
"Lia sengaja atau ingin dilihat seksi, oleh kedua lelaki yang berusaha mendekati dirinya. Dengan memakai baju yang memperlihatkan lekukan tubuhnya!?" gumam hati mantan suaminya itu.
Pikiran Rian seakan tidak karuan, Lia kemudian berjalan ke arah Adrian yang sedang duduk di kursi tamu, dan jarak duduk Rian dan Adrian tidak berdekatan tapi agak berjauhan.
Lia pun nampak melewati Rian ketika kakinya menyeret ke arah Adrian, bau wangi parfum yang di pakai oleh Lia, sepertinya Rian sudah tidak aneh lagi, dan bayangan Rian pun teringat masa lalu saat dia bersama dengan sang istri.
Dahulu Rian senang berlama-lama bergelayut manja jika sang istri setelah mandi dengan rambut basahnya, dan memakai wangi parfum tersebut. Yang tingkat wanginya menyeruak seakan meluruhkan rasa nyaman terhadap sang penikmatnya.
______
"Mas,,,sudah lama!?" Lia menarik lembut punggung tangan Adrian dan menciumnya dengan lembut, kemudian Lia duduk di dekat Adrian dengan wangi parfumnya yang sangat terhirup oleh Adrian. Wangi parfum yang di pakai Lia mampu membuat Adrian seakan ikut merasakan aromanya yang menyegarkan.
Entah Mengapa Adrian nampak ketika posisi duduknya sangat berdekatan dengan Lia, apalagi disana nampak keberadaan sang mantan suami dari Lia yaitu Rian. Adrian pun terlihat canggung saat ngobrol dengan Lia karena Rian sedang memperhatikannya.
______
"Baru saja kok, enggak terlalu lama aku menunggu," ucapnya dengan mencoba menenangkan debaran dadanya yang mulai tidak beraturan. Dalam hati Adrian berpikir, mengapa Lia seperti terlihat agresif?
Mungkinkah karena dia ingin buat cemburu sang mantan suami atau memang dia sudah membuka diri sepenuhnya terhadap dirinya, sehingga rasa sayang dan rindu menghinggapi diri Lia. Pikirannya berselancar seakan penuh tanya di hatinya itu.
____
"Anakku kan mau pergi ke rumah Neneknya, bagaimana kalau kita jalan makan malam, sambil menikmati indahnya kota Bandung,"
ucapnya tersenyum renyah dengan merapikan helaian rambutnya yang tertiup kipas angin yang tengah menyala di ruangan tersebut. Begitu terlihat jenjang lehernya yang putih mulus tersebut.
______
Glekk...
Adrian hanya menelan ludah tatkala wanita yang tengah berada didekatnya itu menyibakkan kembali rambut basahnya.
Pun nampak terlihat ketika bibirnya dia tarik ke dalam lalu membasahinya dengan lidahnya kemudian dia buka bibirnya kembali dengan merekah.
Adrian pun lelaki normal jika melihat wanita yang nampak menampakkan keseksiannya hasrat lelakinya seakan tidak karuan. Adrian menghela napas secara perlahan seakan mencoba mengatur deru napasnya kembali.
"Mengapa aku salah tingkah dibuatnya, dan begitu gugup." gumam hati Adrian.
Karena Lia yang dia kenal dulu adalah lugu, dan Adrian baru menyadari ternyata Lia sosok wanita yang pandai menggoda hati lelaki. Meskipun menurut Lia itu hal yang lumrah dan dia tidak sedikitpun untuk mencoba menggoda kedua lelaki itu.
Apa mungkin karena Adrian baru melihat sosok wanita yang dulu pernah dikaguminya hingga sekarang memakai baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya jadi rasa Adrian tidak karuan di tambah dengan disana ada sang mantan dari wanita itu.
______
Mungkin dalam benak Lia berpikir karena Rian sudah berpaling darinya dan berselingkuh, juga Adrian yang akan di jodohkan oleh Papanya. Lia pun berpikir (Aku juga wanita yang cantik, seksi dan bisa meluluhkan hati kalian!) intinya hati Lia sedang tidak karuan. Dia seakan ingin memperlihatkan aku sebagai wanita bisa juga untuk membuat para lelaki lebih menarik hati dua orang yang tengah berada dihadapannya.
