
Tante Restu kemudian membujuk Cantika untuk pergi dari rumah kontrakan sang Papa karena disana nampak tidak ada orang. Sangat lama sang Tante mencoba membujuk Cantika agar pergi dari kontrakan tersebut. Dengan berat hati dan nampak cemberut Cantika pun kemudian berlalu dari rumah kontrakan tersebut.
Ketika dalam mobil nampak Cantika diam seribu bahasa. Beda ketika tadi perjalanan sewaktu pergi nampak Riang dan bernyanyi.
"Suara kamu bagus loh, coba Tante mau dengar, nyanyi lagi Sayang, atau mau Tante masukin les vokal! Mau ya!?" bujuk Tante Restu seakan ingin membuyarkan lamunan sang anak yang sedang dihinggapi rasa pilu.
Cantika hanya menggelengkan kepalanya seakan jawaban, bahwa dia tidak mau mengikuti les vokal yang ditawarkan oleh Tante Restu. Nampak Tante Restu pun seakan merasakan hati Cantika saat ini seperti apa sedang gundah gulana.
______
Tiba di Mall.
"Tan, Cantika enggak jadi nonton Bioskop," ucapnya dan mukanya terlihat sendu.
"Loh, kenapa Sayang, filmnya bagus loh, Nanti besok kita kembali lagi ke rumah kontrakan Nenek Viona, bagaimana!?" Tante Restu terlihat menyemangati Cantika.
Akhirnya Cantika pun tersenyum tipis karena sang Tante kembali besok akan mengajaknya kembali datang ke rumah sang Nenek.
"Ayo, filmnya keburu main," ajak sang Tante seakan merajuk sang anak.
Kemudian mereka pun nampak memasuki Bioskop, Tante Restu nampak terlihat bahagia karena Cantika akhirnya nurut kepadanya.
_______
Setelah selesai nonton film di Bioskop kemudian mereka singgah ke tempat makan yang berada di Mall tersebut.
Ting...
Tiba-tiba pesan berbunyi dari ponsel milik Tante Restu dan nampak yang memberikan pesan adalah sang Kakak atau Ibunya Lia.
{"Restu kamu dimana? Aku sudah menunggu di rumah dari tadi,"} tulis pesan sang Kakak.
{"Aku sedang di Mall,"} balas sang adik.
Kemudian sang kakak menanyakan kabar dari Cantika saat ini bagaimana dan dia pun bercerita bahwa Lia tadi menghubunginya. Lia memberikan kabar bahwa Cantika tadi menutup sambungan teleponnya ketika Lia sedang berbicara dengan Cantika.
__ADS_1
{"Cantika kecewa karena Lia pulang dari luar kota di undur,"} sang adik mencoba menjelaskan dengan nada suara terdengar kesal. Sepertinya Tante Restu mulai iba dan membela Cantika.
_______
Tante Restu pun bercerita bahwa dia baru saja datang ke rumah kontrakan Bu Viona karena Cantika ingin bertemu sang Nenek. Dan nampak betapa terkejutnya hati Ibunya Lia tatkala mendengar kabar tersebut.
Sang Kakak sepertinya tidak terima dengan Tante Restu yang telah membawa Cantika untuk bertemu dengan Viona musuh bebuyutannya dan sang Kakak pun marah.
{"Restu, kenapa kamu bawa cucuku untuk bertemu dengan Viona!"} tulis pesan Ibunya Lia.
{"Memangnya kenapa! Salah?"} balas pesan Tante Restu terdengar cuek seakan tidak ada rasa salah sedikitpun.
{"Karena kamu tidak ijin kepadaku dan itu salah!"} sang Kakak kembali menyalahkan sang adik.
______
Percekcokan pun terjadi diantara Ibunya Lia dan Tante Restu di pesan masing-masing. Mereka sama-sama membela seseorang yang menurut mereka benar. Ibunya Lia membela Lia sang anak sedangkan Tante Restu membela Cantika anak dari Lia.
{"Sudah Restu kamu jangan banyak omong, cepat pulang dan antarkan cucuku ke rumah!"} Ibunya Lia nampaknya marah kepada sang adik.
Sontak sang Kakak merasa kesal dan tersinggung kepada sang adik karena dia seakan mengatur semuanya.
{"Restu, pokoknya Cantika bawa pulang, titik!"} balas pesan dari Ibunya Lia terlihat dihinggapi rasa amarah dan kecewa terhadap sang adik.
