Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab 204 Sang Anak Kembali Kecewa


__ADS_3

Tok...


Tok..


Tok...


Pintu di ketuk beberapa kali oleh Tante Restu karena sudah satu jam nampak Cantika belum keluar dari dalam kamar.


"Nak, ayo, kita makan," ajak Tante Restu secara halus ketika berkata. Dia pun tidak mau kalau sang anak merasa tidak nyaman karena kedatangan Mama dan Neneknya.


"Ayo, Nak, kamu tidak perlu pulang enggak apa-apa kok, kan masih libur sekolah biarkan saja kamu menginap disini dulu dan Tante tidak akan kemana-mana kok, akan menemani kamu di rumah ini," bujukan sang Tante seakan ingin meluluhkan hati sang anak agar membuka pintu.


______


Ceklek...


Akhirnya pintu pun terbuka dengan lebar oleh Cantika dan nampak anak tersebut pandangan matanya mengarah ke ruang tamu dimana sang Mama dan Neneknya berada disana sedang berkumpul. Dan terlihat mereka sedang bicara serius. Mungkin tengah membicarakan Cantika yang akan mereka ajak pulang.


"Kirain Mama sudah pulang," ucap sang anak kepada Tante Restu dan sepertinya dia tidak suka dengan sang Mama yang belum juga pulang. Entah mengapa hati Cantika seakan sudah kesal.


"Ayo, kita makan dulu sama Mama dan Nenek," ajak Tante Restu kepada sang anak. Dengan berpikir lama akhirnya Cantika pun menganggukkan kepalanya pertanda dia mau di ajak untuk kumpul makan bersama keluarga.


______


Di meja makan.


Nampak Cantika seakan enggan untuk makan, sang Mama pun seakan memaksa sang anak tersebut untuk makan. Begitupun dengan sang Nenek terlihat membujuk sang cucu untuk makan. Cantika terlihat hanya mengaduk-aduk makanan tersebut tanpa mau memakannya.


"Makan yang benar Nak, nanti minggu depan kita pergi ke Bali karena Mama kamu mau ada acara kesana. Acaranya 2 minggu, tapi kita nanti cuma 3 hari saja disana dan kamu nanti bareng Nenek pulangnya," ucap sang Nenek mencoba membujuk hati sang anak.


Terlihat sang anak diam seakan tidak ada lagi kata yang bisa di ucapkan selain rasa sesak karena ketika mendengar dia mau di ajak liburan memang senang, tapi akhirnya yang di ucapkan oleh sang Nenek ternyata sang Mama masih sibuk dengan keberadaan dia 2 minggu disana.


"Enggak! Aku enggak mau ikut, percuma liburan juga kesana dan pada akhirnya Mama masih sibuk berada disana 2 minggu," ucap Cantika dengan pandangan mendelik dan tersenyum sinis.

__ADS_1


_______


DEGH...


Sontak tatkala mendengar semua yang di ucapkan oleh sang anak membuat semua yang berada di meja makan terhenyak. Begitupun dengan sang Papa sambung Adrian. Sosok Papa sambung pun yang seakan tidak banyak kata merasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang anak dan biasanya Cantika anak penurut dan tidak membantah semua ucapan dari Mama ataupun Neneknya sendiri.


Nampak terlihat sang Nenek mengelus pundak sang cucu dengan lembut namun Cantika seakan menghindar. Sang Nenek pun melirik ke arah sang adik yaitu Restu, dia seakan menyalahkan karena Cantika sifatnya berubah. Anak yang lembut dan pendiam itu sekarang menjadi anak yang terlihat bersifat melawan kepada sang Nenek dan Mamanya.


Sementara Tante Restu hanya mengangkat bahunya dan mengernyitkan dahinya pertanda bahwa dia tidak tahu dengan perubahan Cantika yang seakan melawan.


Tante Restu nampak menghela napas panjang kemudian dia pun berucap.


•••


"Jadi Cantika maunya gimana!?" tanya Tante Restu seakan menyindir Lia dan ini mungkin kesempatan bagi sang anak untuk mengungkapkan keluh kesahnya.


"Cantika pengennya Mama ada di rumah menemani Cantika setiap saat. Cantika merasa kesepian," ucap sang anak tersebut dengan suara terbata-bata dan sesak.


Nampak sang anak seakan ada keberanian untuk berbicara seperti itu padahal selama ini dia pendam jika mau mengungkapkan keluh kesahnya kepada sang Mama. Mungkin sudah terlalu lama juga kegundahan ini dia pendam.


______


Ting...


Tiba-tiba bunyi pesan berbunyi di ponselnya milik Lia dan nampak Lia terlihat gusar kemudian dia memperlihatkan isi pesan tersebut kepada Adrian. Terlihat juga sang suami seperti dihinggapi rasa serba salah karena bunyi pesan tersebut nampak dari relasi bisnisnya yang mengabarkan bahwa, Lia dan Adrian harus segera menemuinya di sebuah Restoran karena akan ada tamu dari luar kota untuk membicarakan masalah bisnisnya.


