Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 160 Rian gelisah setelah mengetahui rumahnya di isi kembali oleh Lia.


__ADS_3

Sementara di rumah Lia sedang di adakan syukuran 4 bulan usia kehamilan Lia. Dan disana sudah nampak banyak keluarga yang kumpul. Kedua orang tuanya Lia nampak hadir disana dan juga terlihat Papa Steven dan Mama Silvi pun datang.


Syukuran tersebut di adakan di rumah Lia yang baru. Rumah yang diberikan Papa Steven untuknya yaitu rumah yang dulu Lia tempati dengan Rian mantan suaminya tersebut.


Nampak Ibunya Lia terlihat senang karena akhirnya rumah yang Rian jual dan uangnya tidak diberikan sepeserpun kepada cucunya akhirnya bisa dimiliki kembali.


_______


Ting...


Tiba-tiba pesan masuk kepada Bapaknya Lia dan mengabarkan bahwa Rian jadi akan menjemput sang anak. Bapaknya Lia pun dengan berat hati menyampaikan hal itu kepada Lia dan Adrian tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya Adrian yang sedang berada di ruang depan menyambut para tamu.


"Kalau menurut aku tidak apa-apa Cantika kalau mau bertemu dengan Rian karena bagaimanapun dia adalah anaknya. Lagian Cantika juga ingin bertemu dengan Papanya. Biarkan saja sifat Papanya seperti itu. Tapi kan kalau sama anaknya dia baik meskipun selama ini tidak memberi nafkah mungkin karena dia sedang tidak ada uang saat itu. Neneknya juga kalau sama Cantika baik kan, tidak ada masalah," ucap Adrian mencoba memberikan solusi.


Lia pun hanya diam sementara sang Bapak mengelus pundak Lia dengan lembut.


"Iya, Lia tidak baik menjauhkan anakmu dari Rian bagaimanapun dia adalah Papanya," sambung sang Bapak.


Lia menganggukkan kepalanya.


"Iya, tapi nanti Rian menjemputnya setelah acara syukuran selesai," jawab Lia.


"Cantika mau ketemu Papa Rian!?" tanya Ibunya Lia, dan sang anak pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Ya, sudah nanti biar Bapak yang kabari Rian untuk jemput Cantika kesini, nanti Cantika kalau Papa Rian jemput sudah siap ya, biar Papa tidak nunggu lama," ucap Bapaknya Lia.


________


Nampak Cantika tersenyum gembira karena mau bertemu dengan Papa dan Neneknya, karena Bu Viona pun selalu memanjakan dirinya jika datang kerumahnya. Beda kalau memperlakukan menantunya ketika dulu yaitu Lia, Bu Viona sangat terlihat tidak bersahabat.


"Tapi, Pak, aku masih kesal sama Rian. sudahlah jangan jadi Cantika untuk bertemu dengan Rian!" Ibunya Lia terlihat tidak setuju kalau cucunya bertemu dengan Rian sang mantan menantunya itu.


"Bu, manusia ada khilaf nya, biarlah bertemu. lagian yang ada masalah Lia sama Rian dan anaknya jangan ikut dibawa-bawa. Cantika sama Bu Viona dan Papanya tidak ada masalah kan." ucap Bapaknya Lia.


"Tapi selama ini dia tidak bertanggung jawab!' sang Ibu dihinggapi rasa kesal dan emosi.


"Mungkin tidak ada uang dan sekarang mulai maju usahanya. Siapa tahu rubah dan mau tanggung jawab," sang Bapak seakan menebak.


"Ya, sudah Bu, enggak apa-apa, bagaimanapun Rian Papa kandungnya yang harus kita hargai," ucap Adrian lirih.


Akhirnya Ibunya Lia pun terdiam.

__ADS_1


"Bapak sudah kasih alamatnya kepada Rian dimana sekarang Cantika berada?" tanya Lia.


"Belum," jawab sang Bapak sambil merogoh ponselnya di dalam saku celananya tersebut.


Lia pun berselancar pikirannya mungkinkah Rian akan terkejut ketika mengetahui bahwa rumahnya yang dia jual ternyata kembali ke pelukan Lia. Dan Lia berpikir ragu jika Rian akan menjemput sang anak karena gengsi dan malu.


"Pasti dia akan mencari alasan untuk bertemu dengan Cantika setelah tahu rumahnya sekarang kembali ke pelukan aku dan anaknya," gumam hati Lia.


•••


Acara syukuran pun di laksanakan dengan penuh khidmat dan setelah acara selesai para tamu undangan dan keluarga dekat pun kembali pamit pulang. Dan sekarang yang tersisa hanya ada Lia, Rian dan kedua orang tuanya.


Sementara Bapaknya Lia mengirimkan alamat kepada Rian bahwa Cantika, anaknya Rian sedang berada di rumah Lia yang dulu karena baru saja Papa mertuanya membelikannya.


______


•••


Nampak di sebrang sana terlihat Rian tengah sibuk dengan ponselnya dan dia tengah fokus melihat pesan masuk.


