
Adrian ketika mengemudikan mobil nampak meneteskan air mata, dia pun masih meringis menahan rasa sakit pipinya akibat tamparan keras dari sang Papa. Terlihat warna merah di pipi sebelah kirinya.
Kembali mengenang masa lalunya tatkala dia selalu di gendong oleh sang Papa waktu kecil dulu karena dia anak tunggal apapun yang dia minta selalu diberikan oleh sang Papa.
"Nak, apapun yang kamu minta selalu Papa berikan asal kamu selalu nurut ya, sama Papa! Jangan pernah membangkang omongan Papa apalagi kamu marah sama Papa," terngiang ucapan sang Papa di telinga sang anak sampai saat ini.
Begitu perhatian dan memanjakan kasih seorang Papa kepada anak tunggalnya itu.
Tidak bisa dipungkiri Adrian pun sangat menyayangi sang Papa, tapi entah mengapa keegoisan dia yang mengakibatkan semuanya hancur perselisihan terjadi antara dia dan sang Papa karena seorang wanita yang bernama Frisilia Mehendra.
Adrian pun membelokkan mobilnya ke arah sebuah Kafe. Niat dia pun untuk bertemu dengan Lia di urungkan sejenak karena dia ingin. Me-Time, menenangkan pikirannya.
____
Tiba di sebuah Kafe.
Terlihat ada wanita yang memandangi dia dari kejauhan dan wanita itu langsung menghampiri.
"Adrian,,!" teriak wanita itu tidak lain adalah Desy. Rian pun berusaha tenang karena Desy adalah wanita yang menghancurkan rumah tangga Lia, dan dia pula yang dulu mengejar cintanya tapi Adrian tidak menyambutnya. Dari dahulu Adrian hanya mengejar cinta Lia.
Nampak Desy mengulurkan tangannya dan niat dia ingin memeluk Adrian karena sudah lama tidak bertemu namun dengan cepat Adrian memalingkan badannya dan mundur ke belakang sontak Desy pun tersipu malu dengan tidak ada respon dari Adrian.
"Sudah lama kita tidak bertemu kamu kemana saja!?" tanya Desy nampak terlihat dari binar matanya menyimpan rasa gembira ketika kembali melihat sosok lelaki yang dari dulu sangat di impikan dan di idamkan sebagai calon pasangannya.
"Aku baru datang dari luar kota," ucapnya tersenyum tipis. Adrian pun melambaikan tangannya kepada pelayan Kafe
•••
"Black Coffee," ucap Adrian tersenyum ramah kepada sang pelayan tatkala sang pelayan datang menghampiri.
Desy terkesiap dengan senyuman Adrian sepertinya dia kembali teringat masa lalu yang dulu dia pernah mengejar cinta lelaki yang kini tengah berada di hadapannya namun tidak mendapatkannya atau bertepuk sebelah tangan.
Desy hanya mengelus dada.
"Andai kamu menerima cintaku dulu, dan sampai sekarang pun kamu tidak berubah. Tetap dingin kepadaku Adrian," gumam hati Desy.
_______
Beberapa menit kemudian.
"Oh, iya, kamu sekarang lagi dekat dengan siapa?" tanya Desy kepada Adrian. menatap lekat dan tersenyum renyah.
__ADS_1
"Dengan seorang wanita," ucap Adrian tanpa menyebut nama wanita tersebut.
"Ya, iyalah, dengan seorang wanita, kamu kan lelaki," jawabnya.
"Maksudku, namanya siapa?" Desy tertawa terkekeh. Desy kembali bertanya dia seakan penasaran siapakah wanita yang beruntung dan bisa menaklukkan hati Adrian lelaki yang dingin itu.
"Tidak penting arti sebuah nama yang penting hatinya baik," jawab Adrian terlihat cuek.
"Beruntung sekali wanita yang mendapatkan kamu," ucap Desy, nampak dia pun menghela napas secara perlahan.
"Terus calon kamu orang mana Des!?" Adrian berpura-pura menanyakan lelaki yang tengah dekat dengan Desy sekarang siapa, padahal dia tahu Desy telah merebut cinta sahabatnya yaitu Lia.
"Aku dengan seorang duda tampan tapi dia sekarang sedang sibuk di luar kota, aku tadinya mau menikah dengan dia tapi dia mengulur waktu," ucap Desy terlihat cemberut dan kecewa.
"Loh, kenapa dia mengulur waktu!?" tanya Adrian pura-pura terkejut tidak tahu pokok permasalahannya.
"Kayaknya dia masih teringat masa lalunya bersama pasangannya dulu. Dan mereka selalu bikin cemburu aku," terlihat Desy penuh emosi ketika berucap.
