
Tiba di rumah Adrian.
Nampak rumah Adrian cukup besar dan mobil pun nampak berjejer, ada 5 mobil disana. Pekarangan rumahnya sangat luas dan asri. Penuh pepohonan hijau seakan mata betah memandang.
"Rumahnya cukup besar dan asri," gumam hati Lia.
Terasa berdebar dada Lia tatkala sampai di rumah Adrian. Entah mengapa dia seakan ragu untuk memasuki rumah tersebut. Dia hanya mematung setelah keluar dari dalam mobil, dan Adrian pun nampak dihinggapi rasa heran.
Dia pun berpikir dalam hatinya, mungkin Lia tidak percaya diri dengan keadaan dirinya yang sempat menelepon dengan statusnya yang sudah mempunyai anak.
Adrian menghela napas secara perlahan kemudian dia meremas jemari tangan Lia dengan erat agar Lia merasa tenang dan nyaman.
_____
"Lia, santai saja pasti kedua orang tuaku akan menerima kamu apa adanya," ucap Adrian tersenyum manis. Nampak Lia pun menghela napas panjang dan mencoba tersenyum dengan senyum terbaiknya.
"Iya, Mas,,,!" jawab Lia dengan lirih.
_______
Adrian dan Lia menyeret langkah kakinya dari arah halaman menuju kedalam rumah.
Setelah memasuki pintu depan Lia pun mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum,," ucap Lia.
"Wa'alaikum salam, kedua orang tuaku sedang di ruang keluarga. Ayo masuk saja kedalam!?" ucap Adrian dan Lia pun tersenyum renyah dan menganggukkan kepalanya.
Mereka pun menyeret langkah kakinya dari arah ruang tamu menuju ruangan keluarga. Nampak disana terpajang foto keluarga.
Adrian bersama kedua orangtuanya.
Terlihat kedua orang tuanya Adrian bukan orang sembarangan nampak dari wajah dan cara penampilannya.
____
"Assalamu'alaikum,,," ucap Lia tatkala sudah memasuki ruangan keluarga. Nampak kedua orang tuanya Adrian sedang duduk di kursi sofa tengah menonton layar Televisi.
Sontak kedua orang tua Adrian yang matanya lekat sedang asik melihat layar Televisi, kemudian pandangan mata mereka beralih ke suara yang mengucapkan salam, dan nampak mereka pun tersenyum tatkala Adrian membawa seorang wanita dengan senyuman manis dan ramah.
"Mah,,ini Lia yang kemarin Adrian ceritakan," ucap Adrian mencoba memperkenalkan Lia kepada kedua orang tuanya tersebut.
____
Sang Mama pun nampak tersenyum kepada Lia begitupun dengan sang Papa.
"Oh, ini yang namanya Lia! Ayo, Nak, duduk sini," ucap Mamanya Adrian nampak terlihat akrab saat menegur Lia.
Lia pun kemudian mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Lia nampak duduk dengan di samping kedua orang tuanya Adrian.
__ADS_1
Lia terlihat nampak gugup ketika mencoba mendongakkan kepalanya karena sedari datang dan duduk di antara keluarga Adrian, Lia hanya menundukkan pandangannya.
______
Sang Mama nampak asik ngobrol dengan Lia dan obrolan pun nampak beralih ke masalah keluarganya Lia, dan sang Mama menanyakan anaknya Lia.
"Sendiri saja Lia, anaknya tidak dibawa?" tanya Mama Silvi, nama dari Mamanya Adrian.
"Iy-iya Mah, anakku tadi tidak mau ikut, dia mau pergi dengan Tantenya." jawab Lia terdengar gugup ketika berucap.
________
Papanya Adrian yang bernama Steven nampak terlihat terkejut dengan ucapan sang istri karena dia berucap bahwa Lia sudah mempunyai anak. Sang istri dan Adrian tidak berkata sebelumnya bahwa Lia sudah mempunyai anak, dan Papa Steven pun berpikir dalam hatinya. ("Lia itu seorang janda!")
"Jadi kamu sebelumnya sudah menikah dan mempunyai anak!?" tanya Papa Steven dengan sorot mata tajam
"Iya, Pah, Lia sudah punya anak," ucap Adrian mencoba dengan cepat menjawab pertanyaan sang Papa, dia seakan tidak mau jika Lia yang menjawabnya karena dia berpikir mungkin Lia merasa kurang percaya diri dengan statusnya sebagai janda.
Lia hanya menganggukkan kepalanya dan mencoba tersenyum walaupun hatinya dihinggapi rasa tidak percaya diri.
•••
"Lia seorang janda!? Jika Lia seorang janda mending aku jodohkan anakku dengan Zahira seorang Dokter, anaknya temanku." gumam hati sang Papa.
_______
Papa Steven menatap wajah Lia seakan mencibir dengan tidak ramah, dan Lia pun nampak melihat dengan ujung ekor matanya, tatapan Papa Steven seakan ragu terhadapnya.
Pikiran Lia seakan tidak karuan, Adrian yang sejak dulu dengan setia mengejar cintanya, namun kala itu Lia seakan egois selalu menolaknya. Kini seakan berbalik arah, Lia yang harus mundur dengan tidak ada restu dari Papanya Adrian.
___
"Papa lupa ada janji sama teman hari ini, tapi malas keluar dan Papa lupa ngabarin. Bentar ya, Papa ambil telepon dulu ke kamar,"
Papa Steven pun pamit dari ruang keluarga seakan dia beralasan untuk mengambil ponsel menghubungi temannya.
Papa Steven tipe orang yang jika tidak setuju dengan keputusan apapun, dia tidak langsung ngomong tapi cukup diam dan memendam rasanya itu. Dan hal itu cukup di pahami oleh anak dan istrinya.
