Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 1kemudian65 Lia melahirkan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Lia terlihat memegang perutnya yang terasa mulas dan kini usia kandungannya menginjak 8 bulan lebih 2 minggu.


Adrian nampak terlihat panik dengan melihat kondisi Lia, dengan sigap Adrian pun menawarkan Lia untuk pergi ke Rumah Sakit agar Lia dengan segera memeriksakan kandungannya yang mungkin waktunya sekarang akan melahirkan.


"Mas, kayaknya aku mau melahirkan," ucap Lia dengan peluh bercucuran.


Sepertinya Lia sudah tidak tahan dengan merasakan perutnya yang terasa mulas, dan Lia pun seperti kesakitan menahan rasa melilit dari dalam perutnya tersebut.


"Sabar, Sayang, kamu pasti kuat menahannya sampai tiba di Rumah Sakit," ucap sang suami terlihat sangat gugup.


Adrian pun menggandeng tangan sang istri yang sedang terbaring di kasur. Kemudian Adrian membawa tas dengan ukuran besar, tas tersebut berisi baju dan peralatan bayi lainnya.


Adrian bersama Lia berjalan dengan secara perlahan menuju ke dalam mobil untuk pergi ke Rumah Sakit.


________


Tiba di Rumah Sakit.


Lia pun langsung dibawa ke ruang bersalin untuk di periksa lebih lanjut oleh sang Dokter.


"Sayang, yang kuat ya," ucap Adrian kepada sang istri dengan dihinggapi rasa khawatir.


Ini bagi Rian adalah kelahiran anak pertamanya jadi dia terlihat dihinggapi rasa khawatir yang sangat kepada sang istri yang akan melahirkan. Sangat berbeda dengan Lia walaupun dia sedang merasakan perutnya yang sangat mulas karena mau melahirkan tapi masih terlihat senyum walaupun senyuman yang di torehkan oleh Lia terlihat tipis tidak lebar karena dihinggapi rasa mulas perutnya.


"Tenang Mas, aku Insya Allah baik-baik saja," ucap sang istri sambil menggenggam erat jemari tangan sang istri.


_______


Setelah Lia berada di ruangan bersalin Rian mencoba menguatkan sang istri dengan dihinggapi rasa khawatir yang amat sangat dan matanya terlihat berkaca-kaca.


"Pak, kayaknya ini sudah waktunya melahirkan," ucap sang Dokter kepada Adrian.


Sang Dokter pun menyiapkan peralatan semuanya untuk pasien yang akan melahirkan.


_________


Beberapa saat kemudian.


Suara tangisan bayi pun nampak terdengar di ruangan kamar bersalin dan nampak Adrian tersenyum haru.


Kedua orang tuanya Adrian dan Lia nampak baru saja hadir karena sebelumnya Adrian sudah memberitahukan kepada mereka bahwa Lia akan segera melahirkan.

__ADS_1


"Selamat ya, anaknya laki- laki dan ganteng sekali seperti Papanya," ucap sang Dokter tersenyum lebar dan memberikan selamat kepada pasiennya.


"Alhamdulillah Sayang, kamu melahirkan dengan selamat dan anak kita ternyata seorang laki-laki dan itu yang aku inginkan seorang anak lelaki," ucap Adrian.


Nampak Lia tersenyum bahagia karena selain sudah mempunyai anak seorang perempuan, kini dia mempunyai anak seorang laki-laki dengan keadaan sehat.


________


Setelah sang bayi selesai di mandikan, bayi tersebut kemudian di simpan di dalam box bayi, terlihat bayi tersebut sangat menggemaskan tidak bosan mata untuk memandang.


"Adrian, Mama ikut senang loh, akhirnya cucu Mama laki-laki dan itu yang di inginkan oleh kamu kan, seorang anak laki-laki jadi anaknya komplit ada perempuan dan laki-laki." ucap Mama Silvi, dia bersama Adrian tidak membedakan anaknya Lia kalau Cantika itu Papanya bukan Adrian.


"Wah, jagoan Papa sekarang ada 2 dong," ucap Papa Steven terlihat tersenyum bahagia.


Begitupun dengan kedua orang tuanya Lia, dia nampak bahagia sekali tatkala melihat sang cucu lahir dengan selamat dan nampak bayinya terlihat gemuk dan mukanya ganteng seperti Adrian.


________


Ibunya Lia nampak menghampiri sang anak dan mencium kening Lia sambil mengucapkan kata selamat atas kelahiran anaknya yang kedua.


"Mah, Cantika kemana?" tanya Lia karena tidak melihat keberadaan anaknya tersebut.


"Dia merengek ingin ikut Rian tadi. Rian sekarang sama Bu Viona tinggal berdua di rumah tanpa ada Desy,!' tegas sang Ibu dengan dihinggapi rasa seakan masih tidak rela jika sang cucu dekat dengan mantan besannya tersebut.


