
Pesta pernikahan Lia cukup meriah rekan bisnis dari sang Papa dan Adrian pun nampak datang juga. Tamu dari Ibu dan Bapaknya Lia juga nampak hadir.
Terlihat Tante Bela pun datang teman dari Tante Restu dan dia pun mengucapkan kata selamat menempuh hidup baru kepada sang pengantin.
Nampak Tante Bela mengambil beberapa foto dan video di momen tersebut dan sengaja dia kirim kepada Desy tapi nampak ponsel Desy tidak aktif masih ceklis 1.
_____
"Cantik sekali keponakanmu itu!?" ucap Tante Bela kepada Tante Restu menatap lekat dari arah jauh sambil menikmati makanan yang tersaji.
"Iya, memang pada dasarnya dia cantik. Apalagi setelah di dandanin jadi tambah cantik, seperti Tantenya," bisik Tante Restu tersipu malu.
Tante Bela menatap Tante Restu dan memundurkan kepalanya lalu berucap.
"Iya sih, kalau lihat dari jauh!" ejeknya sambil tertawa terkekeh.
Tante Shila pun datang menghampiri keduanya dan bersalaman.
"Aku gak nyangka calonnya Lia adalah keponakanmu Sil," ucap Tante Bela.
"Memang dunia sempit ya, hehehe,," sambung Tante Restu.
Mereka pun nampak membicarakan bisnis mereka disertai canda tawa, nampak suasana semakin ramai dan sebagian tamu undangan pulang setelah menikmati acara makan.
_______
Begitupun dengan Papa Yosi dan Tante Dini mereka pamit pulang dan tidak lupa mereka pun memotret momen tersebut. Di foto dengan kedua pengantin.
Tante Dini masih di gandeng oleh Papa Yosi menuju mobil karena Papa Yosi berpikir keadaan sang istri muda masih belum sehat betul.
Tiba di dalam mobil nampaknya sang suami sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang tadi di ucapkan oleh sang istri mengenai masalah dirinya yang di suruh rujuk dengan istri tuanya. Namun niat tersebut seakan di urungkan karena sang istri dengan asik membicarakan masalah kondisi kesehatan badannya.
"Sebaiknya nanti di rumah saja," gumam hati sang suami ketika ingin membicarakan masalah serius ini.
________
Nampak setelah sembuh dari sakit depresinya Tante Dini terlihat banyak diam tidak seperti dulu ceria, dia pun merasa kurang percaya diri dengan kondisi badannya yang terlihat kurus. Tante Dini pun seakan pasrah dengan keadaan hidupnya dia tidak terlalu ingin memiliki yang bukan haknya.
__ADS_1
Dulu dia dengan bersikukuh ingin merebut sang suami dari istri.tuanya kini dia lebih pasrah. Mungkin waktu dan kejadian yang pahit setelah dia melakukan terapi karena depresi akan mendewasakan seseorang atau bisa merubah semuanya.
"Aku harus tobat di sisa umurku aku tidak tahu besok lusa akan meninggal," gumam hatinya. Kecemasan itu muncul dalam diri Tante Dini. Beberapa obat penenang dan obat tidur pun masih dia makan.
_______'
Tiba di rumah.
Mobil pun akhirnya tiba di rumah dan tidak lupa Tante Dini mengkonsumsi obat tapi kali ini obat yang dia minum tidak sebanyak waktu pertama kali dia mengalami depresi. Ada beberapa obat yang harus dia telan sekarang tapi dosis minumnya di kurangi.
"Mah, kamu mau istirahat tidur?" tanya sang suami karena kondisi keadaannya terlihat capek dan ini pertama kali Tante Dini keluar rumah dengan melihat kembali kerumunan orang setelah mengalami sakit depresi.
Sang suami pun seakan takut jika dipusat keramaian sang istri akan berontak tapi semua itu tidak sesuai dengan ekspektasi, sang istri ternyata baik-baik saja.
"Aku mau sholat dulu setelah itu aku ingin bicara serius dengan kamu!" Tante Dini pun berlalu dari hadapan sang suami.
Degh ...
Sang suami pun berpikir dalam hatinya mungkin dia akan membicarakan masalah istri tuanya yang tadi sempat tertunda.
________
Terdengar suara tangisan di dalam kamar dan sang suami pun dihinggapi rasa penasaran kemudian dia menyeret langkah kakinya menuju kamarnya dan dia mengintip dari arah jendela luar kamar kebetulan gordennya tidak tertutup rapi jadi nampak terlihat dari luar kegiatan orang yang berada di dalam kamar.