{"Cantika sedang berada di rumah barunya yang baru saja diberikannya oleh Kakek sambungannya kepada Lia, dan ini alamatnya rumah barunya di Jalan. Anggrek. Komplek Griya Duta. no. 1**AB,"} tulis pesan Bapaknya Lia seakan ingin mengejek Rian karena rumah tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Rian yang notabene adalah rumah yang baru saja dia jual kepada Papa Steven dan sekarang menjadi hak milik Lia seutuhnya.


•••


Rian pun yang tengah berada di Kafe dan niat dia setelah pulang temannya mau jemput sang anak dihinggapi rasa gelisah.


Jantungnya berdetak lebih cepat seakan tidak karuan. Rian seakan ingin mengurungkan niatnya untuk menjemput sang anak ke rumah barunya yang sekarang milik Lia, karena dengan alasan rumah tersebut adalah rumah yang dulu di tempati Rian bersama keluarga kecilnya dulu. Dan ketika rumah tersebut dijual dia tidak memberitahukan Lia dan anaknya juga tidak memberikan uangnya sepeserpun kepada sang anak dan mantan istrinya itu.


•••


"Mukaku mau taruh dimana jika sekarang aku jemput anakku di rumah itu. Ternyata Adrian anak dari Pak Steven orang kaya itu dan aku tidak menyangka Lia akan mendapatkan mertua dan suami yang kaya dengan harta melimpah," gumam hati Rian.


Karena dihinggapi rasa malu yang mendera Rian pun beralasan kepada sang Papa mertua, dia mendadak ada tamu dan tidak jadi untuk menjemput Cantika.


{"Maaf Pak, ternyata aku mendadak ada tamu dan tidak bisa bertemu dulu dengan anakku saat ini. mungkin kapan-kapan bisa kembali menjemputnya,"} tulis pesan Rian kepada sang mantan Bapak mertuanya itu.


•••


"Ayo, katanya mau jemput anakmu!" ketus Desy yang sedang dihinggapi rasa kesal dan cemburu karena pikirannya masih terngiang nama Citra.


Rian hanya terdiam tidak menjawab dan dia terlihat sedang melamun pikirannya melayang jauh.

__ADS_1


"Lagi mikirin apa sih!" Desy menepuk pundak Rian dengan kasar.


Rian nampak terkejut dan menatap Desy.


"Iya, Des, ada apa?" Rian malah balik nanya padahal Desy baru saja mengajaknya pergi.


"Kamu sedang ngelamun ya!" Desy terlihat kesal. Dia pikir Rian sedang memikirkan Citra.


Nampak Desy cemberut.


"Des, kita tidak jadi jemput anakku," ucap Rian dengan lirih.


"Loh, kenapa? Bukannya kamu kangen kepada anakmu ingin bertemu?" tanya Desy dihinggapi rasa penasaran.


"Ternyata rumah yang aku jual kepada Papa Steven itu rumahnya milik Lia," ucap Rian dengan pandangan masih nampak tidak fokus.


Desy mengernyitkan dahi seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu.


"Maksudnya apa sih, aku kurang paham?" tanya Desy kembali.


"Pak Steven yang beli rumahku itu ternyata papanya Adrian dan dia memberikan rumah tersebut kepada Lia," ucap Rian.


"APA,,!!!" Desy terbelalak matanya dia pun seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Rian.


"Kenapa terus menerus aku di permalukan oleh mantan istriku, dan seakan disini uang berkuasa dan berpihak pada dia. Aku merasa orang yang paling rendah dan malu," ucap Rian.


"Makannya kalau apa-apa cerita sama istri dan teliti dulu sebelum menjual atau meminjam uang. Jadi akhirnya di permalukan lagi kan!" ejek Desy terlihat kesal.


_________


Ting...


Kembali pesan masuk kepada ponselnya Rian dari sang mantan Bapak mertua.


"Bapak tidak habis pikir dengan kamu Rian, katanya kamu rindu ingin bertemu dengan anakmu tapi kamu sendiri yang membatalkan untuk menemuinya. Padahal anakmu sudah gembira mau bertemu dengan Papanya. Kalau alasan ada tamu rasanya tidak masuk akal kalau menurut Bapak." tulis pesan Bapaknya Rian sontak membuat hati Rian tidak karuan dan merasa malu.


Bapaknya Lia pun seakan menyadari bahwa Rian tengah dihinggapi rasa bersalah dan malu karena alamat yang diberikan oleh dirinya itu adalah rumah Rian yang dulu pernah di tempati oleh Lia dan Cantika lalu kemudian Rian menjualnya tanpa sepengetahuan oleh Lia dan tidak memberikan sepeserpun dari hasil penjualan rumah tersebut.


_______


Rian pun seakan ragu untuk memberikan balasan pesan karena dia tidak tahu harus menulis pesan apa kepada Bapaknya Lia.

__ADS_1


Dia berpikir jika dia datang nanti akan bertemu dengan Bapak Steven yang notabene pasti dia akan membicarakan bisnis yang sempat tidak jalan dengan suaminya Zahira dan lebih malu dengan dirinya sendiri karena tadi Bapaknya Lia berucap sedang ada cara syukuran di rumah barunya jadi otomatis banyak orang dan Rian akan kembali bertemu dengan semua saudara Lia yang sudah lama tidak bertemu dengannya.


Bersambung...


__ADS_2