
Desy terisak tangis di dalam kamar rasanya ingin sekali dia mengadu kepada Rian bahwa Bobi baru saja memperlakukan dirinya dengan kurang ajar dan tidak sopan. Tapi niat itu sepertinya dia urungkan karena tidak mungkin juga, Rian keadaannya lagi kesal kepada Desy.
Desy pun mencoba menelepon sang Mama.
{"Mah, ada anakku? Aku mau bicara," } ucap Desy ketika menelpon sang Mama.
{"Barusan dibawa oleh Papanya,"} ucap sang Mama.
{"Apa,,! Kenapa Mama izinkan dia membawa anakku!"} Desy terdengar kecewa.
{"Loh, katanya di suruh sama kamu, Nak!"} ucap sang Mama.
{"Nggak kok, aku enggak nyuruh Papanya untuk mengambil anakku!"} jawab Desy.
Desy pun akhirnya menutup sambungan teleponnya dia terlihat dihinggapi rasa khawatir.
______
Kemudian dia memijit nomor sang mantan suaminya tersebut nampak Desy akan menghubunginya.
{"Bobi,,,! Mau dibawa kemana anakku. Kamu enak saja ya, bilang kepada Mamaku bahwa aku yang nyuruh menjemput anakku. Kembalikan anakku!"} terdengar Desy dihinggapi rasa emosi yang sangat dalam.
{"Silahkan ambil anakmu kesini kalau berani,"} ucap sang mantan suami tersebut.
{"Anakku dibawa kemana sama kamu!?"} tanya Desy kembali.
{"Di rumahku mau nginap,"} dengan santainya dia berucap.
{"Tunggu disana, aku akan menyusul kesana!"} Desy kemudian menutup sambungan teleponnya.
_____
Di dalam perjalanan menuju rumah sang mantan suami, nampak Desy dihinggapi rasa gelisah, kesal dan marah semua campur menjadi satu.
"Brengsek kamu Bobi! Awas ya!" gerutu Desy.
Desy pun tiba di rumah sang mantan suami. Rumahnya cukup luas dan yang tinggal disana hanya dia dan sang ART.
Bruk...
Desy membuka pintu dengan kasar Kebetulan rumah sang mantan suaminya itu tidak dikunci jadi Desy bisa dengan mudah menerobos ruang pintu rumah.
Nampak sang anak yang baru berusia sekitar 5 tahun lebih, sedang duduk bersama Bobi. Meraka nampak akrab sekali. Desy pun seakan mengurungkan niatnya untuk memarahi sang mantan suaminya itu karena menjaga hati anak yang masih kecil.
"Sayang, kita pulang yu,,! Kita ke rumah Tante Bela. Kamu kan senang kalau di ajak ke rumah Tante Bela," Desy pun mengulurkan tangannya terlihat ingin menyambut sang anak yang terlihat merasa nyaman dengan Papanya tersebut.
Sang anak malah memalingkan mukanya dan hal ini mengakibatkan rasa kecewa yang hinggap dari diri Desy.
"Mbak,,,!" teriak Desy ke sang ART.
"Iya, Bu,,!" tiba-tiba sang ART datang dengan membawa minuman.
"Tolong bawa dulu anakku sebentar karena aku ingin bicara dengan Papanya," ucap Desy terlihat sinis tatkala melirik sang mantan suaminya itu.
Dia tidak mau jika ketika dia bicara sang anak mendengarnya.
"Nak, sama Mbak yu, lihat kolam di belakang," ucap sang ART membujuk dan tersenyum manis kepada sang anak. Karena perlakuan dari sang ART begitu manis dan sopan akhirnya sang anak pun mau ikut dengan sang ART.
_______
__ADS_1
"Ada apa, manis!" ucap sang mantan dengan mencolek pipi Desy.
Dengan cepat Desy pun menghindar mundur beberapa langkah, dia terlihat nampak berjaga-jaga takut kejadian tadi pagi terulang lagi ( Bibirnya dicium oleh sang mantan suaminya tersebut).
