
Tiba di Kafe.
Setelah tiba di Kafe miliknya Rian nampak suasana Kafe masih sepi, dan belum ada yang datang karyawan satu pun. Bu Viona pun nampak duduk di depan Kafe sambil matanya berselancar ke tiap sudut ruangan.
Ting...
Tiba-tiba muncul pesan dan nampak yang memberikan pesan adalah Papanya Rian, dia mengabarkan proses cerai yang di ajukan Bu Viona sudah ada surat untuknya dari pengacara Bu Viona.
"Syukurlah kalau begitu karena aku sudah tidak butuh lagi dengan Yosi, aku tidak akan mendapatkan apapun dari dia juga karena 3 bulan yang lalu, dia pun sudah keluar kerja dan dia sekarang hanya mengandalkan istri mudanya bisnis recehan! Mana cukup dia menghidupi istri mudanya itu yang notabene berasal dari orang berada dan sementara sekarang hidup dia pas-pasan," gumam hati Bu Viona terlihat puas.
{"Katanya anak kita mau menikah ya? Apa aku boleh datang untuk melihatnya? Gimana pun juga aku adalah Papa kandungnya jadi kamu tidak berhak untuk melarang ku,"} pesan kembali muncul dari mantan sang suaminya.
DEGH....
Bu Viona nampak kaget dengan pesan yang ditulis oleh sang mantan suami karena Bu Viona berpikir. Tahu dari mana mantan suaminya itu jika Rian akan menikah. Apakah Rian yang bilang kepada Yosi, Papanya?
Ini menjadi tanda tanya besar dalam diri Bu Viona karena sang mantan suami mengetahui jika bulan depan Rian akan menikah.
"Apa Rian menginap di rumah Yosi," gumam hati Bu Viona dihinggapi rasa penasaran.
Bu Viona tidak mau gegabah dengan cepat menelepon Yosi karena harga dirinya turun. Bu Viona berpikir nanti yang ada mantan suaminya itu mikir Bu Viona tidak bisa move-on setelah kehilangan dirinya.
______
"Pagi Bu," tiba-tiba Pak satpam datang menghampiri Bu Viona. Pak satpam sudah tahu jika Bu Viona itu adalah Ibu dari Bos-nya makannya dia bersikap sopan dan menundukkan punggungnya saat menyapa Bu Viona.
"Rian ada Pak?" tanya Bu Viona tersenyum datar dan dengan pandangan gelisah.
"Pak Rian belum datang Bu," jawab Pak satpam tersenyum ramah.
"Belum datang? Berarti dia nginap dimana!?" gumam hati Bu Viona karena dia menyangka Rian nginap di Kafe karena Rian pernah ngomong sama Bu Viona kalau di belakang Kafe ada kamar dan jika dia ngantuk atau istirahat sejenak selalu istirahat di kamar tersebut.
_______
"Oh, belum datang ya," Bu Viona dengan lirih dia berucap.
"Memangnya Pak Rian tidak pulang Bu?" tanya Pak satpam seperti dihinggapi rasa penasaran dan terlihat kepo.
DEGH ..
"Kalau aku berkata jujur yang sebenarnya bahwa Rian tidak pulang mungkin ini akan jadi bahan gosip di kantor karena nampak terlihat Pak satpam ini kepo, rasa ingin tahunya tinggi," gumam hati Bu Viona mendelik.
__ADS_1
"Pu-pulang kok, cuma tadi saya habis dari pasar dan mampir kesini kirain Rian sudah datang karena teleponnya tidak aktif makannya enggak tahu kalau Rian belum datang," jawab Bu Viona berbohong.
Pak satpam pun mengangguk.
"Oh,,,tunggu saja kalau gitu Bu, biasanya sebentar lagi Pak Rian datang," ucap Pak satpam.
Pak satpam pamit karena mau melihat keadaan sekitar Kafe. Nampak pegawai lain pun datang dan dia dengan cepat menyapu halaman Kafe dan ruangan juga. Dia juga terlihat membersihkan meja dan kursi.
Bu Viona hanya fokus melihat Pak satpam dan karyawan yang sedang bersih-bersih.
_______
Beberapa jam kemudian.
