
Acara makan pun selesai.
Lia dan Adrian nampak kembali pulang. Tiba-tiba muncul pesan dari ponselnya Lia dari sang Ibu yang mengatakan bahwa ada Papanya Rian datang dan ingin bertemu dengan Lia.
Lia nampak tertegun dengan isi pesan tersebut Adrian pun dihinggapi rasa penasaran ketika melihat raut wajah Lia yang nampak tidak tenang.
"Sayang, kamu kenapa! Pesan dari siapa?" tanya Adrian pada Lia yang sedang asyik memegang ponselnya.
"Pesan dari Ibuku, katanya Papanya Rian sedang di rumah, Mas," ucapnya.
Nampak Lia dihinggapi rasa heran dalam benaknya berpikir. Ada apa Papanya Rian datang ke rumah.
"Mungkin mau bertemu cucunya," jawab
Adrian santai.
Lia pun terdiam mungkin benar juga apa yang di katakan oleh calon suaminya itu.
"Sudah Lia jangan banyak pikiran. Kamu sebentar lagi mau nikah jangan sampai pikiranmu ke sana kemari memikirkan sesuatu hal yang tidak penting," ucap Adrian seperti dihinggapi rasa khawatir karena Lia terlihat melamun.
_______
Tiba di rumah.
Nampak mobil Papanya Rian sudah terparkir di halaman garasi dan benar juga apa yang tadi di ucapkan oleh Adrian mungkin Papanya Rian rindu terhadap cucunya karena nampak Papanya Rian sedang duduk berdekatan dengan Cantika sang cucu dan mereka sedang tertawa lepas.
Lia mencoba mengatur napasnya dia seakan tidak mau bertemu dengan Papanya Rian. Cukup lama Lia berdiam diri di dalam mobil.
"Lia, ayo keluar kamu dengan Papanya Rian sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, dan dia juga tidak berhak mencampuri kehidupan kamu. Jika dia ingin bertemu dengan cucunya wajar," ucap Adrian dengan menepuk pundak Lia secara lembut.
Lia nampak membuang napas kasar, sebelum turun dari dalam mobil. Setelah dirasa deru napasnya cukup tenang dia pun membuka pintu mobil.
Dia berjalan dengan diikuti Adrian dari arah belakang.
________
"Mama,,!!" teriak Cantika tatkala melihat Lia, sang anak pun memeluknya.
"Lia, apa kabar!" Papa Yosi tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya. Lia pun menyambutnya walau dalam hati terasa enggan bersalaman tapi Lia pun berpikir Papa Yosi dan istri mudanya Tante Dini dulu tidak ada masalah dengannya, yang ada masalah terhadap Lia hanya Bu Viona dan Rian.
Papa Yosi dan Tante Dini justru yang membelanya. Namun sifat jelek Papa Yosi hanyalah mempunyai istri muda.
Papa Yosi melirik Adrian, dia seakan bertanya dalam hatinya, siapakah lelaki yang kini tengah bersama Lia.
"Oh, Iya, Pah, kenalin ini Adrian calon Lia dan sebentar lagi kita akan menikah," ucap Lia.
"Adrian,,,!!" ucap Adrian mengulurkan tangannya kepada Papa Yosi.
"Alhamdulillah kalau kamu sudah menemukan penggantinya Rian, semoga kalian langgeng ya," ucap Papa Yosi tersenyum ramah.
"Mah, Cantika di ajak Kakek bertemu dengan Tante Dini," ucap Cantika.
Degh...
Tiba-tiba dada Lia berdebar ketika sang anak berucap seperti itu, Papanya Rian mau mengajak Cantika bertemu dengan Tante Dini. Tidak bisa dipungkiri limpahan materi yang diberikan oleh Tante Dini begitu banyak dan Lia pun saat itu tempat mengadunya adalah Tante Dini yang selalu setia jadi pendengarnya di banding Ibu Viona.
"Nak, Tante Dini lagi sakit kamu jangan ganggu dia dulu nanti kalau sudah sembuh baru kita ke sana nengok ya?" Lia mencoba menenangkan hati sang anak.
__ADS_1
Lia pun berpikir dalam hatinya tidak mungkin anaknya bertemu dengan Tante Dini karena Tante Dini sedang mengalami depresi.
Lia melirik Adrian dan memberikan kode agar Cantika dibawa masuk dulu ke dalam rumah, karena Lia dan Adrian tahu jika di depan Cantika tidak enak kalau membahas sakit yang di derita oleh Tante Dini.
