Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab:185 Rumah Desy Terbakar


__ADS_3

Bu Viona begitu seakan terlena dengan obrolan dia dengan temannya dan entah mengapa rasa ngantuk begitu hinggap menyertai dirinya. Bu Viona pun menguap beberapa kali dan dia tidak sadar bahwa sebenarnya dia tengah memasak di dapur dengan menggunakan dua kompor.


Kompor pertama dia gunakan memanaskan minyak goreng sementara kompor satu lagi dia gunakan untuk memasak air.


Terlihat gumpalan asap pun muncul dari arah dapur. Bau hangus karena air sudah surut dan minyak goreng yang mengebul campur menjadi satu.


Desy yang sedang tertidur lelap nampak batuk dan antara mimpi dan setengah sadar dia mencium bau yang kurang nyaman di arah dapur. rasa sesak karena uap asap sungguh mengganggu penciuman Desy yang sedang tertidur lelap.


_____


Desy pun menggeliatkan tubuhnya dan dia dihinggapi rasa penasaran. Dalam benaknya pasti sang Ibu mertua masih memasak dan dia seakan penasaran ingin melihat sang Bu mertua sedang memasak apa karena baunya yang kurang enak dan hawa panas terasa hinggap menyelimuti.


Desy pun bangkit dari dalam tidurnya nampak terlihat Rian masih terlelap dengan tidur dengan membelakanginya, Desy hanya mendelik seakan kesal dibuatnya.


______


Ceklek...


Pintu kamar terbuka dengan lebar dan alangkah terkejutnya hati Desy karena di ruang dapur terlihat gumpalan asap dan api yang menyala kian membesar di ruangan tersebut.


Sementara di luar sana suara seseorang yang menggedor pintu rumah berteriak histeris.


Tok...


Tok...


Tok...


"Des, Des, rumah kamu kebakaran ya, nampak banyak asap terlihat dari jendela dapur," teriak diluar sana.


"Buka, Des, pintunya cepat!" teriak yang lainnya.


Tanpa pikir panjang kedua orang lelaki tersebut yang ternyata adalah tetangga dekatnya mendobrak pintu rumah.


_____


Nampak Desy meringis seakan api tersebut ingin menyantapnya rakus. Desy pun berteriak minta tolong dan api tersebut seakan ingin merangkul tubuhnya. Akhirnya si jago merah tersebut menyapa tangan Desy.


"Awww,,,,,!!!!" teriak Desy sambil berteriak minta tolong.


Desy nampak panik jalan menuju keluar pintu rumah pun seakan lupa.


Desy nampak terkena cipratan api tangannya. Sementara Rian terbangun dan dia dengan spontan lari ke arah pintu kamar sang Ibu nampak sang Ibu sedang batuk dan terlihat memegang dadanya mungkin karena rasa pengap yang menyelimuti ruangan kamarnya.


______


Rian dengan cepat menggendong sang Ibu dan nampak kakinya terkena cipratan api begitupun dengan sang Ibu punggungnya terkena cipratan api.


Desy berlari cepat keluar pintu dengan tangan yang masih sakit dan rasa panas terasa begitu merasuk tangannya.


Sang jago merah seakan terus mengejar ketiga orang tersebut yang belum keluar penuh dari dalam rumah. Bu Viona pun akhirnya pingsan dengan di pangku oleh Rian.


Sementara Rian pun ingin cepat berlalu keluar untuk menyelamatkan dirinya meskipun kakinya teras sakit karena cipratan api yang sangat panas.


_______


Orang-orang berhamburan dan mereka pun membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Akhirnya ketiga orang yang berada di rumah bisa lolos keluar dengan sigap mereka dibawa ke rumah sakit terdekat.


Dan api pun tambah menjalar keluar dan membesar.


Sementara beberapa menit kemudian Team pemadam kebakaran pun datang. Mereka dengan bersusah payah dan sekuat tenaga bekerja sama untuk memadamkan api yang membesar. Dan setelah dua jam kemudian barulah api dapat di padamkan.


