
Lia terbangun.
"Tante, kenapa?" tanya Lia tatkala melihat sang Tante terlihat sedih dan meneteskan air mata. Lia pun dihinggapi rasa khawatir dan penasaran terhadap Tante Restu.
"Sudah enakan sekarang badannya?" tanya sang Tante mengusap lembut rambut Lia.
Tante Restu tidak mau menjawab pertanyaan dari Lia yang seakan dia mengkhawatirkan dengan kondisi keponakannya itu.
Lia menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Tante Restu, dan sang Tante pun kemudian memeluk erat keponakan yang amat di sayangi nya itu.
Lalu Tante menghela napas secara perlahan sebelum mengatakan bahwa, Lia harus segera pulang karena sang mertua akan datang ke rumahnya.
_____
"Lia, Ibu mertuamu akan datang ke rumahmu sore ini. Barusan Rian menelepon Tante, katanya kamu harus pulang sekarang," ucap Tante Restu. Nampak dari nada bicaranya begitu berhati-hati takut menyinggung perasaan Lia.
Sang Tante sebenarnya tidak tega untuk mengucapkan hal ini kepada Lia karena Lia pikirannya sedang bingung, dan kedatangan Lia ke Tante Restu ingin beristirahat dan menenangkan pikirannya.
___
Sontak dada Lia bergemuruh tatkala mendengar penjelasan dari sang Tante, bahwa ibu mertuanya akan berkunjung ke rumahnya. Lia dihinggapi hati yang tidak karuan karena jika datang ibu mertua entah kenapa pikiran Lia merasa tidak nyaman.
"Aku bingung Tan, aku sebenarnya mau istirahat dulu di rumah Tante, dan tidak pulang ke rumah karena akan membeli pelajaran kepada Rian," ucapnya menghela napas secara perlahan.
"Jadi gimana? Kamu mau pulang atau tetap tinggal sementara di sini, terus Cantika gimana apa dia sekarang tidak menanyakan keberadaan kamu?" ucap Tante Restu.
"Lia nggak tahu Tan, kalau mau menurut Tante gimana? Aku pun bingung," ucap Lia Nampak terlihat dari wajahnya dihinggapi rasa bingung yang teramat.
"Kalau menurut Tante, kamu pulang dulu biar Tante yang temenin kamu pulang, dan besok kamu kembali ke rumah Tante, soalnya orang tua kamu mau ke sini. Atau orang tua kamu nanti suruh ke rumah kamu saja langsung. Gimana menurut kamu?" tanya Tante Restu.
"Tante kan tahu hubungan Ibuku dan ibu mertua tidak akur jadi tidak mungkin kalau lbu mau menemui ibunya Rian," ucap Lia.
"Ya sudah, nanti kamu sama Tante besok datang ke sini, sebelum ibumu datang ke rumah Tante," ucap Tante Restu.
_____
Lia tertegun sejenak kemudian menganggukkan kepalanya, tanda dia setuju dengan apa yang disampaikan oleh sang Tante tersebut.
"Ya sudah, kamu siap-siap dulu mandi, biar terlihat segar, setelah itu kita pergi ke rumah kamu," ucap Tante Restu.
___
Di dalam mobil.
__ADS_1
Nampak pandangan Lia seakan tidak fokus ketika sedang mengendarai mobil menuju ke rumahnya, Lia pun seakan berpikir sebenarnya Lia tidak mau bertemu dengan sang Ibu mertua yang selalu mengaturnya, mungkin jika Lia harus memilih, mending Tante Dini istri muda, Bapak mertuanya itu. Dari pada Ibu mertua yang cerewet, dan selalu mengaturnya, dimata sang Ibu mertua Lia seakan salah terus.
"Sudah Lia, kamu jangan melamun. Tenang ada Tante yang menemani kamu di rumah. Mungkin kalau ada Tante, Ibu mertuamu tidak berani untuk menyindir atau mengatur kamu," ucap Tante Restu seakan menyabarkan hati keponakannya itu.
"Iya terima kasih Tante," jawab Lia, terdengar lirih dan tersenyum tipis kepada Tante Restu.
_____
"Kita beli oleh-oleh dulu untuk Ibu mertuamu, ke Toko Bolu langganan Tante," ucap Tante Restu. Lia pun membelokkan mobilnya ke arah Toko Bolu langganan sang Tante.
______
Tiba di Toko Bolu.
"Nih, ada Bolu coklat kesukaan Cantika, beli 1 ya, pasti dia senang pas lihat Bolu kesukaannya. Tante ingin cepat-cepat lihat raut mukanya yang tersenyum riang tatkala melihat Bolu coklat kesukaannya," ucap sang Tante yang begitu peduli dan sayang terhadap Cantika anak dari keponakannya tersebut.
"Tan, sebenarnya Cantika sedang tidak di rumah dia bersama Tante Dini menginap di sana karena kakeknya merindukan dia," ucap Lia kepada Tante Restu.