"Sayang, masuk dulu yu, Mama Lia nya mau bicara dulu sama Kakek," ucap Adrian membujuk Cantika yang sedang bergelayut manja terhadap Papa Yosi.
Cantika pun nurut dan nampak masuk ke dalam rumah bersama calon Papa sambungnya.
______
Nampak Lia menghela napas panjang.
"Pah, maaf, bukannya Tante Dini mengalami depresi?" tanya Lia secara berhati-hati takut sang mantan mertuanya itu tersinggung.
"Lia, mungkin kamu mengira Tante Dini gila!" ucap Papa Yosi terdengar seperti tersinggung.
Degh...
"Ng-nggak kok, Pah! Lia enggak berpikir kearah sana!" ucap Lia gugup.
"Kamu kan tahu awal mula dia sakit seperti apa? Pertama dia datang ke rumah ini untuk menjenguk kamu dan Cantika kemudian dia mengalami keguguran dan dia trauma dengan apa yang di alaminya," ucap Papa Yosi mencoba menerangkan semuanya kepada mantan menantunya itu.
Lia nampak seakan tidak bisa berucap sedikitpun, Lia seakan dihinggapi rasa bersalah karena yang mengakibatkan Tante Dini depresi karena sebelumnya sang Tante terjatuh di rumahnya padahal itu murni kelalaian Tante Dini bukan salah Lia.
_____
Nampak sang Ibu menguping di balik pintu kemudian dia pun menghampiri Lia yang tengah menunduk pandangannya ketika Papa Yosi bercerita tentang kondisi Tante Dini yang sekarang mulai membaik.
"Jadi intinya apa! Maksudnya mau bawa Cantika untuk bertemu dengan Dini!?" ibunya Lia tiba-tiba datang. Ibunya Lia seakan ingin membela Lia dan mencoba menenangkan hati Lia yang nampak dihinggapi rasa bersalah atas yang menimpa Tante Dini.
"Dini ingin bertemu dengan Cantika mungkin dengan begitu tingkat depresinya tidak akan tinggi," ucapnya.
"Kenapa tidak dibawa saja kesini!" Bu Sinta terlihat dari cara bicaranya seakan kesal.
"Bu,,,!!" ucap Lia menatap Ibunya dengan tajam. Lia tidak mau Ibunya kasar karena bagaimanapun Papa Yosi bicara baik-baik dan Tante Dini tidak ada masalah dengannya.
"Lia, mau nikah jadi dia tidak bisa mengantar anaknya untuk bertemu Dini!" tegas sang Ibu.
Papa Yosi seakan mengerti maksud ucapan dari Bu Sinta tersebut bahwa Cantika jika pergi untuk bertemu Tante Dini harus di dampingi tidak boleh sendiri.
"Ya, sudah kalau begitu, saya tidak bisa memaksa karena maksud saya hanya ingin mempertemukan Dini dengan Cantika. Karena Dini begitu menyayangi Cantika karena rasa sayang Dini begitu besar kepada Cantika," ucap Papa Yosi terdengar lirih menatap Bu Sinta.
________
Lia pun kembali mengingat kebaikan yang diberikan Tante Dini terhadap anaknya dan begitu perhatiannya Tante Dini kepada Cantika saat mereka liburan di Singapura.
Dan Itu awal dari Rian berselingkuh. Saat itu Lia tidak ada tempat mengadu hanya Tante Dini yang selalu setia mendampinginya sementara saat itu Ibunya sibuk dengan urusan bisnisnya.
"Baik saya akan mengantar anakku!" ucap Lia terdengar tegas.
Degh...
Sontak sang Ibu dan Papa Yosi tidak menyangka dengan ucapan Lia yang begitu rela ingin mengantar anaknya untuk bertemu dengan Tante Dini.
"Jangan, kamu jangan bertemu Dini! Ngapain kamu mempertemukan cucuku dengan wanita itu!" ucap Ibu Sinta.
"Bu, Tante Dini orang yang baik, terlepas dia istri muda dari Papa Yosi, Lia tidak mau mencampuri urusannya. Itu hak dan pribadi dia yang penting tidak merugikan Lia. Toh, dulu ketika ibu sibuk kerja yang selalu hadir adalah Tante Dini atau Tante Restu. Ibu kan baru setelah Lia cerai dari Rian hadir karena Ibu senang dengan perceraian Lia, dan ibu menaruh kesal kepada Bu Viona dan entah apa Lia pun enggak tahu alasannya apa," ucap Lia merasa tidak di perhatikan oleh sang Ibu selama ini dia ungkapkan agar tidak terjadi salah paham.
