantika," Tante Dini tersenyum renyah kepada Ibunya Lia. Tante Dini begitu sayang terhadap Cantika. Tatkala mendengar Cantika sakit tadi dari Rian ketika menelpon, dan kebetulan Rian sedang di rumah Lia, Tante Dini merasa ada kesempatan untuk bertemu dengan Cantika.
Dan Tante Dini pun tidak menyangka Rian sekarang sudah membencinya, dan itu bagi Tante Dini tidak peduli penting dia bertemu dengan Cantika.
____
"Tante,,mau apa datang kesini!? sindir Rian dengan pandangan seperti dihinggapi rasa kesal.
"Cantika, Sayang, ini Tante bawain makanan buat kamu Nak," ucap Tante Dini tanpa menghiraukan Rian yang sedang menatap lekat ke arahnya.
"Tante,, Cantika lagi sakit," ucap Cantika terdengar manja.
"Iyaa, Sayang, cepat sembuh ya, nanti kita jalan-jalan lagi ke Singapura sama Mama Lia ya, disana kita belanja lagi, dan apa yang kamu mau pasti Tante beliin," ucap Tante Dini.
"Lebih baik Tante pulang saja, karena Rian tidak suka Tante datang kesini!" ucap Rian.
____
Nampak Lia hanya menguping dan melihat Rian dan Tante Dini yang sedang berselisih paham di jendela depan dekat pintu kamar.
"Ngapain sih, mereka ini, kalau mau berantem jangan di rumahku!" ucap Lia terlihat kesal.
Karena dihinggapi rasa kesal dan Lia pun sangat geram kepada kedua orang tersebut, kemudian Lia membuka pintu kamarnya dengan kasar.
Bruk..
Sontak Rian dan Tante Dini terkejut tatkala Lia membuka pintu kamar dengan menghampiri mereka.
"Kalian kalau mau berselisih paham jangan disini, keluar saja! Aku tidak butuh kalian, kalian bikin ribut saja!" ucap Lia terlihat marah.
__ADS_1
"Lia,,, sehat, Sayang, kamu kenapa Lia!? Mungkin kamu terpengaruh oleh Tante Restu atau karena kamu sudah cerai dari Rian jadi kamu benci sama Tante. Sayang,,, Tante sangat sayang sama kamu, dan peduli sama kamu, apa kamu tidak ingat ketika dulu kamu sangat di benci oleh Ibu mertua hanya Tante yang menjadi pelabuhan kamu untuk berbagi keluh kesah, Tante selalu setia sama kamu Sayang," ucap Tante Dini seakan memelas dan merasa heran dengan sikap Lia yang sekarang terlihat benci dan tidak peduli.
"Itu masa lalu Tan, Lia pusing dengan keluarga Rian yang penuh konflik. Lia tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga Rian!" Lia nampak memijit keningnya seakan pusing
ketika mendengar ucapan Tante Dini yang seakan menyuruh Lia untuk mengingat masa lalu dia bersama Tante Dini.
Lia,,,kamu kenapa!? sang Tante kemudian memegang tangan Lia.
_____
Lia mencoba mundur dari Tante Dini, dan Rian pun mencoba untuk menghalangi Tante Dini agar tidak mendekati Lia, tapi nampak Tante Dini dengan sigap menghempaskan tangan Rian, tapi tiba-tiba, perut Tante Dini menubruk ujung meja jati dan Tante Dini pun nampak meringis menahan rasa sakit.
"Aww,,," nampak seketika mukanya pucat pasi, Tante Dini seakan tidak kuasa menahan rasa nyeri perutnya itu. Dia pun nampak seketika menghempaskan badannya ke lantai secara perlahan.
Nampak sang Ibu panik ketika melihat Tante Dini yang terlihat badannya lemah lunglai.
"Teh Sumi, cepat ambilkan teh manis hangat, dan obat balur," ucap Ibunya Lia yang nampak panik itu. Ibunya Lia selalu sedia obat balur untuk persediaan.
Teh Sumi pun dengan cepat pergi ke belakang, sementara Rian dan Lia pun nampak panik tatkala melihat Tante Dini menahan rasa nyeri.
______
Beberapa saat kemudian.
"Tante,,,kita ke dokter saja ya,, Bu, kita bawa saja Tante Dini ke Rumah Sakit," ucap Lia.
"Ada Bidan dekat sini, bawa saja Bu, ayo kita kesana," ucap Lia terlihat panik.
"Rian sama Teh Sumi, tunggu disini jaga Cantika," ucap sang Ibu.
Kemudian sang Ibu dan Lia pun nampak membawa Tante Dini ke Bidan terdekat yang masih menahan rasa sakit itu.
"Maafkan, Tante maafkan Rian," nampak Rian panik dan peluh pun bercucuran. Dengan menggendong Tante Dini ke dalam mobil.
"Bukan salah kamu Rian, atau Lia, tadi Ibu lihat Tante Dini terjatuh sendiri," ucap sang Ibu sambil berlalu ke dalam mobil.
*Aduhh, bagaimana ini," Lia terlihat bingung melihat apa yang terjadi.
___
Tiba di Bidan.
Ketika memasuki ruangan Bidan nampak Tante Dini merasakan hal yang membuat dia dihinggapi rasa sedih karena terasa dia itu mengeluarkan cairan atau darah.
Tante Dini direbahkan olah Bidan lalu di periksa kondisi keadaannya tersebut.
____.
Beberapa saat kemudian.
"Bu, sabar ya, Ibu mengalami keguguran," ucap Bidan lekat ke kuping Tante Dini.
Terlihat Tante Dini matanya berkaca-kaca, dia pun turun di ranjang pasien dan keluar mengikuti Bu bidan dengan membuka pintu gorden ruangan pasien.
"Bu Bidan, gimana keadaan Tante!" tanya Ibunya Lia.
"Maaf, pasien mengalami keguguran," ucapnya.
__ADS_1
Nampak Lia dan Ibunya pun terkejut dengan melihat lekat kepada Tante Dini yang terlihat air mata membanjiri hamparan pipinya itu.
Bersambung...