Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 217 Rasa Gundah Desy


__ADS_3

Sore pun tiba..


Nampak Desy dan Ibunya berpamitan untuk pulang dan Desy terlihat salah tingkah dengan melihat perubahan Rian yang sekarang karena dari segi penampilan dan cara bicaranya sudah jauh beda dan terlihat orang pun segan ketika berbicara dengan Rian atau mantan suaminya tersebut.


"Mas, aku pulang dulu semoga kamu sehat selalu," ucap Desy tersenyum kepada Rian.


Desy pun seakan tidak berani menatap Rian pandangannya menunduk.


Rian pun tersenyum dan dengan cepat memalingkan pandangan yang diberikan oleh Desy yang hanya sekilas. Sang Ibu dari masing-masing seakan tahu jika anaknya salah tingkah.


_____


Terlihat Desy melambaikan tangannya tatkala berada di dalam mobil, entah mengapa matanya berkaca-kaca dan dia seakan menyalahkan dirinya sendiri. Lambaian tangan pun di balas oleh Bu Viona dan Rian dengan senyuman ramah.


"Bu, entah mengapa aku selalu dihinggapi rasa bersalah," ucap Desy menghela napas panjang ketika mobil sudah melaju.


Sang ibu menatap lekat ke arah Desy dan membelai rambut sang anak dalam hatinya berpikir, dia sangat bersyukur karena sang anak sudah benar-benar berubah setelah beberapa masa lalu sang anak melakukan kesalahan dan akhirnya dia mengakui dan menyesali kesalahannya tersebut.


°°°


Jika kita merasa bersalah kepada diri sendiri dan merasa gelisah sepanjang waktu karena perbuatan kita yang salah ketika dulu, maka hati nurani tersebut akan mengantarkan kita ke jalan yang benar.


°°°


Ting ..


Pesan muncul dari ponsel Desy dan terlihat di layar ponsel sang sahabat Lia memberikan sebuah pesan.


{"Des, gimana sudah ketemu sama Rian?"} tulis pesan Lia.


{"Sudah, alhamdulilah aku kagum lihatnya ternyata dia berubah dari segi semuanya. Gimana kabarmu sehat, dan anakmu katanya yang kecil sakit ya?"} balas pesan Desy kepada Lia.


{"Sudah alhamdulilah anakku sudah sembuh Des! Oh, iya, mending kamu balikan lagi sama Rian kalau menurut aku, hehe,,,"} tulis pesan Lia menggoda sang sahabat.


{"Apa'an sih, kamu jangan ngaco ah,!"} balas pesan dari Desy.


•••


Jika Lia melihat raut muka dari Desy saat ini mungkin dia akan tertawa meledek karena raut mukanya Desy merah seperti kepiting rebus. Entah mengapa di goda begitu Desy merasa malu karena dia dulu telah merebut Rian dari Lia. Beberapa pesan muncul kembali dari Lia yang mengakibatkan suara pesan terus berbunyi, tapi Desy seperti dihinggapi rasa malu karena dalam hatinya dia berpikir Lia tengah menggodanya.


____

__ADS_1


"Des, pesan dari siapa itu, kenapa gak di balas," ucap sang Ibu dengan melihat ke arah tas Desy karena nampak disana tadi Desy menyimpan ponselnya.


"Da-dari teman Bu," jawabnya gugup.


Padahal dalam hati Desy berkata itu dari sahabatnya Lia yang tengah menggodanya untuk rujuk dengan Rian.


"Tidak, tidak mungkin kalau aku harus balik lagi sama Rian. Meskipun kita sama-sama menyadari kesalahan kita" gumam hati Desy.


Desy memejamkan matanya dan sosok Rian hinggap sekelebat menerpanya, entah mengapa Desy seakan tidak bisa menghilangkan bayangan yang hinggap dihatinya. Rasa salah kepada Lia pun kembali menerpa hati dan pikirannya. Nampak kegelisahan Desy terlihat nampak oleh sang Ibu karena mereka bersebelahan di kursi belakang.


_____


"Des, kamu kenapa!?" tanya sang Ibu menatap lekat ke arah sang anak terlihat dihinggapi rasa khawatir karena Desy baru saja sembuh dari depresi.


"Ng-enggak apa-apa kok Bu," jawab Desy dengan peluh bercucuran.


Sang Ibu pun menggenggam tangan sang anak seakan menguatkan hati sang anak bahwa sang Ibu selalu ada untuk sang anak setiap saat.


Desy pun mencoba memejamkan matanya kembali agar bisa tidur, agar pikirannya tenang karena setelah dia mengalami depresi hatinya selalu dihinggapi rasa bersalah.


"Nak, ini minum vitamin dulu agar badanmu sehat, jangan banyak pikiran Nak. Semua yang sudah berlalu biar berlalu. Sang pencipta pasti mengampuni kesalahan kamu," ucap sang Ibu mencoba menenangkan hati sang anak.


