
"Sekali lagi maafkan Ibu ya, selama ini Ibu dan Bapakmu terlalu sibuk dengan bisnis. Sementara kamu tidak diperhatikan oleh ibu, tapi kan kamu ada suami jadi Ibu sedikit lega," ucap sang Ibu mengelus rambut Lia dengan lembut. ibunya Lia berpikir bahwa Lia sangat dijaga oleh Rian, sang suami.
Walaupun kedua orang tuanya tidak menjaganya dengan dekat karena sibuk.
Tangisan Lia semakin sesenggukan, karena apa yang diucapkan oleh sang ibu tidak sesuai dengan ekspektasi. Padahal selama ini Rian, sang suami tidak bisa menjaga dia dengan baik. Malah Rian menyakiti hatinya, dengan cara berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
•••
Nampak terlihat Tante Restu menghela napas panjang dengan ucapan sang kakak, karena ucapan dari sang Kakak seakan menggoreskan luka hatinya, dan sang Tante pun seakan berpikir bahwa sang Kakak tersebut seakan tidak peduli sedikitpun terhadap Lia, karena ibunya Lia tidak pernah bertanya tentang kondisi rumah tangga anaknya tersebut.
"Meskipun ada suami tapi kan kakak jangan lari dari tanggung jawab, untuk mengungkapkan kasih sayang kepada sang anak," sindir Tante Restu.
•••
Nampak ibunya Lia terkejut dengan ucapan sang adik.
"Maksud kamu apa Dek,?" tanya sang kakak dihinggapi rasa penasaran yang teramat kepada sang adik, yang berucap seakan menyentuh hati dan perasaannya. Karena selama ini sang adik tidak pernah menyindir dirinya, ibunya Lia pun dihinggapi rasa curiga dengan ucapan sang adik tersebut.
"Kata Kakak, Lia sudah ada suami tapi jika suaminya tidak tanggung jawab, atau tidak memberikan kasih sayang dan perhatian terhadap Lia bagaimana?" ucap Tante Restu seakan mengejek, dengan pandangannya terlihat sinis kepada sang kakak.
Bapaknya Lia terkejut dengan ucapan adik istrinya itu, karena selama ini Tante Restu tidak pernah menyindir dalam ucapan terhadap sang Kakak. Tante Restu pribadi yang lembut dan santun.
•••
"Aku semakin tidak mengerti dengan ucapan kamu itu, Rian itu orang yang baik dan perhatian terhadap keluarga, meskipun sifat ibunya tidak santun dan cerewet." Ibunya Lia berucap seakan mengejek sang besan.
"Ya, itu dulu. Rian perhatian terhadap istri dan anak tapi sekarang,," Tante Restu menggantung ucapannya sehingga membuat penasaran kedua orang tua dari Lia.
"Sekarang apa!?" secara serentak kedua orang tua Lia berucap.
*Sekarang Rian mendua!!" ucapnya tegas dan jelas membuat hati kedua orang tua Lia terkejut sekaligus dihinggapi rasa penasaran dan heran. Mereka berpikir tidak mungkin Rian mendua dari anaknya tersebut, karena Rian sosok lelaki yang begitu tanggung jawab dan perhatian terhadap istri.
_____
Kedua orang tua Lia menatap lekat kepada sang anak seakan meminta jawaban. (Apa benar yang diucapkan oleh Tante Restu bahwa Rian telah mendua?).
Dengan tatapan tajam dari kedua orang tuanya, membuat hati Lia seakan sedang diinterogasi, dan rasa berdebar di dalam dada pun semakin menghinggapinya.
_____
"Lia, kamu jawab jujur saja sama orang tua kamu, bahwa Rian sekarang sudah mendua," ucap Tante Restu seakan mencoba menahan rasa emosinya yang hendak membludak.
__ADS_1
"Jawab jujur Lia, apa benar yang di ucapkan oleh Tante Restu!?" tanya sang Ibu dengan tatapan lekat ke arah sang anak.
Lia menghela napas secara perlahan dan menganggukkan kepalanya.
"Iya, benar," ucapnya dengan lirih.
•••
Sontak kedua orang tua Lia terkejut saat mendengar pengakuan dari sang anak, bahwa Rian sang menantu telah berselingkuh terhadap sang anak.
"Sudah berapa lama?" tanya sang Ibu terdengar begitu sinis ketika menanyakan Rian menyelingkuhi anaknya tersebut.
"Sudah lama dan ini yang kedua kalinya," ucap Lia matanya berkaca-kaca.
"Kenapa kamu baru cerita sekarang sama ibumu!?" Ibu Sinta terlihat marah.
"Kamu jangan menyalahkan anakmu karena dia mencoba menyembunyikan semua ini, demi kamu Kak. Lia tidak mau menyakiti hati dan perasaan kedua orang tuanya," ucap Tante Restu mencoba menjelaskan kepada sang kakak matanya melirik ke arah orangtuanya Lia.
