
keesokan harinya.
Nampak Lia sudah bersiap untuk pergi ke rumah Desy dengan membawa kedua anaknya. Nampak terlihat sang anak Cantika begitu riang tatkala diajak oleh sang Mama pergi ke rumah Desy. Sang anak pun berpikir bahwa dia hari-hari yang akan di laluinya nanti tidak lagi akan sepi karena sang Mama akan terus mendampingi di rumah atau tidak bekerja lagi.
"Mah, terima kasih ya, karena Mama sudah berhenti kerja," ucap Cantika memeluk erat tubuh Lia. Nampak wajah Cantika tersenyum bahagia dan ini membuat hati Lia senang sekali karena sang anak sudah kembali ke pelukannya.
"Iya, Sayang, maafkan Mama juga karena Mama akhir-akhir ini sibuk dan tidak ada waktu buat kamu," ucap Lia tersenyum menatap sang anak.
_____
"Ayo, sudah siap semuanya," ucap sang suami tiba-tiba datang menghampiri.
Kemudian Lia pun dan Cantika berlalu untuk memasuki mobil dan terlihat Cantika begitu senang. Mukanya terlihat sumringah, kesedihan yang dia rasakan seakan sirna seketika.
"Cantika sudah lama tidak lihat Tante Desy," ucap sang anak tersebut.
"Iya, Sayang, sekarang kan kamu mau bertemu dengan Tante Desy," sambung Adrian tersenyum terlihat di kaca spion.
Canda tawa lun mewarnai keluarga kecil Lia terutama mereka tatkala menggoda gemas Axelle, anak Lia dari Adrian yang mulai ngoceh belajar bicara.
"Mau kemana Sayang, ke rumah Tante Desy ya," goda Adrian kepada Axelle menatap sang anak lekat ketika mobil berada di lampu merah. Nampak terlihat sang anak tersenyum gemas membuat sang Papa mencubit gemas pipi sang anak dan nampak sang anak meringis dan menangis.
"Pah, kalau cubit anak jangan keras-keras kasian," sindir Lia melotot ke arah Adrian.
Sementara Adrian hanya cengengesan tertawa begitupun dengan Cantika.
______
Tiba di rumah Desy.
Setiba di rumah Desy ternyata sang Ibu sudah menyiapkan kedatangan Lia. Nampak di meja makan terlihat begitu banyak makanan yang sudah disediakan dengan menyambut kedatangan keluarga kecil Lia, dan ini membuat hati Lia merasa malu karena merasa di spesialkan kedatangannya oleh Ibunya Desy.
Nampak guratan kesedihan terpancar kembali dari binar mata Desy. Sang sahabat tersebut seakan menahan sesak di dada dan dia berusaha tegar dan mengalahkan rasa bersalah yang kian meraja
Sang anak pun terlihat memeluk Desy dan mengucapkan kata rindu. Sontak air mata menggenang deras di kelopak mata kedua wanita tersebut. Seakan rindu menjalar tanpa permisi. Tabungan rindu dan rasa
bahagia nampak tersirat dari kedua manik matanya.
"Sayang, kamu sudah besar lagi. Sudah lama juga ya, tidak bertemu dengan Tante," ucap Desy mencium kening Cantika dan sang anak pun memeluk erat Desy seakan tidak mau lepas.
__ADS_1
Rasa bahagia pun seakan menyelimuti Desy dan sang Ibu karena nampak Lia dan keluarga kecilnya nampak ikhlas dengan kedatangannya tanpa ada rasa dendam sedikitpun.
"Aduh, cucunya Kakek sudah gede lagi," sambut Bapaknya Desy yang tiba-tiba datang dari arah kamar. Cantika pun menyalami Bapaknya Desy juga Lia dan sang suami.
______
Nampak mereka terlihat akrab sekali dan sang Ibu langsung menawarkan makan.
Dan keluarga Lia pun nampak berada di meja makan. Terlihat seakan tidak terjadi percekcokan antara kedua keluarga tersebut kelihatannya mereka sudah sama-sama ikhlas dan melepaskan rasa dendam.
Setelah acara makan selesai nampak mereka pun duduk di ruang sofa dan terlihat Lia berbisik kepada Desy, entah apa yang di ucapkan oleh Lia kepada sahabatnya tersebut yang jelas raut muka Desy seperti dihinggapi rasa malu dan seketika mukanya merah merona.
Dan ini membuat rasa penasaran dari diri sang Ibu. Lalu sang Ibu pun terlihat bertanya kepada Lia.
____
"Ada apa Lia, hehehe," sang Ibu tertawa terkekeh antara malu dan penasaran dengan dia bertanya kepada Lia.
"Iya, barusan Lia bilang sama Desy mending rujuk lagi sama Rian, hehehe,,," sindir Lia dan Lia seakan menahan tawa.
