
Nampak terlihat Adrian hatinya gusar, karena baru saja dia menolak cinta wanita yang akan di jodohkan oleh sang Papa. Adrian tipe lelaki yang penyayang dan perhatian jadi ketika dia menyakiti hati wanita, hatinya tidak karuan dan rasa bersalah pun hinggap dalam diri.
"Zahira, sekali lagi aku minta maaf bukan maksud hati untuk melukai kamu," ucapnya ketika di sedang mengemudikan mobilnya. Dia berbicara sendiri di dalam mobilnya.
Pikiran Adrian pun berselancar jauh, entah mau kemana arah tujuan dia sekarang, antara pulang lagi ke rumah yang akan membawa berita kepada sang orang tua bahwa dia tidak menyetujui perjodohan yang di ajukan oleh sang Papa, atau pergi ke rumah Lia untuk menengoknya karena setelah tadi pagi Adrian memberikan sebuah pesan nampak belum ada balasan yang tertulis di layar ponselnya seakan membuat Adrian dihinggapi rasa khawatir.
"Apa Lia sakit atau Lia marah!? Karena ada kehadiran Zahira kemarin ketika dia datang ke rumah!" beribu tanya seakan hinggap di diri Adrian yang kian menganga.
_____
Akhirnya Adrian pun membelokkan mobilnya untuk berkunjung ke rumah Lia, Adrian nampak beberapa kali melihat layar ponsel di aplikasi WhatsApp tersebut, disana masih terlihat ceklis satu atau ponsel Lia belum aktif. Ini menjadi tanda tanya besar bagi Adrian.
Mobil Adrian pun tiba di rumah Lia.
Nampak mobil Rian sang mantan suami dari Lia tengah terparkir di rumah Lia. Tatkala mendengar suara mobil yang tengah berada di depan rumah sontak Teh Sumi sang ART yang sedang berada di teras rumah datang menghampiri mobil tersebut.
_____
"Mas,,,Lia sedang berantem dengan mantan suaminya, tadi yang Teh Sumi dengar Lia menangis," ucap Teh Sumi seperti dihinggapi rasa khawatir berucap kepada Adrian, yang masih duduk di dalam mobil.
"Loh, kenapa mereka Teh,! Apa mereka berantem karena masalah anak lagi!?" tanya Adrian terlihat terkejut.
"Mungkin begitu, tapi tadi yang Teh Sumi dengar Pak Rian memaksa Bu Lia untuk rujuk, dan Bu Lia menolaknya, dan percekcokan pun di mulai dari sana. Bu Lia tersulut emosi karena Pak Rian ingin memeluknya, kemudian tangan Bu Lia dengan spontan mau menampar Pak Rian, tapi sama Pak Rian tangannya di raih. Eh,,malah Pak Rian mau mencium Bi Lia, karena kesal Bu Lia lalu menendang Pak Rian dari arah depan, ketika Pak Rian akan memeluknya kembali. Dan setelah itu pertengkaran hebat terjadi," Teh Sumi mencoba menerangkan semua kepada Adrian.
"Apa aku harus menghampirinya!?" gumam hati Adrian. Karena dihinggapi rasa khawatir kepada Lia, lalu Adrian pun keluar dari dalam mobil. Dia pun menyeret langkah kakinya menuju ke dalam rumah.
Mobil Adrian pun masih dia parkir di depan rumah tanpa memasuki garasi.
_____
Adrian memasuki rumah.
Nampak Rian sedang memangku Cantika. Sang anak tidak tahu bahwa sudah terjadi pertengkaran antara kedua orang tuanya itu. Tadi ketika sang anak terbangun dari tidur Lia dengan cepat memasuki kamar, sementara Rian berusaha menampakkan senyum manisnya dan merangkul sang anak pura-pura tidak terjadi pertengkaran di antara dirinya dan Lia.
____
Sontak mata Rian menyorot tajam ke arah tamu yang datang yaitu Adrian.
"Mau apa lelaki yang menghalangi langkahku untuk bersama Lia kembali, kesini!" gumam hati Rian, sepertinya Rian tidak rela jika Lia di ambil oleh Adrian dan rasa cemburu kian menganga tatkala sosok Adrian hadir kini tepat di depannya kini.
__ADS_1
"Cantika, apa kabar! Mamanya ada?" dengan penuh basa-basi Adrian bertanya kepada anaknya Lia dan mencoba tersenyum tipis ke arah Rian walau dalam hatinya getir.
Adrian tidak mau bersikap konyol dengan langsung melakukan sebuah serangan karena posisi dia saat itu ada di rumah orang sedang bertamu dan, ada anak kecil yang tengah berada disana.
"Adrian atur deru napas mu, tenang!" gumam hati Adrian mencoba menenangkan diri sendiri, walau dadanya bergemuruh karena melihat sosok lelaki yang di depan matanya sangat garang terlihat dan tatapannya terlihat sinis.
"Ada,, sebentar, di panggilan dulu," ucap sang anak tersenyum renyah menatap Adrian.
