Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 235 Rasa Bersalah Kian Menerpa


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Nampak Lia tengah membeli kado untuk acara pernikahan Desy. Meskipun acara pernikahan tersebut tidak di adakan di sebuah tempat yang mewah, tapi hanya di rumah kedua orang tuanya Desy. Namun Lia ingin memberikan kado yang terbaik dan spesial yang selalu di ingat oleh sang sahabat dan mantan suaminya tersebut.


Lia nampak sedang memilih jam tangan couple.Karena dengan memberikan jam tangan tersebut Lia berpikir akan memberikan kesan yang mendalam bagi sang sahabat. Selain jam tangan itu adalah barang mewah, jam tangan juga sebagai bentuk komitmen.


"Kalian harus berkomitmen saling setia terhadap pasangan masing-masing," gumam hati Lia nampak menghela napas panjang tatkala tengah menatap jam tangan tersebut.


_______


Lia pun berharap agar sahabatnya itu dan mantan suaminya benar-benar bisa merubah sikapnya masing-masing, untuk lebih baik kedepannya. Dan dia yakin bahwa Rian dan Desy akan bisa melakukannya itu semua


"Sayang, kamu mau milih yang ini!?" tanya Adrian dengan menepuk bahu sang istri karena nampak sang istri sedang melamun, pikirannya melayang jauh.


"Iy-iya Mas, yang ini saja bagus," jawab Lia dengan dihinggapi rasa terkejut.


Harga dari jam tersebut cukup mahal. Namun Adrian dan Lia seakan tidak memperdulikan hal tersebut. Karena baginya rasa puas dan bahagia yang akan di rasakan oleh sang sahabat ketika mendapatkan hadiah tersebut itulah yang dia cari.


________


Lia pun nampak ketika sudah berbelanja, dia mampir ke rumah sang Ibu. Dan terlihat sang Ibu tengah sakit karena kecapean yang terus-menerus fokus kepada bisnisnya itu.


Setelah tiba di rumah kedua orang tuanya, Lia langsung memasuki kamar sang Ibu dan terlihat sang Bapak sedang memberikan obat kepada sang istri yang sedang sakit.


Setelah memberikan obat kepada sang istri. Sang Bapak pun berlalu keluar untuk menemui Adrian sang menantu yang tengah berada di kursi sofa.


"Bu, lebih baik berhenti saja bisnisnya, mending Ibu istirahat fokus di rumah saja. Jangan menunggu satu tahun lagi baru istirahat dari kerja," sindir Lia sang anak seakan mengkhawatirkan kondisi keadaan sang Ibu yang terbaring lemah tidak berdaya.


________


Sang Ibu hanya terdiam dia pun seakan ingat ucapan sang adik yaitu Restu. Tadi pagi sang adik menelepon, bahwa sebaiknya sang kakak lebih baik tinggal di rumah dan tidak kerja lagi karena akhir-akhir ini kondisi badannya selaku sakit karena pengaruh usia sudah tidak muda lagi jadi badan mudah cape dan lelah.


Tante Restu tadi sempat menyindirnya bahwa Lia sebenarnya dulu rindu sosok Ibu yang terlalu sibuk memikirkan dunia bisnisnya. Untung Lia saat itu tidak berontak dan merasa sendiri. Beda seperti yang terjadi sekarang kepada sang cucu yaitu Cantika. Lia hanya memendam itu semua, dan rasa sepi yang menghinggapi, dia tumpahkan semua kepada sang Tante yang selalu setia mendampinginya kemanapun dengan setia.


"Maafkan Ibu, Nak" ucap sang Ibu dengan lirih.


________


Mungkin hanya itu kata yang mampu di ucapkan oleh sang Ibu kepada anaknya tersebut. Sang Ibu kemudian menggenggam erat tangan Lia. Dia seakan berdosa dan baru dia sadari sekarang, begitu dalam rasa salah dia kepada sang anak.


"Maaf untuk apa Bu!?" tanya Lia mengusap rambut sang Ibu yang terlihat tidak rapi.


Sang Ibu pun mengungkapkan isi hatinya, bahwa dirinya saat itu terlalu sibuk dan seakan tidak menyadari bahwa sebenarnya ada anak yang membutuhkan belaian perhatian dan kasih sayang.


_______


Lia pun tatkala melihat sang Ibu berderai air mata, dia seakan mengakui rasa salah sang Ibu terhadap dirinya sangat besar karena secara tidak langsung telah menelantarkan dirinya. Lia hanya menghela napas panjang dan betapa sakitnya hati Cantika saat itu juga, tatkala dia sibuk kerja jarang di rumah. Dia pun kala itu merasa sama seperti Cantika butuh perhatian dan butuh kasih sayang dari sang Ibu.


