
Di dalam kamar.
Desy nampak dihinggapi rasa kesal kemudian dia pun memberikan pesan kepada Citra.
{"Uang yang diberikan oleh suamiku pokoknya harus kamu kembalikan hari ini juga. Aku tidak mau tahu karena uang tersebut adalah uang aku!" tulis pesan Desy dengan di akhir kalimat memberikan emotion marah.
Setelah dia menceritakan pesan kepada Citra, dia pun memberikan pesan kepada Rian
{"Kamu ngomong sama si pelakor itu, uangku yang 100 juta kembalikan dengan segera,"} Desy menulis pesan kepada Rian dengan dihinggapi rasa kecewa karena uang yang diberikan kepada suami dan niatnya untuk menambahkan modal ternyata dipakai untuk Citra untuk urusan bisnisnya.
Desy pun menghempaskan tubuhnya di kasur dengan dihinggapi rasa amarah yang coba dia pendam. Dengan susah payah Desy memejamkan matanya agar dia tertidur dan pikirannya sedikit agak rileks tapi apa daya semua seakan sia-sia saja, bayangan Citra terus menghampirinya seakan memperolok- olok dirinya.
_______
Sore pun tiba.
Rian nampak lebih awal pulang ke rumah dengan wajah yang nampak terlihat semerawut.
"Duduk kamu!" sang Ibu matanya melotot mengarah kepada sang anak.
Rian menatap sang ibu dengan tajam di depan pintu, dan nampak sang ibu sedang berdiri di depan pintu masuk. Rian pun seakan enggan untuk duduk dan tetap berdiri tegap menatap sang Ibu.
PLAK...
Tamparan dari seorang Ibu pun melayang indah ke pipi Adrian sontak Adrian terkejut dan meringis menahan rasa sakit.
"Pasti ini semua gara-gara Desy!" gumam hati Rian, dia pun pandangannya menunduk.
"Kamu dulu mengkhianati istrimu dan sekarang kamu mengulang kesalahan yang sama. Apa kamu tidak malu dan berpikir secara dewasa!" sang ibu menyorot dengan mata tajam.
"Desy yang mulai. Dia berselingkuh!" Rian mendelik.
"Bohong,,!!"
Desy tiba-tiba datang dari dalam rumah dan seakan minta perlindungan dari sang Ibu mertua. Nampak terlihat Desy merangkul pundak sang Ibu mertua dari arah belakang dan sang Ibu mertua pun seakan tahu isi hati dari menantunya itu di sedang membutuhkan perlindungan.
Mata Rian melotot ke arah Desy, dengan sigap Bu Viona pun menyuruh Rian duduk di teras rumah.
________
"Rian, awas kalau kamu mengulang lagi kesalahan yang sama atau melakukan hal yang buruk dengan cara berselingkuh kembali. Ibu tidak suka itu! Kamu jangan ikutin kelakuan Bapakmu yang berselingkuh!" sindir sang Ibu.
Rian hanya terdiam dan mengelus pipinya yang di rasa sangat sakit karena baru saja di tampar oleh sang Ibu.
"Dan sekarang Ibu minta kamu tagih uang yang 100 juta pada Citra!" tegas sang Ibu.
"Tapi, Bu,,," ucap Rian gugup.
"Tidak ada tapi-tapi pokoknya hari ini kamu harus ambil uang itu kalau perlu biar Ibu yang datang kesana ke rumah wanita itu!" nampak sang Ibu tidak main-main dengan ucapannya.
______
Desy pun nampak tersenyum puas karena dia begitu dilindungi oleh Ibu mertuanya. Dia pun berpikir kalau Ibu mertuanya itu sangat mencintainya sampai dengan rela dia mau melabrak citra ke rumahnya untuk menagih uang. Beda dengan waktu dulu Bu Viona seakan tidak peduli dengan Lia sewaktu Rian berselingkuh dengannya malah dia di dukung oleh Bu Viona.
"Bu, Rian enggak enak kalau harus datang ke rumah Citra apalagi sekarang di rumahnya sedang ada kedua orang tuanya," Rian memberikan sebuah alasan.
"Banyak alasan kamu Rian! Ayo, Des, kamu siap-siap dulu ganti baju kita pergi ke rumahnya Citra. Memangnya kamu pikir itu duit-duitan bukan duit beneran. Duit 100 juta itu duit besar bukan duit dengan jumlah nominal sedikit." ucap Bu Viona dengan menyeret langkah kakinya dan menarik tangan Desy untuk berganti pakaian.
