
Satu bulan kemudian.
Acara pernikahan antara Desy dan Rian pun berlangsung dengan cukup sederhana yang di adakan di Kafe milik Rian. Dan nampak Desy tersenyum lebar ke setiap tamu undangan yang hadir sementara Rian terlihat banyak diam dan tidak banyak kata.
"Rian, senyum dong masa dari tadi diam saja dan cemberut," bisik sang Ibu.
Bu Viona seakan kesal dengan sang anak karena nampak tidak bahagia dengan dirinya. Padahal seharusnya Rian tengah bahagia karena pernikahannya. Sementara Rian hanya melirik sang ibu dengan sebuah anggukan
_______
"Mas, itu teman-teman aku datang, kamu jangan cemberut saja. Dia teman-teman aku dulu, teman Lia juga," bisik Desy ke kuping Rian dan telunjuknya mengarah ke beberapa orang yang sedang berjalan ke arah pelaminan.
Degh....
Disana nampak teman Lia yang dulu dekat juga dengan Cantika anaknya karena pernah berkunjung ke rumahnya, dan nampak Rian salah tingkah dibuatnya.
"Selamat ya Des," ucap Mesya yang tidak lain adalah teman dekat Lia dulu. Mesya pun pernah ngobrol dulu dengan Rian dan dekat dengan Cantika. Nampak Rian terlihat salah tingkah, peluh pun bercucuran.
"Rian, selamat menempuh hidup baru semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah, mawadah, warahmah," ucap Mesya kemudian bersalaman ke arah sang pengantin lelaki.
"Ma-makasih, Mey," jawab Rian gugup. Ternyata Rian masih mengenali nama Mesya.
"Foto dong, foto dulu," Rendy nyeletuk ingin di abadikan momen pernikahan temannya itu bersama teman-temannya.
________
Jepret..
Jepret...
Jepret..
Beberapa kali sang fotografer dan ponsel kamera masing-masing orang yang difoto mengabadikan momen tersebut. Senyum Desy begitu mengembang sedangkan senyum yang di torehkan Rian terlihat seakan di paksakan dan datar.
"Des, suamimu sedang sariawan ya!?" sindir Rendy lekat ke kuping Desy seakan menahan tawa.
"Memangnya kenapa," Desy kemudian melirik ke arah Rian, dan betul saja Rian nampak seperti tidak bahagia senyuman yang diberikan kepada setiap tamu yang datang nampak tipis dan tidak ramah.
"Dia kurang enak badan," sambung Desy kembali. Desy mencoba menutupi keadaan sang suami dengan berkata sang suami kurang enak badan kepada temannya itu.
________
Sementara di area halaman teras nampak para karyawan Rian sedang menikmati makanan yang tersedia.
"Nit, kamu kesini enggak sama Kak Shila?" tanya Risma yang nampak datang bersama pacarnya.
"Kak Shila lagi sibuk Ris," jawab Anita tersenyum.
"Kamu saja yang sendiri datang ke pernikahan Bos kita, yang lain pada bawa pasangan. Tuh, Dea juga bawa pasangannya," bisik Risma telunjuknya mengarah ke Dea yang tengah bersama pacarnya senyuman Dea begitu sumringah dan bahagia.
Nampak Anita hanya tersenyum tipis.
"Ya, hanya aku saja yang datang sendiri ternyata semua karyawan datang bersama pasangan masing-masing," gumam hati Anita
"Kamu terlalu pilih-pilih cari pasangan Nit," Risma berbisik seakan menyindir sahabatnya tersebut.
Nampak Anita pun tersenyum dengan ucapan sang Kakak semalam yang mengatakan akan di jodohkan dengan temannya Adrian.
"Tunggu saja tahu-tahu aku nikah saja. Aku akan jalani proses ta'aruf, dari pada kalian pacaran lama-lama tapi proses menuju nikah lama," gumam hati Anita kembali tersenyum puas. Anita nampak santai menghadapi semuanya.