"Kenapa kamu Des, aku bukan penjahat! aku ini Papanya anakmu!" Bobi seakan tersinggung dengan gestur tubuh Desy yang terlihat cemas.
"Diam,,! Diam disitu jangan maju," ucap Desy seakan memberikan pengarahan kepada Bobi
"Loh, kenapa? Apakah kamu tidak rindu kepadaku!?" Bobi benar-benar membuat geram hati Desy.
'Jangan mendekat!" Desy nada bicaranya sedikit keras.
"Kenapa!? Ini rumahku dan aku bebas melakukan hal apapun di rumahku ini!" Bobi tertawa dengan penuh ejekan.
"Kamu lagi mabuk, mulutmu bau!" ucap Desy.
"Jadi karena mulutku bau dan kamu tidak mau dekat denganku!?" Bobi seakan tersinggung.
______
Bobi seperti tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya tersebut, dia pun memeluk erat Desy. Dan merebahkan Desy di kursi sofa lalu dia menindihnya dan mencoba mencium bibir Desy.
Nampak Desy berontak, dia sekuat tenaga melepaskan dekapan sang mantan suaminya tersebut.
Desy kemudian kakinya menendang perut Bobi dan seketika badan Bobi pun tersungkur.
"Mbak,,,!" teriak Desy, dengan menghela napas lelah.
"Sial,,,! Kenapa lelaki brengsek ini selalu ingin mencium aku, padahal kita sudah berpisah!" gumam hati Desy.
_______
Bobi nampak mukanya merah merona dia dihinggapi rasa terkejut karena sang anak memanggil namanya.
"Papa,,,!" anak tersebut menghampiri sang Papa yang sedang tersungkur karena di tendang oleh Desy.
"Papa kenapa!?" tanya sang anak dan menatap lekat ke arah Desy, sang anak pun seakan menyalahkan sang Mama yang mengakibatkan Papanya jatuh dibawah lantai tersungkur.
"Aw,,sakit! Mbak, ambilkan obat pereda nyeri," ucap Bobi kenapa sang ART.
Spontan Desy pandangan matanya mendelik dengan melihat sikap sang mantan suami yang seakan membesarkan masalahnya tersebut.
______
Ting..
Tiba-tiba pesan muncul dari ponsel milik Desy nampak terlihat di layar ponsel Tante Bela memberikan sebuah pesan bahwa ada Lia dan Tante Restu sedang ada di rumahnya.
Dalam benaknya Desy berpikir rasanya ingin sekali dia bertemu dengan Lia dan mengabarkan berita bahwa dia akan menikah dengan Rian agar membuat hati Lia cemburu.
Karena takut Lia dan Tante Restu pulang cepat dari rumah Tante Bela, Desy pun dengan cepat memaksa anaknya untuk ikut bersamanya namun sang anak menolaknya tetap ingin bersama Papanya.
"Ayo, Nak, ikut Mama!" paksa Desy kepada sang anak dengan wajah memelas dan terlihat kesal.
Sang anak malah menggelengkan kepalanya dan nampak terlihat dihinggapi rasa takut.
"Sudah, kalau kamu sibuk pergi saja! Biar anak kita tinggal disini saja!" Pergi sana wanita sialan!" mata Bobi melotot mengarah ke Desy.
Desy dihinggapi rasa dilema, dia seakan enggan kalau keluar dari rumah sang mantan suami tanpa bersama anaknya yang sudah diambil Bobi terlebih dahulu, dan di lain sisi dia khawatir keberadaan Lia yang tengah di rumah Tante Bela berlalu pergi.
__ADS_1
Karena Desy sedang dihinggapi rasa cemburu dan seakan ingin puas membuat hati Lia terluka dia pun pergi begitu saja meninggalkan rumah Bobi.
Sang anak tidak sedikitpun bergeming saat Desy pergi seakan dia tidak membutuhkan sosok sang Mama.
