Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 95 Papa Steven kembali kesal


__ADS_3

Siang itu cuaca cukup panas mungkin sepanas hati keluarga Steven yang sedang tidak menginginkan anaknya dekat dengan seorang janda.


"Mah, ada apa!?" tanya Adrian tatkala melihat Mamanya seperti tengah memikirkan sesuatu hal yang serius.


"Apakah nama mantan suaminya Lia adalah Rian!?'" tanya sang Mama.


Adrian tertegun sejenak dia berpikir dalam hatinya kenapa sang Mama tahu dengan nama mantan suami Lia.


_______


"Mama tahu dari mana?" Adrian malah balik bertanya kepada sang Mama.


"Jawab saja pertanyaan Mama!" ucap sang Mama kembali..


"Iya betul, Mama kok tahu sih, tahu dari mana mah!?" tanya Adrian dihinggapi rasa penasaran.


"Rian ternyata anaknya teman Mama yang bernama Om Yosi," ucap sang Mama.


"Terus dia bilang apa Mah? Suami Lia dulu selingkuh jadi Lia gugat cerai," ucap Adrian.


Adrian pun seakan membela sosok Lia dihadapan sang Mama karena dia tidak mau Lia di cap jelek oleh sang Mama.


______


Sang Mama pun nampak tertegun sejenak memikirkan temannya Yosi yang sama berselingkuh.


"Ternyata Yosi sama dengan anaknya berselingkuh," gumam hati sang Mama.


"Lia, baik, tapi kalau Lia dijadikan istrimu saat ini apa tidak terlalu cepat! Dia kan baru cerai belum juga setahun," sang Mama seakan khawatir jika Adrian memutuskan untuk lebih serius ke jenjang pernikahan bersama Lia karena perceraian Lia pun masih baru.


"Memang kenapa Mah, udah lebih 3 bulan enggak apa-apa," bela Adrian kepada sang Mama. Dia pun tidak mau jika Lia di pojokan.


________


"Jadi Lia janda baru, dan kamu mau nikahin!" tiba-tiba sang Papa datang dari dalam rumah kebetulan Adrian dan sang Mama sedang duduk di teras.


Nampak Adrian dan sang Mama terkejut dengan kedatangan Papanya.


"Memang kenapa Pah, ada yang salah!?" tanya Adrian, dan Adrian berpikir apa yang dilakukannya bersama Lia merasa salah terus dimata sang Papa.


"Ya, kalau menurutmu tidak ada yang salah tapi tetap Papa malu, janda yang terbilang baru cerai sudah menikah lagi," ucap sang Papa.


"Bilang saja Papa tidak setuju, sama Adrian dan Lia jika menjalin kasih ke jenjang yang lebih serius, Papa jangan berbelit-belit. Papa pernah bilang terserah siapa saja calon istri Adrian, dan Papa tidak menolaknya. Nah, Kenapa sekarang?" ucap Adrian.


"Kamu kenapa sih, ngeyel terus Adrian tidak pernah dengar omongan Papa!" nada bicara sang Papa terdengar tinggi dan Adrian pun diam.


________


"Terus terang kalian membuat Mama bingung, dan egois pada pendiriannya masing-masing tidak mau ada yang mengalah. Ini sampai kapan" ucap sang Mama dihinggapi rasa kesal.


Mama pun berlalu kedalam rumah, sang Papa dan Adrian pun sangat tahu sekali dengan sifat sang Mama. Pasti Mama sangat kecewa dan kesal.

__ADS_1


"Kamu anak yang tidak bisa nurut kepada orang tua padahal kamu anak satu-satunya harusnya bisa membahagiakan kita! Kamu egois dengan rasa cintamu itu." ucap sang Papa.


_____


Sementara Adrian diam seribu bahasa.


Adrian pun sudah berpikir jauh bahwa Lia sekarang sudah mulai jatuh hati kepadanya tidak mungkin dia meninggalkan begtu saja.


"Kalau aku menikah diam-diam tanpa ada restu Papa dan Mama atau menikah siri, apakah aku akan melukai hati mereka?!" gumam hati Adrian.


Adrian pun berlalu dari hadapan sang Papa tanpa bicara sedikitpun karena Adrian tahu sang Papa lagi marah kepadanya.


______


Tiba di kamar


Adrian menelepon Lia, dia pun mengungkapkan isi hatinya dengan niat dia untuk nikah secara siri kepada Lia karena tidak ada restu dari sang Papa.


{"Gimana menurutmu Lia, apakah kamu setuju!?} tanya Adrian kepada Lia.


Lia pun sontak terkejut dengan keputusan Adrian yang begitu berani untuk mengajaknya menikah secara siri tanpa ada restu sang Papa.


"Tapi Mas, apakah tidak akan beresiko kedepannya?" tanya Lia.


"Tidak apa-apa Lia, dari pada hubungan kita menggantung," jawab Adrian.


_______


"Aku sebentar lagi akan datang kesana," ucap Adrian kepada Lia.


Adrian pun sudah lama tidak berkunjung ke rumah Lia semenjak Lia sakit. Dia merasa bersalah dalam benaknya berpikir, kalau dia cinta mengapa dia tidak rela berkorban, dan mau mempertahankan mahligai cintanya terhadap wanita pujaannya. Apa karena karena tidak ada restu dari sang Papa dia akan menyerah begitu saja tanpa menjenguk sang pujaan hati yang sedang tidak berdaya karena sakit.


