Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 72 Hati Adrian tidak karuan


__ADS_3

Malam itu.


"Adrian Papa harap kamu bisa menerima perjodohanmu dengan Zahira," ucap sang Papa ketika semua tamu sudah pulang, begitupun dengan Lia. Adrian pun menghela napas panjang.


"Tapi Pah,,!" Adrian seakan tidak bisa meneruskan ucapannya itu.


"Tapi apa!? Kenapa kamu mesti menolak, bukannya tadi sudah kamu lihat Zahira seperti apa? Selain dia cantik, pintar juga baik. Jadi kurang apa lagi? Dia pun seorang Dokter yang mempunyai jabatan." ucap sang Papa terlihat berharap jika sang anak harus mengikuti keinginan hatinya agar mau di jodohkan dengan pilihannya sang Papa.


"Mungkin Adrian sudah cocok dengan Lia dan kalau Zahira kan, Adrian belum mengenal lebih jauh," ucap sang Mama mencoba membela sang anak.


"Itu alasan yang tidak tepat kalau menurut Papa, kamu kan bisa mengenal dia lebih jauh lagi. Percaya dengan Papa dia wanita baik," ucap sang Papa kembali.


"Bukan begitu Mah,,,Pah,,,! Adrian sudah mengenal Lia dari dulu, dan Lia adalah wanita yang sangat di idamkan Adrian. Tapi baru sekarang pintu cinta Adrian dibuka oleh Lia." ucap Adrian mencoba menjelaskan kepada kedua orang tuanya agar tidak salah paham.


"Setelah dia gagal dalam pernikahan, jadi baru dia menerima cinta kamu!?" ucap sang Papa seakan tidak setuju dan dalam benak pikirannya berpikir bahwa. (Setelah Lia mengalami kegagalan cintanya dalam berumah tangga baru dia menerima cintanya Adrian).


"Bukan Pah, bukan itu. Lia tidak seburuk yang Papa kira. Dulu Lia tidak menerima cinta Adrian karena Lia sedang fokus untuk mencari kerja, dan Adrian yang meninggalkannya saat itu karena Adrian pun merasa tidak berhak untuk memaksa cintanya Lia," ucap Adrian seakan membela Lia.


"Berarti kamu saat itu terluka dan kenapa kamu tidak berusaha melupakan Lia, padahal jelas-jelas kamu sudah di tolak oleh Lia," ucap sang Papa kembali.


"Sudah, cukup-cukup Pah. Pokoknya Adrian tidak mau lagi gagal untuk mendapatkan Lia." terlihat Adrian begitu mempertahankan sosok Lia kepada sang Papa.


"Rian ingat ya, umur kamu sudah tidak muda lagi, dan kamu harus segera menikah. Dan sekarang Papa kasih wanita terbaik untuk kamu. Tadi Papanya Zahira sudah berkata sama Papa bahwa Zahira sudah mau kalau di jodohkan sama kamu," ucap sang Papa kembali.


"Asal Papa tahu ya, kenapa Adrian tidak menikah sampai saat ini karena Adrian menunggu Lia. Tidak ada wanita yang mampu meluluhkan hati Adrian selain Lia. Dan sekarang mungkin sudah jodoh Adrian di pertemukan lagi dengannya. Rasa cinta yang dulu pernah hilang kini bersemi kembali setelah adanya kehadiran Lia saat ini," Adrian mencoba menerangkan kembali kepada sang Papa.


_______


Sang Papa terlihat memijit kepalanya dengan kasar. Dia pun seakan pusing dibuatnya.

__ADS_1


pertama dia pun tidak mau memaksakan kehendaknya kalau dia memaksakan kehendaknya untuk menjodohkan sang anak mungkin dia terlihat egois karena sang Papa berpikir anaknya juga butuh rasa nyaman dan tidak mau dipaksakan untuk masalah hati dan cintanya. Di lain sisi dia pun tidak enak dengan Papanya Zahira sahabatnya, yang sudah berjanji akan menikahkan anaknya dengan Zahira. Ini merupakan dilema baginya. Sang Papa hanya menghela napas panjang, dia pun berlalu dari hadapan sang istri dan anaknya tersebut.