Setelah beberapa bulan Desy meninggalkan rumah Bu Viona. Nampak dia tidak mau kembali ke rumah Bu Viona. Dan Rian pun seakan malas untuk menjemput sang istri di rumahnya.


"Rian, istrinya kabur tidak balik lagi!" bisik sang Mama lekat ke kuping Lia.


Lia nampak mengernyitkan dahinya seakan dihinggapi rasa heran karena pernikahan Rian dan Desy baru seumur jagung, Lia pun dihinggapi rasa heran. Tapi Lia pun tidak mau memikirkan hal itu karena itu bukan urusannya dia lagi, dia tidak mau peduli.


"Mungkin Desy sama seperti kamu dulu, Viona itu membuat tidak nyaman hati menantu dan Rian masih seperti anak kecil yang segala sesuatunya harus nurut kepada Viona." sambung kembali sang Ibu.


"Rian yang tidak benar kelakuannya!" gumam hati Lia.


_________


"Lia, nanti pulangnya setelah dari sini ke rumah Mama ya," ucap Mama Silvi terdengar antusias karena dia berharap sekali punya cucu dari Adrian dari dulu.


Nampak Ibunya Lia tersenyum.


"Ya, tidak apa-apa Lia, Mama Silvi ingin sekali lebih dekat dengan cucunya," Ibunya Lia seakan mendukung Mama Silvi untuk membawa sang cucu kerumahnya.


"Seneng dia, Bu! Karena dari dulu berharap punya cucu," ucap Papa Steven kepada Ibunya Lia. Terlihat Papanya Steven menyindir sang istri dengan tertawa terkekeh.

__ADS_1


______


Semua yang berada di ruangan pun tertawa lebar saat kedua orang tuanya Adrian seakan menginginkan sang cucu untuk sementara waktu tinggal di rumah orang tuanya Adrian.


"Namanya siapa Nak! Sudah di siapkan?" tanya sang Papa menatap lekat ke arah Adrian yang sedang memandangi bayinya itu dengan penuh rasa bahagia dan haru.


"Adhitama Axelle yang artinya tampan dan membawa kebenaran," ucap Adrian mencubit lembut pipi sang bayi yang terlihat berisi itu.


"Nama yang indah, Sayang!" ucap Mama Silvi tersenyum renyah kepada sang anak.


"Iya Mah, panggilannya Axelle," ucap Adrian tersenyum malu.


________


Kedua orang tuanya Lia nampak pamit untuk pergi keluar kota yaitu ke Semarang karena mereka sudah ada janji sebelumnya untuk urusan bisnis. Mereka pun tidak bisa menolak untuk kepergian mereka ke Semarang karena sebelumnya sudah dibicarakan jadwal pertemuannya.


"Lusa Ibu sama Bapak baru kembali Lia, dan langsung nanti Ibu dan Bapak datang ke rumah Mama Silvi untuk melihat kembali Axelle," ucap Ibunya Lia.


"Padahal inginnya Adrian, Ibu dan Bapak bisa menemani Lia bersama Axelle di rumah Mama," ucap Adrian berharap agar kedua orang tuannya Lia setelah Lia pulang dari Rumah Sakit tinggal bersama di rumah kedua orang tuanya dia.


"Iya, Adrian maafkan Ibu, tapi Ibu sama Bapak janji akan datang lusa ke rumah Mama Silvi langsung dari Semarang," ucap Ibunya Lia.


________


Setelah kedua orang tuanya Lia pergi dari Rumah Sakit kemudian Lia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenalnya.


TING...


{"Lia, kamu dulu sakit hati kan, dikhianati oleh suamimu! Gimana kalau kita sama-sama membalaskan dendam kepada sang Pelakor!!!"} sontak Lia dihinggapi rasa terkejut dengan pesan misterius tersebut.


Lia nampak berpikir dalam hatinya, siapakah sosok orang yang memberikan pesan tersebut. Lia nampak terlihat bingung dari raut mukanya dengan isi pesan tersebut.


"Lia, ada apa?" tanya Adrian menatap lekat ke arah sang istri dengan dihinggapi rasa penasaran.


"Ini Mas, baca!" ucap Lia dengan memperlihatkan isi pesan yang barusan dia lihat di ponselnya itu.


Setelah membaca isi pesan tersebut sontak Adrian pun dihinggapi rasa terkejut.


"Maksudnya apa ini!" ucap Adrian terlihat dihinggapi rasa penasaran dan heran.


"Iya, Mas, aku pun tidak mengerti dengan maksud semua ini," ucap Lia. Dalam hati Lia pun seakan penasaran siapakah yang mengirimkan pesan tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2