Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 52 Surat gugatan


__ADS_3

Pagi itu nampak di rumah Tante Restu sedang berkumpul, disana ada kedua orang tua dari Lia, tengah membahas masalah perceraian sang anak.


Gugat perceraian dari Pengadilan Agama akhirnya disetujui dan akhirnya Lia bisa bernapas lega, hak asuh anak jatuh kepada Lia karena usia anaknya masih kecil.


"Lia,,Ibu senang mendengarnya karena kamu bisa menentukan sikap dengan mau bercerai dengan Rian, rasanya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dan Ibu pun pada akhirnya tidak lagi bertemu dengan Viona ibunya Rian, yang bawel dan suka mengatur kamu," ucap sang Ibu tersenyum puas.


Ibunya Lia masih menyimpan rasa dendam ternyata terhadap Ibunya Rian, yaitu Ibu Viona. Jadi ketika perceraian terjadi sang Ibu tidak merasa sedih selayaknya Ibu yang lain.


•••••


Sang suami nampak lekat pandangannya ke arah sang istri.


"Sebenarnya Ibu ada dendam apa sih, dengan mantan besan atau Ibunya Rian itu!?" tanya sang suami karena sampai detik ini sang istri tidak bicara sedikitpun mengapa begitu benci kepada Ibu Viona, dan jika bertemu acara keluarga pun, mereka tidak pernah bertegur sapa hanya sekedarnya saja untuk bicara.


Sang suami merasakan ada hal aneh, karena Ibunya Lia dan Ibu Viona keduanya seakan menyimpan rasa benci. Nampak terlihat dari sorot mata mereka yang terlihat menyimpan rasa dendam dan kesal.


•••


"Kesal saja Pah, anak kita kan selalu diperlakukan tidak baik oleh Ibu mertuanya," jawabnya mencoba mencari alasan. Sang Ibu tidak mau berbicara tentang masa lalu dia bersama Ibu Viona, dan dia pun seakan menutup rapat agar tidak di ucapkan kepada siapapun.


•••


Sang suami pun hanya tertegun, dia seakan bertanya-tanya dalam dirinya, mungkin ada hal yang disembunyikan oleh istrinya itu mengenai hubungannya yang kurang baik dengan mantan Ibu besannya itu.


Lia hanya terdiam tidak bergeming sedikitpun, pikirannya berselancar jauh. Bukan perceraian yang dia sesali karena harus berpisah dengan Rian, namun sang anak yang dia pikirkan.


"Anakku masih perlu kebersamaan dan kehadiran kedua orang tuanya, apakah bisa untuk melangkah ke depan tanpa hadirnya sosok Rian?" gumam hati Lia. Hati dan pikirannya seakan berkecamuk karena sang anak dekat dengan Rian.


•••

__ADS_1


"Lia,, teman Tante mau bisnis fashion, apa kamu mau ikut? Kalau menurut Tante mending kamu ikut bisnis dengan teman Tante itu, biar kamu sibuk dan bisa melupakan Rian," Lia pun tidak menjawab pertanyaan sang Tante karena minggu kemarin Tante Dini juga menawarkan untuk bisnis dengannya juga, tapi belum di respon oleh Lia.


Dan sampai sekarang pun Tante Dini atau istri kedua dari Bapaknya Rian tidak tahu bahwa Lia sudah menggugat cerai sang suami.


"Sebenarnya aku ada bisnis bertiga dengan Angel, dan Desy dan masih ada menyimpan modal disana. Keuntungan pun masih aku dapatkan tiap bulan, tapi kalau akhirnya aku berpisah dengan suami karena menyangkut dengan Desy, lebih baik aku mengundurkan diri dari bisnis bersama Desy," gumam hati Lia. Dan Lia pun tidak mau kalau masih berhubungan dengan Desy untuk masalah bisnisnya.


________


Ting ..


Tiba-tiba bunyi pesan muncul dari ponsel Lia, terlihat sang mantan suami memberikan sebuah pesan.


Dalam isi pesan tersebut, Rian mengatakan bahwa dia tidak menyangka dengan keputusan Lia, ternyata Lia bisa senekat itu dengan menggugatnya ke pengadilan. Rian berpikir Lia hanya menggertak dia, dan tidak akan melakukan perceraian terhadapnya.


