Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 169 Pertemuan yang menyakitkan bagi Rian.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Nampak Rian sudah berpakaian rapi. Niat dia hari ini mau menemui Papanya untuk meminjam uang kepada Tante Dini.


"Kamu tumben siang pergi ke Kafe," ucap sang Ibu dengan mata menatap lekat ke arah sang anak.


"Iya, Bu," jawab Rian terdengar singkat.


"Gimana kamu mau di antar sama Ibu ke rumah Desy," ucap sang Ibu terdengar ingin sekali kalau Rian bisa bertemu dengan Desy karena sang Ibu menginginkan Rian kembali akur dengan menantunya itu.


"Enggak perlu Bu, Rian tidak mau dulu bertemu dengan Desy," jawabnya.


"Tapi kenapa alasannya!" sang Ibu terdengar kesal dengan jawaban sang anak.


"Rian sudah bilang kan kemarin sama Ibu alasannya apa. Dia selingkuh!" jawab Rian dengan memijit kepalanya yang terasa pusing


karena pikirannya bercabang.


"Ibu tidak percaya!" sang Ibu nampak masih membela sang menantunya.


"Ini buktinya!" jawab Rian.


_______


Kemudian Rian pun merogoh ponselnya yang berada di saku celananya kemudian dia membuka galeri gambar lalu dia memperlihatkan gambar Desy bersama seorang lelaki tengah ngobrol di suatu Kafe nampak Desy sedang menatap lelaki tersebut dengan lekat dan tersenyum renyah.


"Mungkin itu hanya temannya saja Rian, kamu jangan berprasangka buruk sama Desy!" tetap Bu Viona tidak menerima tuduhan dari anaknya itu kalau Desy berselingkuh.


"Nah kan, Ibu masih tetap tidak percaya dengan Rian," Rian terlihat kecewa kepada ibunya karena Ibunya lebih membela Desy di bandingkan dirinya.


"Kamu jangan menuduh Desy sembarangan kalau cuma bukti itu!" ucap sang Ibu.


Meskipun dalam hatinya sang Ibu dihinggapi rasa tidak karuan karena takut jika apa yang di ucapkan Rian itu benar-benar terjadi kalau Desy berselingkuh dan otomatis mereka akan berpisah. Dan sang Ibu berpikir gimana nasibnya Rian karena yang mensupport keuangan selama ini adalah Desy.


"Tidak menuduh, ini masih ada bukti lain lainnya," Rian kemudian memperlihatkan foto satu lagi kepada sang Ibu dan nampak terlihat disana Desy sedang di peluk oleh lelaki itu.


"Mungkin itu pelukan seorang teman," sang Ibu mencoba menghela napas secara perlahan tatkala melihat Desy sedang di peluk oleh seorang lelaki dan nampak terlihat Desy tersipu malu.


"Apa benar Desy berselingkuh!" gumam hati Bu Viona. Jantungnya berdetak lebih cepat tidak karuan. Kekhawatirannya seakan hinggap terasa menggelayuti hati dan pikirannya.


_______


"Apa dengan Desy tersipu malu itu pelukan seorang teman," tegas Rian.


"Kalau pun Desy mencoba berselingkuh mungkin karena salahmu sendiri," Bu Viona mencoba membela kembali Desy.


"Ibu kenapa terus menerus membela Desy!" ucap Rian terdengar kesal dan kecewa.


"Makannya kamu hampiri Desy ke rumahnya, mungkin dia butuh kasih sayang dan perhatian yang dia tidak dapatkan dari seorang suami," ucap sang Ibu.


"Oh, jadi Desy mencari kasih sayang dan perhatian dari luar. Apa itu tidak di sebut selingkuh!?" Rian mencoba membela diri kembali.


"Sudah cukup! Ayo, kita ke rumah Desy!" ajak sang Ibu terlihat dihinggapi rasa emosi.


"Enggak mau," ucap Rian menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Dasar egois lelaki keras kepala! Seperti Papa kamu!" ejek sang Ibu.


•••


Rian pun kemudian meninggalkan Ibunya tanpa pamit melengos begitu saja. Sementara sang Ibu mungkin hanya gertakan saja di waktu kemarin dengan berbicara kepada anaknya jangan lagi pulang ke rumah.


