Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 86 Mengenang masa lalu


__ADS_3

Sementara Papa Rian sedang duduk termangu di teras rumah, sang istri pun yaitu Ibu Viona seakan sudah tidak memperdulikannya lagi.


"Pah, aku tahu kamu pasti ada wanita yang kini hinggap di hati kamu, tapi aku sudah tidak peduli lagi, terserah kita masing-masing saja, aku sudah capek dengan semua ini!" gumam Ibu Viona ketika duduk bersama di teras sambil menunggu jemputan.


Hubungan mereka tidak hangat seperti dulu mereka seakan memikirkan masalah masing-masing, tanpa ada canda tawa lagi yang ada di hati mereka, mungkin terasa kaku semenjak kehadiran Tante Dini.


_______


"Kalau mau makan Mbak, (Sang ART) sudah siapin aku mau ada acara dengan Desy, mau belanja!" ucap Ibu Viona.


Dia pun berlalu dari hadapan sang suami ketika mobil Desy membunyikan klaksonnya di halaman depan rumah mereka. Ibu Viona melengos tanpa ada ciuman kepada sang suami sangat beda dulu yang dilakukan Ibu Viona kepada sang suami begitu manja dan terlihat romantis.


Nampak Desy membuka pintu kaca mobil dan melambaikan tangan kepada Papanya Rian. Papanya Rian pun tersenyum ramah kepada Desy menyembunyikan semua yang tengah terjadi yaitu sebuah perselisihan dengan sang istri. Padahal jauh sebelumnya Desy sudah mengetahui perselingkuhan yang terjadi antara kedua orang tuanya Rian.


"Hai, Desy, tampak cantik kamu hari ini. Beruntung Ibu dapatkan calon mantu seperti kamu," ucap Ibu Viona ketika memasuki mobil Desy.


Desy pun kemudian menciumi punggung tangan sang calon Ibu mertua, dalam hatinya dihinggapi rasa gembira yang teramat karena sang calon Ibu mertua tengah memujinya.


______


"Bu, sekarang Ibu mau dibeliin apa sama Desy, terserah Ibu mau beli apapun. Pasti Desy akan beliin," ucap Desy seakan sedang mengambil hati Ibu Viona.


Ibu Viona tersenyum bahagia tatkala Desy seolah-olah menantang dirinya untuk membeli apa yang dia mau.


"Kita lihat disana nanti ya Sayang," ucap Ibu Viona, pikirannya berselancar seakan memikirkan, barang apa saja tang akan di beli nanti dan Desy tentunya yang akan membayar semuanya.


"Oke, deh, kalau begitu, asal Ibu senang pasti Desy ikut senang," ucapnya tersenyum licik karena dia sudah mengambil kembali hati Ibu Viona dengan cara, akan membeli barang apapun yang dibutuhkan oleh Ibu Viona.

__ADS_1


Ibu Viona pun sebenarnya mampu membeli barang apapun, tapi karena hari ini gratis alias tidak mengeluarkan uang dari dompetnya jadi Ibu Viona merasa senang. Apalagi Ibu Viona tengah kesepian dan merasa kurang kasih sayang dari sang suami akhir-akhir ini jadi Ibu Viona merasa terhibur dan senang mendapatkan perlakuan yang di manja oleh sang calon menantunya itu.


______


Desy pun melajukan mobilnya tersebut dengan menyetel musik klasik tempo dulu kesukaan Ibu Viona, dan Ibu Viona pun seakan terhanyut dengan keadaan. Nampaknya Desy sangat pandai menyelami keadaan sekitar agar dia bisa full di terima oleh sang Ibu mertua untuk bisa lebih dekat atau diterima sebagai menantu.


______


Arghhhhhh...


Nampak Papanya Rian membuang napas kasar tatkala mobil Desy hilang dari pandangannya. Dia pun memejamkan mata dan memijit keningnya. Nampak sang Papa Rian memikirkan Tante Dini sang istri mudanya itu yang kini tengah di rawat dipusat rehabilitasi. Dia pun seakan masih berharap sang istri akan segera pulih dari sakitnya. Begitu cintanya Tante Dini kepada Papanya Rian sampai dia pun rela di madu oleh lelaki tersebut.


