Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab:219 Acara Syukuran Ana


__ADS_3

Ting..


Pesan masuk ke ponsel Rian dan nampak Pak RT memberikan kabar bahwa di rumahnya akan di adakan acara selamatan syukuran ulang tahun sang anak yaitu Ana. Rian pun tersenyum tipis karena terlihat Pak RT di dalam bunyi pesan masuk tersebut terlihat memaksa agar Rian harus datang ke acara anaknya tersebut.


"Gimana ya, badanku kurang enak dari kemarin," gumam hati Rian.


Rian sudah dua hari ini kurang enak badan belanja pun ke pasar untuk kebutuhan warungnya oleh sang Ibu. Tapi jika dia tidak datang ke acara sukuran Ana mungkin Pak RT akan kecewa.


______


Sang Ibu pun nampak menatap Rian seakan dihinggapi rasa penasaran terhadap sang anak yang terlihat bingung.


"Nak, kenapa kamu masih sakit? Kalau masih kurang enak badan di kamar saja jangan nunggu warung," ucap sang Ibu kepada Rian yang terlihat memakai jaket tebal karena badannya terasa meriang.


"Ini Bu, Pak RT ngundang Rian ke acara syukuran Ana nanti sore tapi Rian bingung, soalnya badan Rian masih meriang," jawab sang anak dengan muka pucat seperti lelah.


"Kamu pokoknya harus datang jangan sampai enggak Nak, karena Ibu malu sama Pak RT dan Ibunya Ana, mereka langganan kita," ucap sang Ibu.


Sang Ibu pun membuat ramuan jahe dan madu agar badan Rian terasa segar dan menyuruh sang anak untuk tidur sekarang, agar nanti sore ketika bangun badannya segar dan bugar. Rian seakan tidak bisa menolak saran dari sang Ibu. Dia pun meminum ramuan yang Ibu berikan kemudian dia istirahat tidur.


______


"Bu, nanti Rian di undang ke acara syukuran Ana, datang ya Bu," ucap Ibunya Ana yang tiba-tiba datang ke warung untuk membeli keperluan acara sang anak yang belum terbeli di pasar.


"Pasti datang Bu, Rian sedang tidur," jawab sang Ibu.


"Loh, kenapa Bu, Rian sakit?" tanya Ibunya Ana dihinggapi rasa khawatir.


"Cuma meriang kok, entar juga agak siangan sembuh," jawab sang Ibu tersenyum.


"Khawatir takutnya gak datang Bu, nanti anak saya kecewa," ucap Ibunya Ana tersipu malu.


_____


Terlihat Bu Viona pun seakan mengerti maksud dari ucapan Ibunya Ana tersebut bahwa Ana sebenarnya ada rasa kepada anaknya Rian. Tapi mungkin sang wanita sedang menunggu jawaban kabar dari sang lelaki. Karena Rian nampak terlihat cuek dan ini yang membuat rasa penasaran Ana dan wanita kampung disana dengan sosok Rian.


"Pasti datang Bu, nanti di usahakan. Barusan sudah kasih ramuan biar badannya sehat," ucap Bu Viona tertawa terkekeh.


Setelah belanjaannya selesai kemudian Ibunya Ana pun pergi berlalu dari warung tersebut. Terlihat Bu Viona hanya mesem-mesem tatkala berlalunya Ibunya Ana.


______


Sore pun tiba.


Nampak sang Ibu dengan antusias membangunkan Rian yang sedang terlelap tidur. Niat sang Ibu mau membangunkan Rian karena mau pergi ke acara syukuran ulang tahun Ana anaknya Pak RT.


"Rian ngantuk banget Bu," dengan suara parau dia berucap.

__ADS_1


"Cepet Rian jangan sampai mengecewakan keluarganya Pak RT, kita disini penduduk baru loh, tapi perlakuan Pak RT terhadap kita begitu spesial," bujuk sang Ibu kepada anaknya. Rian kemudian berusaha untuk bangun walau malas menghinggapi dan sepertinya sang Ibu menyiapkan baju Rian yang sudah dia ambil di dalam lemari.


"Nah, ini cocok sepertinya bajunya warna putih," ucap sang Ibu dengan mengeluarkan kemeja putih dari dalam lemari bajunya Rian.


____


"Ini Rian bajunya sudah Ibu setrika dan rapih," ucap sang Ibu sambil memberikan baju tersebut kepada sang anak yang sudah mandi. Rian pun nampak tidak menolak baju yang diberikan oleh sang Ibu dan dia kemudian memakainya.


Setelah dia pakai baju tersebut nampak Rian terlihat rapi dan ganteng di mata sang Ibu. Nampak Bu Viona tersenyum puas karena dia berpikir sang anak sekarang sudah kembali seperti dulu badannya tegap berisi, tidak seperti waktu saat pertama datang ke kampung badannya kurus dan nampak wajahnya tidak segar dan pucat.


"Kamu ganteng sekali Nak," terlihat kagum sang Ibu tatkala memandang Rian.


