Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 33 Penyesalan


__ADS_3

Rian pun akhirnya menelepon Tante Restu dan menanyakan kepada sang Tante yang tadi meneleponnya, karena Rian tidak bisa mengangkatnya.


"Tan, tadi telepon ya, Maaf ya, enggak ke angkat soalnya lagi ngobrol dengan Ibu," ucap Rian. Tante Restu pun membicarakan maksud dia yang menelpon ke Rian semuanya, diceritakan oleh Tante Restu tanpa ada yang ditutupi sedikitpun.


Rian sontak terkejut tatkala mendengar semua yang dibicarakan oleh Tante Restu, bahwa Lia sudah menceritakan semua perselingkuhan Rian dengan Desy sahabatnya, kepada kedua orang tuanya.


"Aku mau bicara dengan Lia, mana Lia nya Tante!?" tanya Rian karena ponsel milik Lia sengaja tidak Lia aktifkan, jadi Rian ketika mencoba menelepon sang istri tidak aktif.


"Dia sedang istirahat kepalanya pusing! Kalau menurut Tante, kamu datang saja ke sini bersama Ibu dan Bapak kamu, biar urusannya cepat beres. Tante tidak mau melihat keponakan Tante berlarut-larut dalam kesedihan," ucap sang Tante.


Tante Restu pun dengan cepat menutup sambungan teleponnya.


Tante,, Tante! Halo Tante," ucap Rian Terdengar Rian memanggil Tante Restu tapi Tante Restu dengan cepat menutup sambungan telepon tersebut.


•••


Nampak Rian menghela napas panjang.


Sang Ibu yang tengah berada di pinggirnya terlihat dihinggapi rasa heran dan penasaran. Karena melihat sang anak setelah menerima sambungan telepon, melamun dan seperti dihinggapi rasa bingung dan sedih.


"Kenapa kamu Nak! Telepon dari siapa?" tanya Ibu Viona menatap lekat kepada Rian.


"Telepon dari Tante Restu," jawab Rian. Pandangannya seperti sedang melamun, nampak terlihat dari raut mukanya Rian seperti dihinggapi banyak pikiran.


"Mau ngapain si Restu nelpon kamu?" tanya kembali Ibu Viona terlihat nampak dari raut mukanya seakan tidak perduli jika yang menelpon adalah keluarga dari Lia.


"Rian, Ibu beserta Bapak, disuruh datang ke rumah Lia karena di sana ada kedua orang tua Lia." ucap Rian mencoba mengatur napasnya, walaupun hatinya dihinggapi rasa gundah gulana.


"Ngapain Ibu sama Bapak harus menghampiri si Lia, dan menjemput kembali untuk pulang. Dimana-mana juga, orang yang salah seperti Lia minta maaf. Istrimu itu kabur dari rumah, meninggalkan suami. Masa Ibu dan Bapak yang harus menjemput dia, terdengar lucu sekali!" sang Ibu seakan mengejek sosok menantunya tersebut.


•••••


Terdengar Ibu Viona begitu kesal.


Sang Ibu tidak menyadari padahal Tante Restu, mengundang dia dan suaminya untuk meluruskan hubungan antara anaknya yang sedang berselisih paham mengenai keadaan rumah tangganya dan Lia.


Dan sampai detik ini Ibu Viona belum tahu kalau Rian, sang anak sudah berselingkuh selama 2 kali.


•••


Nampak Rian menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca. Kemudian dia menggenggam erat jemari tangan sang ibu.


Ditatapnya lekat wajah sang Ibu.

__ADS_1


"Bu maafkan Rian ya, sebenarnya ada hal yang ingin Rian sampaikan. Tapi Rian takut melukai hati Ibu," ucapnya lirih.


"Ada apa Rian!? bicara sama Ibu jangan ada yang tutupin," ucap sang ibu.