"Cemburu,,, memangnya mereka rujuk lagi apa gimana, kenapa kamu bisa cemburu," Adrian seakan dihinggapi rasa penasaran.
"Enggak, mereka enggak rujuk tapi calonku seperti ingin kembali kepada wanita itu," jawab Desy.
"Mungkin yang salah kamu Des, karena kamu terlalu memiliki dan cinta," sindir Adrian.
"Karena cinta akan membutakan seseorang termasuk jadi bersifat licik, seperti kamu!" tunjuk Adrian telunjuknya mengarah lekat ke wajah Desy.
______
Sontak Desy terkejut dengan ulah Adrian yang yang tiba-tiba seakan menyalahkan dirinya dan berlaku tidak sopan dengan cara menunjukkan telunjuk ke arah mukanya.
"Maksud kamu apa sih!? Aku ini licik!" Desy seakan tidak mau mendengar ucapan tersebut. Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba Adrian menyindir dirinya.
"Kamu kan yang merebut suami orang! Suami Lia kamu rebut, apa kamu enggak punya hati nurani atau tidak ada lelaki lain dengan cara merebut suami sahabat sendiri," ucap Adrian kembali. Adrian sedang kalut pikirannya seolah-olah Desy menjadi bahan pelampiasan amarahnya dan kesalnya itu.
"kamu kata siapa!? Kamu jangan nuduh orang sembarangan Adrian," Desy nampak terkejut, peluh bercucuran dan terlihat mukanya nampak pucat pasi karena dihinggapi rasa bersalah dan malu.
"Mana ada maling ngaku! Nah, sekarang kamu seharusnya belajar bersikap baik terhadap orang jangan suka berbohong. Cukup kamu melakukan dosa dulu jangan kamu melakukan dosa kembali ke hal-hal kecil lainnya," sindir Adrian.
_____
Desy pandangannya menunduk, dan mukanya merah merona, hatinya seakan tertampar oleh ucapan Adrian yang berusaha menyudutkan hati dan meluluhkan rasanya.
__ADS_1
"Aku datang kesini mau menenangkan pikiran bukannya mendengar ocehan kamu, pergi dari sini Desy!" usir Adrian. Sambil meneguk kopi panas yang baru saja datang.
Desy sontak terkejut dengan perlakuan Adrian yang seakan menyudutkan dirinya.
"Kamu mengapa mengusir aku, apa salah aku!" kembali Desy tidak menerima dengan ucapan Adrian.
"Des, aku mohon ya, kamu pergi minimal dari tempat dudukku, atau aku saja yang pergi dari sini!" sorot mata Adrian menatap tajam.
•••
"Kalau saja dia bukan seorang wanita mungkin aku akan melakukan bogem mentah!" gumam hati Adrian.
•••
Desy pun melengos dari hadapan Adrian, dia pun merasa malu karena sang pelayan Kafe dan pengunjung yang mendengar ucapan Adrian yang terdengar tidak pelan itu menyudutkan Desy.
_____
Adrian pun nampak membuang napas kasar setelah kepergian Desy. Dia pun nampak memikirkan kembali persoalan hidupnya yang tengah menimpanya.
Ting...
Tiba-tiba pesan muncul dari Lia.
{"Mas, jadi tidak datang kesini? Kebetulan Ibuku sedang ada di rumah, juga Tante Restu. Kebetulan mereka menginap di rumahku sudah 2 hari ini,"} tulis pesan Lia.
{"Jadi, Lia. Mungkin agak telat karena ada urusan mendadak jadi mungkin tiba di rumahmu agak sore,"} balas Adrian.
{"Yasudah, hati-hati Mas,"} balas Lia kembali dengan memberikan emotion peluk.
______
Ting...
Pesan pun muncul kembali terlihat di layar ponsel Adrian nampak Zahira memberikan sebuah pesan.
{"Mas Adrian, gimana kabarmu dan kabarnya Lia, semoga kalian bahagia selalu dan sehat ya, dan mendapatkan kelancaran dalam hal apapun,"} tulisan pesan dari Zahira membuat hati Adrian terharu karena begitu mulyanya hati seorang Dokter Zahira yang sudah legowo tidak ada rasa kecewa dan kesal walaupun cintanya di tolak olehnya.
{"Alhamdulillah, saya sedang sehat semoga kamu juga dilancarkan segala urusannya,"} balas pesan Adrian.
_____
__ADS_1
Satu jam berlalu terasa pikirannya sudah sedikit rileks, dia pun nampak kembali tenang pikirannya lalu Adrian keluar dari Kafe tersebut.
Bersambung....