Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 49 Perselisihan


__ADS_3

Pagi itu nampak Desy sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya, dalam hatinya dihinggapi rasa gembira karena pertemuan dengan orang tua yang jarang terjadi kini bisa terwujud dengan datangnya kedua orang tuanya datang berkunjung ke rumahnya.


"Nak, maafkan Mama ya, selama ini sangat sibuk dan tidak memperhatikan kamu," ucap sang Mama yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri.


"Mana anakmu?" tanya sang Papa, matanya berselancar mengelilingi ruangan sekitar.


Sherly baru berusia 5 tahun anak dari Desy, dia anak yang pendiam tidak banyak kata. Kalau bertemu dengan siapapun hanya seulas senyum yang keluar dari bibir mungilnya.


"Dia sedang dibawa oleh Bobby," ucapnya lirih. Bobby adalah mantan dari Desy atau Ayah dari Sherly


"Nak, katanya Ayahnya Sherly, menginginkan agar kamu bisa rujuk sama kamu. Apa itu betul?" tanya sang Papa menatap lekat.


Desy hanya menganggukkan kepalanya. Mungkin dalam benak pikirannya sudah tidak ada lagi nama Bobby di hatinya, yang ada sekarang hanyalah nama Rian yang selalu hinggap menerpa.


•••


Sang Papa sebenarnya kesal dengan sang menantu yang kala itu meninggalkan Desy tanpa ada kabar berita, dan akhirnya Desy menggugat cerai Bobby.


Bobby mantan suami Desy sudah beberapa bulan ini mengejar kembali cinta Desy.


Bobby sosok lelaki yang keras kepala dan arogan.


•••


"Kamu cepat nikah, biar suami kamu tidak ngejar kamu lagi," ucap sang Mama.


"Kamu sedang dekat dengan siapa sekarang?" tanya sang Mama kembali.


"Dekat dengan Rian!" sambar sang Tante.


Tante Mira selalu ikut campur dengan masalah Desy, dan hati sang Tante tersebut licik jika dalam hal lelaki, dia selalu merebut lelaki orang lain. Sekarang pun hubungan Desy dengan Rian sangat di dukung oleh Tante Mira.


"Syukurlah kalau sudah ada calon," sang Mama terlihat seakan menggoda dan tersenyum sumringah.


"Mama kenalin dong, mumpung Mama sedang ada disini," ucap sang Mama.


"Nah, ini kan rumah kamu yang baru, mau ada acara syukuran, gimana kalau nanti dia di undang dia kesini," ucap sang Mama kembali.


Desy kebetulan membeli rumah baru yang jaraknya tidak jauh dengan sang Tante dan sang Tante pun jadi rajin mengunjungi rumahnya Desy.


•••

__ADS_1


"Dia orang mana !?" sang Papa seakan dihinggapi rasa penasaran juga seperti sang Mama, ketika anaknya dan sang istri membicarakan tentang seseorang yang dekat sekarang dengan Desy.


"Dia orang Bandung dan pasti Papa mengenal istrinya," Desy pun nampak tertunduk malu, dan seakan bangga dengan seseorang yang sedang dekat dengannya itu.


"Maksudnya kenal sama istrinya!?" sang Papa kembali dihinggapi rasa penasaran.


"Dia suaminya Lia," sambung Tante Mira.


"Lia,,, Lia sahabat kamu yang dulu pernah deket dengan keluarga kita!?" tanya sang Mama terlihat heran dan dihinggapi rasa penasaran.


"Iya, Mah,,," Desy tertawa terkekeh.


"Desy, kamu jangan becanda!" sang Mama matanya lekat ke arah sang anak.


"Lia meninggal? Jadi Rian seorang duda, atau mereka sudah bercerai!?" sang Papa pun seakan tidak mengerti dengan ucapan sang anak yang penuh tanda tanya.


"Desy, mau jadi istri kedua dari Mas Rian," ucapnya menatap kepada kedua orang tuanya, dan dari binar matanya dihinggapi penuh rona kebahagiaan.


____


Sontak kedua orang tua Desy terkejut dengan apa yang diungkapkan oleh sang anak. mereka saling berpandangan nampak dihinggapi rasa heran dan kedua orang tua Desy pun seakan tidak mau menerima jika Desy akan menjadi istri kedua dari Rian.


"Kamu jangan konyol Desy!" gertak sang Papa. Dia berpikir tidak mau kalau anaknya menjadi pelakor apalagi orang yang disakiti notabene adalah sahabatnya sendiri.