______
Degh...
Entah mengapa hati Rian atau sang mantan suami tidak karuan ketika sang mantan istri mengajak Adrian makan malam.
__ADS_1
muka Rian berubah menampakkan sifat kesal dan rasanya ingin Rian menghalangi rencana dari Lia tapi itu tidak mungkin dia lakukan karena Lia bukan lagi istrinya.
Dari ujung ekor mata Lia terlihat sang mantan suami salah tingkah dan mukanya seketika merah padam karena dihinggapi rasa cemburu setelah mendengar Lia mengajak Adrian untuk pergi. Hal ini menjadi kesempatan bagi hati Lia yang masih dihinggapi rasa kesal kepada sang mantan suami tersebut.
Kemudian Frisilia Mehendra menggenggam erat jemari Adrian. "Mas, jangan gugup dong, gimana mau kan kita malam ini pergi. Aku senang kalau kamu tidak menolaknya," ucapnya dengan tersenyum renyah dengan bibir yang merekah dengan warna merahnya.
"Bo,, boleh," jawabnya dengan senyuman yang tidak berani memandang Lia yang sedang menggodanya.
_____
"Lia, tolong hentikan genggaman erat jemari tanganmu, aku sangat gugup!" gumam hati Adrian, tangannya agak sedikit basah mungkin karena dihinggapi rasa grogi.
_____
"Mama,, lihat Cantika sudah cantik belum!?" tiba-tiba sang anak datang dari arah dalam kamarnya.
Anak tersebut terlihat cantik sama mukanya seperti sang Mama.
"Sayang,,,kamu cantik sekali, sini Nak, Mama cium pasti wangi," ucap sang Mama.
_____
Rian pun kembali teringat masa lalunya, dahulu jika sang anak dan istrinya setelah selesai mandi dengan rambut basahnya, Rian selalu memeluk dan menciumnya.
"Papa, nakal kalau lihat Mama dengan rambut basah selalu menggoda untuk ke dalam kamar," kata-kata dari Lia tersebut terasa kian jelas menerobos kuping Rian.
"Argh,,,.kenapa aku tidak bisa move-on dari kedua wanita yang kini tengah ada di hadapanku apalagi, Lia dia yang sampai saat ini selalu buat aku cemburu." gumam hatinya.
____
"Mama jadi pulangnya larut malam sama Om!?" tanya sang anak tersenyum manis.
"Kan jalanan Bandung kalau malam minggu biasa macet Sayang, banyak orang luar kota yang datang," jawab Lia kembali.
"Jadi Adrian sekarang sudah jadi pacar Mama dong, karena Mama malam mingguan sama Om Adrian," sindir sang anak terdengar polos.
"Iya, Sayang, gimana kalau Om Adrian jadi pacar Mama kalau menurut kamu cocok tidak!?" tanya sang Mama dengan ekor matanya mengarah ke Rian dan nampak di sana Rian sama mantan suami matanya melotot.
Terlihat oleh ujung mata Lia Rian sang mantan suami kembali dihinggapi rasa cemburu duduknya salah tingkah dan raut mukanya menampakkan rasa emosi.
_____
"Om Adrian, kelihatannya baik, hehehehe,," jawab sang anak menatap Adrian yang terlihat tersipu malu dan menundukkan pandangannya.
"Ayo, Nak, kita pergi sekarang, nanti Papa kenalin kamu ke teman Papa juga. Tantenya cantik dan baik juga," ucap Adrian mencoba buat suasana panas dan mungkin dengan.dia bicara seperti itu Lia juga cemburu.
Sontak Lia dan Cantika menoleh ke arah Rian.
"Enggak mau ketemu sama Tante Desy! pasti Tante yang dimaksud Papa adalah Tante Desy kan!?" tanya sang anak dengan pandangan sinis kepada Rian sang Papa.
"Bukan, Sayang, Ayo,,Nenek dan Tante teman Papa sudah nunggu di rumah barusan Nenek kasih kabar," ucap Rian pura-pura melihat ponselnya tersebut seakan-akan Ibu Viona memberikan kabar lewat pesan.