Sementara Rian hanya terdiam, Rian pun seakan kalah oleh sang Ibu dan istrinya tersebut.
_______
Beberapa menit kemudian.
__ADS_1
Bu Viona dan Desy nampak sudah siap untuk pergi ke rumah Citra.
"Ayo!" ajak Bu Viona kepada Rian yang masih duduk termangu di teras rumah.
Rian mendongakkan kepalanya dan merasa heran dengan istri dan Ibunya karena mereka ternyata tidak main-main untuk pergi ke rumah Citra dan mereka sudah siap.
"Mau kemana Bu!" ucap Rian mencoba bersikap santai walau hatinya tidak senang dengan cara Ibunya dan Desy yang bersikap tergesa-gesa dalam melakukan segala masalah tidak di pikir matang.
"Ya ampun Rian, pakai acara nanya segala! Ke rumah pelakor itu!" tegas sang Ibu.
Desy terlihat tersenyum licik dan hatinya merasa dialah yang jadi pemenangnya karena sang Ibu mertua telah mati-matian membelanya.
•••
"Bu Viona memang gampang kalau di jerat oleh uang dia akan begitu saja luluh," gumam hati Desy.
Sebelumnya Desy sudah menjanjikan Bu Viona belanja dengan apa saja yang akan mau dia beli oleh uang sisa Desy dari pemberian Papanya.
________
"Iya, Mas, lumayan uang 100 juta itu tidak sedikit dan kalau wanita itu bisa membayarnya uang itu pasti kalau untuk menambah modal Kafe lumayan. Atau kalau kamu tidak mau uang itu akan aku berikan pada Ibu!' ucap Desy dengan melirik Bu Viona. Nampak Bu Viona wajahnya tersenyum sumringah dengan apa yang di ucapkan oleh sang menantunya itu.
"Des, kamu memang menantu idaman," peluk Bu Viona kepada Desy.
Bu Viona pun nampak mengerti dan merasakan bahwa Desy tengah bahagia karena saat ini dia sedang di perhatikan oleh Ibu mertuanya.
Rian menghela napas panjang dia pun merasa pusing dengan kelakuan istri dan Ibunya yang sama-sama keras kepala itu. Akhirnya Rian pun menuruti ajakan dari sang Ibu dan Desy untuk mendatangi rumah Citra.
"Baik, baik! Akan aku kabulkan permintaan kalian. Tapi aku tidak mau turun di dalam mobil lebih baik kalian yang masuk ke dalam rumahnya Citra!" Rian terlihat kesal
"Loh, kamu kok aneh Rian!?" sang Ibu nampak tidak terima dengan apa yang di sampaikan oleh anaknya itu.
"Rian mungkin malu Bu! Biarkan saja aku yang masuk karena sebelumnya aku sudah mengirimkan pesan kepada wanita itu agar membayar utangnya dengan segera," sambung Desy.
Rian hanya mendelik kesal.
_______
Di dalam mobil.
Nampak Rian cemberut dan tidak bicara sedikitpun. Rian layaknya sebagai seorang supir dia duduk di depan sendiri yang mengemudikan mobil sedangkan Ibunya dan Desy duduk di belakang dengan tak hentinya membicarakan Citra.
"Des, ibu khawatir wanita itu tidak ada di rumah," ucap sang Ibu.
"Tenang saja Bu, pasti dia ada," jawab Desy.
Rian hanya menyimak obrolan mereka dan melirik dari arah kaca spion dan nampak terlihat kesal.
________
Tiba di rumah Citra.
"Ini rumahnya?" tanya sang ibu kepada Rian.
Rian menganggukkan kepalanya dan nampak tidak tersenyum sedikitpun. Sang ibu pun kemudian turun dari dalam mobil yang di ikuti oleh Desy.
Bu Viona dan Desy menyeret langkah kakinya ke dalam rumah Citra yang gerbangnya tertutup tapi nampak tidak di kunci.
Desy pun membuka pintu garasi secara perlahan layaknya seperti maling seakan memasuki rumah yang akan dia curi barangnya.
Desy berjalan dengan di ikuti oleh sang ibu mertua dari arah belakang. Tepat di depan pintu masuk rumah Citra. Desy menghela napas secara perlahan.