_____


"Tidak! Aku tidak mau termangu begitu saja disini, aku hanya menuruti apa kata Papa jangan berkunjung ke rumah Lia sementara hati dan perasaan aku tidak bisa dibohongi aku sayang sama dia," gumam hatinya.


Adrian pun berniat mau berkunjung ke rumah Lia, dia akhirnya mengganti bajunya dan mau bersiap diri pergi meskipun sang Papa melarang jangan datang ke rumah Lia untuk waktu yang tidak tentu.


_____


"Mau kemana kamu?" tanya sang Papa ketika Adrian hendak memanaskan mobilnya.


"Aku mau pergi ke rumah Lia," jawabnya dengan pandangan masih ke arah mobil, dia tidak mau menatap sang Papa yang terlihat tidak mengijinkan anaknya untuk pergi.


"Mau apa lagi kamu ke rumahnya! Apa kamu tidak cukup mendengar kemarin omongan Papa kamu ini?" tanya sang Papa melotot.


"Biarin Pah, jangan atur hidup Adrian!" jawabnya terdengar tegas.


"Kenapa kamu Adrian!? Jangan mentang-mentang kamu sudah menghasilkan uang sendiri kamu seenaknya saja mengatur hidup kamu tanpa mendengar apa yang Papa kehendaki!" ucap sang Papa kembali


"Adrian berhak memilih jalan hidup Adrian kan, Pah!" jawabnya.

__ADS_1


"Jalan hidup itu harus benar Adrian, harus terarah harus bisa melihat masa depan, bukan menikahi janda," tetap sang Papa dengan pendiriannya dia menginginkan sang anak layak mendapatkan istri yang lajang punya jabatan yaitu Zahira teman sahabatnya.


"Memang kalau menikahi janda salah ya!?" tanya Adrian, kini pandangan matanya lekat ke arah sang Papa.


_______


Sang Papa merasa tertantang dengan sorot mata tajam.dari sang anak, karena terlihat dari binar mata Adrian seakan tidak peduli lagi dengan ucapan sang Papa.


"Salah,,! Karena kamu lajang kamu harus mendapatkan lajang kembali. Susah kedepannya kamu hidup dengan seorang janda apalagi punya anak," kembali sang Papa menyindir anaknya.


Adrian membuang napas kasar tangannya mengepal, rasa kesal dan sindiran dari sang Papa terasa sangat mengiris hati dan perasaannya.


"Papa kenapa memojokkan Lia terus, kenapa sih Pah!?" tanya Adrian.


"Pikir saja sendiri Adrian, tidak perlu kamu menanyakan hal itu. Kamu sudah dewasa sudah mengerti, mana yang baik dan tidak. Dan menurut Papa tidak baik jika kamu menikahi janda!" kembali sang Papa berucap masalah status dan itu membuat Adrian tersinggung.


"Sekali lagi jika Papa bicara masalah status, awas Pah!" ucap Adrian tersulut emosi.


"Apa kamu mau mengancam Papa! sejak kapan kamu berani melawan." nampaknya sang Papa tersulut emosi dan menarik kerah kemeja sang anak yang hendak mau berlalu ke arah mobil.


________


PLAK...


Tamparan indah melayang ke pipi Adrian, sang Papa terlihat tersulut emosi, rasa kesal dalam dirinya terasa menghinggapi hati dan pikirannya.


"Papa puas, setelah menampar Adrian!" tanya sang anak sambil berlalu ke arah mobil. Dia pun akhirnya keluar dari dalam rumah.


____


Nampak terlhat sang Mama melihat dari kaca jendela kamar pertengkaran sang suami dan anaknya tersebut. Sang Mama hanya meringis tatkala melihat sang anak kembali untuk kedua kalinya ditampar oleh suaminya karena permalasahan dengan Lia.


Air mata sang Mama pun menetes diujung matanya, dia seakan tidak mampu untuk memisahkan percekcokan yang terjadi antara sang suami dan anaknya tersebut.


Sang Mama pun mencoba memberikan sebuah pesan kepada sang anak lewat ponselnya.


•••••


{"Nak, mungkin begitu besar rasa cintamu kepada Lia karena walaupun Papa memisahkan kamu tetap nekat dengan keputusan kamu. Mama pun sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, itu keputusan yang kamu ambil bersama Lia. Asal kamu tahu Nak, Mama tidak bisa menjawab sampai kapan Papamu menerima Lia sebagai pasanganmu,"} tulis pesan sang Mama.


••••••


Sang Mama terdengar menangis di dalam kamar, hati wanita mana yang tak sedih tatkala melihat sang anak dan sang suami selalu tidak akur dan terjadi percekcokan.


Mama Silvi tidak menyalahkan suaminya dan menyalahkan anakku juga. Papa Steven dan Adrian mempunyai pikiran masing-masing. Suaminya yang menginginkan sang anak hidup bahagia karena dia berpikir dengan menikah dengan Zahira yang jabatannya sudah tidak diragukan lagi yaitu seorang Dokter dan masih lajang di tunjang dengan anak dari sahabatnya sendiri kemungkinan besar menuju tali silaturahmi yang dia jalin akan erat.


Di lain sisi sang anak Adrian jika memilih Lia tidak salah juga karena Lia adalah cinta pertama anaknya, dan meskipun Lia berstatus janda dan punya anak tapi Lia pun ada bisnis usaha dengan Tante Restu jadi dia tidak mengandalkan masalah finansial dari Adrian jika kelak menikah.


"Apa hanya karena status janda dipisahkan!? Mungkin pertanyaan aku sama dengan sang anak, kepada Papa Steven," gumam hati sang Mama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2