______
"Ayo, para karyawan kita foto bareng pengantin," ucap Dea ke arah teman-temannya yang sedang duduk di teras Kafe yang disulap menjadi ruangan yang nyaman di penuhi bunga.
Para karyawan pun berhamburan menuju ke atas pelaminan untuk melakukan foto bersama sang pengantin. Tidak sengaja posisi Rian dan Anita bersampingan saat di foto, jadi posisi Rian di antara Desy dan Anita. Rian nampak salah tingkah dan senyuman Rian begitu lebar dalam hatinya seakan dihinggapi rasa gembira yang teramat.
Melihat senyum lebar dari sang suami karena berdekatan dengan Anita sontak Desy dihinggapi rasa cemburu.
"Seharusnya posisinya kalau karyawan lelaki di pinggir Rian dan karyawan wanita di pinggir aku," celetuk Desy seakan menyindir Rian yang sedang tersenyum ramah.
Degh..
Anita terkesiap langsung dia berlari kecil melewati Rian dan Desy dan kini posisi Anita di ujung karyawan di jejeran wanita.
__ADS_1
"Kenapa aku barusan posisinya saat di foto dekat dengan pengantin laki-laki, dasar bodoh!" Anita mengumpat dirinya sendiri seakan ada rasa sesal dalam dirinya.
"Nit, kamu sedang melamun ya, sampai lupa posisi kamu barusan berdiri di pinggir Bos kamu. Tahu sendiri kan calon Bu Bos kita itu cemburuan setengah mati sama kamu," ejek Risma lekat ke kuping Rian dan tertawa terkekeh.
_______
Satu,,,Dua,,,,Tiga,,,,!!
Jepret...
Jepret...
Jepret...
Senyuman karyawan berhamburan saat di foto bersama Bos-nya itu di atas pelaminan.
Setelah di foto para karyawan pun nampak turun dari atas pelaminan yang kini karyawan Kafe milik Rian berjumlah 15 orang itu.
Desy terlihat mendelik kesal tatkala Anita turun dari pelaminan dan nampak mata Rian tengah mengarah ke Anita. Desy pun kemudian bola matanya mengarah ke Rian dengan tatapan kesal. Desy meraih tangan Rian dan sontak Rian terkejut karena pandangan dia tengah mengarah ke arah Anita yang sedang berjalan turun dari pelaminan.
________
"Mas, kamu sedang liatin siapa?" Desy pura-pura tidak melihat Rian jika dia tengah sedang fokus menatap Anita.
"Ta-tamu, Des, tamu undangan yang mulai siang tambah banyak yang hadir," Rian mengalihkan pandangannya ke arah sembarang orang.
"Aku tahu, kamu sedang menatap Anita! Bikin geram suasana saja," gumam hati Desy terlihat kesal dan cemberut.
Rian pun kembali berselancar matanya ke arah tamu yang hadir dan nampak Rian tidak menemukan sosok Anita disana.
"Kemana dia!" gumam hati Rian.
________
Tamu undangan mulai sepi.
"Mas, kenapa sih kamu tidak tersenyum sedikitpun kepada tamu yang hadir tapi giliran kamu di foto dengan karyawan kamu tersenyum lebar. Apalagi tadi kamu dekat sejajar dengan Anita! Aku kecewa sama kamu Mas!" bentak Desy saat tamu yang hadir mulai sepi dan nampak sekarang jam sudah menunjukkan pukul 3 jadi para tamu yang hadir sudah mulai sepi.
"Sudah jangan terlalu di besar-besarkan Des, aku capek dan lelah," Rian melengos untuk ganti baju ke raungan make-up yang khusus di sediakan untuk pengantin.
Nampaknya sebelum 2 hari menjelang acara pernikahan Desy dan Rian berantem hebat karena Desy mengetahui bahwa Rian kena tipu temannya uang yang 100 juta saat itu.
Rian dengan ucapan di bodoh-bodohi oleh Desy yang membuat hati Rian dihinggapi rasa kesal dia seakan tiada arti sebagai seorang lelaki. Bu Viona pun saat itu tidak bisa berkata apa-apa hanya memendam rasa sedih dan kecewa kepada sang anak.
