
Cantika keluar dari dalam kamar.
"Halo Cantika, apa kabar, Sayang," ucap Tante Restu ketika melihat Cantika menghampirinya, dia datang dari dalam kamar.
"Besok kamu ulang tahun Nak, sekarang mandi dulu ya, setelah itu kita pergi keluar buat belanja," ucap Lia tersenyum renyah sambil memeluk anaknya itu.
Nampak terlihat Tante Restu menghela napas panjang.
"Sudah punya istri cantik, baik, dan anak yang pintar, Kenapa Rian tega menghianati keluarga kecilnya," gumam hati Tante Restu dihinggapi rasa-rasa dalam dirinya.
Cantika pun berlalu dari hadapan mama dan Tantenya tersebut untuk mandi.
Satu jam kemudian mereka pun berlalu dari hadapan rumah menuju Mall, untuk belanja keperluan acara syukuran ulang tahunnya Cantika.
Acara syukuran kali ini yang diundang hanya tetangga dan teman dekat saja untuk acara pengajian.
Ting..
Tiba-tiba bunyi pesan berbunyi, nampak terlihat sang sahabat Desi memberikan pesan.
"Besok acara ulang tahun Cantika jam berapa? Agar aku besok mempersiapkan semuanya untuk membantu acara besok,"
pesan tertulis yang diberikan oleh Desi membuat hati Lia tidak karuan.
Tanpa disadari oleh Lia sang Tante melihat ponsel Lia dan isi pesan dari Desi
"Bilang sama si Desi. Jangan datang ke acara ulang tahunnya Cantika!" ucap Tante Restu.
terdengar begitu marah dan tersulut emosi
Lia pun menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun.
"Des, kamu tidak usah datang ya, ke acara syukuran anakku. Kamu lebih baik jangan tahu alasannya apa!"} balas pesan Lia.
___
Lia pun kemudian mematikan ponselnya, lalu dia kembali meneruskan belanja.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul satu siang, Lia pun akhirnya memasuki mobil setelah belanjaan yang perlu dibelinya sudah terkumpul dalam mobil.
•••
Setengah jam kemudian.
Setelah sampai di rumah, Teh Sumi kemudian mengeluarkan semua barang yang ada di dalam mobil. Lalu barang tersebut dia bawa ke dapur untuk dirapihkan.
Nampak Lia dan Tante Restu membereskan rumah untuk acara pengajian di rumahnya.
•••••
Lia menghempaskan tubuhnya di atas kursi sofa, dia pun menyalakan ponselnya.
Karena setelah tadi siang, dia menerima pesan dari Desi langsung dia matikan ponselnya. Nampak beberapa pesan dan panggilan masuk terlihat di ponselnya, ketika ponselnya dinyalakan.
Mata Lia tertuju lekat kepada pesan dari Rian. "Besok jadi kan, acara ulang tahun Cantika? Kenapa Desy tidak boleh datang ke acara syukuran Cantika,?" tanya Rian.
Sontak hati Lia merasa tertampar karena Rian begitu perhatiannya terhadap Desy.
Lia pun berpikir, mungkin Desy telah mengadu kepada Rian, bahwa dia tidak boleh datang oleh Lia ke acara syukuran anaknya.
"Suamiku sudah termakan omongannya Desi!" gumam hati Lia.
••••
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara mobil datang, terdengar jelas dari arah halaman rumah.
Lia sudah hapal itu suara mobilnya Rian.
Lia tidak seperti biasanya, dia hanya diam tetap duduk di kursi tanpa menyambut kedatangan sang suami, biasanya Lia menyambut kedatangan sang suami dengan mesra. Begitupun dengan sang anak, dia nampak diam tidak menyambut kedatangan sang Papa.
•••••
Hanya Teh Sumi yang menghampiri dan mencoba menawarkan minuman.
Seperti biasa Rian sepulang kerja, dia duduk di teras untuk bersantai sambil melihat ikan koi yang berada di kolam teras.
"Teh Sumi, Ibu sedang apa, terus Cantika kemana?" tanya Rian dihinggapi rasa heran.
Karena tidak ada penyambutan.
",Ada," ucapnya.
"Mau minum teh hangat atau kopi Pak?" tanya Teh Sumi.
"Nanti saja, barusan sebelum pulang dari kantor, aku ngopi dulu." jawabnya.
Teh Sumi pun berlalu dari hadapan Rian.
____
Nampak Tante Restu dan Cantika menghampiri Lia yang sedang duduk di kursi sofa sambil memainkan ponselnya.
"Besok acara pengajiannya jam berapa?" tanya Tante Restu.
"Setelah Ashar saja Tan, biar adem cuacanya, tidak panas," ucap Lia.
___
"Anak Papa, mana yang ulang tahun besok," ucap Rian yang tiba-tiba datang menghampiri Cantika yang tengah asik duduk dipinggir Lia.
