Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 230 Rian Dan Desy Gugup


__ADS_3

Tatkala melihat sang Ibu tertidur dengan memakai selimut dan nampak obat berserakan di atas ranjang. Rian menyeret langkah kakinya ke hadapan sang ibu yang tengah disuapi makan oleh Desy.


"Kenapa Bu,! Ibu sakit?" tanya Rian dengan pandangan terlihat dihinggapi rasa khawatir.


"Ibu tadi jatuh dan sudah aku bawa ke Dokter, Mas." ucap Desi


"Tadi Ibu menelepon kamu, Nak. Sama Papa cuman ponselnya tidak aktif," ucap sang ibu kepada Rian


Rian nampak terkejut dan membuang napas kasar, dia seakan dihinggapi rasa bersalah karena ketika dia tadi rapat bersama rekan kerjanya nampak ponselnya dia matikan dan dia lupa sampai sore ini, dia belum mengaktifkan ponselnya tersebut.


______


"Aduh maafkan Rian Bu. Rian sibuk hari ini.Ibu jatuh di mana? Apa yang terasa sakit Bu?" tanya Rian bertubi-tubi bertanya kepada sang ibu


"Ibu tadi jatuh pas mau masuk kamar mandi dan setelah jatuh terasa badan tidak bisa digerakkan. Untung Desy dengan cepat ke sini dan membawa Ibu ke Dokter. Tapi sekarang ibu ada udah agak baikan," jawab sang ibu selalu seakan menenangkan hati sang anak yang terlihat panik.


Rian melirik ke arah Desy dan dia pun mengucapkan rasa terima kasih karena Desy telah menolong sang ibu.


_______


"Des, lebih baik kamu pulang dulu. Takut orang tua kamu menunggu dan maafkan Ibu mungkin tadi kamu mau kerja. Tapi karena Ibu jatuh kamu nggak jadi pergi kerjanya," ucap sang ibu meminta maaf terhadap Desy.


"Enggak apa-apa kok Bu. Besok Desy bisa kok untuk nengok Ibu ke sini lagi. Masalah kerjaan ada Bapak. Biar Desy besok nemenin Ibu lagi kesini karena Desy khawatir dengan kondisi Ibu. Jadi jangan Rian yang bolos kerja karena Rian baru memulai kerja. Kalau Rian tidak boleh bolos kerja," ucap Desy mencoba menawarkan sang Ibu agar besok Bu Viona akan di urusnya kembali olehnya.


Rian pun nampak tersipu malu dengan Desy. Dia berpikir sangat merepotkan dan mengganggu waktu Desy.


Rian terlihat menghela napas secara perlahan. Dia pun berpikir dalam hatinya untung ada sosok Desy yang menolong sang Ibu dengan sigap jadi sang ibu bisa dengan cepat dibawa untuk di obati ke Dokter.


Desy pun nampak pamit untuk pulang tidak lupa mencium punggung tangan sang Ibu


_______


Rian terlihat mengantarkan Desy menuju halaman rumah. Terlihat gugup diantara kedua orang tersebut, entah apa yang ada di pikiran masing-masing yang jelas hati mereka gini dihinggapi rasa malu dan sudah merepotkan terhadap mantan pasangannya masing-masing.


"Aku malu sama Desy karena selalu merepotkan dari dulu," gumam hati Rian.


Sementara Desy tengah memikirkan betapa senangnya hatinya saat ini karena telah memasak untuk Bu Viona yang dulu dia suruh-suruh untuk memasak. Tapi kini dia yang akan memperlakukan Bu Viona dengan telaten seperti yang dilakukan dulu oleh Bu Viona terhadap dirinya.


_____


"Besok,,," Rian dan Desy berucap secara berbarengan.


Terlihat mereka sama-sama tersipu malu.


"Kamu dulu Mas, mau bilang besok apa?" tanya Desy seperti menahan rasa malu.


"Ng-nggak Des, kamu dulu. Kamu mau bilang apa, silahkan," ucap Rian gugup.

__ADS_1


Akhirnya Desy pun berkata kepada Rian bahwa besok Rian mau kerja tidak, dan sebaiknya Rian kerja saja karena Desy yang akan menunggu Bu Viona di rumah.


"Apa tidak mengganggu acara kamu Des, kamu kan sedang sibuk proyek bersama Bapak kamu. Jadi kalau mengurus Ibuku waktumu terbuang jawab Rian


"Aku kasihan sama Ibu kamu biar dia pulih dulu baru aku bisa fokus kerja," jawab Desi.


"Dan kamu tadi mau ngomong apa sama aku?" tanya Desi kembali dengan tersipu malu.


"Hampir mirip pertanyaan dengan pertanyaannya dengan kamu Des, besok kamu mau ke sini lagi enggak, hehehe,,," ucap Rian seperti menahan tawa dan rasa malunya.


"Kamu fokus aja kerja ucap Desy." Desi pun tersenyum renyah kepada Rian lalu dia memasuki mobilnya.


Nampak Desi melambaikan tangannya kepada Rian, dan Rian pun membalasnya dengan lambaian tangan dan mengucap terima kasih kembali kepada Desy.


Desy pun membalas dengan senyuman seiring mobilnya berjalan dan berlalu dari tatapan Rian.


_____


Rian kembali memasuki rumah.


Rian nampak duduk di sudut ranjang sambil bercerita kepada sang ibu mengenai masalah dia kerja bersama sang Papa. Dan nampak raut muka Rian terlihat gembira karena bulan depan Rian akan mendapatkan mobil dari sang Papa.