_________

__ADS_1


Nampak barang-barang yang berada di rumah tersebut tidak ada yang terselamatkan begitupun dengan mobil Rian dan mobil milik Desy. Sementara yang terkena musibah mereka tengah di bawa ke rumah sakit untuk melakukan perawatan secara intensif.


Kedua orang tuanya Desy nampak datang ke lokasi rumah Desy yang tengah terbakar dan betapa terkejutnya mereka karena barang-barang yang ada di rumah sang anak ludes terbakar si jago merah.


•••


Sang Mama nampak menangis histeris.


"Pah, ayo, kita lihat keadaan anak kita," ucap Mamanya Desy dengan suara isak tangis.


"Aku menyesal kenapa tadi Desy tidak dibawa sama aku. Tapi dia malah ingin selalu dengan si Rian," gerutu sang Papa.


______


"Maaf Pak, dengan keluarganya yang terkena musibah kebakaran ini ya?" tanya seseorang yang terlihat dia adalah Team dari pemadam kebakaran.


Kedua orang tuanya Desy menganggukkan kepalanya dan terlihat dari raut mukanya mereka sangat sedih.


"Setelah kami teliti ternyata datang mulanya api dari arah dapur dan kemungkinan sang pemilik rumah sedang memasak dan lupa mematikan kompor," ucap Team pemadam kebakaran.


_______


DEGH...


Nampak kedua orang tuanya Desy terkejut dengan kabar tersebut karena mereka tahu selama ini yang memasak adalah Ibu mertua Desy. Dan Papanya Desy pun terlihat geram wajahnya.


"Gara-gara si Viona, tidak becus mengurus dapur akhirnya kebakaran," gumam Papanya Desy.


Papanya Desy yang terlihat sabar selama ini akhirnya dia pun seakan ingin meluapkan emosinya kepada Bu Viona dan Rian.


"Ayo, Mah, kita segera ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi keadaan anak kita. Aku mau bujuk anak kita agar bercerai dari si Rian." gerutu Papanya Desy.


Sang suami nampak menyeret tangan sang istri menuju mobil, dia seakan ingin cepat bertemu dengan Rian dan menyelesaikan semuanya.


________


"Sabar Pah," ucap sang Ibu ketika berada di dalam mobilnya.


"Kesabaranku rasanya sudah habis Mah, dan Mama juga harus paksa si Desy agar mau cerai dari si lelaki brengsek dan tidak berguna itu. Tapi kalau anakmu tidak mau juga cerai dari Rian, sudah kita putuskan saja hubungan kita dengan anak kita itu!" tegas sang Papa.


"Maksud Papa apa?" tanya sang istri dihinggapi rasa terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami tersebut.


"Ya, usir saja si Desy, Papa jujur sudah capek dengan kelakuan anak itu yang selalu mempertahankan lelaki tidak berguna," sang Papa nampak dihinggapi rasa emosi yang begitu teramat dalam.


"Pah, tenang. Papa sedang emosi, anak kita sedang terkena musibah dan Papa harus ikhlas ini adalah cobaan atau mungkin juga karma," ucap sang Mama.


"Kamu jangan ngaco Mah," jawab sang Papa.


"Ya, anak kita dan suaminya menyakiti seorang wanita yaitu Lia. Mungkin ini pembalasannya," sambung sang Mama kembali.


_______


Sang suami pun seakan tidak bisa berkata apa-apa dengan ucapan sang istri yang dikatakan karma.


Mengenang kebelakang begitu berat penderitaan yang Lia hadapi dan keberadaan Desy di tengah biduk rumah tangga Lia dengan Rian, seakan menjadi bumerang dan seiring waktu berjalan kedekatan yang terjalin antara Desy dan Rian pun seakan boom waktu yang mengakibatkan rasa sesak yang berkecamuk dalam diri Lia.


"Ya, mungkin ini karma anakku yang harus dia terima dan aku sebagai Papanya harus ikhlas menerima semua ini," gumam hati sang Papa menghela napas panjang.


______


Tiba di Rumah Sakit.


Nampak sang Papa memasuki ruang IGD dan terlihat Desy sedang meringis menahan sakit karena tangannya terkena cipratan api yang mengakibatkan tangan tersebut susah digerakkan.