Nampak berdatangan para karyawan disana dan semua nampak kedua bola matanya melihat ke arah Bu Viona.
"Nit, itu ibu-ibu dari tadi duduk di luar Kafe, dia siapa ya?" tanya Dea menatap Anita.
"Kamu lupa ya, kan itu Ibunya Pak Rian," jawab Anita sambil fokus pandangan ke arah sarapan yang dia makan pagi itu yaitu nasi uduk pakai telor.
Dea nampak memicingkan pandangan dan menatap lekat ke arah Bu Viona dan dia pun baru tersadar jika itu adalah Ibunya Rian karena dulu pernah beberapa kali datang ke Kafe namun sudah lama.
"Oh, iya, aku ingat kalau itu Ibunya Rian, mau apa ya, datang pagi kesini sementara Bos kita belum datang. Wahh,,,,,nampaknya ini enggak ada yang beres!" Dea yang terlihat kepo seakan ingin lebih jauh tahu keadaan pribadi orang lain.
"Iya, lah, jadi orang harus kepo biar update tidak ketinggalan info," Dea tertawa terkekeh.
"jangan selalu kepo enggak baik!" jawab Risma.
Heukk,,,,,,
Nampak Anita tersedak.
GLEK...
Dia pun meneguk air mineral yang baru saja dia teguk beberapa saat yang lalu.
"Kalian pagi-pagi sudah ribut, bisa diam enggak sih!" Anita terlihat kesal.
Dea dan Risma tersipu malu dan seakan menahan tawa.
"Aku beres-beres dulu ah," Dea melengos.
__ADS_1
_______
Anita tengah lekat matanya fokus ke arah ponselnya lalu dia memberikan ponselnya kepada Risma.
"Ris, coba baca, pesan ini," bisik Anita lekat ke kuping Risma.
••••
{"Nit, ini Pak Rian, sekarang Bapak enggak bisa masuk tolong hari ini urusan Kafe yang pimpin kamu dulu sama Risma. Ini nomor baru Bapak, kalau ada apa-apa tolong hubungi nomor ini saja. Bapak ada sedikit masalah, besok juga Bapak sudah kerja lagi,"} pesan muncul dari Rian dengan nomor baru kepada ponsel Anita.
"Maksudnya apa ini!?" bisik Risma.
"Mungkin Pak Rian sedang ada masalah, bilang saja ke semua karyawan Pak Rian sedang ada urusan ke luar kota ketemu relasi teman bisnisnya," ucap Anita.
"Kenapa Pak Rian enggak nitipin Kafenya ke pacarnya ya," Risma dihinggapi rasa penasaran.
"Sudahlah itu urusan dia, kita tidak berhak tahu urusan orang lain. Kamu jangan kepo kayak Dea ya!" Anita melotot.
Risma pun tertawa terkekeh.
"Nit, Ibunya Rian kok tidak ada!" Risma nampak matanya berselancar mengelilingi luar Kafe sekitar.
Anita berdiri kemudian menengok ke arah jendela dan benar saja nampak Ibunya Rian nampak sudah tidak ada disana.
"Mungkin kesal karena sekarang sudah pukul 10, Ibunya Pak Rian mungkin kesini dia pagi sekali," ucap Anita.
_______
Tiba-tiba Pak satpam datang menghampiri.
"Nit, barusan Ibunya Pak Rian datang kesini tidak? Nanyain Pak Rian," tanya Pak satpam.
"Tidak Pak," jawab Anita.
"Iya, barusan dia pamit karena menunggu lama dan kepalanya tiba-tiba pusing katanya." ucap Pak satpam.
"Mungkin belum sarapan," Risma cengengesan.
"Tadi di jamu sarapan kok, sama Yoga, di bikinkan nasi goreng sosis sama teh hangat, tapi cuma dimakan sedikit," jawab Pak satpam seakan mengkhawatirkan keadaan Ibu dari Bos-nya itu.
"Semoga saja pulang dengan selamat dan cepat sembuh!" Risma melengos pergi.
__ADS_1
Anita pun kembali disibukkan dengan laptop-nya sambil dalam hatinya berpikir hari ini dia akan lembur karena Bos-nya tidak ada.
Bersambung...