Desy nampak keluar dari rumah Bobi dan memasuki mobilnya yang terparkir diluar. Dia pun mengemudikan mobilnya dengan cepat untuk pergi ke rumah Tante Bela.
_______
Tiba di rumah Tante Bela.
Desy nampak tersenyum lebar saat mendapati mobilnya Lia masih terparkir di rumah Tante Bella. Desy menghela napas secara kasar dia pun nampak keluar dari dalam mobil dan memasuki rumah Tante Bella.
Pintu Tante Bela terbuka lebar di sana nampak Lia dan Tante Restu sedang berbicara terlihat dari raut wajah mereka serius mungkin sedang membicarakan masalah bisnisnya.
"Tante,,,!" teriak Desy tanpa mengucapkan kata salam ketika memasuki rumah.
Sontak semua yang tengah berada disana pandangan matanya mengarah ke depan pintu dan betapa terkejut hati Lia tatkala melihat sosok Desy.
Kedua matanya melebar sempurna ketika melihat sosok Desy Wulandari, dan nampak Frisilia Mehendra menghela napas lelah, merasa sial harus bertemu lagi dengan wanita brengsek yang kini tengah berada di hadapannya. Namun dia mencoba tenang ketika meghadapi sahabatnya yang sudah tega merebut suaminya itu.
"Desy Wulandari!" tersenyum sinis Lia menatap sahabatnya itu.
_____
Desy menyeret langkah kakinya dan mendekati kursi sofa kemudian dia merebahkan badannya di kursi tersebut dengan kasar.
"Tan, gimana sudah Tante rancang gaunku yang aku gunakan nanti untuk acara pernikahan bersama Rian!" Desy tersenyum licik dan puas.
Sontak Tante Bela merasa risih dengan ucapan Desy tersebut karena dia pun merasakan hati Lia akan seperti apa, tatkala mendengar ucapan bahwa Desy akan segera menikah dengan Rian.
"Dasar wanita goblok! Ngapain kamu menyulut emosiku!?" sontak Tante Restu menjambak rambut Desy.
Tante Bela dan Lia nampak terkejut dengan perlakuan Tante Restu terhadap Desy yang begitu berani.
"Aw,,,sakit Tan!" teriak Desy mencoba melawannya. Tapi itu semua sia-sia saja karena Tante Restu menjambak kepalanya dengan kasar.
Plak...
Tidak hanya menjambak setelahnya Tante Restu melayangkan tamparan indah ke pipi Desy. Satu tamparan melayang rasa panas seketika menjalar di pipi dan dadanya terasa sakit dan ngilu.
Desy nampak terlihat berontak dan meronta "Tante salah aku apa!? Kenapa Tante tiba-tiba menjambak dan menampar aku?" ucap Desy terlihat kesal. Desy pun seakan ingin mendapatkan pembelaan dari Tante Bela namun rasanya sia-sia saja karena Tante Bela hanya menjadi penonton yang seakan puas melihat adegan tersebut.
Napas Desy memburu antara sakit, kesal dan amarah campur menjadi satu terhadap Tante Restu.
"Dasar wanita ******! Pelakor!" ucap Tante Restu amarah dia seakan tidak terkendali mencecar Desy dengan penuh emosi.
"Tan,,,," ucap Lia lirih mencoba menenangkan sang Tante karena dia rasa tidak enak sedang berkunjung di rumah Tante Bela.
_____
Akhirnya Tante Restu menghela napas secara perlahan dia seakan kembali menenangkan hatinya untuk kembali tenang.
"Tante, kita pulang dulu ya," ucap Lia kepada Tante Bela.
"Silahkan kamu nikah dengan Rian! Kamu pikir aku akan cemburu!?" cibir Lia terlihat sinis menatap wajah Desy yang terlihat rambutnya berantakan.
Lia pun mengajak Tante Restu untuk pergi dari rumah Tante Bela.
Bersambung...
__ADS_1