Namun pikirannya lelaki tersebut seakan kembali mengingat ketika zaman kuliah dulu, ketika dia mengejar cintanya yang bertepuk sebelah tangan. "Silvi,,! kamu dimana sekarang?" gumam Yosi (Papanya Rian).


Wanita manapun bisa dia dapatkan, entah mengapa saat itu Silvi sulit dia dapatkan padahal dia dulu punya segalanya uang, dan ketampanan. Siapa pun wanita pasti tergiur dengan pesona itu tapi tidak dengan Silvi ( Mama Adrian) dia tidak menyukai Yosi karena seorang playboy.


Disaat hatinya sedang di rundung rasa sepi karena sang istri, Ibu Viona begitu cuek dan komunikasi pun seakan hampa tidak ada, juga istri mudanya yaitu Dini sedang di pusat rehabilitasi. Yosi seakan berpikir jauh dia ingin kembali bertemu dengan Silvi walau hanya sekedar ( Say, Hello).


Kedua bola mata Yosi lekat satu persatu ke nama-nama teman lamanya di aplikasi teleponnya itu. Sani satu nama muncul di deretan huruf S, mata Yosi terbelalak dan tersenyum sumringah. Sani adalah teman dekat dari Silvi.


_____


"Nah, mungkin Sani tahu nomor telepon Silvi, rasanya aku ingin bertemu dan bercerita semua rasa sedihku kepada Silvi, dia wanita yang bijak dan lembut. Dulu pun kalau teman-teman ada masalah selalu bercerita dengan Silvi, dan dialah wanita yang bisa membawa suasana menjadi adem dan tentram," gumam hati Yosi atau Papanya Rian.


Ternyata tidak perlu lama sambungan teleponnya tersambung kepada Sani teman kuliahnya dulu. Dan mereka pun asik ngobrol bercerita masa lalu dan akhirnya bercerita dengan kehidupan mereka masing-masing sekarang.


{"Jadi suami kamu sibuk dan sekarang sedang keluar negeri!?"} tanya Yosi.

__ADS_1


{"Iya, suamiku jarang di rumah tapi dia setia kok, aku yakin,"} jawab Sani.


{"Enggak mungkin kalau suami kamu setia diluar sana, dia juga butuh pelukan,"} ejek Yosi tertawa terbahak.


{"Memangnya kamu Yos, playboy!"} sindir Sani dan membalas tawa temannya itu.


{"Aku inget dulu kamu pun pernah mengejar aku, tapi aku tolak, hahahaha..."} Sani seakan kembali mengejek Yosi yang dulu mengejarnya.


{"Aku mengejar kamu kala itu karena ingin mendekati sahabatmu Silvi, ternyata kamu pun juteknya minta ampun, padahal aku ingin kamu bisa mendekatkan aku dengan Silvi, tapi semua sia-sia saja,"} ucap Yosi mengenang masa lalu.


{"Oh, jadi kamu dulu mendekati aku karena ingin lebih dekat sama Silvi!? Ya, enggak mungkin mau lah dia karena Silvi tahu kamu lelaki playboy, hahahaha,,,," Sani kembali tertawa terbahak.


Obrolan pun lumer seketika dengan canda tawa, Yosi kembali tertawa lebar setelah sekian lama dia tidak bisa mendapatkan tawa canda dari istrinya.


______


{"Aku minta nomor Silvi, San! Silaturahmi boleh kan, dia teman kita juga,} ucap Yosi.


{"Ya, enggak apa-apa kalau sekedar silaturahmi, tapi awas kau jangan goda dia!"} ucap Sani seakan memberikan ultimatum kepada temannya tersebut yang menurut dia dan teman-temannya lelaki playboy.


{"Enggak lah, aku enggak akan ganggu dia kalau dia sudah mempunyai istri kecuali dia janda, hehehe..."} Yosi tertawa terkekeh.


{"Oh, jadi kamu mau poligami!?"} sindir Sani.


Sani tidak tahu yang sebenarnya kalau Yosi temannya itu padahal sudah berpoligami.


{"Sudah San, kamu dari dulu paling suka ngorek kehidupan orang,"} jawab Yosi.

__ADS_1


Akhirnya sambungan telepon pun mereka putus setelah hampir setengah jam mereka bertelepon ria. Dan sekarang Yosi sudah mendapatkan nomor telepon Silvi. Pikirannya seakan tidak galau lagi.


Bersambung...


__ADS_2