
Di rumah Lia.
"Gimana kabar neneknya Cantika!?" tanya Ibunya Lia.
Dia terlihat puas dengan mendengar sang mantan besannya itu kecelakaan karena Ibunya Lia sangat membenci Bu Viona dari semenjak Lia dan Rian sebelum menikah.
"Kata Dokter tangannya mengalami keretakan dan jangan banyak bergerak harus istirahat full, apalagi Desy mukanya rusak perlu waktu untuk buat dia sembuh total!" ucap Lia.
"Berarti dia enggak jadi nikah sama si Rian, kalau gitu!?" tanya Bu Sinta kepada Lia..
"Iya, Bu sepertinya begitu, mungkin lebih tepatnya di undur Bu," jawab Lia.
"Semoga lama sembuhnya!" tegas sang Ibu terdengar kesal.
"Bu,,,jangan begitu, walaupun mereka jahat jangan balas kejahatan lagi," bela Lia.
"Kamu aneh Lia, terlalu baik jadi orang," sang Ibu terlihat geram dengan sikap Lia yang terlalu sabar.
Lia pun hanya diam dan tidak banyak kata karena bagaimanapun sang Ibu pasti tidak mau kalah kalau membahas tentang mantan menantunya.
_________
Nampak Ibunya Lia tersenyum lebar dengan kecelakaan yang menimpa keluarga Rian karena dia kesal terhadap mereka semua yang telah merusak kehidupan anaknya.
Sang Ibu pun seakan membuat rencana jauh, dia ingin berkunjung ke Rumah Sakit dan ingin mentertawakan mereka. Tapi dia pun berpikir panjang, apa pantas dia lakukan? Tapi dalam hati Ibunya Lia sangat memendam rasa kecewa dan sakit hati atas perlakuan Ibunya Rian terhadap anaknya dulu.
"Mungkinkah malam ini aku akan balas dendam kepada Ibunya Rian!? Ya gimana pun dia adalah Nenek dari cucuku, dan aku harus menengoknya sekaligus mengejeknya." gumam hati Bu Sinta.
________
Lia nampak heran dengan sikap sang Ibu yang tersenyum sendiri dan raut muka yang nampak berpikir serius.
"Bu, sedang mikirin apa!? Lia harap Ibu jangan macam-macam terhadap Ibu Viona, bukan kita membiarkan perlakuan dia kepada Lia yang tidak terpuji dulu, tapi sudahlah jangan balas kan dendam Ibu kepada Ibunya Rian. Lia tahu Ibu sangat kesal dan menyimpan amarah yang terpendam, kita doakan saja semoga dia insyaf," ucap Lia.
Lia tahu dari Tante Restu bahwa Ibunya masih menyimpan rasa kesal dan kecewa kepada Bu Viona.
Nampak Bu Viona terkejut tatkala mendengar Lia berucap karena Lia seakan tahu rencana yang akan dilakukan oleh Ibunya itu.
Sang Ibu pun seakan dihinggapi rasa malu karena sang anak mengetahui rencananya.
Ting...
Tiba-tiba bunyi pesan berbunyi dari ponsel Lia nampak sang kekasih Adrian memberikan sebuah pesan, dan dia mengajak Lia makan diluar. Lia pun menyetujui dan Lia segera dandan cantik untuk bersiap pergi.
________
Beberapa menit kemudian suara mobil pun terdengar di halaman rumah, nampak Lia mengintip dari gorden jendela dan di sana terlihat Adrian sudah menunggu. Lia pun pamit kepada sang Ibu untuk pergi keluar sebentar bersama Adrian.
Di dalam mobil nampak dua sepasang kekasih itu tersenyum bahagia karena beberapa hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.
"Semua sudah siap Sayang, dan alhamdulillah Restoran yang berada di Jakarta sudah diberikan oleh Papa, katanya sebagai kado pernikahan," ucap Adrian tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Jadi kamu mau keluar kerja dan usaha bisnis saja Mas?" tanya Lia kepada Adrian sang calon suami.
"Iya, Sayang, agar kita selalu bersama terus. Jadi kita mempunyai 3 cabang Restoran. Di Kota Bandung, Jakarta dan Surabaya. Setiap aku pergi untuk mengontrol Restoran keluar kota, pasti kamu akan selalu aku ajak. Aku enggak mau kita berpisah," ucap Adrian menggenggam erat tangan kekasihnya tersebut. Lia pun melempar senyum sumringah kepada kekasihnya tersebut.
________
Tiba di Kafe.
Degh...
Tiba-tiba jantung Lia berdetak lebih cepat dan tidak beraturan, pandangannya seketika menunduk pikirannya teringat masa lalu.
Saat pertama kali Rian ketahuan selingkuh di Kafe ini yang kini dia mau memasukinya.
Dan kala itu dia menelepon Tante Dini lalu menginap di sebuah Hotel untuk menenangkan dirinya.