Nampak sang istri dengan masih memakai mukena menangis sambil menengadahkan tangannya. Terlihat dia begitu sedih dan sayup-sayup terdengar dia berucap meminta petunjuk untuk masalah yang tengah dihadapinya. Nampak sang suami pun dihinggapi rasa heran dengan perubahan yang terjadi kepada sang istri.
_________
Papa Yosi kembali duduk di sofa dia mengingat masa lalu yang rumah tangganya selalu terjadi percekcokan dengan istri tuanya karena sang istri egois dan cerewet dan dia pun seperti mendapatkan kedamaian tatkala menikah dengan Tante Dini seakan dia menemukan sosok istri yang sesungguhnya di dalam diri wanita tersebut.
Ceklek...
Pintu kamar pun nampak dibuka oleh sang istri nampaknya dia sudah selesai melakukan sholat dan terlihat matanya masih sembab.
"Mah,,,kamu tidak apa-apa?" tanya sang suami menatap sang istri dengan mata sembabnya setelah sang istri duduk dekat dengannya.
Tante Dini menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak Pah, aku tidak apa-apa, aku hanya ingin minta maaf kepada kamu," ucapnya lirih.
"Minta maaf untuk apa Mah?" tanya sang suami. Dia pun seperti menyadari bahwa selama ini Dini menjadi istri keduanya dan mungkin hal itu yang akan dia bicarakan.
"Aku bersalah sudah merebut yang bukan hak aku dengan cara merebut Viona darimu" ucapnya lirih.
________
Sang suami nampak menghela napas panjang dan menggenggam erat jemari tangan sang istri.
"Kamu tidak salah Mah, aku yang salah dan aku tidak mau kamu menyalahkan diri kamu terus. Dulu aku yang memaksa kamu agar kita cepat menikah meskipun dulu kamu juga menginginkan pernikahan denganku dan kamu sempat menolaknya. Tapi saat itu aku tidak ada kenyamanan dalam rumah dengan Viona dan dia selalu marah tidak jelas," ucapnya kembali mengenang masa lalu.
"Pah, bawa aku bertemu dengan Viona!" ucapnya tegas dan terlihat bulir putih kembali lolos diujung matanya setelah tadi sehabis sholat dia hapus.
_______'
Degh...
"Maksud kamu apa Mah?" tanya sama suami terlihat dihinggapi rasa terkejut karena istri mudanya itu ingin bertemu dengan istri tuanya atau Viona.
"Aku ingin mengembalikan kamu kepada dia!" jawabnya dengan sorot mata tajam dan genangan air mata nampak terlihat di pelupuk matanya.
"Tidak Mah, kamu jangan ngaco!" ucap sang suami. Dia tidak mau mempertemukan kedua istrinya karena kondisi keadaan yang sebenarnya hanya dia lah yang tahu. Sifat dari masing-masing kedua istrinya. Istri tuanya yang cerewet dan egois sedangkan istri mudanya yang terlihat dewasa.
"Aku lebih baik mundur dari pada dihantui rasa bersalah. Mungkin sudah terlambat jika aku berucap sekarang? Tapi bagiku semua tidak ada yang terlambat sebelum aku dipanggil oleh Allah dengan sisa umurku," sambungnya kembali dengan derai air mata yang terhampar di pipinya.
"Mah, kamu jangan bicara seperti itu," sontak sang suami matanya berkaca-kaca.
"Pah, di balik kata maaf ada janji yang terucap dan tidak akan mengulanginya kembali. Aku janji tidak akan mengusik kehidupan kamu lagi bersama Viona dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kehidupan aku selanjutnya untuk mengganggu rumah tangga orang lain," ucapnya kembali.
"Tidak, aku tidak mau. Aku tidak nyaman dengan Viona," nampak Papa Yosi seakan takut kehilangan sang istri mudanya itu.
________
Tante Dini pun menghela napas panjang. Dia juga teringat apa yang pernah di ucapkan oleh Lia ketika dulu. Lia pun lebih nyaman dengan Tante Dini dari pada Ibu mertuanya dengan alasan Bu Viona selalu marah tidak jelas dan selalu menyudutkan dirinya sebagai menantu sementara Tante Dini pribadi yang dewasa dan baik.
"Mungkin saat ini kamu belum siap membawa aku untuk bertemu dengan Viona karena kondisi kita berdua sedang sakit tapi setelah kondisi Viona pulih aku ingin di pertemukan dengannya untuk meminta maaf dan menyerahkan kamu kembali kepada dia," ucapnya.
__ADS_1
Papanya Rian jantungnya terasa di remas tatkala istri mudanya berucap seperti itu.
Bersambung...