Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab 215 Kedatangan Desy Ke Kampung Rian


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Hari-hari yang dilalui Desy terasa pilu tanpa Rian meskipun dia mampu berdiri tegak tanpa sosok Rian. Tapi tidak bisa dipungkiri bayangan Rian seakan hinggap selalu di dalam pikirannya. Tapi Desy pun tidak mau larut dalam keadaan tersebut dengan selalu mengingat Rian karena baginya semakin dia mengingat sosok lelaki itu semakin hatinya terluka.


"Akhirnya kamu sudah kembali normal lagi, badanmu seperti dulu Nak," ucap sang Ibu terlihat tersenyum lebar melihat perubahan badan Desy.


Sang Ibu nampak bahagia sekali tatkala melihat perubahan tersebut, sang anak badannya kembali normal seperti sedia kala tidak kurus lagi, dan sekarang sang anak sering ikut bersama sang Bapak walau tidak rutin untuk ke proyek, jadi pikirannya tidak melamun karena yang dilakukan hal positif.


______


"Bu, kapan kita bertemu dengan Rian rasanya aku sudah tidak sabar ingi bertemu dengan Rian dan Bu Viona," ucap Desy seakan merajuk.


"Nak, apa sebaiknya kita tidak pergi ke rumah Rian dan lumayan perjalanan ke kampung rumahnya Rian jauh," ucap sang Ibu seakan melarang sang anak untuk pergi ke rumah mantan suaminya itu.


Sang Ibu berpikir tidak ada gunanya untuk mengunjungi Rian karena sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi yang penting kita tidak ada kecewa dan dendam. Takutnya dengan bertemu kembali mengenang masa lalu sang anak dengan Rian, Desy teringat kembali sosok Rian dan kembali bersatu.


"Bu, jangan khawatir Desy tidak akan mengejar cintanya Rian lagi dan Ibu harus percaya itu," ucap Desy memegang jemari tangan sang Ibu dengan erat.


_____


Sang Ibu pun nampak menghela napas panjang, dia seakan takut jika sang anak kembali mengenang masa lalunya kembali. Karena sang Ibu berpikir anaknya sekarang sudah pulih dan takut jika bertemu dengan Rian penyakitnya kambuh.


"Ya, sudah kalau begitu, tapi kan Bapakmu sedang keluar kota Nak, jadi mungkin dia tidak bisa ikut," ucap sang Ibu.


"Enggak apa-apa Bu, lebih baik tidak sama Bapak, agar Bapak tidak khawatir. Di sangka Desy bertemu dengan Rian mau rujuk, enggak lah, hanya ingin bertemu saja," ucap Desy kembali meyakinkan sang Ibu.


"Yasudah besok kita kesana di antar sama supir nanti Ibu minta dulu alamatnya sama Papanya Rian ya," jawab sang Ibu.


________


Setelah sang Ibu mendapatkan alamat dari Papanya Rian, dan sang Ibu nampak memberi tahu kepada sang supir jarak yang ditempuh dari rumahnya ke kampung Rian kira-kira memakan waktu berapa jam. Pak supir berkata jarak yang bisa di tempuh adalah sekitar 3 sampai 4 jam kalau tidak macet.


"Des, kata Pak supir lama loh, jarak yang ditempuh ke kampungnya Rian sekitar 3 sampai 4 jam. Itu pun jika tidak macet jadi kita perginya subuh saja ya, biar kita nyampe ke rumah Rian siang," ucap sang Ibu.


Desy menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia tatkala sang Ibu sudah mendapatkan alamat mantan suaminya tersebut. Mungkin bagi Desy jarak tidak menjadi suatu ukuran meskipun jauh yang penting dia bisa bertemu dengan Rian mantan suaminya itu dan Bu Viona untuk bersilaturahmi.

__ADS_1


"Ya, sudah kalau begitu. Kamu mau bawa oleh-oleh apa buat Rian?" tanya sang Ibu.


"Nanti saja beli di jalan besok, sambil pergi," ucap Desy.


_______


Keesokan harinya.


Nampak subuh sekali Desy dan sang Ibu sudah siap untuk pergi berkunjung ke rumah Rian. Entah mengapa Desy terlihat mukanya sumringah dan sang Ibu terlihat bahagia tatkala melihat perubahan wajah Desy yang terlihat bahagia itu. Semenjak sakit sang Ibu tidak pernah melihat Desy tersenyum seperti ini. Tapi saat sekarang Desy terlihat bahagia.


"Des, kamu senang mau pergi jalan-jalan?" tanya sang Ibu dengan mengelus rambut Desy.


