
Nampak Lia terkesiap tatkala sampai di rumah barunya yang diberikan dari Papa mertuanya itu.
"Su-suka Pah, baru nampak dari luar tapi terlihat asri dan nyaman," ucap Lia terdengar gugup.
"Ayo, kita masuk!" sang Papa membuka pintu mobilnya begitupun dengan sang istri nampak tersenyum lebar saat melihat dari arah luar pun nampak jatuh hati dengan rumah tersebut karena halaman rumah tersebut dihiasi bunga anggrek dan nampak kolam ikan koi disana.
"Pah, kayaknya penghuni rumah ini orangnya rajin dan rapi karena terlihat dari cara dia menanam beberapa bunga sangat terawat dengan baik dan lihat ikan koi- nya, airnya bersih dan ikannya walau baru sedikit tapi terlihat sehat," sang Mama nampak tidak perlu menunggu Lia keluar dari dalam mobil dia langsung memasuki rumah yang kunci rumahnya sebelum berangkat diserahkan oleh Adrian kepada sang Mama. Sang Papa pun nampak mengikuti dari arah belakang.
________
"Ya, Allah meskipun Rian niat jahat kepadaku dengan tidak memberikan kabar bahwa rumahnya akan dijual dan tidak memberikan seperak-pun kepada hak anaknya, tapi dengan kuasa-mu akhirnya aku bisa kembali mendapatkan rumah ini, terima kasih ya, Robb," lirih Lia matanya berkaca-kaca.
Dia pun seakan ingin menangis histeris karena rasa licik yang berikan oleh Rian ternyata terhadap dirinya membuahkan kado terindah dengan cara memiliki kembali rumah tersebut. Lia menghela napas secara perlahan dia pun membuka pintu mobil kemudian keluar dan menyeret langkah kakinya ke arah ayunan dekat kolam ikan koi.
Pikirannya berselancar mengingat dulu sang anak jika susah untuk makan Lia selalu mendudukkan sang anak di ayunan tersebut kemudian dia berlari kecil ke kolam ikan koi.
"Ya, Allah begitu indah kenangan bersama anakku," Lia memejamkan matanya.
_______
Lia pun nampak menghubungi sang suami kemudian dia memberikan kabar kepada sang suami bahwa rumah pemberian dari Papa Steven itu adalah rumah yang dulu dia tempati dan Lia pun berbicara kepada sang suami bahwa dia tidak di berikan kabar oleh mantan suaminya bahwa rumahnya tersebut sudah dijual.
"Sayang, enggak apa-apa ikhlaskan saja, kamu tenang ya, Sayang. Jangan mikirin bahwa mantan suami kamu tidak memberikan hasil dari jual rumah seperakpun terhadap kamu atau anakmu, yang terpenting sekarang adalah kamu diberikan oleh Allah rumah itu kembali. Betapa hati Rian malu dan tercabik harga dirinya jika ternyata mengetahui rumah yang dia jual ternyata dibeli dan di tempati kembali sama kamu, Sayang!" ucap Adrian mencoba menenangkan hati sang istri.
Akhirnya Lia agak sedikit lega dengan ucapan dari sang suami seakan memberikan rasa nyaman yang mendalam. Lia nampak meneteskan air mata dalam hatinya merasa bangga karena dia telah mendapatkan seorang suami yang sayang dan paham terhadap situasi apapun.
"Mas, apa aku harus bilang sama kedua orang tuamu, kalau rumah ini dulu adalah rumah yang aku tempati bersama mantan suami dan anakku!?" tanya Lia seperti dihinggapi rasa khawatir karena dia tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana terhadap kedua mertuanya itu.
"Jangan Sayang, biar aku nanti yang bicara dengan kedua orang tuaku karena mereka belum paham betul masalah kamu yang sebenarnya dengan Rian. Apalagi Papa tahu kondisi Rian dan Ibunya sedang sakit, yang ada nanti Papa malah iba," ucap Adrian.
"Ya, sudah Mas, terima kasih ya, kamu selalu menentramkan hatiku," Lia terdengar parau ketika berucap seperti menahan tangis karena dihinggapi rasa bahagia dengan mempunyai suami seperti sosok Adrian.
Sambungan telepon pun akhirnya terputus oleh sang suami.
__ADS_1
_______
"Lia,,,!!" teriak sang Mama mertua dari dalam rumah sambil melambaikan tangannya menyuruh Lia untuk masuk kedalam rumah.
Lia tersenyum pandangan matanya mengarah kepada sang Mama mertua yang memanggilnya. Kemudian Lia pun langkah kakinya menuju kedalam rumah dan nampak menghela napas panjang.
"Assalamu'alaikum,," ucapnya ketika memasuki rumahnya yang sudah lama tidak dia kunjungi.
Nampak sama seperti dulu suasana yang ada di dalam rumah tidak berubah dengan ruangan tersebut yang di beberapa penjuru ruangan ada jendela sehingga dengan mudahnya sinar matahari masuk kedalam tiap sudut ruangan rumah.
"Besok antar Ibu beli perabotan rumah," ucap sang Mama menepuk halus pundak sang menantu.
