
Setelah Lia membujuk sang anak yang tidak mau pulang akhirnya Lia dan suami beserta sang Ibu pergi meninggalkan rumah kediaman Tante Restu. Nampak Lia terlihat melamun tatkala berada di dalam mobil dan sang Ibu pun seakan merasakan kegundahan hati sang anak. Nampak sang suami dari Lia memegang erat jemari tangan Lia yang tengah mengemudikan mobil.
"Sabar, ya Mah, semoga setelah urusan bisnis kita selesai kamu bisa menikmati hari bersama anakmu. Kita saat ini sudah terlanjur menandatangani kontrak bisnis kita kedepannya seperti apa. Kalau kita membatalkan kepada rekan bisnis kita tidak baik dan takut mengecewakan." ucap Adrian.
Lia pun sang istri seakan memahami hal itu, dia seakan tidak mau memaksakan kepada sang suami, bahwa dia harus keluar dari bisnisnya yang sudah dia bina sampai saat ini sehingga menjadi berhasil. Mungkin maksud dari sang suami adalah, Lia boleh berhenti berbisnis tapi setelah urusan semua beres yang sudah di tandatangani kontrak.
________
Sementara Cantika dan Tante Restu tengah mengunjungi rumah Bu Viona, sang Nenek dan sengaja mereka berkunjung sore hari agar sang Nenek ada di rumah sudah pulang dari tempat kerja. Mobil Tante Restu saat itu melewati jalanan komplek.
"Nah, ini rumah Mama Lia, sudah lama tidak di isi tapi diluar ada yang jaga jadi tidak khawatir dan juga suka beresin rumah." ucap Tante Restu dengan telunjuk mengarah ke rumahnya Lia yang jaraknya berdekatan dengan rumah kontrakan Rian.
Mata Cantika berselancar menyusuri jalan yang dia lewati. Tiba-tiba pandangannya tertuju ke arah seorang wanita paruh baya. Dan saat itu jantung Cantika seakan berdetak lebih cepat tatkala wanita tersebut, karena nampak jelas wanita tersebut adalah sang Nenek yang tengah menyapu halaman rumah dekat rumahnya Lia dan bajunya terlihat lusuh dan peluh pun bercucuran.
______
"Nenek,,," bibir Cantika bergetar tatkala memanggil sang Nenek atau Ibunya Rian yang sedang menyapu halaman rumah sang majikan. Cantika menatap lekat ke arah sang Nenek yang terlihat mukanya tidak segar dan pakaian yang lusuh. Dalam hati sang anak berpikir apakah benar itu sang Nenek, dia pun seakan tidak percaya dengan penampilan sang Nenek sekarang ini.
Tante Restu pun dengan spontan memberhentikan mobilnya tepat di hadapan Ibunya Rian, dan nampak Ibunya Rian yang tengah memegang sapu, pandangan matanya menatap ke arah mobil yang sedang berhenti di hadapannya itu. Cantika kemudian membuka pintu kaca mobil dan setelah pintu kaca mobil terbuka sedikit demi sedikit dan akhirnya terbuka lebar.
______
DEGH...
Sontak Bu viona dihinggapi rasa terkejut dengan sosok sang cucu yang tengah berada di hadapannya itu. Bu Viona mulutnya terbuka lebar, mukanya merah merona, dan peluh pun bercucuran dan nampak terlihat sang matahari yang akan tenggelam pun seakan menusuk tubuh dan wajahnya yang terlihat nampak merah merona.
__ADS_1
"Nenek, jadi Nenek bekerja disini?" tanya sang cucu tersenyum ramah. Nampak Bu Viona salah tingkah tatkala melihat keberadaan sang cucu apalagi sosok Tante Restu yang dulu pernah berselisih paham karena masalah Lia dan Rian yang sudah tidak akur saat itu.
"Kenapa aku dipertemukan dengan mereka dalam keadaan aku seperti ini, sungguh aku malu sekali," gumam hati Bu Viona terlihat salah tingkah menghinggapi hati dan pikirannya. Sapu yang dia pegang terjatuh dan nampak dari arah teras terdengar ada yang memanggil Bu Viona dan ternyata adalah sang majikan.