_______
__ADS_1
Tok... Tok...Tok..
Pintu di ketuk beberapa kali oleh Desy nampak Desy pun dihinggapi rasa khawatir takut Citra tidak ada di tempat.
Ceklek....
Nampak suara dari dalam rumah ada yang membuka pintu dan nampak terlihat Citra baru saja selesai mandi dengan handuk melilit di kepala karena rambutnya basah.
"Kamu,,,!" ucap Citra terlihat terkejut tatkala melihat kedatangan Desy.
"Aku bersama Ibunya Rian datang kesini mau menagih utang yang 100 juta sama kamu!" Desy terdengar keras ketika berbicara.
Citra langsung keluar dari dalam pintu dan menutupnya kembali dengan rapat karena obrolan Desy takut di dengar oleh sang Papa yang ada di dalam rumah.
"Rupanya kamu takut terdengar ya, obrolanku kedalam rumah!" Desy tersenyum sinis.
"Kamu ngapain datang ke rumahku!" ucap Citra secara perlahan.
"Sudah jangan banyak tanya, bayar saja utang kamu kepada anakku dan awas ya, kamu jangan ganggu anakku lagi!" ancam Bu Viona kepada Citra.
"Bu, silahkan duduk. Apa tidak bisa dengan cara sopan ya, ngobrolnya," sindir Citra tersenyum tipis kepada Ibunya Rian.
_______
Bu Viona pun dengan berat hati nampak duduk di kursi teras. Dengan pandangan yang seakan ingin menerkam Citra.
"Sabar Bu, tenang jangan terpancing emosi oleh menantu Ibu karena menantu Ibu licik!" ejek Citra. Sontak hal tersebut membuat hati Desy kesal dan tangan dia mengepal seakan ingin melampiaskan emosinya kepada Citra.
Dengan cepat Bu Viona menggenggam erat tangan Desy karena terlihat oleh ekor mata Bu Viona. Desy ingin menghantam Citra.
"Kenapa kamu diam Des, memang begitu kan!? Kamu licik karena dengan berani telah merebut suami sahabat kamu sendiri!" kembali Citra menyindir Desy di depan Ibu mertuanya.
Desy pun mukanya merah merona karena dihinggapi rasa malu yang teramat dan gestur tubuhnya seakan kaku.
"Sepertinya kalian sudah tidak sabar dan tidak punya uang jadi ngemis minta uang Rian kembali, kalau begitu tunggu sebentar!" ucap Citra. Dia pun berlalu ke dalam rumah.
______
Beberapa menit kemudian.
"Des, sabar ya, memang mulut wanita itu tidak bagus kalau bicara dan bisa-bisanya si Rian kenal sama wanita itu!" ucap Bu Viona mencoba menyabarkan hati Desy karena nampak oleh Bu Viona Desy terlihat malu dan gugup setelah kena sindir oleh Citra.
"Ini ambil uangnya!" ucap Citra.
Citra tiba-tiba datang dengan melempar uang tersebut di atas meja satu gepok 100 juta.
"Tidak tahu sopan santun. Sudah pinjam dan bayarnya dengan cara tidak sopan." sindir Desy dengan mata melotot mengarah ke Citra.
"Silahkan pergi! Aku tidak mau melihat muka kalian di rumahku lagi!" telunjuk Citra mengarah ke gerbang pintu pertanda dia mengusir mereka.
Terlihat tangan Desy melayang indah ke pipi Citra rasanya dia sudah tidak tahan karena di sindir terus oleh Citra. Namun dengan sigap Citra menangkisnya yang mengakibatkan rasa nyeri di tangan Desy dan dia pun nampak meringis.
"Aww,,, sakit lepaskan!" Desy mencoba menarik tangannya.
"Makannya jangan belagu jadi orang!" Citra pun melepaskan genggaman tangannya dari tangan Desy.
"Sudah Des, kali ini kita mengalah saja. Ternyata wanita ini jahat!" Bu Viona pun seakan ingin meluapkan emosinya.
"Ternyata sama saja Ibu sama menantu. Sama-sama kurang ajar!" Citra tertawa kesal.
Desy pun dan Bu Viona berlalu dari dalam rumah Citra dengan rasa kesal dan menahan rasa emosi.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih Reader-ku semoga kalian diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan diberikan rezeki yang berkah.
Aamiin allahumma aamiin 🤲♥️