
Di sebuah Restoran.
"Tante coba lihat siapa yang sedang makan di ujung sana!?" ucap Lia dan pandangan Lia pun melirik ke arah dimana sang mantan mertua, dan Rian tengah asik sedang menikmati makan.
Sontak Tante Restu pun pandangannya mengarah ke arah telunjuk Lia. Di sana
nampak terlihat dari wajah Tante Restu dihinggapi rasa kaget dengan melihat ibu Viona dan Rian tengah asik menikmati santapan yang berada di meja tersebut.
"Kita salah masuk Restoran Lia, kenapa juga bertemu dengan Nenek Lampir itu!" ucap Tante Restu dihinggapi rasa kesal tatkala melihat wajah Ibunya Rian.
Nampak Lia menahan tawa tatkala sang Tante memanggil nama Nenek Lampir kepada mantan Ibu mertuanya itu.
"Sabar,,,Tan, jangan tersulut emosi. Kita kan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sama kedua orang itu, mungkin kalau anakku iya,, dia adalah Nenek dan Papanya anakku, dan aku hanyalah mantan yang tidak indah buat di kenang, mungkin itu kata mereka ya!?" ucap Lia seakan mengejek dirinya sendiri yang tidak ada guna dihadapan sang Ibu mertua ketika dulu dia berumah tangga dengan Rian.
"Udah, Sayang,,, jangan bicara seperti itu. Kamu berguna kok, malah lebih dari itu. Kamu wanita sabar, kuat dan cantik, Tante doakan agar kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi dari Rian," ucap sang Tante tersenyum renyah kepada keponakannya itu.
____
Sang pelayan Restoran pun nampak datang dengan membawa beberapa makanan yang di pesan.
Beberapa menit kemudian.
Makanan pun tersaji rapi di meja makan, Lia dan Tante Restu pun dengan lahap memakan makanan tersebut.
Dengan santai dan begitu lahap Lia menikmati hidangan tersebut, tiba-tiba garpu yang dia pakai terjatuh, Lia pun nampak terlihat akan mengambil garpu itu, tapi dilarang oleh sang Tante dan Lia hanya menatap garpu yang berada di bawah meja.
Lia merasakan nampak terlihat dari arah ekor matanya seperti ada yang memandangi dirinya. Lia pun dengan cepat mengarahkan pandangan matanya.
____
Degh...
Nampak Rian sedang menatap lekat dengan seksama kepada Lia, tapi disana Ibu Viona terlihat masih menikmati hidangan makanannya dengan pandangan menunduk.
Dengan cepat Lia memalingkan tatapan Rian yang seakan penuh arti tersebut.
"Kenapa Rian menatapku seperti itu!?" gumam hati Lia.
•••
Lia terlihat salah tingkah karena merasa risih dengan pandangan Rian, dan ini menimbulkan rasa tanya di hati sang Tante, dan sang Tante pun dengan cepat mengarah pandangannya ke arah Rian, karena sang Tante tahu ketika Lia mengarah ke ujung Restoran dimana keberadaan Rian dan Ibu Viona ada disana gestur tubuhnya menjadi terlihat beda.
Nampak terlihat oleh sang Tante Rian sedang menatap lekat ke arah Lia, dan sang Tante pun membalas tatapan Rian dengan sorot mata yang tajam, seakan ada kebencian tersirat dari wajah sang Tante.
Seketika pandangan Rian salah tingkah ketika mendapatkan perlawanan mata memandang begitu tajam dari Tante Restu.
__ADS_1
____ @@@_____
"Kenapa Nak!?" tanya Ibu Viona yang mendapati anaknya dengan pandangan yang salah tingkah. Ibu Viona pun seketika pandangan matanya melirik ke arah Tante Restu di mana sang anak matanya sedang terfokus ke arah sana.
Degh..
Terasa terhentak dada Ibu Viona, tatkala melihat Tante Restu dengan tatapannya yang menyorot tajam menatap sang anak.
"Ngapain Restu ada di sini!?" tanya sang Ibu. Ibu Viona pun kemudian beralih pandangan matanya ke arah Lia.
"Itu kan Lia! Bener kan Rian, itu Lia!? Ngapain juga mereka ada di sini?" kembali sang Ibu bertanya kepada Rian, dan Rian pun hanya diam tidak berbicara sedikitpun.
"Rian ngapain mereka ada di sini!?" tanya sang Ibu dengan menepuk pundak Rian, karena Rian tidak bergeming sedikitpun dengan ucapan sang Ibu.
"Mana aku tahu Bu! Kebetulan saja mungkin mereka makan di sini. Kenapa sih, Ibu ini Kepo,,!!" jawab Rian dengan nada bicara sedikit agak meninggi yang menimbulkan rasa tersinggung dari hati sang Ibu.
_____
Sontak sang Ibu cemberut karena merasa tersinggung dengan ucapan Rian yang nada bicaranya meninggi, biasanya Rian memperlakukan ibu dengan cara lemah lembut dan baru kali ini sang Ibu mendengar nada bicara Rian meninggi, jadi sang Ibu merasa tersinggung dan dibuat kesal oleh sang anak.
"Ayo,, Rian, kita pulang saja!" ucap sang ibu dengan menyimpan sendok dan garpu secara kasar.
"Habisin dulu makannya Bu, kan belum beres," ucap Rian menatap sang Ibu dengan senyuman yang manis, berusaha Rian perlihatkan kepada sang Ibu meskipun hatinya sedikit kesal karena dalam diri Rian dihinggapi rasa. (Sang Ibu mengapa selalu benci kepada Lia meskipun dia sekarang sudah tidak bersama Lia lagi).