•••••


Sepertinya Ibu Viona dihinggapi rasa penasaran karena Rian berbicara dengan mata berkaca-kaca, nampak terlihat dari sinar matanya menyimpan rasa penyesalan yang teramat dan pilu.


"Rian berselingkuh dari Lia," ucapnya dengan pandangan menunduk seakan tidak berani lagi untuk menatap lekat kedua bola mata sang Ibu.


"Apa.!! Kamu berselingkuh Rian? Apa yang kamu ucapkan itu benar?" Ibu Viona nampak terkesiap, sang Ibu seakan tidak percaya dengan kejujuran sang anak yang berbicara, bahwa Rian berselingkuh dari Lia. karena di mata sang Ibu, Rian adalah sosok anak yang baik dan tanggung jawab jadi tidak mungkin mengkhianati sebuah mahligai pernikahan.


"Iya, benar Bu, dan barusan Tante Restu menelepon kepada Rian agar Ibu dan Bapak ditunggu di rumahnya Tante Restu, karena kedua orang tua Lia sudah menunggu di sana," ucapnya dengan bibir bergetar.


Rian pun sebenarnya tidak kuasa untuk mengucapkan kata selingkuh dari mulutnya.


"Kenapa kamu tega Rian, berselingkuh dari istrimu! Meskipun Ibu tidak suka dengan dia. Ibu ingin tahu alasan kamu berselingkuh untuk apa!?" tanya sang Ibu begitu penasaran dengan jawaban Rian seperti apa.


"Aku khilaf dan aku pun tidak tahu kenapa bisa berselingkuh dengan sahabatnya Lia," ucapnya. Rian dihinggapi rasa sesal tapi entah mengapa bayangan Desy, kian menghinggapi hati dan pikirannya.


"Memangnya kamu berselingkuh dengan siapa?" tanya kembali sang ibu seakan dibuat lagi penasaran oleh Rian. Dalam hati ibu Viona berpikir Rian sang anak penuh teka-teki.


"Dengan Desy, sahabatnya Lia," ucapnya lirih.


_____


Pikiran Ibu Viona berselancar jauh dia pun kembali mengingat gelagat Rian, yang saat itu ketika Rian berkunjung ke rumahnya, dan menginap. Sang anak nampak terlihat menerima sambungan telepon dari Desy terdengar jelas oleh sang Ibu, Rian seakan nyaman dan mesra tatkala berbicara dengan Desy di sambungan teleponnya.


"Anakku, ternyata sudah lama berselingkuh," gumam hatinya, Ibu Viona menghela napas panjang, mengingat kembali kelakuan anaknya yang berselingkuh dari sang istri.


_____


"Rian mengaku bersalah, dan sekarang Rian pasrah saja, dengan keputusan yang nanti akan diambil oleh Lia," ucapnya.


Air mata yang tertahan di pelupuk matanya, akhirnya lolos seketika. Bulir putih pun jatuh meluncur di ujung mata Rian.


_____


Nampak sang Ibu pun tertegun dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ibu Viona pun sangat menyadari jika dia tidak suka dengan Lia, karena dia menyimpan rasa kesal terhadap ibunya Lia, yaitu Sinta. Rasa kesal dan kecewa terhadap Sinta atau Ibu dari Lia, dia luapkan kepada sang menantunya Lia.


Meskipun Ibu Viona menyimpan rasa dendam dan kesal terhadap Lia, tapi dia tidak bisa dibohongi, nampak terlihat dari bola matanya ada air yang menggenang di bola matanya seakan mau menetes. Tetapi karena ada rasa gengsi yang menyelimuti dirinya, dia coba tahan untuk tidak keluar, air mata tersebut di depan Rian karena Rian tahu sang Ibu tidak menyukai istrinya.


____

__ADS_1


"Ibu terserah kamu saja Rian," dengan suara serak Ibu berucap.


"Tapi bagaimana dengan Bapakmu!? Lebih baik kamu telepon sekarang Bapakmu itu, yang sedang sibuk," sambung lagi Ibu Viona.