"Biar Lia dan Adrian saja Mah, jangan merepotkan," Jawa Lia tersipu malu.
"Tidak kok, tidak merepotkan. Mama belum memberikan kado pernikahan buat anak kesayangan Mama, jadi Mama berinisiatif hadiah yang akan diberikan sama Mama yaitu seperangkat isi perabotan rumah," ucap sang Mama dengan memeluk sang menantu begitu erat.
Nampak terlihat selain dia dimanjakan oleh sang suami dia pun dimanjakan oleh kedua mertuanya, genangan air mata yang tengah berada di kelopak matanya akhirnya berhamburan keluar menghiasi hamparan pipi Lia.
________
"Aku senang Mah, karena sebelumnya aku tidak mendapatkan perlakuan yang spesial dari matan Ibu mertuaku dulu. Tapi Mama begitu sangat peduli dan ikhlas memberikan limpahan kasih sayang kepada Lia," ucapnya lirih. Sang Mama mertua nampak mengelap tetesan air mata Lia dengan tisu oleh tangan mertuanya yang lembut.
"Sabar Lia, Mama sayang sama kamu. Sudah kamu jangan ingat masa lalu kamu dulu yang terpenting sekarang kamu punya Mama dan Adrian yang selalu melindung dan sayang sama kamu," sang Mama mertua pun nampak matanya berkaca-kaca dan kembali menyemangati menantunya itu.
________
"Gimana Lia, kamu suka dengan rumahnya!?" tanya Papa Steven tiba-tiba datang dari arah halaman belakang.
"Ya, Pah, Lia sangat suka," ucapnya dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Alhamdulillah kalau begitu," jawab sang Papa, sambil matanya kembali berselancar ke tiap sudut ruangan.
"Pah, antar Mama dan Lia ke Mall mau belanja, biar Papa antar kita saja setelah itu Papa boleh pulang biar tidak lama menunggu, biar kita pulang pake Taksi saja atau di jemput Adrian," ucap sang Mama merengek seperti anak kecil.
__ADS_1
Sang Papa hanya tertawa terkekeh karena dia sudah tidak heran dengan sifat sang istri yang selalu belanja dan merengek seperti anak kecil.
"Mama penasaran kalau tidak belanja dan makan diluar untuk menghabiskan uang," sindir sang suami dengan menahan tawa.
"Biarin Pah, yang penting Mama sehat kalau sudah sakit Mama tidak bisa belanja dan pergi makan di Restoran yang enak," sang Mama tertawa lepas.
Lia pun nampak tersenyum dan tertawa tipis saat sang mertua lelaki menyindir Mama Silvi yang terlihat manja
_________
Mereka pun akhirnya keluar dari rumah tersebut nampak dari raut muka Lia dihinggapi rasa gembira karena kini rumah tersebut yang sangat di sayangi oleh sang anak kembali lagi menjadi miliknya.
Nampak di dalam mobil sang Mama menceritakan sifat dari sang anak yang manja tapi dewasa.
"Lia, Adrian itu anak manja tapi dia anak yang dewasa dan mandiri, gigih dalam bekerja. Kalau sifat gigih dalam bekerjanya tidak bisa dipungkiri itu sifat yang di turunkan dari Papanya," ucap sang Mama.
'Kalau manjanya? Pasti dari Mamanya!" sindir Papa Steven melirik sang istri.
Mama Silvi pun nampak tersipu malu dan sejenak terdiam dengan memandangi lalu lalang di jalanan yang nampak ramai.
"Ternyata aku salah menilai kedua orang tuanya Adrian, kupikir kedua orang tuanya Adrian tidak lembut dan tidak ramah, tapi semua diluar prediksi ternyata mereka begitu perhatian dan harmonis aku sangat senang berada di antara keluarga ini," gumam hati Lia.
________
Tiba di Mall.
Sang Papa nampak memberhentikan mobilnya di parkiran depan Mall, Mama Silvi beserta Lia pun nampak keluar dari dalam mobil dan nampak sang Mama melambaikan tangannya kepada sang suami karena sang suami pamit pulang.
"Lia, terserah kamu mau membeli apa yang kamu mau, dan kamu jangan mengeluarkan uang seperak-pun karena yang akan membayar itu semua adalah Mama," ucap sang Mama ketika berjalan menyusuri Mall.
_______
Nampak di dalam Mall tersebut ada rumah makan dan terlihat seorang wanita yang kedua bola matanya lekat menatap ke arah Lia. Wanita tersebut nampak gugup dan dengan cepat dia menutup mukanya dengan memakai masker.
__ADS_1
"Itu kan istrinya Rian, apa kabarmu Rian!? Aku masih mengharapkan cintamu. Terakhir aku dengar kabar kamu sudah bercerai dengan Istrimu dan sekarang kamu tengah dekat dengan sahabat istrimu yang bernama Desy! Sungguh wanita itu bisa menaklukkan hatimu Rian, padahal istrimu nampak jauh lebih cantik dari Desy. Sekarang giliran aku untuk merebut cintanya Rian dari si Desy yang licik!" ucap wanita yang dulu pernah sekantor dengan Rian yaitu Citra.
Bersambung ..