Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 158 Rian sedih karena Anita dan Risma keluar kerja dari Kafe.


__ADS_3

Risma menghela napas panjang dia seakan capek kerja di kafe milik Rian dengan terus menerus lembur. Risma merogoh ponselnya di saku celananya kemudian dia mencoba kembali menelepon Anita, siapa tahu Anita ponselnya aktif karena tadi terakhir Rian menelepon ponselnya tidak aktif.


Ternyata keberuntungan tengah berpihak kepada Risma, telepon Anita sudah aktif dan dengan suara lembut di sebrang sana Anita terdengar merdu menyapa sahabatnya itu.


"Maaf Ris, aku baru beres rapat keluarga. Hehehe.." ucap Anita terdengar dihinggapi rasa malu oleh Risma.


"Enggak apa-apa Nit, lebih baik kamu bereskan dulu urusan pribadi kamu karena kalau ngurusin kerjaan tidak ada habisnya," jawab Risma terdengar lelah.


"Maksud kamu apa Ris?" tanya Anita penasaran.


"Aku lembur tiap hari dan Pak Rian pulang selalu lebih awal apalagi setelah kejadian perampokan di Kafe kita ini, aku jadi takut kalau harus lembur," terdengar Risma mengeluh.


"Alhamdulillah untung aku mau keluar kerja," jawab Anita.


"Jadi kamu beneran mau keluar kerja! Terus aku tidak ada teman disini. Kan biasanya kalau lembur aku di temani kamu, sementara sekarang sepi tidak ada kamu." keluhnya.


"Sabar Ris, enggak setiap hari lembur kan," Anita mencoba menyabarkan hati temannya tersebut.


"Rasanya aku mau keluar kerja saja!' sambung Risma.


"Jangan dulu keluar Ris, kalau belum ada kerjaan baru. Sudah sabar saja kamu di sana kerja buat ngumpulin modal nikah hehehe,," Anita mencoba menggoda Risma agar terlihat santai dan pikirannya tidak tegang.


Risma pun nampak terdiam dan dia berharap Anita datang pagi besok ke Kafe untuk pamitan keluar dari tempat kerja tersebut. Akhirnya setelah selesai berbicara. Risma pun menutup sambungan teleponnya.


_______


Risma nampak lesu tidak bergairah karena esok pagi kedatangan Anita ke Kafe bukan melepas rindu dengannya karena sudah beberapa hari ini tidak masuk kerja tapi kedatangannya Anita mau keluar kerja dan berpamitan.


Tidak terasa bulir putih bening pun menetes dari ujung mata Risma karena selama ini dia begitu dekat dengan Anita, dan tidak mudah untuk melupakan begitu saja tali persahabatan mereka selama berada di Kafe.


Nampak Risma menghela napas panjang, dia seakan tak kuasa untuk melepas kepergian Anita dari tempat kerjanya, apalagi di tambah dengan ucapan Anita kemarin katanya setelah menikah dia mau dibawa oleh suami ke Kota Medan karena sang suami akan ada usaha bisnis disana.


_________


TING..


Tiba-tiba lamunan Risma di kejutkan dengan bunyi pesan masuk di layar ponselnya dan nampak sang calon suami memberikan sebuah pesan yang membuat wajahnya berseri dihinggapi rasa bahagia, dan rasanya ingin teriak karena saking bahagianya.


{"Sayang, pernikahan kita di percepat saja bulan depan karena ternyata hasil panen Bapakku di kampung menguntungkan, dan alhamdulillah uang yang didapat cukup besar. Dan kamu kata Emak dan Bapakku keluar saja kerja, selama sebulan ini fokus saja untuk acara pernikahan kita,"} tulis pesan dari calon suami Risma yang bernama Rudi.


Nampak Risma meneteskan kembali air mata begitu deras di hamparan pipinya karena rasa bahagia yang begitu sesak tatkala mendengar berita tersebut.


"Ternyata Allah begitu sayang terhadap aku, dan aku sangat bahagia sekali. Terima kasih Ya Allah atas jalan yang kau berikan begitu mulus tidak ada hambatan," gumam hati Risma mengucap syukur.


Risma berpikir mungkin dia tahun depan keluar kerja dari Kafe milik Rian karena rencana pernikahan akan di adakan tahun depan setelah kemarin ada pengunduran dari pihak keluarga tapi rencana Allah lebih indah dari rencana Risma.


_________


Risma pun sang calon istri menelepon .


{"Sayang, aku bahagia sekali."} ucap Risma dengan suara lirih dan bergetar karena saking bahagianya.