_____


"Nak,,,Mama juga sebenarnya bingung dengan keadaan ini. Papa sangat dekat dengan Papanya Zahira, dan Papa mungkin sangat berharap kalau kamu bisa menikah dengan anaknya," ucap sang Mama menghela napas secara perlahan.


"Apakah Mama tega jika Adrian menikah dengan wanita pilihannya Papa, sementara Adrian tidak mencintainya?" tanya sang anak.


______


Sang Mama terdiam seakan tidak punya alasan untuk menjawab. Mama Silvi sebenarnya serba salah karena dari semenjak kedatangan Lia ke rumah, dan menceritakan kepada sang suami bahwa Lia sebenarnya sudah gagal dalam berumah tangga. Dia pun mencoba sekuat tenaga menjelaskan bahwa sang anak sangat mencintai Lia. Tapi rasanya semua sia-sia saja karena sang suami sepertinya belum peka hal itu.


"Kalau menurut Mak, lebih baik diam dulu. Mungkin Bapak perlu berpikir, nanti juga akan mengerti dengan keadaan semuanya," ucap Mak Lastri mencoba menenangkan masalah.


Mak Lastri seperti saudara sendiri bagi keluarga Pak Steven karena keberadaannya di rumah itu sudah lama, dan semua yang terjadi di rumah itu, Mak Lastri pun tahu jadi Mak Lastri selalu di sangkut kan dengan masalah keluarga itu.


____


Nampak Adrian hatinya gusar entah mengapa, dalam benaknya pun seakan dihinggapi rasa tanya yang begitu dalam.


"Apakah sudah tahu bahwa Zahira adalah wanita yang akan di jodohkan oleh Papaku, sehingga Lia tidak ada kabar!?" gumam hati Adrian. Karena biasanya Lia selalu ada kabar walaupun itu sebuah pesan. Tapi entah mengapa dari semalam tidak ada kabar untuknya.


Adrian tetap fokus menatap layar ponselnya, dia berharap ada pesan muncul kepadanya dari Lia. Tapi nampak di layar ponsel tersebut Lia sedang tidak online.


Adrian pun untuk sekedar memberikan kabar kepada Lia seakan tidak sanggup karena Adrian takut kalau Lia hatinya sedang ragu atau kurang nyaman setelah pertemuannya dengan Zahira.


Tapi Adrian pun menepis itu semua dan dia akhirnya memberanikan diri untuk memberikan sebuah pesan kepada Lia.


_____

__ADS_1


"Life id full of uncertainties. But there Will always be a sunrise after every sunset. Good Morning!"


("Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Tapi akan selalu ada matahari terbit setelah setiap matahari terbenam. Selamat pagi!").


_____


Setelah pesan terkirim nampak ceklis satu sepertinya ponsel Lia tidak aktif dan Adrian pun hanya bisa mengelus dada. Ponsel pun di simpan oleh Adrian di atas nakas lalu dia kembali rebahan ke atas kasur sambil menatap langit-langit kamarnya.


Pikirannya berselancar tidak karuan takut jika Lia berpaling lagi darinya seperti saat itu.


Adrian pun mencoba memejamkan matanya, agar pikirannya lebih rileks sejenak. Tiba-tiba suara pesan muncul dari ponselnya, dengan segera Adrian meraih ponselnya tersebut berharap yang memberikan pesan adalah Lia.


_____


{"Selamat pagi, sambutlah harimu dengan penuh semangat. Semoga harimu indah dan memberikan aura positif,"} pesan tertulis yang dikirim oleh Zahira.


Adrian pun tertegun sejenak dengan pesan yang masuk dan dia pun seakan tidak tahu harus membalas pesan apa kepada Zahira karena yang diharapkan oleh Adrian pesan masuk dari Lia.


Adrian pun kembali menyimpan ponsel tersebut di atas nakas tanpa memberikan balasan pesan kepada Lia.


______


Beberapa menit kemudian.


Drett... Drett...Drett..


Ponsel Adrian tidak berhenti berdering. Adrian pun dengan malas tangannya terulur mencari benda canggih itu walau dengan mata tertutup karena memikirkan Lia.


{Halo, Mas,,sehat?"} suara lembut Zahira di sambungan selularnya seakan membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2