Karena jika anaknya pergi meninggalkannya sang Ibu akan bersama siapa dia tinggal sementara sang suami sudah tidak peduli lagi dengannya.


_______


Di dalam mobil.


Nampak Rian terlihat berusaha bersikap santai ketika perjalanan menuju rumah sang Papa atau rumahnya Tante Dini. Dia berharap sekali ingin mendapatkan uang tersebut atau pinjaman dari Tante Dini.


Butuh satu jam untuk perjalanan menuju rumah Tante Dini dan nampak di teras rumah sang Papa beserta Tante Dini sedang duduk di teras rumah.


Terlihat nampak serius mereka ketika berbicara. Dengan sangat penuh percaya dirinya Rian berpikir bahwa sang Papa dan Tante sedang membicarakan dirinya.


"Mungkin Papa berubah pikiran dan di mau memberikan aku uang pinjaman," gumam hati Rian terlihat tersenyum lebar dan dadanya yang sedari tadi bergemuruh kini terasa bisa terkontrol.


Dia pun memarkirkan mobilnya tepat di depan halaman rumahnya Tante Dini. Dan nampak terlihat Tante Dini dan sang Papa melirik ke arah Rian yang tengah berjalan ke arahnya.


_______


"Pagi, Rian, gimana kabarnya?" Tante Dini begitu ramah ketika menyapa Rian anak dari sang suaminya tersebut.


Sementara Papanya Rian seakan tidak peduli, dia hanya tersenyum tipis. Rian pun seakan menyadari hal itu.


"Sehat, Pah!"ucap Rian dengan mencium punggung tangan sang Papa dan juga Tante Dini.


"Tan, gimana mengenai pinjaman uang itu. Apakah Tante bersedia memberikan pinjaman kepada Rian," ucap Rian dengan tersipu malu dan sedikit memaksa.


Tante Dini nampak melirik sang suami kemudian menghela napas secara perlahan.


"Tante gimana Papa kamu saja Rian, lagian untuk saat ini Tante sedang tidak pegang uang, dan simpanan uang Tante yang ada adalah uang warisan yang diberikan oleh kedua orang tua Tante." ucap Tante Dini mencoba menerangkan kepada anak suami tersebut.


"Intinya sekarang kan Papa sudah tidak kerja dan uang yang Tante Dini punya saat ini untuk keperluan modal usaha kita nantinya ke depan," sambung sang Papa.


"Itu nanti kan Pah, bisa kan dipinjam dulu oleh Rian," ucap Rian dengan mudahnya berkata begitu dan dari gestur tubuhnya seakan memaksa sang Papa agar bisa meminjamkan uang yang Tante Dini pegang.


"Tidak! tidak, Rian, pokoknya Papa tidak mau bantu kamu untuk saat ini!" ucap sang Papa mencoba memberikan ketegasan kepada sang anak.


Sontak Tante Dini dihinggapi rasa terkejut dengan sikap sang suami yang terlihat dihinggapi rasa kesal dengan mata melotot ke arah sang anak.


_______


Nampak Rian tertunduk dalam hatinya dihinggapi rasa kecewa, kesal dan amarah yang terpendam karena di depan Tante Dini, sang Papa menggertak nya dan melotot.


Rian membuang napas kasar.


"Alasan Papa apa tidak memberikan Rian pinjaman uang!? Apa karena Rian main perempuan! Apa bedanya dengan papa yang saat ini cerai dari Ibu Viona dan menikah untuk memilih Tante Dini sebagai pelabuhan terakhir." sindir Rian kepada sang Papa.


PLAK...


Tamparan indah melayang di pipi Rian dan nampak Rian terkejut begitupun dengan Tante Dini atas perlakuan sang Papa yang dengan berani menampar Rian.

__ADS_1


Rian menghela napas panjang dan terlihat meringis menahan rasa sakit.


"Apakah Papa puas dengan cara menampar Rian! Papa puas!?" teriak Rian dengan mata yang berkaca-kaca.


"Cukup Rian, kamu pergi dari sini. Hidupmu kalau masih bersama Lia mungkin tidak akan seperti ini. Lia orang baik mengapa aku lepaskan," mata sang Papa berkaca-kaca seakan teringat sosok menantunya itu dan cucu semata wayangnya yang kini sudah tidak pernah bertemu kembali dengannya.