"Aku bukan Ibu yang baik, aku telah gagal. Untung semua belum terlambat aku keluar sekarang kerja," gumam hati Lia

__ADS_1


Tak terasa bulir putih pun menetes di ujung mata Lia begitu deras mengalir. Lia seakan menyalahkan dirinya juga.


________


Lia terdengar sesunggukan menangis. Dan tangisan Lia seakan memecah keheningan di dalam kamar. Sepertinya tangisan Lia pun terdengar keluar oleh Adrian karena sang suami terlihat memasuki kamar. Dan tatkala Adrian memasuki kamar sang Ibu, kemudian dia menatap lekat ke arah sang istri lalu dia menghampiri. Adrian terlihat mengusap lembut air mata sang istri yang berderai.


"Lia, kenapa Sayang! kamu kenapa sedih," ucap sang suami dihinggapi rasa khawatir.


"Aku sangat terharu saja Mas, aku merasa belum menjadi Ibu yang baik buat Cantika dan anak yang berbakti kepada Ibu karena pertemuan aku dengan Ibu begitu jarang terjadi," ucapnya.


DEGH ..


______


Terasa berdesir dada hati sang Ibu tatkala mendengar pengakuan yang jujur dari bibir Lia sang anak. Lia yang begitu berani dan jujur. Selama Lia belum menikah dan setelah menikah dengan Rian pun dia tidak pernah berkata hal seperti itu. Tapi sekarang setelah dia menikah dengan Adrian dan keluar kerja lalu sang anak Cantika seakan berontak terhadapnya dirinya. Lia terlihat penuh keberanian kepada sang Ibu untuk bicara dan seakan menyesali diri. Ucapannya Lia sangat menyentuh hati dan perasaannya sang Ibu.


"Lia,maafkan Ibu!"


Sang Ibu kemudian memeluk tubuh Lia dan nampak terdengar menangis pilu. Tangis pun seakan pecah diantara keduanya. Rasa salah dan egois seakan datang menghampirinya. Kesalahan demi kesalahan terhadap sang anak seakan hinggap dalam dirinya. Dia yang sibuk sendiri tanpa peduli dengan sang anak dan sang anak hanya di urus oleh sang adik.


________


"Ibu egois! Ibu belum menjadi Ibu yang baik, karena terlalu mementingkan diri sendiri. Maafkan Ibu,,,,! Ibu akan tebus rasa salah itu dengan mengurus cucu-cucu untuk kedepannya. Biar mereka pun tidak merasakan kegundahan dan rasa tidak nyaman, karena aku sebagai seorang Nenek tidak ada waktu untuk mereka," ucap sang Ibu dengan derai air mata yang nampak terhampar di pipinya.


"Sudah Bu, yang lalu biarlah berlalu. Ibu sekarang yang penting istirahat dulu biar cepat pulih jangan banyak pikiran," ucap Adrian.


_______


"Bapak senang mendengarnya. Memang dari dulu Bapak kan tidak mau Ibu kerja terlalu cape, dan saat itu menyarankan untuk keluar dari bisnis yang semakin sibuk. Tapi Ibu selalu berdalih menikmati bisnis, banyak teman, banyak keuntungan dan masih banyak alasan lainnya," ucap sang suami dengan menatap lekat ke arah sang istri.


______


Terlihat Lia dan Adrian bisa menghela napas lega karena sang Ibu sekarang berencana tidak akan bisnis lagi dan dia akan istirahat di rumah saja.


Lia memeluk erat tubuh sang Ibu dan tersenyum bahagia. Akhirnya kedepannya nanti dia akan lebih banyak waktu dengan sang Ibu yang sedari dulu sibuk terus.


______


♥️♥️♥️


Kebahagiaan tercipta bukan hanya dari harta dan tahta, tapi sesederhana kebersamaan kita mampu membuatku menjadi makhluk yang paling bahagia.


°°°


Waktu yang menyenangkan adalah saat kita bercengkrama menjaga hangatnya kebersamaan, menggulirkan banyak detik dalam keceriaan.


♥️♥️♥️


_______

__ADS_1


TING...


Tiba-tiba foto gambar muncul dari layar ponsel Lia dan nampak sang sahabat Desy memberikan sebuah pesan gambar dengan memakai baju pengantin.


Lia nampak tersenyum lebar saat menatap lekat ke layar ponsel tersebut. Lia berpikir dalam hatinya. Desy sangat cantik dan anggun . Nampak aura desy yang dulu yang dia kenal baik dan penuh kejujuran tatkala dia sebelum berkhianat merebut Rian suaminya begitu terpancar. Wajah yang berseri dengan penuh keikhlasan dan nampak tidak terlihat pancaran wajah yang licik dan bengis mewarnai wajahnya.


