
"Saya terima nikah dan kawinnya Frisilia Mehendra binti Arif Muhamad Hakim, dengan maskawin tersebut dibayar tunai," Adrian berucap dengan lantang dan penuh percaya diri tanpa ada kata salah sedikitpun.
"Bagaimana para saksi, SAH..SAH..SAH..!!" Pak Penghulu melirik kedua orang tua pengantin dan satu persatu para saksi yang tengah hadir.
"SAHH.....!!!" semua kompak berucap.
Barakallahu lakuma wa barakallah alaikuma wa jama'ah bainakuma Fii khoiiir.
"Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, serta keberkahan atas dirimu, dan semoga Allah SWT mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan" ucap kembali pang penghulu.
_________
Nampak tersenyum lebar Adrian menatap Lia karena kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri. Begitupun dengan Lia nampak bahagia sekali mukanya berbinar ceria. Adrian nampak menghela napas secara perlahan dalam batinnya bersyukur dan mengucapkan kata "Alhamdulillah..!!"
"Sekarang cium kening istrinya, karena sudah halal," ucap sang penghulu.
Dengan rasa malu dan muka merah merona Adrian memegang kedua pinggang Lia kemudian menatap Lia dengan penuh arti lalu mengucapkan kata Bismillah dan mencium kening sang istri.
Lia pun nampak memejamkan matanya saat ciuman mendarat di keningnya oleh sang suami. Meskipun ini bukan pernikahan yang pertama bagi Lia namun entah mengapa rasa debaran jantung yang berdetak cepat tidak karuan begitu terasa.
Nampak Tante Restu tepuk tangan.
"Alhamdulillah akhirnya Lia bahagia dan Adrian bisa melalui perjalanan cintanya dengan yang penuh liku," Tante Restu nampak mukanya berkaca-kaca.
Kedua pengantin tersebut lalu melakukan acara sungkeman kepada kedua orang tuanya. Nampak Papa Steven tersedu menangis saat Lia melakukan sungkem.
"Lia semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah dan maafkan kesalahan Papa ya," Papa Steven nampak mengecup kening menantunya tersebut.
__________
Nampak Lia sangat cantik sekali dengan memakai baju putih dengan payet yang sederhana, cukup elegan dan seperti anak gadis tidak nampak perbedaan antara Lia dan Adrian meskipun Lia yang notabene janda dan Andrian yang lajang.
Acara sungkeman penuh haru dengan tangisan kebahagiaan mewarnai kedua belah pihak pengantin. Setelah acara selesai lalu acara saweran pun dimulai. Nampak uang, permen dan juga segenggam beras sudah nampak di wadah, dan anak-anak dari keluarga masing-masing pengantin ikut berdiri di belakang pengantin karena ingin kebagian uang. Setelah uang di sawer bagikan dengan cara di lempar nampak suasana menjadi riuh dan tak kalah dengan anak kecil orang dewasa pun nampak terlihat memunguti uang dan permen yang berserakan di bawah.
Adrian dan Lia merasa bahagia sekali karena keluarga masing-masing nampak bahagia dengan berebut uang logam dan kertas.
_______
__ADS_1
Beberapa menit kemudian setelah acara saweran selesai. Lia dan Adrian pun nampak mengganti pakaiannya dan masuk ke ruang ganti baju.
"Sayang, Alhamdulillah kita sekarang sudah sah, menjadi sepasang suami istri dan aku merasa mimpi karena untuk mendapatkan cinta kamu begitu penuh perjuangan," Adrian tersenyum kepada istrinya tersebut dan mencium kening sang istri.
Lia pun mengucapkan rasa syukurnya dan tersenyum manis kepada sang suami.
Nampak penata rias tersipu malu melihat sepasang pengantin yang sedang gembira.
Lia pun nampak berganti pakaian dengan memakai kebaya warna gold yang memberikan kesan mewah dan elegan. Nampak Lia memakai siger atau mahkota.
Lia terlihat cantik dengan kuntum-kuntum melati yang di taburkan di atas sanggul dan kepala pengantin.
_____
Lia dan Adrian pun kembali duduk di pelaminan dan sanak keluarga pun menyalami kedua pengantin. Setelah menyalami kedua pengantin, para keluarga dan tamu yang hadir menikmati makanan yang tersedia.
Begitu megah acara yang di adakan dan semua seakan berdecak kagum. Restoran tersebut seakan di sulap menjadi sebuah istana bunga karena di setiap sudut ruangan terdapat bunga hidup dan aroma bunga terasa menghidupkan suasana di acara pesta pernikahan.
_______
"Adrian, selamat ya," tiba-tiba seorang wanita cantik dan berkulit putih bersih menyalami kedua pengantin.
