
Desy pun nampak datang ke rumah Rian menemui Bu Viona, dan mereka akan jalan-jalan pergi keluar untuk acara makan di sebuah Restoran.
Terlihat di dalam mobil mereka begitu akrab, apalagi Desy hatinya mungkin sedang berbunga-bunga karena dia akhir-akhir ini bisa dekat dengan Ibunya Rian.
"Pasti Ibu senang dan ketagihan kalau datang ke Restoran yang akan Desy ajak karena tempatnya strategis, dan juga banyak pepohonan hijau. Menunya pun sangat beraneka ragam dan kayaknya tidak ada di Restoran lain." ucap Desy tatkala mempromosikan Restoran tempat favoritnya itu yang sering dia kunjungi.
"Ibu jadi penasaran dengan tempatnya itu Nak!" jawab Bu Viona pandangannya masih tetap fokus berselancar ke arah jalan. Sementara Desy tengah fokus mengemudikan mobilnya tersebut.
"Des, semoga kamu cepat punya momongan ya, nanti setelah menikah dengan Rian," ucap Bu Viona.
Desy pun terlihat tersenyum licik.
"Tunggu tanggal mainnya sebelum menikah pun aku pasti akan hamil jadi Rian akan cepat menikahi aku," gumam hati Desy.
"Ibu kalau mau bertemu dengan Cantika, anaknya Rian susah banget. Mesti ada izin dari si Lia! Kadang ibu kesal padahal Ibu berharap dengan adanya Cantika, Ibu jadi ada teman ngobrol di rumah. Kamu tahu sendiri kan, anaknya Rian itu anaknya pintar jadi kalau ngobrol dengan dia Ibu betah berlama-lama." Ibu Viona seakan mengingat cucunya tersebut.
_______
Nampak Desy cemberut.
"Kenapa sih, Ibunya Rian membanggakan anaknya si Lia di depanku. Padahal aku enggak suka! Buat kuping aku panas saja." gumam hati Desy.
Dia pun berpikir jika nanti dia sudah mempunyai anak dari Rian mungkin Cantika akan dihempaskan oleh Bu Viona karena kehadiran cucu baru dari Desy.
"Bu, sabar nanti kan Desy bisa kasih Ibu cucu dari Rian. Pasti anaknya cantik kalau wanita kayak aku. Pokoknya cantiknya melebihi anaknya Lia!" ucap Desy, dia begitu percaya diri dengan keadaan kondisi fisiknya.
"Pastinya dong Sayang, anakmu akan cantik," bela Bu Viona seakan tidak mau menyinggung perasaan Desy.
_____
Tiba di sebuah Restoran.
"Des, tempatnya luas sekali ya," decak kagum nampak terlihat dari raut muka Ibu Viona.
"Iya, Bu, tempatnya enak kan luas. Desy ada niat jika menikah nanti dengan Rian ingin di adakan disini," ucap Desy matanya berselancar di keliling tempat tersebut.
Ting ..
Tiba-tiba sebuah pesan muncul dari Rian, dan dia menanyakan kepada Desy. Ada apa Desy menelepon dia tadi siang?
Desy pun dengan cepat menelepon Rian melalui panggilan Video call WhatsApp.
__ADS_1
Setelah di angkat oleh Rian, nampak Rian tersenyum tipis. Desy pun nampak terlihat wajahnya sumringah tatkala melihat wajah lelaki pujaan hatinya di layar ponselnya.
{"Mas, tebak aku sedang bersama siapa!?"} ucap Desy, dia pun mengalihkan pandangan kamera Video call tersebut kearah Ibu Viona.
{"Hai, Bu, lagi dimana!?"} tanya Rian tersenyum ramah kepada Ibunya itu.
{"Ibu lagi di Restoran, kesal tadi Ibu sama kamu Nak! Kamu orangnya ngeyel!"} ucap sang Ibu terlihat cemberut.
{"Maafkan Rian, Bu,'} jawabnya dengan pandangan menunduk.
_____
Sang Ibu pun seakan masih kesal terhadap sang anak, dia pun menyerahkan ponselnya kembali kepada Desy.
{"Ini loh Mas, Restoran tempat favorit aku dan sengaja aku mengajak Ibu ke Restoran ini untuk melihat tempatnya, dan setelah aku pikir mending kita nikah dirayakannya di sini saja Mas! Tempatnya strategis dan makanannya pun enak,"} pinta Desy kepada Rian begitu berharap.