_____
"Bentar ya, Mama mau ambilkan dulu minum, kebetulan Mak Lastri,( ART ) sedang ke Mini Market," ucap Mama Silvi. Sang Mama pun pergi berlalu dari ruangan keluarga.
_____
Tiba di kamar.
Sang Mama seakan merasakan bagaimana perasaan dari hati sang suami tatkala mendengar bahwa Lia sudah mempunyai anak. Mama pun menghampiri sang suami.
"Pah,,,Mama tahu pasti Papa kaget dengan status Lia yang sudah mempunyai anak atau janda. Papa kecewa!?" tanya sang istri.
__ADS_1
Sementara Papa hanya terdiam tidak ada ucapan sepatah katapun. Hanya matanya lekat ke arah ponsel.
"Pah,,,kalau sudah jodohnya apa mau di kata, yang penting Lia anak baik dan anak kita cinta. Papa kan dengar sendiri begitu sangat besar rasa cinta dan sayang Adrian kepada Lia," ucap kembali sang Mama.
"Kenapa Mama tidak cerita kalau Lia adalah janda! Kenapa Mama menutupi dari Papa?" tanya sang Papa
"Maaf,,,maaf, Pah, mungkin salah Mama kenapa Mama tidak bilang kepada Papa, karena bagi Mama masalah status mungkin bukan hal yang penting. Yang penting akhlaknya dia baik," bela sang Mama.
"Apakah Mama tahu hal itu, Mama bicara begitu karena tahu dari omongan Adrian saja kan, Mama sendiri belum tahu sifat sebenarnya dari Lia," sang Papa seperti ingin mendengar jawaban yang lebih di pahami.
"Aku kenal watak anakku seperti apa Pah, dia tidak mungkin salah untuk mengenal wanita. Dan Papa juga Mama harap jangan khawatir, dengan hal itu." kembali sang Mama meyakinkan hati sang suami.
"Mama belum tahu kan Zahira anaknya teman Papa, sifat dan karakter seperti apa!? Dia juga wanita baik, dia lajang, dan punya jabatan seorang Dokter!" tegas sang Papa.
"Apakah wanita yang akan menemani hari-hari Adrian harus mempunyai jabatan?" tanya sang Mama seakan menyindir suaminya tersebut.
"Bukan gitu Mah, maksud Papa, sekarang kalau Adrian anak kita satu-satunya menikah dengan wanita yang mempunyai anak, otomatis dia selain mengurus istrinya, dia juga harus tanggung jawab terhadap anaknya!" kembali sang Papa seakan dihinggapi rasa khawatir.
"Adrian sudah tidak muda lagi usianya Pah, dan dia pun bebas menentukan keputusannya itu!" bela sang Mama kembali.
_____
"Mungkin suamiku saat ini butuh waktu berpikir, tidak mungkin juga harus memutuskan langsung, keputusan yang sangat besar bagi kami, karena Adrian anak satu-satunya yang kami sayangi," gumam sang Mama.
Sang Mama seakan tidak mau berdebat dengan sang suami, dia pun berlalu dari hadapan sang suami, karena dia keasyikan ngobrol dengan sang suami jadi lupa untuk memberikan minum kepada Lia.
_____
Tiba di dapur.
Nampak Mak Lastri sedang memotong puding dan menata kue basah yang akan di simpan di meja makan untuk acara makan keluarga sang majikan.
"Mak,,,baru datang? Ibu lupa, ada tamu di depan belum di suguhi minum," ucap Mama Silvi dengan mengambil gelas di dalam lemari.
"Sudah, Bu, sudah tadi sama Mak, di ambilkan untuk tamu airnya ke depan," ucap sang ART tersenyum.
"Alhamdulillah,,kalau begitu," ucap Mama Silvi. Dia pun nampak duduk dengan menghela napas panjang, sambil memandangi Mak Lastri yang tengah menata kue basah.
Sang ART seakan khawatir dengan keadaan sang majikannya itu. Mak Lastri kerja di rumah Mama Silvi sudah sejak lama semenjak Adrian masih kecil jadi Mak Lastri pun seakan mengetahui keadaan dari sang majikan jika sedang ada masalah karena nampak dari raut mukanya.
"Bu, sedang ada masalah ya? Ungkapin saja biar hatinya plong, jangan di tutupi nanti sakit," ucapnya Mak dengan tatapan tajam.
"Iya, Mak,,, sepertinya Papanya Adrian tidak setuju dengan wanita yang dibawa oleh Adrian. Tapi wanita itu cinta pertama dari Adrian, dan dia sangat mencintai wanita tersebut. Adrian menunggu wanita itu sejak masih kuliah dulu hingga sekarang di usianya udah tidak muda lagi masih mengharapkan wanita itu. Papanya Adrian tadinya mau menjodohkan Adrian kepada Zahira, mungkin Papanya berpikir wanita itu lajang tapi pas tahu, dia janda atau pernah gagal dalam membina rumah tangga. Papanya Adrian kayaknya kurang setuju," ucap Mama Silvi pikirannya seakan kosong.
"Mungkin kalau menurut Mak, tunggu saat yang tepat. Percaya nanti juga pasti akan terbuka pintu hatinya Bapak untuk wanita pilihannya Adrian," Mak Lastri seakan meyakinkan Mama Silvi agar percaya bahwa sang suami pasti akan setuju jika Adrian berhubungan dengan Lia, tapi itu perlu proses dan waktu.
"Aku pun memikirkan hal itu Mak," ucap Mama Silvi.
Mama Silvi sangat sayang terhadap anaknya tersebut jadi dia tidak mau mengecewakan hati sang anak dalam segi apapun.
__ADS_1
Bersambung...
Bersambung...