Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 193 Pertemuan Rian dengan Tante Dini


__ADS_3

Nampak pagi itu Rian sedang menunggu kedatangan dari Ibunya Lia dengan berdiri tegak di jalan raya dekat rumahnya. Lima belas menit kemudian, tiba-tiba mobil sedan warna hitam pun tiba tepat di depan Rian. Dan nampak dari arah luar Ibunya Lia keluar dari dalam mobil lalu dia pindah duduk kebelakang. Sementara Rian tanpa pikir panjang langsung memasuki mobil tersebut.


Ibunya Lia nampak memperhatikan penampilan Rian dari atas sampai bawah.


"Kamu jorok, kenapa enggak ganti bajunya. Itu kan baju yang kemarin kamu pakai!" ejek Ibunya Lia.


Rian nampak memakai kemeja yang dia pakai kemarin karena tidak ada lagi kemeja di kontrakan rumahnya. Sedangkan kemeja yang dia pakai sekarang pun pemberian dari Pak Adi kemarin. Rian nampak terlihat malu dengan wajah merah padam tatkala sang mantan Ibu mertuanya berucap seperti itu. Kegelisahan Rian nampak tidak bisa di sembunyikan.


"Apa aku harus ganti, tapi di rumah hanya ada baju kaos lusuh itu pun kotor belum di cuci," gumam hati Rian seakan mengkhawatirkan penampilannya.


______


Nampak Ibunya Lia pun berpikir mungkin karena setelah kejadian kebakaran kemarin jadi Rian tidak mempunyai baju. Dan sang Ibu nampaknya punya ide yang menurutnya dia adalah bagus.


"Baju suaminya Lia banyak yang sudah tidak terpakai. Bagaimana kalau kamu nanti pakai baju itu saja, aku yakin badan kamu dengan suami Lia sama," sindirnya.


Dalam hati Rian berpikir dari pada harus diberikan baju oleh suami Lia sang mantan istrinya, mungkin lebih baik dia beli baju bekas saja di pasar, uangnya kan masih tersisa belum terpakai pemberian dari mantan Ibu mertua semalam.


"Tidak perlu Bu! Rian mau beli baju bekas sepulang kerja," dengan cepat Rian menolak secara halus.


"Sama-sama baju bekas daripada kamu ngeluarin uang, mendingan uang kamu dikumpulin aja buat bayar kontrakan itu lebih bermanfaat," ejek sang mantan Ibu mertuanya tersebut.


_____


Rian terlihat menghela napas panjang, dia pun seakan sedang dilecehkan oleh mantan Ibu mertuanya itu. Dan Rian berpikir dalam hatinya jika dia terus-menerus bekerja di Ibunya Lia mungkin hatinya tidak akan tenang karena sang Ibu selalu mengejek dan seakan melecehkannya. Tapi Rian pun berpikir kembali dengan cara inilah dia bisa bertemu dengan sang anak karena setelah keadaan dia hancur dalam segi finansial dia tidak bisa bertemu lagi dengan sang anak.


"Kalau aku keluar kerja dari mantan Ibu mertuaku, kedepannya aku susah lagi untuk bertemu dengan anakku," gumam hati Rian terlihat dihinggapi rasa gusar.


"Setelah acara nanti siang, aku kan mau jemput Cantika untuk mengantarkan dia ke Dokter dan kamu nanti tunggu saja di mobil!" ucap sang mantan mertuanya itu terdengar serius dan tegas.


______

__ADS_1


DEGH...


Jantung Rian seakan mau copot tatkala mendengar kabar bahwa Ibunya Lia nanti akan menjemput Cantika dan otomatis dia sebagai sang Papa akan dipertemukan oleh anaknya yang sudah lama tidak bertemu.


Dan ini membuat hati Rian dihinggapi rasa gembira yang luar biasa. Mungkin rasa rindu yang sudah lama dia pendam kini akan kembali merekah. Rian nampak tersenyum sumringah dan Ibunya Lia nampak melihatnya di kaca spion.


Mungkin perasaan dari Ibunya Lia campur aduk menjadi satu antara senang dan sedih. Rasa senang karena Cantika pun pada akhirnya ketemu dengan sosok Papanya yang sedari kemarin merengek meminta bertemu dengan sang Papa dan kini segera terwujud. Sedihnya mungkin Ibunya Lia berpikir, inilah yang terjadi jika kedua orang tua bercerai pasti anak yang akan jadi korban.


