
Lia terlihat menangis memikirkan sang anak yang tidak mau bicara di sambungan teleponnya.
{"Sabar Lia, pasti nanti Tante bujuk lagi ya, mungkin dia kecapean karena kemarin sepulang dari rumah kontrakan Rian, dia dibawa main sama Kakeknya sampai malam dan dia belum istirahat,"} jawab Tante Dini di sambungan teleponnya terdengar menyabarkan hati Lia.
Lia pun dihinggapi rasa serba salah dengan apa yang semua terjadi karena dia pun lagi mengurus bisnis besarnya. Sementara sang anak seakan tidak sabar untuk menunggu Lia agar di rumah saja keberadaannya bersama sang anak, tidak pergi terus menerus keluar kota dengan acara bisnisnya itu.
•••
{"Cantika bilang sama Tante, katanya kamu mau pergi ke Bali ya, kamu disana katanya 2 minggu benar?"} tanya Tante Dini.
{"Iya, Tan. bisnis yang sekarang di Bali ini memang sudah lama tapi baru terlaksana sekarang ini,"} jawab Lia.
Lia pun bercerita kepada Tante Dini setelah proyek di Bali mungkin dia tidak akan ambil lagi bisnis lainnya. Biarkan itu menjadi bagian dari sang suami untuk urusan bisnis karena dia pun takut kehilangan sang anak jika dia mengutamakan dirinya sendiri.
{"Tapi kamu sudah bilang dengan suami kamu belum!? Jangan sampai dia nanti marah karena gara-gara masalah bisnis semua kamu cancel dan kamu memilih untuk menjadi seorang Ibu rumah tangga, seperti yang kamu lakukan dulu ketika menikah dengan Rian,"} ucap sang Tante.
______
Nampak Lia pun berpikir sangat lama dia seakan takut jika kalau menjadi Ibu rumah tangga seperti dulu lagi. Karena dulu pun ketika dia sibuk menjadi Ibu rumah tangga dan keberadaannya di rumah terus sang suami menjadi selingkuh berpaling darinya dan kegundahan Lia pun nampak dia ungkapkan kepada sang Tante.
{"Kamu jangan ngaco Lia, Adrian kalau menurut Tante tidak seperti itu walau Tante tidak mengenal lebih dekat ya,"} bela sang Tante seakan mencoba menenangkan hati Lia yang nampak trauma dengan masa lalunya.
•••
Lia pun bercerita, Lia merasa ada tanggung jawab kepada sang anak karena Rian saat ini sedang terpuruk keadaannya dan tidak mampu memberikan napkah. Otomatis Lia jadi malu jika harus Adrian atau suami barunya itu yang tanggung jawab terhadap kehidupan anaknya.
{"Lia, dengar ya, Adrian itu tipe lelaki yang tanggung jawab tidak mungkin juga dia menelantarkan anakmu atau membedakan kasih sayang anaknya dengan anakmu. Dan semalam Tante sudah cerita dengan Papanya Rian biar kebutuhan Cantika Kakeknya yang tanggung,"} ucap sang Tante menjelaskan.
__ADS_1
{"Tidak Tante, Lia tidak mau merepotkan kakeknya,"} ucap Lia.
Dia pun berpikir masih mampu jika harus membiayai sang anak dari simpanan tabungannya.
_______
Di sebrang sana terlihat sang mantan Papa mertua menyambar ponsel sang istri yang tengah menelepon karena suaranya begitu nyaring terdengar lekat di kuping.
{"Sudah Lia kamu jangan menolak rezeki karena tidak baik dan itu kewajiban Rian, karena Rian sekarang keadaannya tidak mampu atau sedang terpuruk jadi kakeknya yang harus tanggung jawab,"} ucap Kakeknya Cantika di sambungan teleponnya.
Lia pun diam seribu bahasa seakan tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan ucapan kakeknya sang anak.
•••
Sang kakek pun menginginkan Lia fokus mengurus anak saja agar Cantika bisa hidup tenang dan nyaman. Merasa ada perlindungan dari sang Mama dan mental Cantika tidak terganggu. Papanya Rian pun meminta maaf kepada Lia atas sikap Rian yang dulu pernah mengkhianati Lia.