"Ibu sudah tidak selera makan karena perlakuan kamu sama ibu kurang enak," tegas sang ibu dengan pandangan mendelik ke arah anaknya itu.
"Kamu seakan membela Lia karena ucapan kamu meninggi kepada Ibu, biasanya Kamu lembut kepada Ibu," jawab sang Ibu seperti dihinggapi rasa cemburu atas perlakuan sang anak. Dan percekcokan pun terjadi di antara mereka.
_____
"Ibu terlalu mengada-ngada dan berprasangka buruk. Ya, sudah kalau Ibu nggak mau makan lagi mungkin lebih baik kita pulang saja," ucap Rian.
Dia pun seakan tidak mau memperpanjang masalah sepele dengan ibunya tersebut
Sang ibu pun kemudian menggeser kursinya dan niatnya dia mau keluar dari meja tersebut namun dengan tidak sengaja, tali tas Ibu Viona menarik piring yang berada di pinggir meja, karena nampak Inu Viona seperti terburu-buru ketika keluar dari kursi itu.
Prang!
Suara piring pun pecah dan makanan yang masih tersisa di atas piring tumpah berceceran di lantai. Mungkin Ibu Viona tidak peduli dengan makanan yang tumpah tersebut namun rasa malu yang tiba-tiba hinggap saat ini kepadanya, karena sontak tamu yang berada di sana melirik ke arah di mana suara bunyi piring berada.
Ibu Fiona seketika mukanya merah padam karena dihinggapi rasa malu yang teramat. Begitu pun dengan Lia dan tante Restu pandangan mereka seketika mengarah ke suara piring yang terjatuh.
••••
Tatkala melihat pemandangan tersebut Tante Restu seakan tidak bisa menahan tawanya sang Tante tertawa terkekeh seakan mengejek Ibunya Rian yang terlihat dihinggapi rasa malu karena semua orang yang berada di Restoran tersebut pandangan matanya tertuju ke arah Ibu Viona.
__ADS_1
Hal ini menimbulkan rasa malu dan kesal yang dirasakan oleh ibu Viona karena Ibu Viona melihat jelas ketika sang Tante sedang menertawakan dirinya.
•••
Sang pelayan tiba-tiba datang.
"Sudah tidak apa-apa Bu, biar saya yang bereskan" ucapnya dengan senyum ramah.
"Ya, iyalah, kamu yang bereskan. Kamu kan bekerja di sini!" ucapnya tidak ada rasa sopan sedikitpun Padahal dia sendiri yang menjatuhkan piring.
"Ibu,,!!" ucap Rian mendelik dengan pandangan mengarah kepada sang Ibu.
____
Karena dihinggapi rasa malu sang Ibu dengan cepat meninggalkan tempat tersebut tanpa bicara sedikitpun terhadap Rian.
"Maaf,, ya, Mas," ucap Rian dengan mengeluarkan uang dari dalam dompet satu lembar berwarna merah dan memberikannya kepada pelayan tersebut.
"Mas,,sekali maaf tolong bereskan," ucapnya kembali dengan tersenyum tipis kepada sang pelayan. Sang pelayan pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
•••
Rian pun akhirnya keluar dari tempat tersebut untuk mengejar sang Ibu. Melihat kelakuan sang anak dengan Ibunya yang terlihat malu, Tante Restu kembali tertawa lepas.
"Nah,,,Lia, itulah kelakuan mantan suami dan Ibu mertuamu!" sang Tante seakan menyindir Lia yang mempunyai mantan Ibu mertua dan suami, yang terlihat aneh dan lucu.
Lia pun hanya diam dan tersenyum tipis melihat apa yang terjadi barusan terhadap sang Ibu mertua.
"Aku yakin Ibu Viona marah kepada Rian, aku tahu itu," ucap Lia dengan mengaduk jusnya.
"Pasti lah, Tante bisa membayangkan gimana rasanya hati Rian yang kewalahan dengan sikap Ibunya itu yang selalu marah tidak jelas," jawab sang Tante.
_____
Ting ..
Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari ponsel milik Lia. Nampak Tante Dini memberikan sebuah pesan yang membuat mata Lia terbelalak.
{"Lia,,Tante hamil, dan ini yang diharapkan Tante dari dulu dapat keturunan dari Bapaknya Rian, Tante senang dan bersyukur, rasanya senang sekali. Semoga dengan Tante hamil bisa cepat Bapaknya Rian menggugat Ibunya Rian,"} tulis pesan Tante Dini.
"Tan,,lihat baca ini!" ucap Lia kepada Tante Restu. Kemudian Lia memperlihatkan pesan masuk dari Tante Dini kepada Tante Restu.
Nampak muka sang Tante kembali tertawa setelah membaca isi pesan chat dari Tante Dini. "Bisa rame tuh keluarga mantan kamu Lia, pasti si Nenek Lampir hatinya kecewa kalau sang suami sampai menggugat istrinya itu, dan Tante bisa bayangkan gimana reportnya Rian menghadapi sang Ibu yang nantinya segala sesuatu dilakukan oleh Rian karena sang suami sudah pergi meninggalkannya. Bisa-bisa Rian tinggal bersama Ibunya," sang Tante terlihat puas ketika membicarakan mantan mertua Lia.
Lia pun berpikir demikian sama seperti sang Tante, mungkin Rian akan kewalahan menghadapi sang Ibu yang bawel dan segalanya mesti dibantu.
__ADS_1
Bersambung...