Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 214 Kembalinya Desy Ke Rumah


__ADS_3

Desy pulang ke rumah.


Setelah kondisi badan Desy terlihat pulih, dia pun pulang ke rumah dengan badan yang masih sedikit lesu karena kurang asupan makan. Tapi hal ini akan menjadi pelajaran bagi sang Ibu untuk lebih memperhatikan sang anak gimana mengatur pola makannya.


"Nak, akhirnya kamu pulang juga ke rumah," ucap sang Ibu tersenyum bahagia.


Nampak Desy matanya berselancar mengelilingi ruangan sekitar dan pandangan dia lekat ke arah kamarnya dan nampak di pintu kamar masih menempel foto dirinya bersama Rian. Dalam benak Desy dihinggapi rasa penasaran dengan foto yang masih menempel disana.


"Kenapa foto itu belum di lepas oleh Ibu," gumam hatinya.


_____


Desy pun menyeret langkah kakinya menuju ke arah pintu kamar dimana gambar foto tersebut terpampang. Terlihat Rian tersenyum tipis disana, sedangkan Desy terlihat tersenyum lebar dan memeluk Rian. Bayangan sosok Rian seketika itu menghinggapinya. Desy pun menghela napas panjang tatkala sekelebat bayangan Rian menghampiri.


"Bu, Rian sekarang dimana?" tanya Desy kepada sang Ibu sambil membuka pintu kemudian dia duduk di ujung ranjang.


Sang Ibu nampak menghampiri sang anak kemudian mengelus rambut sang anak dengan lembut.


"Rian pindah ke kampung Nak," jawab sang Ibu tersenyum ke arah sang anak.


"Ke kampung! Maksud Ibu apa?" tanya sang anak dihinggapi rasa penasaran.


_____


Sang Ibu pun kemudian menjelaskan Rian yang pindah ke kampung baru beberapa hari ini dan sebelumnya Rian mengontrak rumah di mantan mertuanya, kemudian menjadi supir dan kondisi keadaannya sakit. Setelah itu baru dia pindah ke kampung dengan buka usaha warung disana.


"Jadi Rian sekarang buka warung di kampung?" tanya Desy dan nampak Desy terlihat kembali melamun.


"Sudah Nak, kata Dokter kamu jangan banyak pikiran, biar kondisi badanmu kembali pulih. Mending kamu saat ini menyibukkan diri dengan cara berolah raga atau ikut jalan lagi proyek bersama Papa," ucap sang Ibu.


_____


Sang Ibu menginginkan anaknya tersebut ikut bersama kembali sang Papa ke tempat proyek meskipun tidak ikut beraktifitas kerja hanya melihat kegiatan sang Papa. Dengan demikian dia tidak suntuk dan pikiran negatif atau rasa kesal dia, lambat laun akan pudar dengan cara ikut sang Papa.


"Tapi aku boleh kan Bu, kalau bertemu dengan Rian," ucap Desy seakan berharap bertemu dengan Rian hanya sekedar ingin meminta maaf dengan semua kesalahan yang dia perbuat waktu itu.


" Iya, Sayang, tapi tidak sekarang-sekarang ini ya, kamu harus pulih dulu keadaannya. Kamu paham kan," ucap sang Ibu.


______

__ADS_1


Ibunya Desy berharap sang anak ketika bertemu dengan mantan suaminya dalam keadaan kondisi badan yang baik-baik saja. Sang Ibu pun berpikir karena kondisi dari sang anak badannya belum stabil seutuhnya. Jadi jika dipaksakan untuk keluar bertemu dengan sang mantan suami dengan jarak yang cukup jauh yaitu di kampung takut kondisi badan ngedrop.


Desy hanya terdiam sepertinya ingin sekali bertemu dengan Rian. Memang tidak bisa dipungkiri rasa sayang dan rindu kian menjelma menyelimuti hati dan pikirannya. Tapi nampak Desy mengelus dada dan dia pun berpikir itu tidak mungkin. Desy berpikir cinta itu tidak bisa di paksakan jadi jika Rian tidak mencintainya lagi ngapain mengejar cintanya karena jika dijalani pun akan sulit mencari titik temu kedepannya.


______


"Mungkin aku harus rela dengan merelakan kepergian Rian, mungkin juga dia nanti dapat jodoh di kampung. Aku pun tidak tahu karena itu keajaiban," gumam hati Desy.


"Nanti besok Ibu dan Bapak mau ke proyek dan pulangnya mau berendam di kolam air panas, kamu ikut ya?" ajak sang Ibu.


Sengaja sang Ibu menawarkan Desy untuk berkunjung ke pemandian air panas agar badannya bisa rileks dan sejenak santai.


"Desy terserah Ibu saja," jawabnya.


"Nah, nanti keadaan kamu akan pulih kalau sering rileks badanmu Nak, jadi jika badanmu sehat nanti boleh kamu pergi menemui Rian, semangat dong," sang Ibu mencoba menyemangati dan menenangkan hati sang anak.