"Ingat ya Pah, asal Papa tahu hidup Ibu Viona terluka gara-gara Papa mendua!" telunjuk Rian mengarah ke wajah sang Papa dengan menitikkan air mata.


•••


Kemudian Rian pun keluar dari rumah tersebut lalu memasuki mobilnya dan dengan cepat mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Arghhhh....


Teriak Rian di dalam mobil, dia meremas rambutnya dengan kasar dan mengelus pipinya yang memerah karena akibat tamparan keras dari sang Papa.


_______


Sementara setelah Rian pergi dari dalam rumah nampak Papanya Rian terisak tangis. Dia seakan sedih melihat kondisi anaknya yang terlunta-lunta mencari pinjaman uang untuk menutupi utangnya.


"Tidak, aku tidak mau memanjakan anak. Aku tidak akan memberikan pinjaman uang karena uang yang dia pakai dan ternyata habis dia pakai buat wanita. Jalannya sudah tidak benar," ucap sang Papa terlihat gemetar ketika berbicara.


Dia menyadari dulu telah melakukan kesalahan dengan berselingkuh dan pada akhirnya dia memilih istri keduanya yaitu Tante Dini.


Sifat keras kepala Bu Viona istri pertama sama persis dengan Rian. Dan Rian sekarang ini menemukan istri yang keras kepala juga seperti Desy jadi percekcokan sering terjadi diantara mereka atau tidak mau mengalah satu sama lain.


Beda dengan sang istri yang sekarang yaitu Tante Dini, dia begitu lembut dan menghargai suami. Terbukti dengan Lia meskipun itu istri kedua dari Papanya Rian, dulu Lia lebih nyaman dengan Tante Dini.


"Pah, kenapa kamu menampar anak itu?"


Terlihat Tante Dini seakan dihinggapi rasa bersalah kepada anak suaminya itu karena tidak meminjamkan uang


"Mah, biarkan saja. Agar dia mikir karena setelah berselingkuh dari Lia dia kembali berselingkuh dari Desy. Dia menyakiti hati wanita dan maaf aku bukannya membandingkan antara kamu dan Viona. Aku berselingkuh dan akhirnya memilih kamu jadi istriku karena aku merasa nyaman dengan kamu, dan Viona begitu keras kepala beda dengan Rian dia dulu lebih memilih Desy padahal Desy sifatnya kurang baik di banding dengan Lia. Dan kini dia kembali berselingkuh dengan Citra yang notabene selingkuhannya dulu ketika dia masih berstatus suami Lia," ucap sang suami mencoba menerangkan semuanya agar terdengar jelas.


Tante Dini hanya terdiam, dia pun merasa bersalah dulu yang telah merebut lelaki yang kini menjadi suami sahnya dari Viona.


"Sudah Mah, kamu jangan menyalahkan diri sendiri terutama memikirkan Rian yang baru saja pergi. Aku hanya ingin membuat dia menjadi efek jera," ucap sang suami.


________


TING...


Tiba-tiba pesan muncul dari layar ponsel Tante Dini dan nampak itu adalah nomor asing atau nomor baru yang muncul di ponsel miliknya.


{"Dini,,,! Berani-beraninya suami kamu menampar anakku!"} pesan tersebut membuat hati Tante dini dihinggapi rasa terkejut


Tante Dini yakin yang memberikan pesan tersebut adalah Viona. Tante Dini paham dengan pesan tersebut. Viona tidak berani memberikan pesan terhadap sang suami karena dia sudah kesal dan memendam amarah.


TING...


{"Aku akan membuat perhitungan sama kamu Dini. Aku tidak rela jika anakku terluka dan kamu juga harus buat terluka dari tanganku,"} pesan yang kedua kembali muncul dengan bertuliskan seperti sebuah ancaman.


Bersambung...


Terima kasih yang selalu setia membaca karya saya. Mohon maaf dua hari ini selalu telat posting karena Author nya, sedang sibuk di dunia nyata dan berada diluar kota.

__ADS_1


Salam sayang selalu buat Reader-ku 🥰🙏


__ADS_2