__ADS_1
"Rian,,,Rian, aku tahu kamu sedang berbohong, agar aku cemburu kan!? Otakmu dari dulu selalu mencoba membohongiku!" gumam hati Lia dia pun mendelik.
____
Cantika pun akhirnya berpamitan kepada Lia dan Adrian sementara Rian melengos begitu saja tanpa pamit kepada Lia dan Adrian.
Suara mobil Rian pun nampak terdengar keluar oleh Lia dan Rian.
"Hahaha,,," Lia tertawa terbahak.
Adrian dihinggapi rasa heran terhadap Lia.
"Kenapa Lia!?" tanya Adrian.
"Aku tadi sedang berakting Mas, aku kesal dan aku senagaja buat dia cemburu.
"Aku pun merasakan hal itu, kenapa kamu tidak seperti biasanya," ucap Adrian.
Adrian hanya tertawa terkekeh.
"Gimana Mas, lancar dengan Bu Dokter!?" sindir Lia kepada Adrian. Lia pun seakan pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
"Nah sebenarnya itu yang akan ceritakan sama kamu Lia," jawab Adrian.
"Maksud kamu apa Mas!?" Lia dihinggapi rasa penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Adrian.
____
Adrian pun menceritakan semuanya apa yang sudah terjadi dimulai dengan rasa khawatir dia terhadap Lia karena ponselnya tidak aktif. Kemudian Adrian pun menceritakan pertemuannya kembali dengan Zahira, lalu dia menolak perjodohan antara dirinya dan Zahira. Sontak Lia terkejut tatkala mendengar semua cerita dari Adrian.
"Mas,,,mengapa kamu menolak Zahira!? Semalam aku sudah berpikir, kamu terima saja perjodohan yang dilakukan oleh Papamu. Aku yakin Zahira wanita yang baik, pintar dan tentunya sangat sayang kepadamu terlihat olehku Mas, dari tatapannya ketika dia menatap kamu," ucap Lia menatap lekat ke arah Adrian.
"Kamu ngomong apa sih Lia! Aku kan hanya cinta sama kamu. Kenapa kamu yang jadi sibuk urusin perjodohan aku dengan Zahira," ucap Adrian terlihat kecewa saat Lia berucap seperti itu seakan-akan Lia tidak mencintainya.
Bukannya Lia sudah membuka hati untuknya dan sekarang mengapa berubah? beribu pertanyaan muncul di benak hati Adrian.
"Aku tidak pantas Mas,,,! Aku sudah mempunyai anak kalau Zahira dia lajang, cantik, pintar dan punya jabatan. Kamu pantas mendapatkannya, lagian kan Papamu lebih setuju kalau kamu menikah dengan dia," ucap Lia menghela napas panjang, Lia pun seakan menenangkan pikirannya.
Kemudian Lia memegang jemari tangan Adrian begitu erat, tapi Adrian seakan tidak bisa dibohongi dengan keadaan tersebut karena terlihat dari binar mata Lia seakan berbohong, Lia seakan kecewa dan dihinggapi rasa sedih yang teramat dalam.
_____
"Aku tidak mau mengecewakan Lia dan melihat kembali Lia bersedih untuk kedua kalinya karena patah hati." gumam hati Adrian.
Adrian berpikir dalam hatinya dia tidak mau menyakiti hati Lia karena baru saja Lia sudah mengalami patah hati oleh mantan suami.
"Aku rela Mas, melepaskan kamu demi wanita pilihan Papamu," ucapnya.
Nampak terlihat genangan air di pelupuk mata Lia, matanya terlihat sendu. Dia coba tahan agar tidak menetes karena dia tidak mau Adrian dihinggapi rasa khawatir dan Lia pun tidak mau di anggap wanita cengeng.
"Aku sangat sayang sama kamu Lia," ucap Adrian begitu tulus dia berucap.
__ADS_1
Lia seakan tidak kuasa ketika Rian berucap Seperti itu. Terasa luluh lantak hatinya akhirnya tumpah juga air mata yang Lia tahan untuk tidak keluar. Nampak terlihat sekarang di hamparan pipinya penuh dengan air mata kesedihan.
Bersambung...