Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 22 Dihinggapi Rasa Bersalah


__ADS_3

Tante Dini datang.


Nampak pagi itu tiba-tiba datang Tante Dini ke rumahnya Lia, melihat kedatangan sang Tante, nampak terlihat Lia begitu gembira.


Meskipun Tante Dini adalah wanita kedua dari Bapak mertuanya.


"Cantika sudah pergi sekolah ya?" tanya Tante Dini ketika memasuki rumah.


Kemudian Tante pun duduk di kursi sofa.


"Sudah Tan, sekarang kan sudah pukul 9. Cantika biasa pergi pukul 7 sama Papanya," ucap Lia tersenyum renyah sambil memeluk sang Tante.


"Kamu jangan mengecewakan Tante ya, soalnya tadi pagi Tante, sudah memesan tiket Pesawat buat kita pergi ke Singapura, bersama Cantika." ucap Tante Dini.


___


Sesaat Amel pun tertegun, padahal dia belum memberikan kabar kepada Tante Dini untuk pergi ke Singapura, tapi dalam hati Amel berpikir mungkin inilah saatnya untuk dia menenangkan pikirannya.


___


"Ya sudah, nggak apa-apa demi Tante dan anakku, aku mau ikut ke Singapura," jawabnya tersenyum tipis.


"Kedatangan Tante ke sini ingin menanyakan waktu kedatangan kamu ke rumah Tante malam itu, tapi tidak jadi. Sebenarnya ada apa sih?" tanya Tante Dini kembali mengingat kejadian malam itu, ketika Lia memberi kabar ingin bertemu dengan Tantenya, tapi tidak jadi. Nampak Tante Dini dihinggapi rasa penasaran.


___


Lia pun tertegun sejenak dalam hatinya dan berkata." Apakah aku mau berkata jujur kepada Tante Dini atau tidak akan berbicara sama sekali. Karena ini masalah perselingkuhan, sama yang terjadi dengan Tante Dini yang merebut Ibu Viona dari Bapaknya Rian." Lia kembali dihinggapi rasa khawatir jika dia berbicara jujur kepada sang Tante tentang masalah dia yang dihadapi.


___


"Nggak apa-apa Tan, aku ingin main saja ke rumah Tante," dari raut muka Lia terlihat sedih, nampak dia sedang menutupi semuanya.


Tante Dini menatap lekat wajah Lia.


nampak dari bola mata Lia, terlihat ada kebohongan. Lia menyembunyikan sesuatu.


"Lia, kamu bohong sama Tante. Tante ingin kamu jujur terhadap Tante, tidak ada yang ditutupi," ucap Tante Dini.


Lia menghela napas panjang, dia sebenarnya ingin sekali mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam kepada sang Tante, tanpa ada yang dia sembunyikan sedikitpun. Tapi apalah daya semua masalah yang Lia hadapi saat ini menyangkut pribadi Tante Dini, karena masalah yang dia hadapi mengenai kelakuan Desy yang kelakuannya hampir sama dengan Tante Dini, yang merebut suami orang.


"Maaf Tante, Lia ragu kalau untuk berbicara masalah ini kepada Tante," ucapnya kepalanya tertunduk.

__ADS_1


"Nggak apa-apa bicara aja. Tante siap mendengarnya apapun itu," ucap Tante Dini kepada Lia.


Lia pun menarik napas panjang dan membuangnya secara perlahan.


"Ini mengenai Rian, Tante," ucap Lia


"Rian...ada apa dengan Rian?" tanya sang Tante.


"Maaf, ternyata Rian menurun kelakuannya dengan Bapaknya sendiri, dia menduakan aku" ucap Lia terdengar lirih dan matanya berkaca-kaca.


Degh..


Terasa bergemuruh dada Tante Dini, tatkala mendengar ucapan dari Lia. karena dia tidak menyangka kalau Lia akan berkata seperti itu, dan menceritakan masalah Rian yang sedang berselingkuh seperti suaminya, atau dia yang merebut ibunya Rian dari Bapaknya.


Tante Dini menghela napas panjang.


"Lia Maafkan Tante, kalau masalah ini Tante tidak bisa berbuat apa-apa, karena Tante di posisi yang sama, yaitu istri kedua dari Bapaknya Rian. Seorang istri kedua apapun alasannya pasti dicap sebagai Pelakor oleh istri pertama." ucap Tante Dini.


Bulir putih pun akhirnya menetes di ujung matanya.