________
Tante Restu nampak menghela napas secara perlahan setelah memasukkan ponselnya kedalam tasnya.
"Sayang, kamu kan lagi libur sekolah jadi bagaimana kalau kita menginap di Hotel saja ya, tentunya kamu sudah lama tidak menginap di Hotel ya? Kamu ingat tidak, sewaktu dulu sama Mama Lia dan Tante pergi ke Hotel yang ada tempat rekreasi dan kolam renangnya." sang Tante tersenyum renyah dan menatap lekat ke arah sang anak.
Cantika nampak seakan mengingatnya dan dia pun nampak tersenyum lebar.
"Tante mau ajak aku kesana?" tanya anak tersebut.
"Ya, Tante mau ajak kamu kesana. Ayo, Sayang! Kita kesana sekarang," ajak sang Tante.
__ADS_1
Cantika pun menganggukkan kepalanya pertanda dia mau di ajak oleh sang Tante untuk menginap di Hotel.
______
Di dalam mobil.
"Nanti kita ke rumah Nenek Viona nya kalau dia libur kerja ya, kan tadi kata tetangganya Nenek Viona liburnya hari minggu," ucap Tante Restu secara perlahan dan lembut ketika berucap seakan mengambil hati sang anak.
Tujuan Tante Restu membawa Cantika menginap di Hotel karena dia ingin sang anak merasa di perhatikan dan merasa tidak kecewa karena pertemuannya dengan Neneknya tadi tidak jadi, dan yang paling penting dia kesal terhadap sang Kakak karena seakan terlalu mengekang Cantika sehingga dia sengaja agar buat sang Kakak berpikir.
_____
Tiba di Hotel.
Nampak sang anak terlihat tersenyum gembira tatkala tiba di Hotel. Rasa kecewa seakan musnah seketika apalagi Tante sangat merangkulnya dengan penuh kasih dan sayang.
Nampak ketika melihat layar ponsel Tante Restu betapa terkejut karena banyak panggilan masuk yang dia tidak angkat di aplikasi WhatsApp dan nomor selularnya. Ternyata yang menelepon adalah Lia. Tante Restu berpikir mungkin sang Kakak kembali mengadu kepada Lia dan Lia ingin penjelasan dari Tante Restu.
{"Tan, Ibu sudah cerita semuanya. Kenapa Tante bawa Cantika untuk bertemu dengan Bu Viona, jujur aku kecewa Tan,"} tulis pesan Lia. Sang Tante hanya membaca pesan tersebut dan terlihat menghela napas panjang.
{"Cantika yang lebih kecewa sama kamu Lia, karena kamu sibuk dan tidak ada waktu untuk anak."} balas pesan sang Tante.
_______
Sang Tante sepertinya sudah kesal dengan sifat Lia yang terlalu mementingkan bisnisnya, sedangkan dengan anak lupa. Pernikahan Lia selang 3 bulan nampak Lia tidak terlalu sibuk dan bisa mengurus anak, tapi seiring waktu berjalan terasa waktu mengikatnya dan larut dengan bisnisnya.
Lia pun membalaskan pesan bahwa dia sibuk karena untuk anak dan masa depan anak. Dia seorang janda yang tidak diberikan napkah oleh suami dulu, kepada Cantika jadi dia harus bekerja.
{"Alasan Lia! Kalau kamu ingin menyelamatkan anakmu, menurut Tante kamu jangan pegang bisnis dulu. Jadi yang berbisnis cukup kerja suami kamu saja. Sekarang pun suami kamu kan tanggung jawab terhadap anakmu."} sang Tante seakan sudah tidak peduli dengan Lia, apakah dengan ucapannya itu Lia akan sakit hati.
Tante Restu saat ini hanya berpikir untuk kepentingan Cantika yang keadaannya tidak terurus oleh Lia dan Neneknya.
"Lia apa kamu tidak ingat ketika dulu, Ibumu sangat sibuk dan kamu hanya ada Tante untuk tempat berlindung. Seharusnya kamu menyadari hal itu. Bagaimana perasaan anakmu saat ini sama yang kamu rasakan dulu," gumam hati Tante Restu.
Tante Restu pun mengingat kejadian dulu ketika Lia selalu berkeluh kesah kepada dirinya karena sang Ibu selalu sibuk dan dia seakan kurang mendapatkan kasih sayang dari sosok Ibu dan Bapaknya sendiri.
__ADS_1
Bersambung...