"Siapa wanita yang menggoda suami kamu," sambung sang Bapak.
"Desy, sahabatnya." dengan cepat sang Tante menyebutkan nama sang pelakor dari keponakannya itu.
"Desy? Maksud kamu Desy yang mana?" tanya sang Mama seakan dihinggapi rasa penasaran.
"Desy sahabatnya, yang dulu suka mengunjungi rumahmu Kak, dia sekarang pindah lagi ke Bandung," sambar sang Tante, kembali penuh kecewa dan perih ketika berucap.
"Kurang ajar si Desy! Beraninya dia berselingkuh dengan sahabatnya sendiri," ucap sang Ibu terlihat tersulut emosi.
___
"Mah, barusan Cantika mimpi buruk, Papa dengan Tante Desy, berduaan lagi," tiba-tiba sang anak datang dari arah kamar.
Obrolan tentang Rian pun tidak di bahas kembali oleh keluarga tersebut.
Dan ucapan dari sang anak pun seakan tidak digubris oleh keluarga tersebut.
Mereka nampak terdiam dengan pikirannya masing-masing.
"Ayo, sayang kamu main diluar dulu ya," ucap Tante Restu, dia tidak mau kalau Cantika mendengar obrolan yang membahas tentang Papanya. Kemudian Tante Restu memanggil sang ART, agar membawa Cantika keluar teras
____
__ADS_1
"Pikiran Ibu Sinta berselancar jauh, mengenang masa lalu ketika dia berselisih paham dengan Ibu Viona, atau Ibunya Rian, karena memperebutkan lelaki yang sama. Kejadian tersebut jauh sebelum anak mereka menikah.
Saat itu Ibunya Lia sedang tergila-gila dengan seorang lelaki karena selain ganteng, lelaki tersebut orangnya sangat ramah dan baik.
Datanglah Viona, Ibu dari Rian yang mencoba merebut hati lelaki tersebut yang bernama Helmi
Ibunya RIan dan Ibunya Lia berselisih paham memperebutkan lelaki yang sama, ibu viona dendam kepada Ibunya Lia, karena ternyata Ibu Sinta pemenangnya. Namun di tengah jalan, Helmi meninggalkan Sinta tanpa jelas.
_____
Seiring waktu berjalan, ternyata mereka dipertemukan kembali oleh kedua anak nya karena anak mereka ternyata berjodoh dan menikah. rasa kesal dan kecewa pun nampak masih lekat di hati Ibu Viona jadi kekesalannya kepada Ibu Sinta, dia limpahkan kepada anaknya Ibu Sinta, yaitu Lia.
Ibu Viona memperlakukan Lia dengan sangat tidak baik selama jadi menantunya, dia selalu menyalahkan Lia sebagai sang menantu.
Lia dan Rian pun tidak mengetahui masa lalu Ibunya tersebut yang sebenarnya.
____
"Mungkin sifat dari ibu mertua kamu itu pendendam!? Ada rasa dendam terhadap ibu," ucapnya dengan pandangan mengarah ke jendela yang menghadap taman.
Pikirannya berselancar ke masa lalu teringat kepada Ibunya Rian yaitu Viona.
____
Sontak Lia terkejut dengan perkataan sang Ibu, begitupun dengan Tante Restu dan Bapaknya Lia yang dengan spontan Ibu Sinta berucap seperti itu.
Karena melihat keluarga yang berada yang tengah duduk di sofa dengan wajah terkejut, dan dihinggapi rasa heran, dengan cepat Ibunya Lia berusaha menutupi semua apa yang terjadi di masa lalu, dia dengan ibunya Rian yang berselisih paham.
"Maksud Ibu, kalau orang sifat dari pendendam itu tidak boleh. Kita harus berusaha mengarahkan anak ke hal positif. Mungkin ada luka dari keluarganya dan kamu kena imbasnya," ucap Ibunya Lia.
Ucapannya itu seakan tidak bisa dimengerti dan dipahami oleh keluarganya.
____
Lia dan Tante Restu berpandangan mereka mengira Ibu Sinta tengah membicarakan suami dari ibu Viona, karena berselingkuh dengan Tante Dini. Padahal ibu Viona tidak tahu kalau Bapak mertua dari Lia mempunyai istri dua, dan yang tahu hanyalah Tante Restu.
_____
"Nah, sekarang mumpung lagi ada orang tua kamu. Tante mau jawaban yang jujur dari mulut kamu Lia! Apakah kamu mau cerai dengan Rian, atau pernikahanmu terus dilanjutkan bersama lelaki brengsek itu?" tanya sang Tante. Sorot matanya begitu lekat mengarah tajam ke bola mata Lia.
Bersambung...
__ADS_1