"Namum Tante ada alasan mengapa Bapaknya Rian berselingkuh dari istrinya, itu karena Ibu Viona atau ibunya Rian, sudah tidak memberikan kasih sayang kepada Bapaknya Rian." kembali Tante Dini meyakinkan hati Lia, seakan tidak ada rasa salah sedikitpun.


_____


_____


"Maaf Tante bukan membela diri tapi itu kata Bapaknya Rian," ucap sang Tante.


Lia pun berpikir keras dalam hatinya, mungkinkah Lia selama ini kurang perhatian terhadap Rian? Tapi kenyataannya tidak demikian, dia sebagai istri sangat perhatian kepada Rian sang suami, malah Rian lah, yang kurang perhatian terhadap dia.


Hati Lia begitu berkecamuk tidak karuan.


"Rian berselingkuh dengan teman kantor?" tanya Tante Dini. Dihinggapi rasa penasaran meskipun dia pun perebut suami orang.


"Bukan.." Lia menggelengkan kepalanya.


"Lalu siapa?" tanya Tante Dini, menatap lekat ke arah bola mata Lia.


"Desy..!" ucap Lia.


"Desy...Desy siapa! Maksud kamu Desy sahabat kamu yang pernah dibawa ke rumah Tante?" tanya Tante Dini terlihat kaget dari raut wajahnya dan matanya terbelalak.

__ADS_1


Lia menganggukkan kepalanya, nampak Lia pun meneteskan air mata, dia sebenarnya ingin menahan air matanya di hadapan Tante Dini, tapi rasanya tidak sanggup untuk dibendung.


kemudian Tante Dini memeluk erat Lia, dia seakan merasakan kepedihan diri Lia yang sebenarnya seperti apa.


_____


Tante merasa malu dan tidak bisa berbuat apa-apa karena Tante posisinya berada seperti Desy. Sebenarnya sang Tante pun merasa malu kalau sedang berhadapan dengan Rian, seakan Tante itu wanita jahat yang dengan berani mengambil kasih sayang Sang Bapak dari Ibunya Rian.


Tante Dini pun menangis sesunggukkan dan minta maaf terhadap Lia karena sudah menyakiti hati Rian, dengan cara Tante Dini menikahi Bapaknya Rian.


_____


"Tidak Tante, Tidak salah Ko, Tante. Mungkin juga Bapaknya Rian kurang nyaman dengan Tante Viona, begitupun dengan Lia tidak nyaman dengan Ibu mertua karena sifatnya yang selalu memojokkan, dan Lia pun jadi merasa tertekan,"ucap Lia.


"Tante merasakan apa yang kamu rasakan pasti sakit, jadi Tante berpikir tidak enak juga untuk mengajak kamu berlibur ke Singapura, karena keadaanmu sedang banyak pikiran. Tapi kalau kamu pergi pikiranmu akan terasa rileks di sana," ucap Tante Dini.


___


Tante Dini kembali mengingat masa lalu, Bapaknya Rian atau sang suami selalu bertengkar dengan istri tuanya yaitu Ibu Viona. Pertengkaran yang selalu terjadi, mengakibatkan sang suami tidak betah di rumah, dan Tante Dini yang saat itu selalu menjadi teman curhat dari Bapaknya Rama.


Pertemuan pun sering terjadi di antara mereka karena masalah kerjaan juga.


Bapaknya Rian merasa nyaman dengan sosok Tante Dini, karena Tante Dini pribadi yang lembut dan perhatian.


Beda dengan Ibunya Rama yaitu ibu Viona yang terlihat cerewet dan suka marah tidak jelas.


•••••


Dahulu Rian menolak keras Ketika sang Bapak akan menikah siri bersama Tante Viona, namun Bapaknya Rian begitu meyakinkan kepada Rian, bahwa dia sangat diperhatikan oleh Tante Dini, dan Rian pun selalu melihat pertengkaran yang sering terjadi diantara kedua orang tuanya.


Ketika itu Rian tidak bisa berbuat apa-apa terhadap kedua orang tuanya tersebut, dan saat itulah Rian hanya bisa pasrah ketika mendengar sang Bapak, sudah melakukan nikah siri dengan Tante Dini.


______


Setelah melakukan pernikahan siri, Tante Dini pun mencoba mengambil hati Rian dan Lia terutama Cantika, anak dari Rian.


Tante Dini selalu memberikan hadiah kepada mereka karena ingin mengambil hati mereka.


Masalah kasih sayang selalu diberikan oleh Tante Dini dengan bentuk perhatian seperti saat sekarang ini, di mana Lia sedang ada masalah. Tante Dini hadir sebagai teman curhat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2