"Bu, kayaknya Lia bersama Adrian harus segera pergi karena rekan bisnis barusan memberikan kabar," bisik Lia ke telinga sang Ibu dengan pandangan masih terlihat fokus ke arah ponselnya.


Terlihat sang Ibu pun dihinggapi rasa gusar karena jika Lia pergi padahal keadaan sedang membahas masalah Cantika yang merasa kesepian dan ingin diberi kenyamanan oleh sang Mama, mungkin sang anak akan tambah kecewa. Tapi dilain sisi Lia sudah janji jauh hari mau bertemu dengan relasi bisnisnya, dan relasi bisnisnya baru menyambutnya hari ini untuk bertemu dan ini adalah bisnis besar yang dinantikan Lia dan Adrian.


____


"Sudah kamu pergi saja enggak apa-apa kok kalau masalah anakmu, serahkan saja sama Ibu. Dari pada di batalkan bisnismu nanti suami kamu kecewa dan relasi bisnis kamu juga merasa di permainkan," ucap sang Ibu memberikan solusi kepada sang anak.

__ADS_1


Lia nampak membuang napas kasar, kemudian dia menatap lekat ke arah sang anak. Dia pun seakan tidak tega untuk berbicara karena takut sang anak kecewa, kesal, dan menyimpan rasa marah jika Lia sekarang juga harus meninggalkan tempat itu dimana mereka sedang membicarakan masalah tentang Lia yang tidak ada waktu untuk anaknya sementara ini Lia harus kembali pergi.


•••


"Sayang, barusan Mama ada pesan masuk dari relasi bisnis Mama yang mengatakan bahwa Mama dan Papa sedang ditunggu di Restoran karena mau membicarakan bisnis Mama yang tertunda jadi,,," ucap Lia menggantung dan membuang napas kasar seakan tidak tega untuk kembali melanjutkan ucapannya itu.


"Jadi kamu mau meninggalkan anak kamu lagi, begitu Lia!?" sang Tante langsung menyambar omongan seakan penuh kesal dari raut sang Tante ketika mendengar kabar tersebut dari Lia.


"Maafkan Tan, bisnis kita ini sudah tertunda beberapa bulan karena teman relasi bisnis yang akan kita temui sekarang sibuk dan sekarang beliau sudah ada menunggu kita di Restoran jadi inilah saat yang tepat untuk kita bisa bertemu dengannya," ucap Adrian.


Sang suami mencoba menjelaskan kepada sang Tante karena nampak terlihat oleh sang suami jika sang istri yang menjelaskan seakan tidak bisa dan takut menyakiti hati sang anak dan salah paham.


"Terserah kalian, Cantika sudah makannya Nak!?" Tante Restu seakan tidak peduli dengan apa yang di ucapkan oleh Lia dan suaminya itu. Dia malah matanya lekat ke arah sang anak yang sedang diam seakan sang anak pun malas untuk menanggapi itu semua.


______


Sang anak menganggukkan kepalanya.


"Tan, katanya mau pergi ke rumah Nenek Viona!" ucap sang anak kepada Tante Restu.


Sontak Ibunya Lia dan Lia terkejut dengan ajakan sang anak ke rumah Neneknya dan begitu di sambut hangat oleh Tante Restu.


"Iya, Sayang, sebentar lagi ya," jawab Tante Restu. Hal tersebut mengakibatkan rasa kesal menghinggapi dalam diri sang Nenek dan sang Nenek pun menduga mungkin Cantika ingin menengok Rian, Papanya yang sedang sakit karena hari ini Rian tidak masuk kerja yang memberikan pesan lewat ponsel jadulnya.


______


Beberapa menit kemudian.


"Ayo, Mah, kita sudah ditunggu." Adrian memperlihatkan pesan yang masuk. Nampaknya relasi bisnisnya itu memberikan pesan juga kepada Adrian. Mungkin karena relasi bisnis itu memberikan kabar kepada Lia tidak ada jawaban jadi dia memberikan kabar kepada Adrian sang suami.


Dengan berat hati Lia pun berpamitan kepada sang anak dan nampak ketika Cantika mau dibawa pulang oleh Neneknya dia tidak mau.


"Sudah enggak apa-apa biar dia tinggal disini saja jarak sekolah dia kan dekat kalau dari rumah aku," ucap sang Tante. Kemudian sang anak memeluk tubuh Tante Restu dan tersenyum.

__ADS_1


Nampak sang Nenek pun dalam hatinya berpikir bahwa saat ini Cantika tengah nyaman ketika berada disisi Tante Restu.


Bersambung...


__ADS_2