_______
"Des, kamu mau langsung acara bulan madu?" tanya Bu Viona mencoba melumerkan suasana.
"Kayaknya kalau Rian nya dalam keadaan cemberut dan dia merasa tidak nyaman denganku lebih baik aku mundur saja. Enggak jadi!!" Desy mendelik ke arah ruangan dimana Rian disana sedang ganti baju.
Bu Viona nampak menghela napas panjang.
"Kok, jadi gini ya, hubungan Rian dan Desy tidak akur," gumam hati Bu Viona dihinggapi rasa khawatir.
"Des, kamu jadi kan liburan ke Bali lusa bersama Rian, dan Papa sudah siapkan tiketnya," ucap sang Papa tiba-tiba datang dengan sudah berganti pakaian.
"Des, kalau menurut Ibu, kamu pergi saja ke Bali siapa tahu Rian saat ini hatinya sedang capek dan banyak pikiran dengan pergi liburan dia akan merasa tenang dan rileks pikirannya," bisik Bu Viona lekat ke kuping Desy dan menggenggam erat jemari tangan sang menantu itu.
Desy pun nampak membuang napas kasar. Dia pun tidak menyangka jika hubungan dia dengan Rian tidak harmonis menjelang acara pernikahan banyak masalah yang dihadapi.
_________
Tiba-tiba Rian datang dengan sudah berganti pakaian. Desy pun melengos untuk berganti pakaian dengan dituntun oleh penata rias.
"Rian, awas ya, kamu jangan mengecewakan Ibu!" tegas sang Ibu dengan mata melotot ke arah Rian.
"Ada apa Bu!?" Rian nampak kaget dengan ucapan sang Ibu tersebut.
"Kamu lusa pokoknya harus pergi bulan madu dengan Desy ke Bali. Jangan sampai kamu merusak acara semuanya!" sang Ibu terlihat dihinggapi rasa kesal.
Bu Viona pikirannya sudah melayang jauh, dia berencana setelah Rian nikah mau minta sejumlah uang ke Desy karena Bu Viona tahu jika Desy masih menyimpan uangnya banyak karena Desy akan membangun Kafe Rian lebih lebar lagi, dan tanah kosong yang berada di pinggir Kafe akan Desy beli untuk memperlebar Kafe milik Rian.
"Iya, iya, Bu, bawel amat sih!" Rian duduk kemudian matanya berselancar kembali seakan ada yang sedang dia cari.
__ADS_1
________
"Pak, kita pulang dulu ya," ucap Risma bersalaman kepada Bos-nya itu. Risma nampak tersenyum bahagia karena kedatangan dirinya bersama pacarnya.
"Segera nyusul kamu ya," goda Rian kepada Risma. Nampak Risma tersipu malu dengan candaan dari Bos-nya itu.
"Doakan saja Pak," Risma tersenyum dengan menundukkan kepalanya.
"Anita mana Ris? Kok tidak kelihatan," tanya Rian karena dia tidak menemukan sosok Anita sedari tadi selesai di foto.
"Dia di depan bersama yang lain Pak," jawabnya.
"Aku mau bicara dengan kamu dan Anita," ucap Rian menyuruh Risma agar Anita segera datang menghadapinya karena ada sesuatu hal yang ingin di sampaikan.
Risma pun bersama sang pacar turun dari pelaminan untuk memanggil Anita dalam benak Risma berpikir pasti Bos-nya itu akan menyuruh kembali dia dan Anita untuk sementara waktu menjaga Kafe miliknya jadi posisi Rian sementara waktu di ganti oleh Anita di temani bersama Risma.
"Ris, aku tunggu disana ya!" telunjuk Rian mengarah ke sudut Kafe yang nampak letak ruangan tersebut tidak dipakai untuk acara pernikahannya.
Risma menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti. Risma pun melengos sementara Rian pamit kepada Ibunya untuk duduk di sudut ruangan itu.