Namun ketika Cantika mau berlalu dengan cepat Rian meraih tangan sang anak.
"Teh Sumi saja yang panggil Mama, Cantika tetap disini," ucap Rian mendelik.
_____
Teh Sumi pun yang sedang mematung di pinggir Adrian akhirnya menyeret langkah kakinya ke kamar Lia.
Tok...Tok...Tok..
'Bu,,,Bu,,,ada Mas Adrian, datang!" ucap sang
ART tersebut, mengetuk pintu beberapa kali.
"Aku harus masuk ke kamar dan menenangkannya," gumam hati Teh Sumi.
____
Teh Sumi dengan cepat membuka pintu kamar karena dari arah dalam pintu tidak terkunci, akhirnya pintu pun terbuka, setelah Teh Sumi mencoba membuka gagang pintu tersebut.
Ceklek..
Pintu terbuka, setelah itu Teh Sumi datang menghampiri. "Ada, Mas Adrian," ucapnya lekat ke telinga Lia.
Sontak Lia menghapus air mata yang sedang menetes. Teh Sumi seakan dihinggapi rasa khawatir kemudian dia mengelus rambut sang majikannya itu dengan lembut.
"Sabar,,,Teh Sumi tidak habis pikir kenapa Papanya, Cantika selalu datang kesini dengan alasan ingin bertemu anak, tapi nyatanya dia tadi ingin mencoba memeluk Bu Lia," ucap sang ART tersebut.
"Bukan hanya memeluk Teh, dia tadi mau menciumiku, sontak aku mau tendang dia kakinya," ucapnya terlihat kesal dan menahan amarah.
_____
__ADS_1
Lia berpikir dalam hatinya, kalau saja sang anak tadi tidak datang menghampiri mungkin dia sudah menampar Rian tapi dia menjaga hal itu karena dia menghargai sang anak. Dia tidak mau anaknya melihat pertengkaran karena akan mengganggu mental sang anak.
"Ya sudah lupakan saja, nanti kalau Pak Rian kembali kesini datang, Teh Sumi akan bilang saja pergi! Sekarang lebih baik temui Mas Adrian yang sedang menunggu di ruang tamu," ucap kembali Teh Sumi.
________
Teh Sumi pun kembali keluar dari kamar Lia.
"Cantika, kan mau bertemu dengan Nenek, ayo,,,mandi dulu," ucap Teh Sumi kepada Cantika yang sedang bergelayut manja dengan Rian.
Akhirnya anak tersebut dibawa oleh Teh Sumi menuju kamarnya, karena Ibu Viona ingin kembali bertemu dengan Cucunya tersebut.
"Pah,,, Cantika mandi dan ganti baju dulu ya," ucap sang anak.
Semenjak Rian cerai dari Lia, hubungan Cantika dan sang Nenek sangat erat terjalin. Sang Nenek pun selalu memberikan apa yang di mau oleh sang Cucu, dan sikap Bu Viona yang dulu terlihat jutek, kurang perhatian sifatnya, kini jauh beda menjadi sangat baik dan perhatian dan ini menimbulkan rasa nyaman terhadap sang Cucu.
_____
Krekkkk.
Pintu terbuka dengan lebar.
Nampak Lia keluar dari dalam kamarnya, terlihat rambut Lia terurai panjang dan basah sepertinya dia mandi, dan berkeramas, dan yang membuat terlihat wajahnya segar dengan polesan make-up dan warna bibir merah merona. Baju yang di pakai Lia terlihat menampilkan lekuk tubuhnya seakan menambah keseksian dirinya.
Sontak mata kedua lelaki yang tengah duduk dengan pikirannya masing-masing, dan tidak berbicara sama sekali.
Mereka terpana melihat sosok wanita yang tengah ada di hadapannya itu karena sebelumnya sosok wanita tersebut tidak pernah memakai baju yang menampilkan lekuk tubuhnya, dan polesan bibir yang merah merona merekah. Dengan di tunjang rambut basahnya yang masih terurai seakan menambah gairah kaum adam memandang.
________
"Lia,,,apa yang kamu lakukan, kamu tidak seharusnya memakai baju yang mempertontonkan lekuk tubuhmu! Aku tidak rela badanmu dilihat oleh Adrian!" gumam hati Rian. Dia pun berpikir sekarang ini Rian bukan pasangannya lagi atau suaminya jadi dia tidak berhak untuk melarang Lia dari segi apapun. Rian pun hanya menggerutu di dalam dadanya yang kian memanas.
Desir dada kecemburuan Rian terasa kian menganga tatkala bibir merekah yang berwarna merah merona tersenyum lebar dan renyah ke arah Adrian.
Nampak Adrian pun salah tingkah dengan senyuman manis yang di torehkan oleh wanita yang sejak dulu dia kagumi namun baru sekarang sang wanita menyambutnya.
"Lia, apakah itu kamu!?" desir angin seakan menyelinap ke wajah Adrian tatkala melihat sosok Lia yang sangat berubah.
Bersambung...
__ADS_1