Rian pun seakan tidak rela jika dia harus berpisah dengan Lia, dan mungkin kata maaf pun seakan tidak bisa lagi karena surat gugatan cerai sudah di putuskan dari Pengadilan Agama.


Mungkin inti dari pesan Rian adalah dia tidak mau dicerai oleh Lia, dan Rian juga tidak bisa meninggalkan Desy sahabat Lia.


{"Kamu bodoh Rian, sampai sekarang pun aku tidak tahu alasan kamu mengapa selingkuh dengan sahabatku Desy! Padahal aku lebih baik semuanya dari Desy dari segi apapun," gumam hati Lia.


Sosok Lia yang cantik, baik, sabar, sedangkan Desy jika dibandingkan dengan Lia, dia paras wajahnya biasa saja, sifat dari Desy pun tidak sabar tapi entah mengapa Desy mampu meluluhkan hati Rian.


____@@@_____


Nampak Lia menghela napas secara perlahan, kembali mengingat Rian yang selalu berucap kata tidak akan berpisah, dan hanya maut yang akan memisahkan hubungan dengan sang istri. "Aku akan selalu setia sama kamu Lia," Saat itu begitu melayang tinggi hati Lia, dia pun percaya dengan hal itu dan seiring waktu berjalan dengan adanya buah hati dari mereka seorang anak cantik seakan menambah eratnya tali hubungan ikatan cinta mereka.


Tapi mungkin takdir berkata lain, hanya angan belaka yang mampu mengungkapkan semua. Khayalan sehidup semati musnah tatkala hadirnya orang ketiga yaitu sang sahabat.


"Mungkin jika pada akhirnya akan begini, aku tidak akan mengenalkan Desy kepada suamiku Rian," gumam hati Lia matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


_____@@@_____


Sang Tante menepuk halus pundak Lia.


"Lia,, sudahlah, kamu jangan bersedih lagi, tatap ke depan, jangan berlarut dengan kesedihan. Tante yakin kamu bisa hidup tanpa Rian, mungkin kamu akan lebih baik jika tidak ada Rian, Tante yakin itu!" ucap sang Tante mencoba menyabarkan hati sang keponakannya itu.


•••


"Kamu isi saja rumah Ibu, kalau merasa canggung tinggal disini bersama Tante Restu," bisik sang Ibu lekat ke kuping sang anak. Karena setelah pertengkaran dengan suami, Lia tinggal di rumah Tante Restu.


"Apakah nanti Rian tidak akan datang ke rumah itu, sekarang pun tinggal di rumah Tante, dia berani untuk datang kesini apalagi aku hanya tinggal sendiri dengan Cantika anakku," gumam hati Lia, seakan mengkhawatirkan hal itu.


Entah mengapa Lia takut jika Rian datang menghampirinya, sedangkan Lia masih dihinggapi rasa amarah, kesal, dan cemburu.


Meskipun kata cemburu tidak terucap dari bibirnya dan mencoba menutup bibirnya rapat agar tidak terucap kata cemburu tapi hatinya tidak bisa dibohongi kenangannya bersama sang suami begitu banyak dan tidak mungkin bisa dia lupakan begitu saja.


___@@@___


"Nanti kamu ditemani Tante Sumi jangan khawatir. Ibu percaya Tante Sumi bisa menjaga kamu dan dia sosok yang tegas dan berani." ucap sang Ibu.


Dan sang Ibu pun menceritakan ketika Desy di siram oleh jus strawberry oleh Teh Sumi. Karena Teh Sumi mengabarkan hal itu kepada Ibunya Lia.


Sontak Lia terkejut dengan hal itu.


"Teh Sumi berani banget ya, menyiram jus ke arah punggung Desy!" Lia tersenyum puas.


"Ya, Lia, jadi kamu jangan khawatir jika nanti setelah kamu pindah. Pasti nanti Rian datang berkunjung bersama Desy untuk mengajak kembali anakmu keluar, kan ada Teh Sumi yang pandai bersandiwara," ejek sang Tante.


Gelak tawa pun akhirnya terdengar di rumahnya Tante Restu.

__ADS_1


Sang Tante pun seakan bahagia karena Lia yang baru saja terlihat melamun dan sedih, nampak bisa kembali tersenyum.


Bersambung..


__ADS_2