Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 197 Rasa penasaran Tante Restu


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pagi hari Cantika sudah duduk di teras rumah dan nampaknya dia ingin kembali bertemu dengan sang Papa, jadi dia tidak mau mengabaikan momen tersebut.


Terlihat sang Nenek pun keluar dari dalam rumah dan sang Nenek nampak terkejut dengan sang cucu yang sudah bangun dan sudah rapi sedang menunggu di teras rumah. Dalam benak sang Nenek pun berpikir bahwa sang cucu ingin kembali bertemu dengan Rian. Padahal niat sang Nenek tidak ingin mempertemukan sang cucu dengan mantan menantunya itu.


•••


"Cantika, sudah rapi mau kemana Nak?" tanya sang Nenek berharap Cantika tidak ikut dengannya karena sang Nenek pun tidak mau cucunya kembali bertemu dengan Papanya yaitu Rian.


"Aku mau ikut sama Nenek kembali ketemu dengan Papa. Mumpung aku sedang libur sekolah," jawab sang cucu terlihat cuek.


Kemudian sang Nenek pun merayu sang cucu agar tidak ikut bersamanya dengan alasan takut kondisi Cantika kembali sakit karena baru saja kemarin berobat dari Dokter.


"Lebih baik kalau kata Nenek, kamu diam saja di rumah ya, biar sekarang Nenek telepon Tante Restu biar kamu di rumah ditemani Tante Restu," ucap sang Nenek.


_____


Nampak Cantika pun cemberut dia seakan kesal dengan sang Nenek. Padahal waktu kemarin sang Nenek berjanji mengajak dia kembali untuk bertemu dengan sang Papa. Tapi kenyataannya malah Cantika di suruh diam di rumah untuk beristirahat. Nampak nya sang cucu menolak dengan alasan dia masih rindu dengan sang Papa dan ingin bertemu dengan Nenek Viona.


"Pokoknya aku mau bertemu dengan Nenek Viona!" rengek Cantika dengan bibir mengerucut.


"Tidak, kamu jangan bertemu dengan Nenek Viona. Nenek tidak suka!' jawab sang Nenek terlihat gusar.


"Alasannya karena apa Nek, karena Papa sekarang rumahnya ngontrak" tanya sang cucu mendelik.


______


Sontak sang Nenek terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang cucu karena sang cucu sekarang sudah pandai melawan omongannya dan itu buat hati sang Nenek tidak suka.


"Bukan begitu Sayang, kamu nanti harus ijin dulu sama Mama kalau kamu mau bertemu dengan Papa dan Nenek Viona," sang Nenek mencoba menjelaskan.


"Bentar Sayang, Nenek telepon dulu Mama Lia dan kamu bilang kalau mau bertemu dengan Papa boleh atau tidak," ucap Ibunya Lia.

__ADS_1


"Ngapain ijin ke Mama, Nek, itu kan Papa Cantika." sang cucu menatap lekat ke arah sang Nenek.


Ibunya Lia berpikir semakin hari sang cucu pemikirannya terlihat dewasa padahal dia tidak pernah berkomunikasi dengan Lia atau pun Neneknya. Dan dia menjadi nilai plus tersendiri bagi sang Nenek.


______


Ting...


Tiba-tiba pesan muncul dari ponselnya sang Nenek dan nampak Tante Restu memberikan sebuah pesan bahwa dia sedang dalam perjalanan menuju rumah sang Kakak.


Sang Nenek nampak tersenyum karena dia bisa menitipkan sang cucu kepada sang adik dan kebetulan dipesan tersebut tertulis sang adik mau mengajak Cantika jalan-jalan ke Mall karena Tante Restu tahu bahwa Lia dan Neneknya sibuk jadi dia ingin mengajak sang anak keluar agar hatinya bahagia.


"Nak, lihat! Ini Tante Restu mau kesini, dia sedang dalam perjalanan katanya mau ajak kamu jalan-jalan kamu ikut ya? Lima menit lagi Tante Restu datang kesini," ucap sang Nenek mencoba membujuk sang cucu.


_____


Nampak Cantika tersenyum bahagia karena sudah beberapa minggu ini dia tidak bertemu dengan Tante Restu dan nampaknya dia pun rindu dengan sosok sang Tante. Namum di lain sisi dia pun masih rindu ingin bertemu dengan sang Papa. Cantika nampak terlihat bingung dengan keputusan yang harus dia ambil harus bagaimana.