"Asal kamu jangan minta mobil itu ke Papa kamu," ucap sang ibu


"Ya, enggak lah Bu! Itu hasil kerja Rian karena tadi setelah Rian rapat untuk masalah bisnis. Alhamdulillah bisnisnya lancar dan Rian akan mendapatkan uang yang lumayan cukup untuk membeli kendaraan dengan memakai kendaraan, Rian tidak akan menyusahkan Papa lagi untuk tiap hari Papa datang kesini intuk menjemput," Rian terdengar seperti menjelaskan kepada sang ibu.


"Semoga kita diberikan kelancaran kedepannya ya,! Oh iya, Rian. Ibu bahagia sekali dengan perubahan sikap Desy dan ibu menginginkan kamu sama Desi,,," terdengar sang Ibu ucapannya menggantung dan membuat penasaran di hati Rian


______


"Rian sama Desy apa Bu?" tanya Rian.


Rian pun seakan tahu maksud dari yang sedang dipikirkan oleh sang Ibu bahwa dia dengan Desi agar kembali rujuk.


"Ibu yakin kamu sudah tahu jawabannya," ucap sang Ibu seakan tidak ingin menjelaskan.


"Nanti akan Rian pikirkan Bu. Rian tidak mau gagal untuk yang ketiga kalinya dan Ibu tahu sendiri kan, Rian baru memulai usaha nanti kalau Rian sudah berhasil dan bisa bertanggung jawab sama calon pasangan, baru Rian akan menikah. Rian tidak mau yang membiayai adalah istri Rian, seperti kejadian waktu Rian menikah sama Desy. Jadi Rian nanti akan dipandang sebelah mata kalau tidak bertanggung jawab kepada pasangan," ucap Rian seakan tidak mau di desak.


Sang Ibu pun terdiam seakan mengerti maksud dari apa yang diucapkan oleh sang anak.


"Kalau sudah saatnya menikah pasti semuanya akan dilancarkan Bu," ucap Rian kembali.


Rian pun pamit dari hadapan sang Ibu untuk membersihkan badannya yang terasa lelah dan gerah.


____


Selesai mandi.

__ADS_1


Nampak Rian sedang makan sendiri di ruang makan dan Rian terlihat menikmati makanan tersebut yang dimasak oleh Desy.


Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel milik Rian dan terlihat di layar ponsel tersebut Desy memberikan sebuah pesan.


"Bagaimana masakanku Mas, enak tidak hehehe,,," tulis pesan Desy dengan ditambahi emoticon tersipu malu.


Rian nampak tersenyum ketika membaca pesan dari Desy, dan Rian pun membalaskan pesannya tersebut dan mengucapkan bahwa masakan yang di masak oleh Desy sangat enak. Rian tidak menyangka Desy pintar masak.


"Terima kasih ya, sudah mau masakin," balas pesan Rian kepada Desy.


"Ya, sudah lanjut makannya. Besok aku masakin lagi dan sebelum aku tiba disana aku akan mampir ke pasar untuk belanja," ucap Desy.


"Jangan repot-repot Des," balas Rian.


"Tidak, apa-apa Mas, aku senang melakukannya agar aku tidak dihinggapi rasa bersalah karena dulu aku selalu menyuruh Ibumu untuk masak dan aku merasa dihinggapi rasa salah yang kian menganga," jawab Desy.


Rian pun seakan teringat waktu itu Desy selalu menyuruh Ibunya masak dan Ibunya sempat berucap kepada Rian, dia layaknya ART yang selalu di suruh-suruh oleh menantu. Rian hanya menghela napas secara perlahan kemudian dia menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan makannya.


_______


Drett...


Drett...


Tiba-tiba suara telepon berbunyi dari ponsel Rian dan terlihat sang anak meneleponnya. Sang anak memberikan sebuah kabar bahwa dia akan berkunjung ke rumah sang Nenek karena dia tahu sang Nenek jatuh dari Desy.


Kedatangan sang anak besok akan dijemput oleh Desy dan kebetulan besok hari sabtu jadi Cantika libur sekolah.


Dalam hati Rian berpikir mengapa Desy tadi tidak memberitahu bahwa sang anak akan diajak ke rumahnya besok, atau mungkin Desy lupa memberitahu dia bahwa Cantika juga akan di ajak untuk datang ke rumahnya. Tapi Rian seakan tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Ya, sudah Sayang, besok ditunggu sama Papa ya," jawab Rian.


"Cantika mau menginap di rumah Nenek ya, dan nanti sorenya Mama Lia juga sama Papa Adrian mau datang nengok ke Nenek," ucap kembali sang anak.


"Oke sayang, pokoknya Papa tunggu besok," jawab Rian kembali.


______


Beberapa jam kemudian.


Di kursi sofa terlihat Rian memejamkan matanya. Dia seakan teringat apa yang baru saja diucapkan oleh sang Ibu, bahwa dia sebaiknya rujuk dengan Desy karena sikap dari Desy sudah berubah.


Nampaknya Rian pun seperti memikirkan hal tersebut dan Rian seakan ingin lebih jauh lagi mengenal sosok Desy saat ini sifatnya seperti apa. Apakah sudah berubah atau belum.


Rian pun seakan merencanakan akan bertemu dengan Desy hanya berdua saja ingin lebih lanjut mengenal sosok Desy.


"Mungkin nanti setelah Ibuku sehat aku akan ajak Desy keluar dan kita diskusi bareng berdua," gumam hati Rian

__ADS_1


Tak terasa malam pun semakin larut akhirnya Rian memasuki kamar untuk istirahat tidur. Tidak lupa Rian mengintip dari arah jendela pintu kamar sang Ibu, dan nampak di sang Ibu sedang tertidur lelap.


Bersambung...


__ADS_2