"Iya, Bu, Desy sangat senang sekali," jawabnya tersenyum bahagia.


•••


Di dalam perjalanan menuju kampung halaman Rian, terlihat Desy tidak melewatkan momen tersebut. Matanya menyapu bersih setiap jalan, hiruk pikuk dan macetnya kehidupan kota sebentar lagi akan berganti dengan suasana kampung yang sejuk dan asri. Dan akan bisa dirasakan oleh Desy sebentar lagi setelah dia sampai di tujuan yaitu kampung halaman Rian.


______


Desy nampak tertidur begitupun dengan sang Ibu dan perjalanan sudah ditempuh sekitar 4 jam. Sang supir melirik ke arah kaca spion bagian dalam, dia melihat sang majikan tengah tertidur lelap.


Nampak sang Ibu menggeliatkan tubuhnya dan matanya secara perlahan terbuka sedikit demi sedikit. Sang Ibu nampak terkesiap karena mobilnya kini tepat di dekat kolam dan terlihat pepohonan disana.


"Ini dimana Pak? tanya sang Ibu dengan suara parau kemudian dia meneguk air mineral yang berada di dalam botol.


"Kita sudah nyampe di kampung yang di tuju," jawab sang supir.


_____


Kemudian sang Ibu pun mengeluarkan secarik kertas dan menyerahkan alamat secara detail kepada sang supir. Kemudian sang supir membuka jendela mobilnya dan terlihat di depan mobil tersebut rumah besar dengan nomor 13 sedangkan rumah Rian nomor 19. Sang supir berpikir berarti keberadaan rumah Rian di depan sebentar lagi.


"Sudah nyampe Bu, tinggal 5 rumah lagi dari sini," ucap sang supir.


Sang Ibu pun kemudian membangunkan Desy, setelah Desy bangun nampak Desy pun seakan bermimpi karena dia sudah sampai di tujuan. Mobil pun melaju lagi secara perlahan ke rumah nomor 19.

__ADS_1


_____


"Nah, ini dia nomor rumah 19," ucap sang supir. Mobil tersebut terparkir tepat di hadapan warung.


Terlihat ada seorang wanita yang tidak lain adalah Ana beserta dengan sang Ibu yang tengah belanja. Tatkala melihat mobil sedan terparkir di depan warung, Ana dan sang Ibu terlihat rasa ingin tahu muncul dalam diri mereka. Mata mereka lekat ke arah mobil yang datang.


"Mobil siapa itu Neng?" tanya Ibunya Ana.


"Enggak tahu Bu, tapi di lihat dari flat nomornya seperti dari kota," jawab sang anak.


"Mungkin yang mau beli ke warung dari kota istirahat beli minum," ucap sang Ibu kembali.


Sepertinya Bu Viona mendengar percakapan Ana dan sang Ibu, dia pun dihinggapi rasa penasaran lalu Bu Viona keluar dari dalam warung untuk melihat tamu yang datang.


_______


DEGH...


Betapa terkejut hati Bu Viona tatkala melihat nomor plat mobil tersebut, Bu Viona ingat betul nomor flat mobil tersebut adalah nomor mobil mantan besannya atau Ibu dari Desy.


Nampak Bu Viona mengatur deru napasnya yang tidak terkontrol dan dia menghela napas secara perlahan. Bu Viona merapikan baju dan rambutnya yang terlihat tidak rapi.


Melihat Bu Viona seperti dihinggapi rasa terkejut tatkala melihat mobil tersebut kemudian Ibunya Ana bertanya.


"Bu Viona kenal dengan mobil yang datang?" tanya Ibunya Ana seperti dihinggapi rasa penasaran.


"Iy-iya," jawab Bu Viona.


Mungkin hanya kata singkat yang mampu di jawab oleh Bu Viona karena Bu Viona dihinggapi rasa terkejut tatkala melihat sosok yang datang.


Terlihat di dalam mobil tersebut sedang bersiap untuk keluar. Pertama yang keluar sang supir dengan membuka pintu bagasi dan mengeluarkan begitu banyak oleh-oleh.


BRUK ...


Pintu belakang terlihat ada yang membuka yaitu sosok Desy, yang terlihat memakai rok panjang dan kaos di padu padankan dengan jaket dan terlihat memakai kacamata hitam. Nampak penampilannya terlihat segar.

__ADS_1


"Apakah Desy sudah sembuh?" gumam hati Bu Viona menatap lekat ke arah Desy.


Bersambung...


__ADS_2