"Sayang, ayo kita turun! Kamu kenapa?" tanya Adrian dihinggapi rasa heran karena sang kekasih tiba-tiba raut wajahnya seakan tidak bergairah ketika tiba di Kafe tersebut.
"Mas, kenapa kita datang ke Kafe ini!" Lia seakan tidak mau mengingat masa lalunya.
"Loh, memangnya kenapa Sayang, dengan Kafe ini!?" tanya Adrian dihinggapi rasa penasaran kepada sang istri.
"Dulu pertama Rian ketahuan selingkuh bersama Desy di tempat ini!" ucapnya serak seakan menahan rasa perih di dada.
_______
Sontak Adrian terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Lia.
Lia pun seakan tidak mau merusak acara sang calon suami, dia mengerti keadaan. Mungkin Adrian sudah lama tidak bertemu dengan pemilik Kafe dan dia mau mengundang temannya itu ke acara pernikahannya.
Lia nampak menghela napas secara perlahan.
"Bukan salah Mas, mungkin aku terlalu cengeng karena mengingat masa lalu yang suram," ucap Lia tersenyum walau bayangan pilu kini kian nyata menghinggapi.
"Ya, sudah Sayang. Kita cari tempat lain saja ya, kalau kamu merasa tidak nyaman dengan tempat ini," Adrian mengusap lembut rambut sang kekasih.
"Mas, kita masuk saja," Lia menepuk pundak sang kekasih dengan halus. Kemudian
Lia membuka seat belt lantas turun tanpa menatap wajah Adrian lagi.
Nampak dari pintu kaca mobil luar, Lia mengetuk kaca tersebut dan memanggil Adrian.
"Mas, ayo! Temanmu sudah menunggu, kita jangan mengecewakannya," ajak Lia kepada Adrian. Lia seakan tidak mau mengecewakan Adrian dan Lia tidak mau egois, masa dengan mengingat tempat itu Lia mematahkan pertemuan Adrian dengan temannya.
Adrian pun nampak tersenyum dia merasa bangga kepada sang calon istrinya itu karena dia begitu menghargainya.
_________
Tiba di dalam Kafe.
Nampak seorang lelaki berbadan tinggi dan berkulit putih, menghampiri Adrian dan Lia yang sedang menunggu pesanan makanan.
__ADS_1
"Hai, Reza, apa kabar? Sudah lama kita tidak jumpa," ucap Adrian memeluk teman lamanya itu. Reza nampak tersenyum lebar saat bertemu kembali dengan Adrian.
"Kenalin ini calon istriku," ucap Adrian memperkenalkan Lia kepada temannya.
Reza langsung mendongakkan kepalanya ke arah Lia, dan nampak Reza sedikit terkejut tatkala melihat wajah Lia.
"Wajahnya sama kayak mantan istrinya Rian ya," gumam hati Reza.
"Lia,,,!" ucapnya Lia pun mengulurkan tangannya.
Degh...
"Benar kan dugaan aku, ini Lia mantan istrinya Rian karena dulu Rian suka datang kesini bersama selingkuhannya Desy, dan Rian saat itu sebelum kedatangan Desy selalu menceritakan istrinya dan memperlihatkan foto istrinya yang bernama Lia," gumam hati Reza. Nampak Reza pun seakan kagum dengan kecantikan Lia dan Reza berpikir jauh mengapa Rian berselingkuh padahal Lia lebih cantik dari Desy apalagi badan Lia bagus.
"Re-Reza,,,!" terdengar gugup Reza ketika berucap saat menatap Lia.
"Kamu, kalau lihat yang bening dikit udah grogi!" bisik Adrian kepada Reza.
Reza pun nampak tersipu malu.
_________
Beberapa menit kemudian
Sang pelayan pun datang dengan membawa beberapa pesanan makanan yang dipesan oleh Lia dan Adrian.
"Jus jeruk, Spaghetti Bolognese dan Steak Ayam, silahkan!" ucap sang pelayan menatanya di atas meja.
"Terima kasih, " ucap Adrian dan Lia secara berbarengan.
_______
"Mas, aku ke toilet dulu sebentar," bisik Lia kepada Adrian. Lia pun berlalu.
"Adrian, calon istrimu itu mantannya bernama Rian ya!?" tanya Reza seperti dihinggapi rasa penasaran.
"Eheu....!!!" Adrian tersedak.
"Glek.." Adrian meneguk air mineral.
"Maaf,,maaf, aku bikin kamu tersedak!" ucap Reza dan dihinggapi rasa bersalah.
"Kamu kenal Rian?" tanya Adrian.
"Ya, dia temanku, dulu Rian suka datang kesini dengan selingkuhannya," bisik Reza.
"Ehemm..." dari arah belakang nampak Lia datang dan berdehem.
"Aku tinggal dulu kedalam ya, sebentar. Kalian nikmati semua makanan yang ada disini. Aku kasih gratis sepuasnya," ucap Reza berlalu ke dalam Kafe sambil tersenyum.
"Oke, siap Bos!" jawab Adrian tersenyum.
__ADS_1
Bersambung...