"Nek, mau kemana!?" tanya Cantika yang seakan belum puas melihat wajah sang Nenek yang sudah lama tidak bertemu.
Bu Viona dengan cepat mengambil sapu kemudian dia berlari kecil kedalam rumah dan menutup halaman rumah tersebut dengan cepat.
______
"Tan, kok, Nenek kayak yang kaget ketika bertemu dengan aku," ucap Cantika dengan pandangan lekat ke arah pintu halaman yang sudah ditutup oleh sang Nenek.
Tante Restu hanya menghela napas panjang dia pun seakan memahami bahwa Bu Viona barusan dihinggapi rasa terkejut tatkala melihat kedatangan dirinya dan cucu dengan memakai mobil ,sedangkan posisi dia sedang menyapu sebagai ART. Mungkin rasa malu, bersalah, dalam diri Bu Viona terasa menghinggapi tatkala melihat Cantika memanggilnya.
"Mungkinkah Nenek malu karena dia sedang bekerja di rumah orang!?" gumam hati sang anak.
Tante restu pun terlihat menunggu di dalam mobil dengan kedatangan Ibu Viona yang sebentar lagi dia pikir akan pulang. Tiba-tiba dari halaman rumah keluar mobil sedan berwarna putih dan di dalam mobil tersebut nampak Ibu Viona duduk di arah belakang, tanpa menunggu waktu lama Tante Restu pun mengikuti arah mobil tersebut.
"Mungkin Bu Viona mau pulang ke rumah dan di antarkan oleh majikannya," gumam hati Tante Restu.
"Nenek ada di dalam mobil itu! Ayo, kita ikutin Tan,," ucap Cantika dengan telunjuk mengarah ke mobil yang baru saja keluar dari rumah tersebut.
Padahal Bu Viona menyadari bahwa dia saat ini sudah diketahui sebagai ART karena sebelumnya sang tetangga bicara terhadapnya saat itu waktu kedatangan Cantika dan Tante Restu ke rumah kontrakan.
Namun entah mengapa Bu Viona seakan malu dengan posisinya saat ini yang baru saja diketahui oleh sang cucu dan Tante Restu.
__ADS_1
______
Terlihat Bu Viona di dalam mobil yang tengah duduk di belakang mobil melirik ke arah belakang dan nampak salah tingkah.
"Aku malu, mengapa rasa gengsi dan bersalah menyelinap begitu nyata dalam diriku saat ini," gumam hati Bu Viona.
Jarak antara rumah kontrakan Bu Viona dan rumah sang majikan sangat dekat sekitar 10 menit. Namun nampak terlihat mobil tersebut tidak menyusuri jalan rumah kontrakan Bu Viona tapi mobil tersebut menuju arah Mini market, mungkin sang majikan hendak berbelanja terlebih dahulu dengan sang ART atau Bu Viona.
•••
Tante Restu terus dengan setia mengikuti arah mobil tersebut, begitupun ketika mobil berhenti di Mini market, mobil Tante Restu pun nampak mengikutinya.
Di dalam mobil tersebut nampak sang majikan keluar dari dalam mobil dengan di ikuti oleh Bu Viona terlihat keluar dari dalam mobil. Tidak bisa dipungkiri wajah dari Bu Viona pandangannya menunduk dengan cepat mengikuti arah sang majikan dengan memasuki Mini market.
"Jangan sampai Cantika dan Restu memanggilku karena aku malu sedang bersama majikan," gumam hati Bu Viona.
_______
"Tan, kenapa Nenek tidak menyapa kita?'" tanya Cantika yang sedang berada di dalam mobil dengan pandangan matanya mengarah ke Mini market.
"Mungkin karena sedang bersama majikannya, Nenekmu malu Nak," jawab Tante Tante Restu dengan lirih.
"Padahal enggak apa-apa kok, Cantika tidak malu punya Nenek pekerjaannya ART yang penting halal dari pada dia minta-minta sama orang," ucap Cantika.
"Sabar, Sayang, pasti Nenekmu akan menyapa kamu kok, cuma saat ini waktunya belum tepat. Tunggu sebentar lagi pas Nenek nyampe rumah kita samperin saja ke rumahnya," jawab sang Tante tersenyum ke arah sang anak.
__ADS_1
Bersambung...