Lia pun terdengar menangis pilu, kepedihan yang dia rasakan akibat ulah dari Bu Viona memang tidak bisa dipungkiri, sangat sakit sekali yang di rasa oleh Lia karena dia seakan tidak dianggap oleh Bu Viona sebagai menantu, dan saat itu hanya istri kedua atau Tante Dini yang selalu peduli dan sayang terhadap Lia.
______
Tangis Lia tumpah ruah pecah dan nampak sang suami sedang memperhatikan dirinya yang tengah menangis sambil menelepon. Nampaknya sang suami mendengar semua ucapan dari sang istri ketika menelepon.
Sontak Lia terkejut dia pikir sang suami tidak mendengarkan percakapan dia di sambungan teleponnya. Lia pun dengan cepat menghapus air matanya. Rasa, kecewa, sesal dan sedih semua tumpah menjadi satu.
"Mah, maafkan aku mungkin aku yang salah mengajak kamu berbisnis dari awal kita menikah." ucap Adrian sang suami.
Adrian pun berucap dengan jujur kepada sang istri. Mengapa Lia saat itu dibawa berbisnis olehnya, dengan alasan agar sang istri sebentar saja bisa melupakan rasa kecewa karena pengkhianatan mantan suaminya. Adrian pun saat itu berpikir juga jika sang istri dibawa bisnis olehnya, setidaknya Lia tidak larut dengan masalah, jadi Lia bisa terhibur dengan kesibukan barunya.
__ADS_1
______
Lia pun seakan tidak bisa membendung rasa sesak dalam dirinya, dia langsung memeluk erat sang suami dalam hati Lia berpikir ternyata sang suami begitu perhatian terhadap dirinya.
"Kamu kapan saja bisa berhenti Lia, bisnis kamu dan aku biar aku jalani sendiri. Bagiku tidak masalah mungkin waktuku juga akan lebih sibuk karena aku pegang sendiri bisnisku nanti tidak berdua lagi dengan kamu," ucap Adrian.
•••
Lia mencoba menepis kegundahan hatinya yang selama ini merasa takut dengan sang suami jika diluar sana selalu bertemu dengan wanita cantik dan akhirnya melakukan perselingkuhan dengan sang istri. Lia memejamkan matanya mencoba mengingat kembali apa yang di ucapkan oleh Tante Dini bahwa Adrian adalah sosok yang beda tidak seperti Rian, dia lelaki yang setia bukan lelaki yang suka mengkhianati istri.
"Aku akan setia Lia tenang saja. Kamu jangan ragu hal itu. Apapun kedepannya aku akan selalu sayang sama kamu dan jangan pikirkan hal itu," ucap Adrian mencoba meyakinkan hati dan perasaannya sang istri yang tengah gundah gulana.
"Ya, Mas, mungkin bisnisku yang di Bali aku akan temani kamu untuk terakhir kalinya dan tanpa aku semoga kamu lebih lancar dan sukses kedepannya," ucap Lia terisak tangis.
•••
Nampak Adrian menghapus tetesan bulir putih yang keluar dari ujung kedua mata Lia. "Sekarang kita jemput Cantika ke rumah Tante Dini meskipun sang anak tidak mau pulang kita berkunjung saja kesana karena itu akan membuat hati sang anak merasa dihargai dan disayangi," ucap sang suami tersenyum lekat ke arah kedua bola sang istri.
Lia nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.
_______
Tiba-tiba ada suara mobil memasuki halaman rumah Lia, dan sang ART pun nampak membuka garasi halaman tersebut. Nampak terlihat sebuah mobil sedan berwarna merah pun memasuki garasi halaman rumah setelah sang ART mempersilahkan tamu tersebut masuk.
Sepasang suami istri pun nampak keluar dari dalam mobil tersebut dengan wajah terlihat dihinggapi rasa gundah dan penuh penyesalan.
"Mah, sudah jangan sedih," ucap sang suami dengan menatap lekat ke arah sang istri.
__ADS_1
Bersambung...