{"Mulai besok kamu jangan kerja ya, Sayang. Setelah pagi kamu pamitan kepada Pak Rian, kita langsung ke kampung untuk ketemu kedua orang tuaku untuk bersilaturahmi dengan membicarakan semuanya,"} jawab Rudi kepada calon istrinya itu.


Setelah meluapkan rasa gembira kurang lebih setengah jam lamanya, akhirnya sambungan telepon pun terputus.

__ADS_1


__________


Risma dihinggapi rasa bahagia dia pun memberikan kabar lewat pesan bahwa dia akan keluar kerja kepada Anita dan juga Rian. Nampak Anita pun membalas pesan dari Risma dan dia pun terdengar bahagia. Beda dengan Rian seakan tidak mau melepas Risma untuk keluar dari Kafenya tersebut.


{"Ris, kamu jangan keluar kerja, aku mohon. Kafe gimana tidak ada yang jaga jika aku gak masuk kerja. Masa kamu barengan keluar kerjanya dengan Anita. Ada apa dengan kalian!?"} terdengar dihinggapi rasa kecewa yang mendalam dari nada bicara Rian.


{"Saya besok harus ke kampung suami Pak, maafkan saya. Dan saya pun sudah lelah bekerja capek lembur terus,"} jawab Risma.


Nampak Rian pun diam seribu bahasa di sambungan teleponnya, nampak terdengar bunyi suara dari arah telepon seperti seorang wanita tapi bukan suara Desy.


•••


"Sayang, telepon dari siapa sih!?" terdengar cemburu wanita tersebut.


"Karyawan kantor, Sayang," jawab Rian terdengar pelan sekali.


"Kirain istrimu Mas, awas ya, kalau ada wanita lain selain aku dan istrimu!" terdengar cemburu sang wanita itu berucap.


••••


DEGH ..


Entah mengapa Risma berdesir hatinya tatkala mendengar percakapan Rian dengan wanita lain selain Desy di sambungan teleponnya.


"Apa aku tidak salah dengar," gumam hati Risma dengan apa yang baru saja dia dengar bahwa Bos-nya tersebut memangil kata Sayang bukan kepada istrinya. Padahal pernikahan Rian dan Desy baru seumur jagung. Apa Risma pun menepis semuanya dia berpikir mungkin tadi dia salah dengar.


"Ya, sudah Pak, mungkin Bapak sedang sibuk maaf sudah mengganggu waktunya, Pak. Dan besok saya pasti pagi sekali sudah berada di kantor untuk membicarakan semuanya," ucap Risma. Dia pun menutup sambungan teleponnya.


__________


"Tenang saja pokoknya nanti setelah aku menerima uang dari Desy pasti aku akan berikan sama kamu," ucap Rian, dan nampak Rian pun sangat tergiur dengan bisnis yang di tawarkan oleh Citra.


"Terima kasih Mas, kamu baik banget," terdengar manja Citra ketika berucap.


"Tapi bisnis yang akan kita rencanakan tidak akan gagal kan!?" tanya Rian seakan ragu.


Citra pun mencoba meyakinkan hati Rian agar santai dan percaya sepenuhnya terhadap dirinya. Akhirnya Rian pun segera pamit kepada Citra untuk pulang menemui Desy di rumah Ibunya.


_________


Tiba di rumah.


Rian langsung memeluk erat tubuh Desy dengan erat. Mungkin sudah menjadi kebiasaan Rian jika dia sedang ada maunya kepada Desy pasti dia bersikap lembut dan manja, dan hal ini yang membuat hati Desy bahagia dengan sejuta pujian.


"Sayang, aku rindu sama kamu, padahal 1 hari kita tidak bertemu," bisik Rian dengan menggendong sang istri menuju kamar dan akhirnya mereka pun melampiaskan hasrat nafsunya yang sudah memuncak.


Dalam benak Rian berpikir Desy terlalu gampang untuk di rayu. Dengan Rian memberikan pujian dan kemesraan di ranjang saja hatinya sudah luluh. Apalagi Rian menghujaninya dengan kepuasan kepada Desy.


__________


Beberapa saat kemudian.


"Mas, aku senang dan puas sekali," Desy tersenyum puas dan dia pun kembali memakai baju yang baru saja terlepas tanpa sehelai kain pun.


"Sama Sayang, aku juga senang sekali. Apalagi mendapatkan kabar kamu akan berikan aku lagi uang," Rian mengecup kembali bibir Desy.