Desy pun meminum vitamin yang diberikan oleh sang Ibu dan nampak Desy memeluk erat sang Ibu dan menangis sesunggukan dan hal ini membuat rasa terkejut dari hati sang Ibu dan Pak supir yang tengah mengemudikan mobilnya.


_____


"Iya, Pak, kita berhenti dulu mungkin Desy pusing," jawab sang Ibu.


Mobil yang di kemudikan oleh Pak supir pun akhirnya berhenti di rest area.


Setelah duduk di kursi tempat beristirahat nampak terlihat Desy memesan coklat panas.


•••


Terlihat nampak sang Ibu merogoh ponselnya di dalam tasnya dan memberikan sebuah pesan kepada Lia yang mengatakan kekhawatirannya terhadap Desy yang seakan dihinggapi rasa terus menerus bersalah kepada sahabatnya itu.


{"Bu, besok Lia ke rumah mampir ya, Lia akan menenangkan hati Desy. Lia pun tidak mau kalau Desy kambuh lagi sakitnya. Terus support Desy Bu, karena kalau bukan Ibu siapa lagi yang akan support,"} balas pesan dari Lia.


Sang Ibu nampak terlihat senang ketika sahabat dari Desy yaitu Lia membalas pesan nya dan mengatakan bahwa Lia akan menengok Desy besok ke rumahnya


______

__ADS_1


"Des, Lia besok mau ke rumah loh, bawa oleh-oleh apa ya, untuk Lia," ucap sang Ibu mencoba membuyarkan lamunan Desy yang sedang mengaduk-aduk coklat panas.


Nampak terlihat Desy terkesiap dengan apa yang di ucapkan oleh sang Ibu. Dan terlihat wajah Desy tersenyum lebar tatkala mendengar kabar tersebut. Desy terlihat bahagia sekali mendengar kabar bahwa sang sahabat akan berkunjung ke rumahnya besok.


Sang Ibu pun terlihat dihinggapi rasa gembira dengan perubahan wajah Desy yang nampak tersenyum lebar tatkala mendengar kabar bahwa Lia akan berkunjung ke rumahnya.


"Kamu senang Nak!? Lia akan ke rumah besok," tanya sang Ibu dengan mengelus pipi sang anak dengan lembut.


Desy nampak menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum kepada sang Ibu. Nampak Pak supir pun yang sedang duduk di kursi lain tersenyum tatkala melihat Desy kembali tersenyum.


____


"Ayo, Bu, kita cepat pulang biar Desy istirahat tidur karena besok Lia mau datang," ucap Desy sambil berlalu ke dalam mobil.


Tatkala di dalam mobil Desy nampak membuka lagi ponselnya dan terlihat Desy tersenyum malu tatkala beberapa pesan dari Lia kembali dia baca. Dan Lia kembali menggoda Desy dengan kembalinya rujuk dengan Rian. Nampak Desy tidak membalas pesan dari Lia dan nampak dia hanya menghela napas secara perlahan.


Kemudian dia menggenggam jemari tangan sang Ibu dengan erat kemudian Desy menatap lekat ke arah kedua bola mata sang Ibu.


_____


"Bu, baca ini," ucap Desy kemudian dia memberikan ponselnya kepada sang Ibu dan memperlihatkan pesan yang bertubi-tubi dari Lia yang menggodanya agar Desy kembali kepada Rian.


Nampak sang Ibu menghela napas panjang dia seakan dihinggapi rasa serba salah juga karena sang Ibu pun seakan malu oleh Lia yang begitu iklhas tidak ada rasa dendam sedikitpun kepada anaknya. Sang Ibu pun memahami rasa cinta Desy untuk Rian masih melekat tapi tidak tahu dengan Rian karena Rian tadi nampak terlihat menjaga jarak dengan Desy.


Sang Ibu pun terlihat tengah berpikir mengenai wanita yang tadi berada di warung karena wanita tadi seakan dekat dengan Rian.


"Siapakah wanita tadi?" gumam hati sang Ibu seakan bertanya-tanya dalam dirinya.


_______


"Kalau menurut Ibu gimana?" tanya Desy.


Nampak sang Ibu terkesiap karena dia tengah memikirkan sosok Ana yang tadi belanja di warung milik Rian.


"Apa Nak, kamu nanya apa?" tanya sang Ibu terdengar gugup.


"Nah, sekarang Ibu yang ngelamun lagi mikirin apa sih Bu?" sindir Desy tertawa terkekeh.


"Enggak mikirin apa-apa kok," jawab sang Ibu menatap sang anak.


Sang Ibu pun memberikan solusi kepada sang anak kalau jodoh pasti Rian dan Desy akan di pertemukan kembali dengan catatan kalau pun di pertemukan kembali harus saling percaya, setia dan jujur dan jangan mengulangi kejelekan masing-masing. Sifat terdahulu yang kurang berkenan atau salah harus di perbaiki.

__ADS_1


Desy nampak menganggukkan kepalanya dan memeluk erat sang Ibu.


Bersambung...


__ADS_2