Di tengah kebimbangan sang anak yang tengah berpikir, tiba-tiba suara klakson mobil berbunyi di depan pintu halaman depan pagar rumah. Sang ART pun yang tengah berada di dapur datang dengan tergopoh-gopoh. Dan nampak setelah pintu pagar rumah terbuka lebar, sang ART tersenyum ramah tatkala melihat tamu yang datang yaitu Tante Restu.


______


Dalam hati sang Nenek pun dihinggapi rasa bahagia karena Cantika dengan senyuman lebarnya, pasti dia senang dan dia pasti lupa untuk merengek minta bertemu dengan Rian. Dan pasti Cantika akan ikut dengan Tante Restu dan mengundurkan diri untuk bertemu dengan Rian.


______


Tante Restu menghampiri Cantika.


"Sayang, apa kabar!" Tante Restu nampak membawa sekotak coklat dan memeluk erat sang anak yang sedang dihinggapi rasa gundah gulana. Cantika pun nampak tersenyum renyah dan bayangan Rian pun seketika hilang sementara, tatkala ada sosok Tante Restu dihadapannya itu.


"Tante, Cantika senang ketemu sama Tante." ucapnya lalu Cantika seakan sudah tidak sabar untuk membuka sekotak coklat tersebut. Kemudian dia membuka coklat tersebut dan menikmatinya.


"Restu, tolong kamu bujuk Cantika agar ikut dengan kamu karena dia ingin ikut sama aku. Jadwalku hari ini sibuk," bisik sang Kakak kepada adiknya Restu. Terlihat nampak Tante Restu pun seakan paham dan dia pun membuka aplikasi ponselnya kemudian dia memperlihatkan iklan film yang akan di putar di Bioskop hari ini.

__ADS_1


_____


"Sayang, mau ya, temenin Tante nonton Film. please!!" ucap sang Tante dengan mencium kening sang anak begitu terasa lembut.


Nampak Cantika melirik sang Nenek seakan bimbang untuk memutuskan kepergiannya bersama Tante Restu. Dengan cepat sang Nenek tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sayang, ikut saja. Tante Restu minggu depan mau keluar negeri jadi mungkin kamu tidak akan bertemu lagi dengan Tante Restu," ucap sang Nenek membujuk. Akhirnya Cantika pun menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk ikut bersama Tante Restu.


Karena waktu terasa mepet sang Nenek pun akhirnya pergi untuk menjemput Rian di gang rumah kontrakannya. Terlihat sang Nenek nampak buru-buru karena takut sang cucu berubah pikiran dan ikut dengannya.


_____


Sang Nenek pergi.


Nampak Cantika bergelayut manja terhadap sang Tante, kemudian dia pun wajahnya berseri mengingat pertemuan kemarin bersama sang Papa walau pertemuannya sebentar. Tante Restu seperti dihinggapi rasa penasaran dengan perubahan wajah sang anak kemudian sang Tante dihinggapi rasa ingin bertanya kepada sang anak yang tengah bergembira.


"Sayang, sepertinya kamu sedang bahagia. Ada apa sih," sang Tante menatap lekat ke arah sang anak dan membelai rambut sang anak penuh dengan rasa sayang.


"Tante tahu enggak kemarin Cantika bertemu dengan siapa!?" tanya sang anak seakan membuat penasaran Tante Restu.


"Mana Tante tahu Sayang, jangan main tebak-tebakan ah, Tante jadi penasaran," goda sang Tante. Tante Restu nampak bahagia karena Cantika sudah mulai tersenyum beda dengan ketika tadi selagi sang Nenek masih di rumah dan belum pergi, nampak mukanya cemberut seakan dihinggapi rasa kecewa.


"Ketemu sama Papa Rian!" jawab sang anak tersenyum bahagia.


DEGH..


Sang Tante nampak terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang anak tersebut karena Tante Restu tidak menyangka kalau sang anak akan kembali bertemu dengan Rian. Tante Restu berpikir juga dalam hatinya tidak mungkin juga sang anak bertemu dengan sang Papa bukannya Rian sekarang tidak diketahui keberadaannya sedang dimana.


"Kamu pasti sedang berbohong," ucap sang Tante dengan dihinggapi rasa penasaran yang begitu dalam.


Cantika nampak tersenyum dan dia pun menyangka pasti Tante Restu tidak mengira kalau Cantika sudah bertemu dengan Rian.


"Sayang, kamu ketemu dengan Papa kamu dimana!?" kembali Tante Restu bertanya dengan tatapan lekat ke arah kedua bola mata sang anak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2