Sebenarnya Ibunya Rian sudah kesal terhadap sang suami karena jarang pulang dengan alasan sibuk bekerja. Dan dalam hati yang paling dalam ibu Viona sangat mengagumi sosok menantunya itu, karena Lia orangnya baik perhatian dan disiplin dalam mengurus anak. Mungkin karena rasa kesal saja terhadap Ibunya Lia jadi rasa kekecewaannya dia limpahkan kepada anaknya Sinta yang bernama Lia.


Rian pun mencoba menelepon sang Bapak.


Cukup lama sambungan telepon tidak diangkat oleh sang Bapak.


Sebenarnya Rian tahu bahwa sang Bapak tengah bersama Tante Dini di kota Malang, karena kemarin Bapaknya Rian mengirimkan sebuah foto, kebersamaannya bersama Tante Dini dan saudaranya. Mereka sedang acara bersama keluarga Tante Dini.


"Pasti tidak diangkat sama Bapakmu Rian!? Dia hanya mementingkan pekerjaannya saja, sampai detik ini pun kepada Ibu, Bapakmu tidak ada kabar," Ibu Viona nampak geram.


_____


Nampak Rian pun kesal kepada Sang Bapak karena Bapaknya itu hanya mementingkan Tante Dini semata, sedangkan Ibunya tidak pernah dihiraukan oleh sang suami.


Memang Ibunya bersifat cerewet dan tidak memperhatikan sang suami, tapi jika sang Bapak memperlakukan Ibunya sangat tidak wajar jika dibandingkan dengan perlakuannya kepada Tante Dini, Rian pun dihinggapi rasa kecewa yang teramat kepada sosok sang Bapak.


"Selama ini aku dengan Lia cukup sabar menghadapi Tante Dini, karena dia seakan baik terhadap aku dan juga Lia. Tapi di belakang itu ada yang tersakiti yaitu Ibuku sendiri, dan mulai detik ini aku tidak akan respect lagi terhadap Tante Dini," gumam hati Rian seakan menyesali hubungan dia dengan Tante Dini yang selama ini terlihat baik padahal jelas-jelas Tante Dini telah merebut sang Bapak dari Ibunya sendiri.


•••


Ting..


Nampak pesan muncul dari ponselnya milik Rian, di sana terlihat Lia memberikan sebuah pesan.


"Assalamu'alaikum, Mas Rian setelah aku pikir-pikir selama ini aku cukup sabar menghadapi kelakuan bejat kamu bersama sahabatku yaitu Desi, namun kesabaranku rasanya sudah habis hingga detik ini, dan setelah aku pikir panjang mungkin aku akan menggugat perceraian secepatnya. Mohon maaf kalau selama aku menjadi istrimu kurang baik, makannya kamu mungkin lebih memilih Desy daripada istrimu ini."tulis pesan dari Lia.


Pesan dari Lia seakan menyayat hati Rian dan menyindir sikap Rian, karena di dalam isi pesan tersebut Lia menyindir dirinya sendiri, seakan Lia itu istri yang kurang baik dan pada akhirnya Rian berselingkuh. Mungkin itu sebaliknya dari pribadi Lia karena dia istri yang sabar dan perhatian terhadap Rian.


____


Rian hatinya seakan tertampar keras, rasa penyesalan dan kecewa pun hinggap nyata di dada dan pikirannya. Tangis pun pecah di bibir Rian. Dia menangis histeris seakan tak kuasa menahan rasa sesak yang di dada yang bergemuruh, jantungnya terasa diremas. Luka yang ditorehkan kepada sang istri kini terasa menyayat hati Rian, dia merasa bersalah.


___


"Bu, Lia mau menggugat cerai Rian," ucap Rian dengan sesenggukan menangis.


Ibu Viona nampak menghembuskan napas kasar, dia pun seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan keputusan sang menantu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2