Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 50 Pertengkaran


__ADS_3

Mamanya Desy nampak cemberut ketika keluar dari dalam kamar Desy, sang suami pun nampak dihinggapi rasa heran dengan roman muka sang istri yang nampak terlihat tidak menyimpan rasa kesal dan marah itu.


"Pah,,ayo kita pulang saja!" ajak sang istri kepada sang suami, seakan memaksa kepada sang suami untuk meninggalkan rumah anaknya tersebut.


"Loh, kenapa,Bu? acaranya belum selesai!" jawab sang suami terlihat dihinggapi rasa penasaran kepada sang istri.


"Saya kesal dengan Restu!" jawabnya mendelik.


Sang suami pun dihinggapi rasa heran dengan apa yang terjadi antara istrinya tersebut dan adiknya.


"Pasti kamu bertengkar lagi dengan adikmu ya!?" tanya sang suami menatap lekat kepada sang istri.


Mamanya Desy dan adiknya sudah tidak aneh lagi jika bertengkar jadi sang suami sudah paham dengan hal tersebut.


"Ini kan acara anak kita, masa kita yang harus pulang gara-gara kamu bertengkar dengan Restu, seharusnya dia yang pulang, dan keluar dari sini, enak aja!" ucap sang suami terdengar emosi.


"Biar saya yang keluar dari sini!" sambar Tante Mira.


Tiba-tiba sang Tante datang dari arah dalam, dengan deru napas yang memburu. Tante Mira sangat tersinggung dengan perkataan suami kakaknya tersebut.


Tanpa pikir panjang Tante Mira pun menyeret langkah kakinya ke arah mobilnya, lalu dia pun masuk ke dalam mobil, dan keluar dari rumahnya Desy.


Bruk..


Suara pintu mobil terdengar ditutup oleh Tante Mira dengan kasar.


Suasana di rumah tersebut pun menjadi ramai dengan pertengkaran Mamanya Desy dan Tante Mira. Karena keadaan ribut, Desy pun nampak datang dari dalam kamar.


_____


"Ada apa ini,,!?" Desy dihinggapi rasa khawatir, nampak disana bola mata sang Mama berkaca-kaca. Dan terlihat sedang menahan emosi yang akan memuncak.


Desy pun menatap lekat kepada sang Mama.


"Mah,,ada apa sih, mana Tante Mira?" mata Desy berselancar mencari sosok Tante yang amat di sayangi nya itu.


Sang Mama hanya terdiam seakan tidak mau menjawab pertanyaan dari Desy, pandangan matanya hanya menatap sang suami.


"Tante kamu pulang,," ucap sang Papa lirih.


"Apa,,Tante Mira pulang, kenapa!?" Desy seakan kehilangan sosok Tante yang kedekatannya melebihi kepada sang Mama.


"Tante kamu itu memang bikin kesal!" sang Mama pun terdengar masih dihinggapi emosi ketika berucap.


_____

__ADS_1


"Mama yang bikin kesal aku, Mama kenapa usir Tante, Mama itu memang selalu tidak akur dengan Tante, Mama harusnya menghargai Tante Restu, dia tamu disini!" Desy terlihat marah kepada sang Mama.


"Diam,,,kamu Desy! Kamu memang selalu tidak nurut sama Mamamu! Kalau Mama ngomong dengar jangan menyela, itu tidak sopan!" bela sang Papa, terlihat melotot kepada Desy.


Desy pun nampak kesal dengan sifat sang Papa yang memarahinya, dia seakan tidak mau menerima.


Desy akhirnya berlalu lagi kedalam kamar, namun dengan cepat sang Papa memegang tangan Desy dengan kasar.


"Sejak kapan kelakuanmu berubah seperti ini!?" sang Papa melotot.


Desy nampak tidak bicara sedikitpun dan pandangannya tidak mau melihat kepada sang Papa, dia menunduk. Rasa malu, kesal, kecewa tumpah menjadi satu.


"Pah,,,sudah," ucap sang Mama menepuk halus pundak sang suami.


Argh..


Sang Papa membuang napas kasar, dia pun seakan tidak jadi untuk berlaku keras kepada sang anak. Papa kemudian melepaskan tangan Desy.


_____


Desy berlalu kembali memasuki kedalam kamarnya. Dengan cepat dia pun mengunci pintu kamarnya.


Drett... Drett... Drett...