Sontak sang Ibu pun tersipu malu dan melirik ke arah Desy yang menundukkan pandangannya.
"Ya, Desy biar ada yang ngurus Bu, dan ada yang merhatiin," sindir Lia kembali.
•••
"Sepertinya Desy sangat cinta sama Rian dan dia tidak bisa melupakan sosok Rian dalam hidupnya. Dan aku yang salah disini dengan sekuat tenaga memisahkan mereka dan akhirnya Desy terkena depresi," gumam hati sang Bapak.
Tidak bisa dipungkiri sang Bapak yang mencoba memisahkan Desy dari Rian ketika itu karena Rian hidupnya tidak teratur kala itu selalu membuat ulah dan selingkuh dengan Citra jadi membuat sang Bapak kesal. Tapi setelah mendengar cerita dari sang istri semalam bahwa Rian sudah berubah sang Bapak seakan berpikir dua kali.
_____
"Tante, betul kata Mama mending Tante balikan lagi sama Papa," goda Cantika.
Dan hal tersebut membuat Desy semakin dihinggapi rasa malu dan grogi tatkala anak dari Rian berucap seperti itu. Lia tersenyum dan melirik Desy yang terlihat salah tingkah.
"Desy sudah sembuh ya, jangan banyak pikiran. Biarkan kesalahan yang lalu jadikan pelajaran karena aku pun banyak salah Des, sama anak, sama kamu dan juga Rian mungkin tanpa aku sadari," ucap Lia.
Desy hanya terdiam seakan mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Sudah jangan sedih, ngapain sedih Des," ucap Lia kembali kepada Desy.
Nampak terlihat Desy nampak menitikkan air mata. Lia menggenggam erat jemari tangan Desy seakan menguatkan temannya tersebut bahwa semua orang punya salah dan kesalahan itu jadikan pelajaran dan jangan mengulangi lagi kesalahan yang sama.
_______
Sore pun tiba nampak Cantika seakan betah berlama-lama duduk di pangkuan Desy. Lia pun mengajak pulang seakan enggan sang anak tersebut. Kemudian Lia mem-foto Cantika yang tengah di pangku oleh Desy, kemudian Lia kirim foto tersebut ke Rian.
Ting...
Bunyi pesan pun muncul dari Rian, ternyata tidak butuh waktu lama untuk menunggu balasan pesan dari Rian.
{"Kamu sedang di rumah Desy? Alhamdulillah Cantika sudah sembuh, dan sepertinya dia senang,"} tulis pesan Rian.
{"Apalagi kalau kamu bisa rujuk dengan Desy kembali anakmu akan lebih senang. Hehehe,,"} goda Lia membalas pesan Rian.
Pesan pun nampak tidak dibalas oleh Rian, mungkin Rian di kampung sana tengah berpikir. Kenapa mantan istrinya itu begitu yakin jika dia harus rujuk kembali dengan Desy.
Lia pun hanya menahan tawa seakan tahu dari perasaan Rian saat ini seperti apa. Mungkin dia dihinggapi rasa malu atau mungkin tidak mau dulu membuka diri terhadap wanita karena keadaan sedang terpuruk.
_____
Lia pun pamit kepada kedua orang tua Desy dan sang sahabat untuk pulang. Nampak Lia memaksa sang anak untuk pulang begitu susahnya karena terlihat Cantika begitu akrab dengan Desy mantan dari istri Papanya tersebut.
"Bu, doakan saja sama Ibu, agar Desy bisa rujuk dengan Rian," bisik Lia kepada Ibunya Desy saat mau menaiki mobil.
"Ah, kamu bisa saja Lia, nanti dulu kalau masalah itu. Desy biar sembuh total. Kalau sudah jodoh pasti enggak akan kemana," jawab sang Ibu tersipu malu.
"Di Aamiin kan, saja Bu," goda Lia kembali.
_____
Lia pun pamit dan melambaikan tangan ketika sudah berada di mobil. Begitupun dengan Cantika sebelum menaiki mobil nampak Desy mengecup kening Cantika.
Tatkala di dalam mobil Lia berpikir.
Niat dia ingin menjodohkan kembali Desy dan sang mantan suami semata-mata karena rasa peduli dia terhadap sahabatnya itu. Bagaimana pun Desy dulu pernah dekat dengannya dan Desy sangat mencintai Rian, sampai uangnya dulu terkuras habis oleh Rian. Dan yang paling penting agar Desy bisa pulih benar keadaan mentalnya kalau dia di dipersatukan kembali dengan orang yang di cintanya.
"Aku sangat bahagia dengan hidupku sekarang ini karena mempunyai suami yang sangat perhatian dan sayang. Aku sangat bersyukur," gumam hati Lia dengan menatap sang suami yang tengah mengemudikan mobil dan dengan fokus pandangan matanya ke arah jalan.
__ADS_1
Bersambung...