_______


Nampak sang Ibu terlihat bisa bernapas lega karena dia berpikir sudah saatnya dia bersama sang anak berlibur untuk merilekskan tubuh sang anak yang sudah lama kaku. Sang Ibu pun sangat bersyukur karena sang anak sudah sembuh keadaan mentalnya dan sekarang tinggal kondisi tubuhnya yang harus di perbaiki karena badannya terlihat kurus setelah berada di pusat rehabilitasi.


"Bu, Desy tidur ya, cape," ucap sang anak.


"Ya, tidur Nak, kamu harus istirahat buat pikiran kamu sehat dan pulih," ucap sang Ibu dengan menyelimuti sang anak dan sang Ibu pun berlalu keluar.


______


Arghhhh..


Sang Ibu terlihat menghela napas panjang tatkala keluar dari dalam kamar sang anak. Sang suami nampak terlihat sedang memperhatikan sang istri dari kursi sofa. Sang suami pun melambaikan tangannya ke arah sang istri seakan memanggil sang istri untuk duduk bersama dia di kursi sofa.


"Sudah Bu, kamu istirahat sini duduk. Kamu juga cape loh, dari semalam tidak tidur karena dari semalam ingin cepat-cepat bawa anak pulang," ucap sang suami.


"Iya, Pak, aku barusan sudah membujuk Desy agar dia mau di ajak ke proyek besok dan pulangnya pergi berendam air panas agar badannya rileks," ucap sang Ibu.


"Terus anaknya mau?" tanya sang Bapak kepada sang istri.


"Alhamdulillah mau Pak, barusan aku bujuk. Semoga kedepannya hidup Desy bisa tertata," jawab sang Ibu.


_____

__ADS_1


Sang Bapak pun merasa bersalah karena dia yang memisahkan Desy dan Rian. Dia benci sekali terhadap sosok Rian, tapi sang Bapak mencoba menepis semua kenangan itu. Dia berpikir kedepannya saja Desy harus menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan sifatnya tidak keras kepala seperti dulu. Dan selalu merebut yang bukan haknya.


"Ini PR, untukku kedepannya harus mendidik Desy dengan disiplin dan penuh kasih tapi bukan berarti aku akan memanjakan dia," ucap sang Bapak


"Ya, Ibu pun berharap begitu Pak, semoga kedepannya Desy lebih tertata hidupnya dan melakukan hal positif ," ucap sang Ibu.


______


Malem pun tiba.


"Tidak ,tidak, jangan bunuh aku!!!!"


Teriak Desy di kamar sangat keras sekali dan hal ini membuat sang orang tua dihinggapi rasa khawatir dengan teriakan Desy. Sang Ibu dan Bapak dengan cepat menyeret langkah kakinya ke arah kamar Desy dimana dia sedang berada.


•••


"Des, Des, kamu mimpi!" ucap sang Ibu dengan menggoyangkan tubuh Desy dan matanya masih terpejam. Terlihat peluh pun bercucuran di kening Desy.


Nampaknya dia sedang bermimpi, setelah sang Ibu menggoyangkan tubuh Desy, dia pun secara perlahan membuka matanya dan nampak terkesiap tatkala di depan matanya ada sang Ibu yang tengah menatapnya lekat.


"Bu, Desy takut!" Desy langsung memeluk sang Ibu dengan erat dan matanya berkaca-kaca.


"Kamu kenapa Nak?" tanya sang Ibu dihinggapi rasa khawatir dan penasaran yang luar biasa dengan melihat Desy wajahnya seperti Dihinggapi rasa takut.


_____


Desy pun menceritakan bahwa dia tadi tengah bermimpi di kejar oleh 2 orang yang memakai baju warna hitam dan wajahnya di tutup dengan masker dan penutup kepala warna hitam . Entah mengapa Desy seperti dihinggapi rasa bersalah dan bayangan dia yang telah merebut Rian dari Lia terlihat muncul kembali dalam ingatannya.


"Kamu mimpi Nak, udah sekarang kita makan ya, kamu nyenyak tidurnya sepulang dari pusat rehabilitasi," ucap sang Ibu.


•••


Nampak Desy melirik jam yang menempel di dinding, terlihat jam menunjukkan pukul 9 malam dan dia pun tidak mengira dia tidur sampai lama sekali. Desy tidur pukul 3 sore berarti Desy tidur tadi sekitar 6 jam. Biasanya di pusat rehabilitasi tidur cuma 3 jam bahkan tidak tidur. Tapi kalau Desy terlihat ingin tidur dan cape suka minum obat tidur yang mengakibatkan dia akhirnya bisa tidur.


"Alhamdulillah kamu rasanya sudah baikan badannya terbukti dengan kamu tidur cukup lama. Berarti kamu sudah menikmati istirahat kamu," ucap sang Ibu.


Sang Ibu pun mengajak sang anak untuk makan bersama dan terlihat sang Bapak mengikuti dari arah belakang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2