
Setelah acara selesai, Bapaknya Rian dan Tante Dini pun berpamitan.
"Lia kamu kembali pikirkan ya, ajakan Tante tadi untuk pergi ke Singapura, biar kamu pikirannya agak rileks dan Cantika juga. Kita itu perlu berlibur biar ada hiburan," ejek Tante Dini sambil melirik ke arah Rian dan tertawa terkekeh.
"Iya Tan, nanti saya akan rayu Lia, biar dia ikut" ucap Rian tersipu malu.
"Ya sudah Tante pergi dulu ya," kemudian Bapak Yosi pun mengemudikan mobilnya dan pergi berlalu keluar dari arah garasi halaman rumah, dan Tante Dini melambaikan tangannya kepada semua orang yang ada disana.
"Daahhhh, Sayang!" ucap sang Tante menatap lekat ke arah Cantika.
___
Rian nampak duduk di teras rumah bersama Lia sementara Cantika terlihat manja, duduk dipangku oleh sang Papa.
"Sayang, beneran mau ikut ke Singapura? Kalau mau ikut, nanti lusa Papa beliin baju untuk pergi ke sana," tanya Rian seakan membujuk anaknya agar bisa ikut ke Singapura bersama Tante Dini.
__ADS_1
"Mah, pengen ikut," rengek Cantika kepada sang Mama.
Nampak terlihat Cantika begitu memelas untuk bisa ikut bersama Tante Dini.
Lia hanya diam termangu, dia seakan dihinggapi dilema. Lia pun ingin melihat anaknya bahagia dengan cara dibawa jalan-jalan pergi ke luar negeri. Tapi jika dia meninggalkan Rian, sang suami itu, rasanya tidak mungkin karena dia berpikir Rian, dan Desy akan intens untuk bisa bertemu.
Lia membuang napas kasar.
"Ya, nanti ya Sayang, Mama berpikir dulu," ucapnya dengan melirik ke arah sang anak.
"Kalau mau pergi-pergi aja mah jangan khawatir aku nggak ada hubungan apa-apa kok dengan Desi," ucapnya lekat ke kuping sang istri karena takut terdengar oleh Cantika.
Spontan Lia menatap Rian.
"Kenapa dihubungkan dengan si Desi?" tanya Lia terdengar ketus ketika berbicara.
__ADS_1
"Aku yakin, kamu curiga dan cemburu," ucap Rian dengan pandangan menunduk.
"Wajar kalau aku curiga dan cemburu, karena kamu suami aku. Paham!" ucap Lia.
"Nggak mungkin Mah, dia kan sahabat kamu. Masa aku berhubungan dengan sahabat kamu sendiri, ada-ada aja Mama ini" Rian tertawa terkekeh seakan menyembunyikan sesuatu dan menutupi kebusukannya.
"Kalaupun jadi atau tidaknya aku pergi bersama Tante Didi ke Singapura, kamu itu harus menjaga diri kamu untuk tidak berselingkuh dengan Desy sahabatku. Kalau sampai kamu berselingkuh dengan dia, berarti kamu udah tidak punya perasaan terhadap istri kamu. Begitupun sebaliknya dengan Desy, dia tidak menghargai aku dan tidak punya rasa kasihan terhadap sahabat, karena dia sudah menikung dari belakang atau merebut suami orang. Dan itu namanya Pelakor!" ucapnya. Lia pun berlalu dari hadapan suaminya.
"Pa..Papa, bujuk deh Mama, biar Mama ikut ke Singapura bersama Tante Dini," rengek lagi Cantika. Sang anak itu seakan ingin pergi berlibur bersama Tantenya.
"Sayang kalau kamu berdua sama Tante Dini mau? Tapi Mama nggak ikut." tanya sang Papa mencoba meyakinkan sang anak.
"Ya, nggak mau lah, kalau sendiri. Terus berdua sama Tante Dini? Cantika inginnya Mama itu ikut!" ucap Cantika kembali seakan antusias sekali ingin pergi berlibur ke Singapura bersama Tante Dini.
Rian terdiam dan dia pun berpikir.
__ADS_1
"Mungkin istriku cemburu, dan takut kalau aku banyak waktu dengan Desy, sementara dia tidak ada di rumah. Ya, itu wajar karena kemarin aku bersama Desy sudah kepergok di sebuah Restoran." gumam hati Rian.