Tiba-tiba suara telepon terdengar dari ponsel Desy, nampak terlihat di sana Rian meneleponnya. Sontak wajah Desy terlihat sumringah tatkala melihat di layar ponsel yang menelpon itu adalah Rian.


Degh...


ketika Rian mengucapkan kata, bahwa dia tidak jadi datang ke rumah Desy, hatinya dihinggapi rasa tidak nyaman. Karena dia berpikir, dan sudah membayangkan dengan kedatangan Rian ke rumahnya, Desy akan lebih percaya diri dengan dirinya sendiri karena sang orang tua tidak akan memandang sebelah mata kepada dirinya, karena dia berpikir bisa membawa Rian untuk datang ke rumahnya.


•••


{"Mas kamu gimana sih Kamu kan udah janji mau datang ke rumahku bersama anakmu, kenapa sekarang jadi berubah pikiran kamu aneh Mas,,,"} ucap Desy kepada Rian terdengar dihinggapi rasa kesal.


"Maaf Desy, Aku kurang enak badan," ucap Rian memberikan alasan kepada Desy.


•••


Sebenarnya Rian mau mengantar Ibunya ke rumah saudaranya, karena Rian begitu berat kepada sang ibu, dan Rian tahu sifat dari Ibunya tersebut jika menolak sang Ibu pasti Ibunya ngamuk.


{"Kamu mencari alasan!"} sindir Desy kepada Rian. Desy seakan tidak rela jika Rian tidak hadir di acara syukuran sore ini di rumahnya


{"Kamu dan anakmu sudah aku belikan baju, masa kamu tidak menghargai aku! Aku sudah bilang sama keluarga besar, kamu dan anakmu akan datang. Makannya mereka berusaha menyempatkan waktu datang ke rumah baruku,"} ucap Desy terus membujuk Rian agar bisa datang ke acaranya nanti.


•••

__ADS_1


Desy pun menceritakan pertemuannya dengan Lia tadi pagi, dan dia di permalukan oleh Lia. Rian pun seakan terkejut dengan apa yang telah diucapkan oleh Desy.


{"Kamu ajarin istrimu untuk berlaku sopan kepada orang lain,"} ucap Desy.


{"Istriku enggak ada! Dia pergi sudah beberapa hari ini ke rumah Tante Restu,"} jawab Rian.


Desy tersenyum lebar tatkala mendengar ucapan dari Rian bahwa Lia sudah pergi dari rumahnya, dan sekarang tinggal di rumah Tante Restu.


Desy pun pikirannya berselancar jauh.


"Inilah kesempatanku, untuk lebih dekat dengan Rian karena Lia tidak ada di rumah," senyum licik terlihat dari bibir mungil Desy.


"Aku mau ke rumahmu sekarang Mas!" tantang Desy.


"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Rian


{"Agar kamu bisa ke sini! Pokoknya kamu harus ke sini, aku tidak mau tahu!"} Desy pun menutup sambungan teleponnya.


Dia pun mengganti pakaiannya, dan menyeret langkah kakinya menuju garasi halaman rumah.


_____


Nampak orang tua Desy dan keluarganya terlihat heran dengan sikap Desy yang terburu-buru memasuki mobil.


"Anak kamu aneh, Mah! barusan tiba-tiba marah dengan mengunci pintu di kamar, dan sekarang dia buru-buru mau keluar. Mau kemana dia?" tanya sang Papa dihinggapi rasa penasaran.


"Mana aku tahu Pah, mungkin ada sesuatu yang belum dia beli untuk acara nanti sore, jawab sang Ibu. Mama pun seakan tidak mau peduli dengan perginya Desy dari rumah.


___


Desy memasuki mobil.


Nampak dia mengemudikan mobil dengan cepat, pikirannya ingin cepat sampai di rumah Rian, untuk memaksa Rian datang ke rumahnya. Namun tiba-tiba di tengah jalan ada hambatan.


Nampak seorang laki-laki menyerempet mobilnya yang mengakibatkan mobil Desy tidak beraturan ketika dia kemudikan.


Mobil Desy pun berhenti.


"Sial,,,siapa yang berani menyerempet mobilku ini!" ucapnya terdengar emosi.


_____


Desy pun dihinggapi rasa penasaran dengan orang yang berani menyerempet mobilnya tersebut. Dia membunyikan suara klakson beberapa kali dengan kasar.


Nampak sang lelaki pun turun dari dalam mobil Pajero Sport berwarna hitam, dengan muka sangar dan tersenyum ke arah Desy.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2