__ADS_1


"Des, sabar ya," ucap sang Mama terlihat menitikkan air mata.


"Mah, gimana keadaan rumah setelah terjadi kebakaran. Barang-barang terselamatkan kan!?" tanya Desy menatap lekat ke arah bola mata sang Mama.


•••


Sang Mana menggelengkan kepalanya dan mengusap lembut rambut Desy. Dalam diri sang Mama berpikir anaknya setelah menikah sama sekali tidak menemukan kebahagiaan yang ada yang kepedihan dan keuangan pun menipis karena Rian sang suami terus menerus minta kepada Desy. Dan sekarang rumah beserta mobil pun ludes terbakar si jago merah.


"Sungguh malang nasibmu Des," gumam hati sang Mama dan nampak air mata menetes deras di hamparan pipinya.


"Mah, apa semua habis terbakar!?" tanya Desy kembali kepada sang Mama dengan dihinggapi rasa penasaran.


"Habis Des, tidak ada yang tersisa sedikitpun!" tegas sang Papa.


______


DEGH...


Desy nampak terkejut dan dia pun berteriak histeris. "Tidak Pah, tidak mungkin!" Desy seperti orang kesurupan emosinya seakan tidak bisa terkontrol.


"Sabar Des, sabar. Ini adalah ujian yang harus kamu terima dan hadapi," sang Mama memeluk erat tubuh Desy dengan bercucuran air mata.


"Tidak Mah, bagaimana dengan Desy kedepannya. Rumah, mobil, bahkan uang yang tersisa di dompet pun habis terbakar. Sedangkan uang Desy sudah ludes di Bank," ucap Desy seakan tidak terima dengan kenyataan ini.


"Makannya denger kalau orang tua ngomong itu, kalau sudah begini kamu tahu akibatnya kan," sindir sang Papa.


"Maksud Papa apa!? Papa menyalahkan Desy karena sudah menikah dengan Rian begitu!" bentak Desy seakan tidak terima kalau sang Papa menyudutkan suaminya.


"Keras kepala kamu Des, Papa tidak suka!" mata sang Papa melotot.


"Sudah, sudah cukup. Kita sedang di uji oleh yang di atas yang penting semua yang berada di rumah tidak terbakar dan selamat keadaannya," sang Mama terlihat kesal karena Desy dan sang suami berdebat seakan tidak ada ujungnya.


"Mah, bagaimana dengan Desy, ke depannya Mah," Desi menangis histeris seakan tidak terima dengan apa yang telah terjadi.


"Sabar Des, yang penting kamu sembuh dulu." ucap sang Mama dengan melihat tangan Desy dan sang Mama meringis seakan merasakan sakit yang tengah dirasakan oleh Desy saat ini seperti apa.


Sang Papa pun kemudian berlalu dari ruangan Desy dengan bibir yang terlihat cemberut.


________


Sementara di ruangan lain Rian tengah meringis menahan rasa sakit di bagian kakinya. Dan nampak kakinya penuh dengan luka dan Rian tengah merasakan rasa linu yang teramat.


"Rumah dan semua barang habis terbakar!" ucap Papanya Desy yang tiba-tiba datang ke ruangan Rian.


Sontak Rian terkejut tatkala mendengar kabar tersebut.


"Mobil Rian gimana Pah!" Rian pandangan matanya lekat ke arah sang Papa mertua.


"Mobil kamu dan Desy sama habis terbakar!" sang Papa terdengar kesal ketika berucap.


____


DEGH...


"Apa,,,!!! Rian tidak salah dengar Pah," Rian dihinggapi rasa terkejut dadanya bergemuruh tidak karuan.


"Kamu lihat saja sendiri kesana. Desy benar-benar sial menikah dengan kamu Rian dan Papa sungguh menyesal karena Desy menikah dengan kamu!" sang Papa tangannya terlihat mengepal rasanya dia sudah tidak sabar ingin menghantam tubuh menantunya itu yang seakan tidak berguna.


Rian menitikkan air mata.


"Tidak, tidak Pah, itu mobil harta Rian satu-satunya," bibir Rian bergetar.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2