"Ya sudah, sekalian kita jemput saja Cantika. Jangan sampai Ibu mertuamu curiga kalau Cantika sedang dibawa sama Tante Dini.
Sedangkan Ibu mertuamu tahunya kamu hanya dekat denganku, bukan Tante Dini. Otomatis Ibu mertuamu nanti curiga, dan menanyakan Cantika sedang di mana?
Masa kamu jawab sedang dibawa Tante Dini, terus Ibu mertuamu nanya, Tante Dini itu siapa? Enggak mungkin kan, kalau kamu bilang Tante Dini itu istri kedua dari Bapak mertuamu! Kalau ibu mertuamu tahu suaminya punya istri kedua mungkin dia akan marah," ucap Tante Restu.
_______
langsung Lia membawa anaknya pulang, dan keberadaan di rumah Tante Dini tidak lama hanya menjemput Cantika saja.
"Ada Ibu Viona, Tan. Jadi maaf aku tidak bisa berlama-lama berada disini," ucap Lia.
"Iya, enggak apa-apa Lia," ucap Tante Dini.
Lia pun akhirnya pamit kepada Tante Dini.
Tante Dini menghela napas panjang ketika Lia menyebut nama Ibu Viona karena Ibu Viona adalah istri sahnya suaminya.
_____
Tiba di rumah.
Setelah tiba di rumah nampak terlihat sang Ibu mertua sedang duduk di teras rumah.
Tatkala melihat sang menantu baru datang, Ibu mertua nampak memperlihatkan raut muka yang tidak ramah.
__ADS_1
"Dari mana saja kamu Lia? Suami libur kerja bukannya diam di rumah dan urus suami. Ini malah keluyuran bersama Tante kamu!" sang mertua mendelik.
"Maaf Bu, Lia menjemput Cantika di rumah Tante Restu," ucapnya berbohong.
Nampak sang mertua menatap lekat ke arah mata Lia karena matanya, begitu sembab terlihat dia sudah menangis.
"Kenapa kamu Lia?" tanya sang mertua sambil menatap ke arah mata Lia, dan pandangannya terlihat sinis.
"Mungkin lelah Bu, jadi mata Lia sembab," jawabnya berbohong, dia tidak mau jujur terhadap sang Ibu mertua. Lia berpikir percuma ngomong jujur juga pada akhirnya tidak ada pembelaan dari Ibu mertuanya itu.
"Apa hubungannya kecapean terus matanya sembab," ucap sang Ibu mertua kembali mencecar pertanyaan, seakan dihinggapi rasa penasaran.
____
"Sudah, sudah Bu," ucap Rian yang tiba-tiba datang dari arah kamarnya.
Lia dan Tante Restu pun bersalaman kepada Ibu Viona, begitupun dengan Cantika langsung memeluk erat sang Nenek.
Kemudian setelah bersalaman Lia berlalu dari sang mertua, tanpa menoleh sang suami.
Lia kemudian memasuki kamar dan mengunci di dalam kamar tersebut.
Di dalam kamar kembali Lia menumpahkan air matanya karena hari ini dia merasa kesal. Kesal dengan Desy, juga dengan sang mertua yang selalu mengatur hidupnya itu.
_____
"Gimana, kabarmu Tante Restu?" tanya Ibu Viona terlihat basa-basi ketika mereka duduk secara berhadapan.
"Alhamdulillah Bu, Ibu sekarang nampak kurus ya? Kata Rian kemarin cerita, Ibu sakit lagi. Memangnya sakit apa?" tanya Tante Restu terlihat dihinggapi rasa penasaran.
"Biasa penyakit orang tua, migren, pelupa dan cepat lelah. Itu hal biasa," jawab Ibu Viona.
Tante Restu hanya tersenyum tipis tatkala mertua Lia berkeluh-kesah.
"Ibu, enggak dengan Bapak kesini?" Tante Restu berpura-pura tidak tahu apa-apa, mengenai rumah tangga yang terjadi terhadap mertuanya Lia.
"Bapaknya sibuk, nggak tahu kenapa suamiku kalau ada di rumah pun selalu pergi dan pulang malam alasan ketemu klien, ketemu teman lama," ucap Ibu Viona dengan pandangan kosong kosong menatap ke arah kolam ikan koi.
"Nggak apa-apa Tante, uangnya juga banyak kalau sibuk. Hehehe...," Tante Restu mencoba menggoda Ibu Viona.
"Gak juga sih, Ibu juga enggak mengerti uangnya dipakai buat apa, habis terus," ucap Ibu Viona.
__
__ADS_1
"Duit suamimu dipakai oleh Tante Dini, Istri kedua suami kamu! Cuma kamu bodoh tidak mengetahui, kalau suamimu berselingkuh. Mungkin itu karma bagi kamu, karena kamu telah menyakiti hati keponakanku. Nah, sekarang hati kamu disakiti oleh Tante Dini," gumam Tante Restu terlihat sinis ketika memandang Ibu Viona.
Bersambung...