Rian hanya tersenyum tipis


"Iya dong, ganteng seperti Papanya," jawabnya.


Nampak Bu Viona pun seakan di ingatkan kembali oleh Rian terhadap sang mantan suaminya itu yang kini sudah hidup bahagia dengan pasangannya. Sang Ibu nampak menghela napas secara perlahan.


"Kamu sekarang sudah bahagia dengan Dini. Dan aku pun mendoakan agar kalian hidup rukun," gumam sang Ibu tatkala mengenang sosok sang mantan suaminya.


_____


Rian nampak pamit kepada sang Ibu dan mencium tangan sang Ibu.


"Ibu enggak ikut?" tanya Rian kepada sang Ibu yang tengah sibuk melayani pembeli di warungnya.


"Apa ini Bu?" tanya Rian dengan menatap lekat ke arah kresek tersebut.


"Kado, masa enggak bawa kado buat yang ulang tahun," ucap sang Ibu.


Rian pun seakan dihinggapi rasa penasaran dengan isi kado yang diberikan oleh sang Ibu kepada Ana. Rian pun menanyakan kado tersebut isinya apa, tapi sang Ibu seakan merahasiakannya.


"Yasudah, kalau tidak mau memberitahu," ucap Rian dengan berlalu dari hadapan sang Ibu.


_______


Tiba di rumah Ana.


Nampak di rumah Ana terlihat sudah ramai banyak orang yang datang. Tatkala Rian memasuki rumahnya seperti biasa para wanita desa melirik Rian dengan pandangan seakan matanya tidak berkedip sedikitpun.


"Wah, ada cowok ganteng lagi datang," bisik wanita yang berada disana yang tidak lain adalah teman dari Ana.


Sebenarnya Rian mendengar bisikan-bisikan dari arah depan dan belakang yang mengagumi ketampanannya tapi Rian seakan malas untuk menanggapinya.


____


Setelah acara syukuran dimulai barulah ke puncak acara yaitu potong kue. Dan Rian ternyata baru menyadari kalau dia tengah memakai baju warna yang sama dengan Ana yaitu warna putih, begitupun dengan Ana nampak dia pun seakan gugup karena warna baju yang mereka pakai sama yaitu warna putih. Dan entah kebetulan atau mungkin rasa tersipu malu tengah menghinggapi mereka, para tamu undangan tidak ada yang memakai baju putih jadi hanya Rian dan yang punya hajat yang pakai warna putih.

__ADS_1


Para undangan pun seakan bertanya-tanya ada hubungan apa Rian dan Ana itu.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽต๐ŸŽถ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽถ


Potong kuenya.


Potong kuenya.


Potong kuenya sekarang juga.


Sekarang juga.


Sekarang juga.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽต๐ŸŽถ๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽถ


Kue nampak di potong oleh Ana dan sang Mama berucap potongan kue pertama mau diberikan sama siapa, dan nampak Ana menyuapi sang Ibu dan Bapak.


"Potongan ke-3 orang spesial menurut kamu siapa An!?" tanya MC temannya itu yang bernama Hesti.


Ana pandangan matanya mengarah ke Rian dan tersenyum renyah dan nampak dia seakan tersipu malu untuk mengatakan bahwa kue potongan ke-3 untuk Rian.


Hesti sang teman seakan merasakan hati dari temannya tersebut bahwa kue potongan ke-3 akan diberikan kepada Rian tapi dia malu untuk bicara.


"Rian, Ana ingin potongan kue ke-3 di berikan kepada kamu," ucap Hesti.


Sontak Rian dihinggapi rasa terkejut dan malu yang teramat. Karena dia yang notabene penduduk baru dan seolah pandangan mata kini tengah mengarah semua ke arahnya.


"Bu-buat aku!" terdengar gugup Rian ketika berucap.


Rian pun nampak menyeret langkah kakinya menuju depan dengan muka merah merona. Mungkin bukan karena dihinggapi rasa malu karena dia juga merasa terpilih oleh Ana sehingga ada getaran asmara tapi dia malu karena semua mata tertuju padanya memandang.


_____


"Ayo, Rian buka mulutnya," goda Hesti kepada Rian yang seakan tidak mau membuka mulutnya untuk di suapi bolu oleh Ana.


Nampak Rian tidak bisa menutupi rasa gugupnya, apalagi Pak RT yang dia hormati tengah mau memotret dirinya. Pandangan Rian nampak terlihat menunduk ketika membuka mulutnya dengan lebar.


"Buka Nak Rian mulutnya dengan lebar," goda Ibunya Ana tertawa terkekeh tatkala Ana mau menyuapi kue bolu ulang tahunnya.


Dalam hati Rian berkata mengapa dia tadi harus datang ke acara syukuran Ana kalau akhirnya dia malu dengan di spesialkan oleh Ana dan keluarganya.


"Aku, malu,,," gumam hati Rian.


"Nak Rian jangan malu-malu," goda Pak RT tertawa terkekeh.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2