{"Cantik banget Des, semoga pernikahan kamu yang tinggal menghitung hari agar lancar dan tidak terjadi halangan apapun,"} balas pesan dari Lia dengan gambar yang dikirimkan oleh Desy.


Nampak Desy memberikan emoticon menangis seakan tidak kuasa dengan membaca pesan balasan dari sahabatnya tersebut. Berderai air mata penuh haru dan bahagia karena dia bisa kembali menjalin hubungan sahabat yang dekat dengan Lia yang sempat tertunda karena salah dia sendiri yaitu sebuah pengkhianatan.


♥️♥️♥️


Sahabat lama itu seperti pakaian yang sudah lama tidak terpakai atau lusuh. Meski sudah tak pantas dikenakan, tapi tetap selalu menghangatkan karena disana banyak cerita bahagia dan duka yang bergulir silih berganti datang menerpa.


♥️♥️♥️


Desy pun menelepon Lia lalu dia menanyakan keberadaan sahabatnya itu tengah berada dimana saat ini.


{"Lia kamu kesini aku ingin sekali memeluk kamu erat. Entah kata apa yang harus aku ucapkan kepada kamu Lia. Hatimu sungguh lembut. Andai aku bisa mengulang waktu kembali ke masa lalu. Aku mungkin tidak pernah akan merebut Rian dari kamu. Aku akan selalu menjaga tali persahabatan kita. Agar tidak retak dan hancur karena adanya sebuah pengkhianatan,"} ucap Desy dengan sesunggukan menangis.


{"Desy, sudah cukup! Kamu jangan terus meratapi rasa sedih dan salah kamu. Sudah seribu kali kamu meminta dan memohon kata maaf dariku. Aku sudah ikhlas memaafkan kamu. Mengapa kamu ragu."} Lia mencoba meyakinkan sang sahabat tersebut.


{"Entah mengapa bayangan pengkhianatan selalu saja menerpaku. Aku tidak tahu Lia,"} jawab Desy dengan suara parau.


{"Tepis semua, coba kamu mendekatkan diri terus sama yang di atas dan minta pertolongan terhadapnya. Agar kamu jangan dihantui terus rasa bersalah yang terus meraja,"} jawab Lia.


Lia mengerti dan sangat paham, Desy sang sahabat begitu tertekan hatinya. Tatkala dia kembali memutuskan menikah lagi dengan Rian. Padahal Desy sang sahabat tahu Rian itu adalah mantan dari Lia dan pernah direbut olehnya dengan sebuah penghianatan.


"Sudah Des, kamu jangan banyak pikiran. Kamu harus sehat jangan sampai kamu sakit pas di hari bahagia kamu,"} kembali Lia meyakinkan.


Terdengar Desy menghela napas sangat panjang di sambungan teleponnya. Lia pun tidak mau jika Desy kalau terus menerus mendengar suaranya akan tambah terluka. Dia pun akhirnya menutup sambungan teleponnya.


______


"Barusan Desy yang menelepon?" tanya Adrian sang suami.


Nampak Lia menganggukkan kepalanya dan membuang napas secara kasar. Lia pun merasakan sangat berat beban yang tengah di hadapi oleh Desy saat ini. Mungkin tidak mudah karena dengan dia kembali menjalin hubungan bersama Rian, berarti dia juga akan selalu dihinggapi rasa bersalah dan tidak bisa dibohongi sebuah pengkhianatan yang dilakukan oleh Desy pasti akan muncul menyelinap tatkala mereka tengah kumpul bersama.


_______


Karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan nampak sang anak yang kecil tidak dibawa dititip di Tante Restu. Jadi Lia pun beranjak pamit pulang kepada kedua orang tuanya itu.


"Nanti Ibu akan sering main ke rumah kamu Lia, mulai minggu depan Ibu istirahat di rumah," ucap sang Ibu memeluk erat tubuh sang anak dan menitikkan air mata.


Dengan cepat Lia menghapus bulir putih yang menetes di ujung mata sang Ibu. Lia seakan tidak mau ada air mata yang menetes disana lagi. Lia pun tidak mau jika sang Ibu sedih. Meskipun dulu tidak bisa membahagiakan dirinya karena waktu tidak di dapat oleh sang anak dari Ibunya.


♥️♥️♥️


kebersamaan adalah memahami. Maka yang tak sabar mendengar dan mengerti harus sabar dengan sepi dan sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2