Sontak Adrian terkejut dengan kedatangan Dokter Zahira. Nampak Zahira memeluk erat Lia dan mengucapkan kata selamat menempuh hidup baru.
"Zahira, terima kasih ya, sudah mau datang ke acara pernikahan kita," ucap Lia tersenyum lembut dan ramah.
"Kamu cantik sekali Lia," Zahira terlihat kagum dengan kecantikan Lia saat memakai kebaya pengantin adat Sunda.
"Semoga kamu cepat menyusul ya," bisik Lia lekat ke kuping Zahira.
"Doakan saja secepatnya, bulan depan aku akan menikah," ucapnya tersipu malu.
"Pokoknya kita harus di undang,!" ucap Lia tersenyum bahagia tatkala mendengar Zahira sudah mendapatkan jodohnya.
"Siap, pasti kalian aku undang. Adrian nanti malam pertama semoga sukses dan cepat diberi momongan," sindir Zahira melirik Adrian, sambil berlalu dari arah pengantin dan tertawa terkekeh. Sontak wajah Adrian merah merona karena dihinggapi rasa malu.
_______
__ADS_1
Tiba-tiba Tante Restu menghampiri pengantin dan berbisik ke arah kuping Lia.
"Lia, Papanya Rian dan Tante Dini datang," ucapnya dengan pandangan ke arah Papa Yosi dan Tante Dini yang sedang berjalan menuju pelaminan.
Degh ..
Sontak Lia terkejut dengan kedatangan Tante Dini karena Tante Dini nampak terlihat sehat dan sedang di gandeng oleh Papa Yosi.
Lia mencoba mengatur deru napasnya tatkala Papa Yosi sang mantan Papa mertua dan Tante Dini kini tepat di hadapannya.
"Lia, maafkan Tante dan selamat menempuh hidup baru semoga kamu menemukan kebahagiaan dengan pernikahan yang kedua ini," ucap Tante Dini tersenyum.
Nampak terlihat keadaan Tante Dini belum pulih benar, mukanya masih tidak segar seperti biasanya, namun terlihat sudah tidak pucat lagi.
Papa Yosi pun memberikan ucapan selamat kepada sepasang pengantin tersebut. Sementara mantan besan atau kedua orang tuanya Lia mereka nampak tersenyum kearah Tante Dini dan Papa Yosi mereka seakan sudah melupakan perselisihan yang terjadi.
Lia nampak dalam hatinya mengucap kata syukur karena kedua orang tuanya sudah tidak menyimpan rasa dendam lagi kepada Papanya Rian dan Tante Dini.
"Tante terima kasih sudah datang, dan alhamdulilah keadaan Tante sedikit membaik," ucap Lia membelai lembut rambut Tante Dini.
Tidak bisa dipungkiri kebaikan Tante Dini dulu masih dirasakan oleh Lia, meskipun Tante Dini adalah istri kedua dari Papanya Rian tapi saat ini Lia tidak mau mempermasalahkan hal itu. yang terpenting sekarang dia sedang bahagia menjadi istri Adrian.
_______
"Pah, kayaknya Adrian orangnya baik," ucap Tante Dini tatkala menikmati makanan dan duduk menatap sepasang pengantin dari jarak jauh.
"Iya, Mah, Adrian terlihat baik beda dengan Rian," nampak Papanya Rian menghela napas panjang karena dia tidak berhasil mengurus anaknya dengan baik, begitupun dengan dia sendiri yang gagal untuk setia dengan pasangannya.
Rasa nyaman tidak dirasakan oleh Papa Yosi tatkala berada bersama Bu Viona, tapi jika berada dekat dengan Tante Dini dia merasa nyaman karena Tante Dini memberikan perhatian dan tidak cuek sedangkan Viona cuek dan cerewet.
"Mah, istriku gugat cerai aku," ucap Papa Yosi.
Sontak pernyataan tersebut membuat terkejut Tante Dini. Dulu Tante Dini yang bersikeras agar suaminya bisa cerai dengan istri tuanya kini dia seakan tidak rela jika suaminya menceraikan istri tuanya tersebut.
"Lebih baik jangan cerai Pah, aku rela dimadu atau lebih baik aku mundur saja, aku merasa menjadi duri dalam rumah tangga kamu," ucap Tante Dini dengan pandangan menunduk.
"Huzzz...!!" telunjuk Papa Yosi menempel di bibir mungil Tante Dini seakan mengisyaratkan jangan membahas rumah tangganya karena kini mereka sedang berada di kerumunan orang dan itu tidak baik.
__ADS_1
"Nanti kita bahas di rumah Mah," ucapnya dengan menghela napas secara perlahan.
Bersambung...