__ADS_1
"Aku mengerti Lia, terhadap Ibumu kalau tidak suka dengan ibunya Rian karena istriku seorang yang suka mengatur menantunya dan sifatnya tidak terpuji terhadap kamu. Jadi wajar dia tidak suka terhadap ibunya Rian," ucap Papa Yosi.
"Selain itu ada masalah pribadi antara Ibunya Rian dan Ibuku," gumam hati Lia.
________
"Aku yang akan mengantar Cantika untuk bertemu dengan Tante Dini karena aku adalah calon Papa sambungnya!" ucap Adrian tiba-tiba datang dari dalam rumah dengan menggandeng Cantika.
"Mah, boleh kan, Cantika bertemu dengan Tante Dini?" tanya sang anak berharap ingin bertemu dengan Tante Dini.
Begitu dekat hubungan Cantika dengan Tante Dini dan mungkin kedekatannya lebih dari kedua Neneknya. Saat itu Ibunya Rian yang terlihat cuek dan Ibunya Lia yang terlihat sibuk jadi kedekatan Cantika hanya dengan Tante Dini.
"Tapi, Mas,,,!" ucap Lia.
"Enggak, apa-apa Lia, biar aku yang antar Cantika untuk bertemu dengan Tante Dini. Kamu tenang saja, semuanya akan baik-baik saja," ucap Adrian tersenyum renyah seakan menenangkan hati Lia.
_________
Adrian pun pergi bersama Cantika menuju rumah Tante Dini dengan menggunakan mobilnya Papa Yosi. Selama dalam perjalanan tak hentinya Cantika menanyakan kabar Tante Dini kepada Kakek nya, atau Papanya Rian. Karena sudah lama juga Cantika tidak bertemu dengan Tante Dini dan jalan-jalan bersamanya.
Adrian pun bisa merasakan hati Cantika seperti apa, dia hanyalah seorang anak yang tidak tahu masalah orang tua dan mungkin tidak mau mencampuri urusan keluarganya yang sedang rumit.
_______
Setengah jam kemudian tibalah Cantika di rumah Tante Dini dan nampak rumah tersebut sepi mungkin Tante Dini sedang beristirahat di kamarnya.
"Ayo, turun Sayang!" ucap sang Kakek tersenyum kemudian Cantika menatap Adrian dan Adrian pun menganggukkan kepalanya seakan memberikan isyarat untuk keluar dari dalam mobil.
Anak usia 9 tahun itu berjalan mengikuti arah sang Kakek untuk memasuki kedalam rumah dengan di ikuti oleh Adrian dari arah belakang.
______
Tiba di dalam rumah.
"Mbak, Ibu sudah bangun!?" tanya Papa Yosi kepada ART nya itu ketika langkah kakinya berjalan menuju kamar sang istri.
"Sudah Pak, baru saja selesai mandi," jawab sang ART yang sedang membereskan meja sofa.
"Nak, pasti Tante Dini senang menyambut kedatangan kamu," ucap Papa Yosi. Dia berpikir sang istri senang dengan kedatangan Cantika makannya dia bersiap sudah mandi untuk menyambutnya.
Cantika pun tersenyum lebar dalam benaknya ingin sekali cepat-cepat dia bertemu dengan Tante Dini yang selalu memberinya kejutan.
________
Ceklek...
Pintu pun terbuka lebar dan nampak terlihat Tante Dini mukanya pucat pasi dengan polesan lipstik natural. Tante Dini terkejut tatkala melihat Cantika yang berdiri mematung di depan pintu. Raut muka Tante Dini berubah menjadi sumringah tatkala melihat Cantika.
"Sayang, sini Nak," Tante Dini melambaikan tangannya dan membuka lebar tangannya seakan menyambut pelukan.
Cantika nampak mengernyitkan dahi dan tidak berani melangkahkan kakinya ketika melihat Tante Dini yang terlihat pucat pasi.
Cantika memegang ujung baju Adrian seakan dihinggapi rasa takut.
"Sini Sayang, sini!" ucapnya parau.
Bersambung...
__ADS_1