{"Belum juga keluargaku, bertemu dengan keluargamu. Kamu aneh sudah membicarakan soal pernikahan!"} ejek Rian kepada Desy.
_______
Sontak Desy cemberut dan memalingkan mukanya dalam hatinya dihinggapi rasa kesal dan kecewa dengan ucapan Rian.
Ibu Viona pun nampak mendengar ucapan Rian yang seakan menyudutkan Desy dan nampak Desy menjadi minder dengan ejekan Rian tersebut.
Nampak Rian menggerutu.
Dalam hati Rian dihinggapi rasa kesal karena Rian tahu maksud tujuan sang Ibu ingin cepat menikahkan dia dengan Desy karena sang Ibu ingin memanasi Lia dan Ibunya Lia,
{"Yasudah, Rian! Ibu mau makan dulu sama Desy!"} sang Ibu pun nampak kesal dan menutup sambungan teleponnya.
________
Desy pun melambaikan tangannya kearah pelayan Restoran, kemudian dia memilih beberapa menu makanan setelah itu sang pelayan pun berlalu dari hadapannya.
{"Des, maafkan anak Ibu ya!? Memang ngeyel anak itu. Tapi percayalah nanti Ibu yang atur semuanya dan kamu jangan khawatir."} ucap sang Ibu.
Nampak Desy cemberut dan tidak mau bicara sedikitpun Karena dihinggapi rasa kesal dan kecewa kepada Rian setelah barusan bertatapan di sambungan video call.
{"Des, percaya sama Ibu, pasti secepatnya Rian akan menjadi milik kamu seutuhnya,"} ucap kembali Ibu Viona.
________
__ADS_1
beberapa menit kemudian sang pelayan restoran pun datang dengan membawa beberapa makanan dan minuman nampak terlihat makanan yang terjadi begitu menggugah selera makan.
"Wah, sepertinya makanannya enak," Bu Viona terlihat senang.
"Iya, Bu, silahkan di makan," jawab Desy, dia pun mencoba menampakkan senyuman walaupun seakan terpaksa.
"Makan dulu Sayang, jangan terlalu di pikirkan si Rian! Biar Ibu nanti yang nelpon dia malam," Ibu Viona terlihat merasa bersalah dengan kelakuan Rian tadi karena telah menyinggung perasaan Desy.
"Setelah makan selesai nanti aku akan bicara serius," gumam hati Desy.
_________
Setengah jam kemudian.
"Terima kasih Desy, kamu sudah membawa Ibu datang ke Restoran ini. Ibu sangat senang sekali," ucap Ibu Viona terlihat bahagia karena perutnya sudah kenyang, dengan menikmati makanan yang baru saja disajikan di Restoran tersebut.
Desy tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian dia menghela napas panjang.
"Bu, Desi mau bicara serius dengan ibu tapi,,," ucap Desi menggantung bicaranya dia seakan tidak bisa melanjutkan ucapannya tersebut.
"Tapi apa Des? Ngomong aja jujur sama Ibu jangan ada yang disembunyikan, Ibu sudah menganggap kamu sebagai anak ibu sendiri," jawab Bu Viona.
Desi menatap dekat ke arah bola mata ibunya Rian kemudian dia menggenggam erat jemari tangannya.
"Desy,,,Desy, berhubungan dengan Rian sudah melebihi batas," ucapnya gugup.
"Maksudnya? Maksud kamu apa Des!? tanya Ibu Viona seakan dihinggapi rasa penasaran dan dia tidak mengerti dengan ucapan Desy.
"Desy, sudah tidur dengan Rian, dan Desy saat melakukannya dalam keadaan subur. Desy takut hamil," pandangan menunduk dan matanya berkaca-kaca seakan ingin dikasihani oleh Bu Viona
Degh...
Bu Viona nampak terlihat terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Desy.
Dan Desy pun seakan salah tingkah dengan pengakuannya barusan takutnya Ibunya Rian marah. Tapi mungkin ini hari keberuntungan Desy, Bu Viona sedikitpun tidak marah dan seakan tidak ada rasa kesal.
"Des, jangan khawatir pasti Rian akan tanggung jawab," Bu viona memeluk Desy begitu erat.
Sontak dalam hati Desy dihinggapi rasa puas dan gembira karena akhirnya Bu Viona sudah terjerat dengan ucapannya itu.
"Rasain Rian, aku sudah bicara kepada Ibumu! Dan sekarang kamu tidak bisa berkutik lagi!" gumam hati licik Desy.
__ADS_1
Bersambung...