_______
"Ada apa Pak! Pak Rian memanggil saya," tiba-tiba datang Anita dan Risma mengekor dari arah belakang.
Rian mempersilahkan duduk kepada Anita dan Risma sementara Rian pandangan seakan salah tingkah ketika melihat Anita yang nampak anggun dengan gaun berwarna ungu muda dan rambutnya dibiarkan tergerai.
Anita seperti biasanya dia pandangan matanya menunduk seakan tidak mau menatap Bos-nya tersebut.
"Lusa aku akan pergi ke Bali jadi tolong kalian sementara waktu gantikan posisi aku ya, kalau Angga sudah aku titipkan pesan juga," ucap perintah Rian.
Angga juga adalah pegawai lama sama seperti Anita dan Risma jadi mereka bertiga orang kepercayaan Rian.
Kemudian Rian merogoh 2 amplop warna coklat dan dia menyerahkan masing-masing amplop kepada Anita dan Risma.
Sontak mata Risma terbelalak dengan amplop tersebut karena dia rasa sisinya cukup lumayan besar, nampak dari amplop coklat tersebut tidak kempis tapi melambung dan Risma berpikir amplop tersebut isinya lumayan banyak.
Rian menatap Risma, nampak Rian pun memberikan sebuah kode agar uang tersebut diterimanya. Dengan cepat Risma mengambil amplop berwarna coklat tersebut dan memasukkannya kedalam tasnya.
________
"Nit, cepat ambil amplopnya, kamu pura-pura tidak butuh Atau amplopnya buat aku saja!" bisik Risma menyindir sahabatnya itu
Sontak Anita kesal dengan ucapan dari Risma kemudian dia pun mengambil uang tersebut dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Rian Bos-nya itu.
"Pak aku juga mengucapkan terima kasih ya, lumayan buat nambah-nambah buat modal nikah, hehehe..." sindir Risma tertawa terkekeh.
"Iya, Ris semoga rezeki kamu nanti bertambah. Tenang saja Ris nanti kalau menikah pasti aku support lebih besar lagi," Rian terlihat menyindir Risma.
"Asikk, makannya kamu segera nikah dan segera cari pacar Nit, biar sering-sering dikasih amplop," ejek Risma menginjak kaki Anita. Sontak mata Anita melotot karena Risma menginjak kakinya.
"Kamu bikin kesal aku, kalau berada di hadapan Pak Rian, awas ya!" bisik Anita.
"Iya, Nit, kapan kamu menyusul untuk menikah?" tanya Rian menggoda.
"Pacar saja belum ada gimana mau nikah," sindir Risma.
"Doakan saja secepatnya karena kalau calon sudah ada. Cuma saya tidak mau memperlihatkan calon saya kepada publik!".
ucap Anita tersenyum tipis kearah Risma. Sontak Risma terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh sahabatnya itu.
_______
Nampak dari arah jauh Desy keluar dari ruang ganti baju kemudian matanya berselancar seperti mencari keberadaan Rian.
Degh...
Jantungnya terasa mau copot karena dia menemukan keberadaan Rian tengah duduk dengan Anita dan Risma. Terlihat Risma tertawa lebar dengan selalu menggoda Anita, sementara Anita pandangannya tetap menunduk tapi Rian, sang suami barunya lekat bola matanya ke arah Anita.
"Ngapain Rian, ngobrol dengan karyawannya. Bukannya siap-siap pulang untuk istirahat menunggu malam pertama," gumam hati Desy terlihat geram.
Desy pun menyeret langkah kakinya ke arah dimana sang suami sedang berada dengan cemburu buta-nya. Namun tiba-tiba tangan Desy ada yang menarik dengan lembut.
"Des, Rian kan mau ke Bali lusa sama kamu jadi dia sedang pamit kepada karyawan itu. Karena kan dari dulu kalau Rian ada cara keluar kota pun mereka itu yang selalu jaga posisinya Rian di Kafe," ucap Bu Viona dengan tersenyum.
__ADS_1
Bersambung...