"Mama dan Papa gimana sih, kan waktu itu Desy sudah bicara sama Mama dan Papa, dan saat itu Mama dan Papa menyetujui hubungan Desy dan Rian. Tapi kenapa sekarang berubah pikiran," Desy terdengar kesal ketika berucap.


"Maksud Mama, kamu boleh menikah dengan siapapun asal lelaki tersebut baik dan tanggung jawab. Dan Mama menyangka itu bukan Rian sosok suami sahabatmu Lia." ucap sang Mama mencoba menerangkan kepada sang anak.


"Iya, Nak, kamu jangan macam-macam. Memangnya Lia mau dimadu!?" tanya sang Papa.


"Sepertinya mau!" jawabnya dengan cepat.


"Memang dia rela!?" tanya sang Mama lekat ke bola mata anaknya itu.


"Dia orang sabar, pasti mau," Desy tersipu malu dan tersenyum tipis.


"Ya, mau tapi mungkin dalam hati kecilnya tidak rela. Sudah Desy kamu jangan mengkhayal, Mama malu kalau pun Lia rela dimadu karena Mama juga kenal, dan pernah bertemu dengan kedua orang tua Lia. Muka Mama mau taruh dimana!?" sang Mama seakan tidak rela, dan tidak setuju dengan keputusan yang akan diambil oleh Desy sang anak.


"Cari wanita yang belum beristri!" sambung sang Papa sewot.


_____

__ADS_1


Nampak Desy cemberut dengan keputusan kedua orang tuanya tersebut, hatinya begitu pilu dan kesal. Dalam benak pikirannya dia berharap sang orang tua menerima hubungan dia dengan Rian.


"Kalau menurut aku, tidak apa-apa kalau Desy nikah dengan Rian. Dia anak baik dan tanggung jawab meskipun kedepannya Desy jadi istri kedua, Rian akan berlaku adil. Aku tahu Rian sifat dan pribadinya seperti apa karena dia sudah pernah datang ke rumahku," bela Tante Mira tersenyum licik.


"Kamu jangan ikut campur Mira!" ucap sang Kakak, Mamanya Desy seakan kesal dengan ucapan sang adik tersebut yang terdengar jelas membela Desy untuk lebih serius berhubungan dengan Rian.


"Bukan ikut campur Mbak, saya hanya berbicara tentang Rian,' sang Tante terdengar membela diri dan tidak mau disalahkan.


"Iya,, Kamu aneh Mir!" Papanya Desy pun terlihat tidak setuju dengan ucapan Tante Mira tersebut.


_____


Sang Tante pun seakan disudutkan oleh sang Kakak dan suaminya tersebut, Tante Mira wataknya keras kepala, dan tidak lembut beda dengan adiknya satu lagi yang bernama Tante Sisil yang dekat dengan Lia.


Persahabatan Lia dan Desy begitu dekat jadi antar keluarga kedekatan mereka sangat erat terjalin.


"Aku cuma kasih masukan!" ucap Tante Mira terdengar menahan emosi.


"Kamu itu selalu bikin ribut dan menjadi provokator dalam keluarga," ucap sang Kakak lekat ke kuping sang adik atau Tante Mira.


____


Tante Mira tidak terima dengan ucapan sang Kakak, dia seakan membela diri, kalau ucapannya itu benar.


"Boleh kok, menikah lebih satu asal adil. Aku juga sekarang posisinya di madu oleh suami. Toh, aman-aman saja saat ini," jawabnya seakan menyindir.


" Sudah,,,Cukup!!" ucap Papanya Desy.


_____


Nampak terlihat raut kekesalan terpancar dari wajahnya, karena Tante Mira seakan ngeyel dan tidak mau kalah ketika berbicara.


Akhirnya terjadi selisih paham antara Tante Mira dan Papanya Desy. Mereka pun beradu mulut yang mengakibatkan Mamanya Desy terlihat dihinggapi rasa khawatir dengan percekcokan yang terjadi di antara sang adik dan suaminya tersebut.


Desy pun merasa takut dengan sang Papa karena Papanya seperti kesal. Desy takut jika sang Papa tersulut emosi dan pertengkaran akan lebih hebat akan terjadi, Desy tahu sang Papa sifatnya sama dengan Tante Mira keras kepala dan mudah tersinggung.


_____


"Cukup,,,cukup, Mira! Kamu jangan menyela kalau aku ngomong!" mata Papanya Desy melotot seakan tersulut emosi.


Tante Mira pun terkejut dengan Papanya Desy dengan mata melotot ke arahnya. Tante Mira merasa malu oleh Papanya Desy, dan dia pun berlalu menuju halaman rumah, nampak dia termangu duduk di sana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2