"Ko, nggak cium Papa sih," Rian mencium rambut kepala sang anak dan Lia.
Lia diam tidak membalas ciuman sang suami, biasanya dia mencium punggung tangan sang suami, jika Rian datang dari kantor.
_____
Rian pun berlalu dari hadapan mereka menuju kamar, setelah itu dia bergegas untuk membersihkan dirinya pergi ke kamar mandi. Setengah jam kemudian dia keluar dari kamar mandi, lalu dia membuka ponselnya terlihat Desy memberikan pesan kembali kepada Rian.
{"Kita keluar yuk, malam ini! Aku sedang kesal kepada mantanku yang terus-menerus mengancam, agar dia bisa kembali bersamaku lagi,"} tulis pesan Desy.
Rian terlihat terbakar cemburu tatkala Desy terus-menerus di dikejar oleh mantannya, tanpa pikir panjang Rian pun membalas pesan Desy.
"Boleh aku tunggu di tempat Kafe yang biasa ya, pukul 7 malam," ucap Rian.
Rian pun mematikan ponselnya.
•••
Tiba-tiba Lia datang ke dalam kamar, nampak bau parfum menyengat ke penciuman Lia. Sangat wangi sekali, Lia pun dihinggapi rasa curiga terhadap suaminya itu.
"Mau ke mana Pah? Malam-malam pergi." tanya sang istri dihinggapi rasa penasaran.
"Bosku barusan telepon, katanya ada tamu dari luar kota," ucapnya berbohong.
"Oh.." ucap Lia dengan singkat.
Lia tidak bisa berkata apa-apa terhadap Ryan, karena dia sudah dihinggapi rasa curiga terhadap suaminya itu.
__ADS_1
Rian pun berlalu dari hadapan Lia.
kemudian Tante Restu menghampiri kamar Lia. "Suami kamu mau pergi ke mana?malam-malam gini," tanya Tante Restu.
Lia hanya menggelengkan kepala.
"katanya mau ketemu tamu dari luar kota," ucapnya.
"Tamu! Mungkin ketemu si Desi," ucap sang tante terdengar sinis.
Ucapan Tante Restu membuat hati Lia kembali terbakar cemburu. Lia pun berpikir dari dalam hatinya ingin melabrak sang suami dengan Desi.
•••
"Tan aku pergi dulu ya," ucapnya.
"Mau ke mana?" tanya Tante Desi.
"Ada yang perlu dibeli, tapi sebentar Kok cuma 1 jam," ucapnya.
"Ya sudah, kalau begitu," Tante Restu pun keluar dari kamar tersebut.
Lia pun bergegas memakai jaket lalu, dia keluar dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
___
Di dalam mobil.
Nampak di dalam mobil Lia berpikir. Dalam hatinya berkata. ("Mungkinkah Rian bertemu dengan Desy, di tempat Restoran yang kemarin,). Lia pun melajukan mobilnya ke arah Restoran di mana Rian dan Desi kemarin bertemu.
•••••
Tiba di Restoran.
Jantung Lia terasa diremas karena tepat di seberang Jalan, di dalam Restoran tersebut
Seperti yang dia lihat kemarin, posisi Rian dan Desy sedang duduk di dekat Taman.
Desy nampak sedang memegang tangan Rian, dan kepalanya bersandar di pundak Rian.
Tanpa pikir panjang Lia pun turun dari dalam mobil, jalannya mengendap-ngendap menuju arah Rian, dan nampak di dalam Restoran itu sedang sepi.
PLAK..
"Dsar pelakor!" ucap Lia.
langsung Lia menampar Desi, dengan rasa amarah yang terpendam di dada.
Desi dan Rian terkesiap saat melihat kedatangan Lia.
"Li.. Lia, Kenapa kamu ada di sini?" tanya Desi dengan suara terbata-bata.
"Jangan kamu menanyakan, kenapa aku di sini! Aku mau nanya sama kamu, ada hubungan apa kamu dengan suami aku!" ucap Lia matanya melotot seakan ingin menampar kembali Desy.
Desy hanya mengusap-ngusap pipinya, dia meringis kesakitan.
"Lia kenapa kamu!" ucap Rian, sambil menarik tangan Lia, yang seakan ingin menampar kembali Desy.
Lia dengan cepat menghempaskan tangannya dari genggaman Rian.
"Lepaskan! Lepaskan aku! Ternyata kalian berselingkuh. Desy, kamu sahabat aku. kamu tega sih, ngelakuin ini sama aku." bulir putih pun bercucurin deras dari bola mata Lia.
"Dasar Pelakor!" teriaknya histeris.
__ADS_1
Hati Lia mendidih, dia pun dengan cepat meninggalkan tempat tersebut. Lia masuk ke dalam mobilnya, lalu dia pun mengemudikan mobilnya dengan cepat.
Bersambung...