"Awas ya, kamu jangan memaksa anakmu untuk ikut dengan kamu dan di pertemukan dengan Viona?" ucap Ibunya Lia seakan mengancam.


Rian hanya menganggukkan kepalanya dia pun seakan diatur hidupnya sekarang ini oleh mantan Ibu mertuanya itu. Sebenarnya dalam hati Rian ingin berteriak dan berucap.


"Sudahi saja semua derita ini!" Rian nampak di dalam kedua bola matanya ada linangan air mata yang mungkin sekali saja kelopak matanya berkedip maka jatuhlah bulir putih tersebut.


______


Tiba di Restoran.


Semua rekan bisnis dari Ibunya Lia nampak terlihat cantik dan berpenampilan mewah. Dan Rian yang melihat dari arah parkiran hanya bisa menghela napas panjang karena dulu pun dia pernah ada di posisi tersebut yaitu mempunyai jabatan mentereng dan gaul dengan orang-orang yang kaya.


Rian pun dengan cepat menutup kaca mobil tersebut dengan mencoba menetralkan detak jantungnya yang mulai tidak terkontrol berdetak lebih cepat tidak karuan.


"Tante Dini ngapain dia kesini!" gumam hati Rian. Nampak terlihat Tante Dini kedatangannya sendiri dan dia pun turun dalam mobil dan berlalu memasuki Restoran. Mungkin sama dengan Ibunya Lia kedatangan Tante Dini ke Restoran tersebut untuk acara perkumpulan dengan pengusaha lainnya.


_______


Di dalam Restoran nampak acara belum dimulai dan masih menunggu tamu yang lainnya. Tante Dini terlihat menyapa Ibunya Lia dan tersenyum ramah.


"Din, kamu sendiri kesini kenapa tidak ditemani suami kamu?" tanya Ibunya Lia dengan pandangan mengarah keluar ruangan Restoran seakan mencari keberadaan suaminya Tante Dini. Ibunya Lia berpikir suami dari Tante Dini mengikuti dari arah belakang.


"Suamiku sedang keluar kota," jawabnya.

__ADS_1


"Ibu sendiri di temani sama siapa kesini!?" tanya Tante Dini dihinggapi rasa penasaran.


Terlihat ibunya Lia membuang napas kasar kemudian dia membisikkan sesuatu kepada Tante Dini dan nampak terlihat begitu hati-hati ketika berucap. Nampak mata Tante Dini terbelalak dan bibirnya melongo dengan apa yang diucapkan oleh ibunya Lia.


"Jadi Rian sekarang supir pribadi dari Ibu! Dan sumpah aku tidak menyangka jika rumahnya yang di tempati oleh Rian atau rumahnya Desy kebakaran." Tante Dini mukanya merah merona dan peluh pun bercucuran karena dihinggapi rasa kaget yang luar biasa.


"Aku harus menceritakan ini semua pada Papanya Rian," gumam hati Tante Dini atau istri kedua dari Papanya Rian.


______


Siang pun tiba dan nampak acara sudah selesai. Ibunya Lia nampak beserta Tante Dini keluar dari dalam Restoran dan mereka terlihat berjalan menuju parkiran mobil.


Tok..


Tok..


Tok..


Ibunya Lia nampak mengetuk pintu mobil beberapa kali dan terlihat dari arah luar mobil Rian sedang terlelap tidur. Tidak bisa dipungkiri Rian semalam tidak bisa tidur karena dia membayangkan pertemuannya dengan sang anak ingin segera cepat di esok hari jadi pikirannya bercabang.


Tok...


Tok...


Tok...


"Nyenyak banget, kasian dia," ucap Tante Dini terlihat seperti dihinggapi rasa iba kepada anak sambungnya itu.


"Rian, Rian, bangun!" ucap Ibunya Lia terlihat mengetuk-ngetuk pintu mobil beberapa kali.


Nampak Rian terkesiap tatkala mendengar suara ketukan pintu yang begitu nyaring terdengar. Nampak Rian seperti masih sedang bermimpi. Dia langsung membuka pintu mobil dan kini tepat dia berdiri membelakangi Tante Dini. Ibunya Lia hanya mesem-mesem tatkala melihat tingkah keterkejutan Rian.

__ADS_1


"Pasti dia terkejut dengan sosok yang tengah berada di belakangnya," gumam hati Ibunya Lia dengan pandangan mata mendelik.


Bersambung...


__ADS_2