__ADS_1


Desy nampak tersipu malu dia pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas kemudian dia membuka aplikasi M-Banking untuk mentransfer sejumlah uang kepada Rian.


_______


TING...


Mendengar ada suara bunyi pesan masuk dari arah ponselnya, Rian dengan cepat mengambilnya karena takut secara tiba-tiba yang mengirimkan pesan adalah Citra dan tadi Rian lupa mematikan ponselnya karena keburu menghujani Desy dengan sentuhan yang membuat Desy melayang tinggi.


Dan nampak mata Rian terbelalak saat membuka pesan gambar dari ponselnya tersebut karena yang mengirimkan pesan adalah sang istri yang kini tengah ada di sampingnya dan yang membuat Rian bahagia nominal dari uang tersebut cukup besar sebesar 300 juta rupiah.


"Sayang, aku semakin cinta sama kamu," kembali Rian memeluk erat tubuh Desy.


Desy pun nampak tersenyum puas karena sang suami telah memberikannya kepuasan dan pujian.


_______


Keesokan harinya.


Nampak Rian pagi sekali datang ke Kafe karena pagi ini pertemuannya dengan Anita dan Risma yang akan keluar dari tempat kerjanya. Rian nampak gelisah dan peluh pun bercucuran karena baginya ini adalah masalah besar yang harus dia hadapi.


Karyawan kepercayaannya akan keluar dari Kafenya, Rian berpikir siapakah nanti penggantinya sedangkan dia hanya percaya kepada dua wanita tersebut dan yang lainnya tidak percaya sepenuhnya.


Rian pun berpikir usahanya pasti tidak akan maju seperti sedia kala, kalau tidak ada dua orang tersebut karena sebelum Rian datang ke Kafe tersebut kedua orang tersebut sudah tidak asing dengan situasi keadaan Kafe tersebut. Sedangkan Rian belum paham betul dan menguasai keadaan Kafe tersebut di tambah dia begitu sering bolos tidak intens mengurus Kafe.


________


Di ruangan Rian.


"Selamat pagi Pak!" serentak Anita dan Risma berucap mereka nampak terlihat rapi cara berpakaiannya dan tersenyum ramah kepada mantan Bos-nya itu.


"Arghhhh,,,, Aku, tidak mau kehilangan mereka berdua. Mereka karyawan yang paling pintar segalanya. Rasanya tidak bisa aku dapatkan lagi karyawan seperti mereka. Melihat senyuman yang tulus dan merekah seakan pengunjung Kafe ketagihan untuk bisa datang lagi ke kafe ini," gumam hati Rian.


"Jadi gimana, kalian akan keluar dari tempat ini!?" tegas Rian dengan suara terbata-bata dan bergetar seakan tidak rela dan dihinggapi rasa sedih.


"Iya, Pak hari ini aku akan pergi ke kampung calon suami untuk memutuskan semuanya!" Risma dengan cepat berucap seakan sudah tidak tahan untuk pergi dari Kafe tersebut.


Rian menghela napas cukup panjang kemudian melirik ke arah Anita dan Anita pun nampak mendongakkan kepalanya dan terjadilah adu pandang diantara mereka. Sontak dada Rian berdesir karena jarang sekali Anita kepalanya berdiri tegak, biasanya dia selalu menundukkan kepalanya itu.


"Begitu sempurna ciptaan Tuhan, Anita sangat cantik sekali dan terlihat anggun," gumam Rian menatap lekat. Sontak Anita menundukkan kepalanya dia secara tidak sadar tengah beradu pandang dengan Rian.


"Saya, sekarang juga keluar kerja karena saya ditunggu oleh calon suami saya di depan!" dengan gugup Anita berucap.


________


Rian nampak melirik kearah parkiran Kafe dan benar saja disana sudah terlihat mobil Pajero Sport berwarna hitam dan nampak lelaki yang berada di dalam mobil tersebut begitu gagah dan keren dengan memakai kacamata hitam.


Rian membuang napas kasar sepertinya dia iri dan cemburu dengan lelaki yang kini tengah duduk disana.


"Pak, kalau Bapak mau kasih tips atau apalah, karena kinerja aku selama ini transfer saja. Hehehe..," celetuk Risma.


Rian pun kemudian mengeluarkan amplop didalam tasnya dan dia pun kemudian memberikan kepada Risma dan Anita. Setelah urusan selesai mereka pun nampak keluar Kafe dan Rian terlihat matanya berkaca-kaca.


"Gimana nasib Kafe aku kedepannya." gumam hati Rian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2